GBP/USD Stabil Setelah Reli Besar
Pound sterling bergerak stabil di kisaran US$ 1,3513 pada Senin (8/9), setelah mencatat reli harian terbesar dalam dua minggu pada Jumat lalu. Reli itu terjadi karena dolar AS tertekan oleh data ketenagakerjaan yang jauh di bawah ekspektasi.
Data Tenaga Kerja AS Melemah, Tekan Dolar
Laporan nonfarm payrolls Agustus menunjukkan hanya 22.000 pekerjaan baru tercipta, jauh lebih rendah dari perkiraan, sementara revisi bulan-bulan sebelumnya juga lebih lemah. Tingkat pengangguran naik ke 4,3%. Kondisi ini memicu pelemahan dolar AS karena pasar semakin yakin The Fed akan memangkas suku bunga.
Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga The Fed
Pasar kini menilai kemungkinan hampir pasti bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin dalam pertemuan bulan September. Bahkan, peluang pemangkasan lanjutan pada Oktober dan Desember juga meningkat, sehingga menekan prospek dolar lebih lanjut.
Bank of England Belum Diperkirakan Turunkan Suku Bunga
Berbeda dengan The Fed, Bank of England (BoE) diperkirakan tidak akan memangkas suku bunga dalam waktu dekat. Inflasi Inggris masih jauh di atas target 2%, meski laju ekonomi mulai melambat. Divergensi kebijakan moneter ini memberi dukungan tambahan bagi pound.
Outlook GBP/USD
Dengan dolar AS yang tertekan oleh data lemah dan ekspektasi pemangkasan suku bunga, sedangkan BoE cenderung menahan kebijakan lebih ketat, prospek jangka pendek GBP/USD cenderung positif. Namun, pergerakan masih terbatas di sekitar level psikologis 1,3500–1,3520 sambil menunggu keputusan resmi bank sentral minggu depan.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 1.3525. Selama harga bergerak di bawah level ini, potensi penurunan diperkirakan berlanjut untuk menguji area support di 1.3460–1.3415.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus ke atas level pivot, arah pergerakan diperkirakan berbalik bullish dengan target resistance di 1.3550–1.3580.
Resistance 1: 1.3525 Resistance 2: 1.3555 Resistance 3: 1.3580
Support1: 1.3460 Support 2: 1.3435 Support 3: 1.3415
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan harga emas di time frame H4 menunjukkan tren naik dengan posisi candle berada di atas SMA 50 dan mendekati area resistance R1 di 3613.51. Namun, indikator RSI menunjukkan adanya bearish divergence karena harga membentuk higher high sementara RSI membentuk lower high, yang menandakan potensi pelemahan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 di terlihat harga berada dalam tren turun dengan posisi candle di bawah SMA 50, namun saat ini berusaha melakukan pullback setelah menyentuh area oversold pada indikator RSI yang berada di level 29,53.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai bahwa pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 3.535. Selama harga bergerak di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di 3.564–3.578.
Pergerakan emas di timeframe H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah menembus resistance sebelumnya. Posisi harga berada di atas SMA 50 sehingga tren masih terjaga. RSI saat ini berada di level 67, menandakan momentum bullish cukup solid namun mendekati area overbought.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah harga gagal bertahan di atas trendline naik dan juga menembus ke bawah SMA 50. Saat ini harga bergerak di bawah area support penting 64,02–64,26 yang kini berubah menjadi resistance, sehingga tekanan jual masih dominan.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren yang jelas bullish setelah harga berhasil menembus area konsolidasi sebelumnya dan bergerak jauh di atas garis SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis. Saat ini harga berada sedikit di atas level pivot 3.556,39 dan mendekati resistance pertama di 3.586,47. RSI berada pada level 78,41 yang menandakan kondisi overbought, sehingga potensi koreksi dalam jangka pendek cukup terbuka.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 memperlihatkan bahwa harga gagal bertahan di atas trendline naik yang ditarik sejak pertengahan Agustus, sekaligus menembus ke bawah garis SMA 50 yang sebelumnya berfungsi sebagai support dinamis. Penurunan tajam dari area resistance 65,17 menunjukkan tekanan jual yang cukup kuat. Saat ini harga berada di kisaran 63,77 dengan RSI pada level 41,73, yang menandakan momentum bearish mulai mendominasi meskipun belum mencapai kondisi oversold.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish dengan level pivot di 1.1680. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, tekanan jual diperkirakan akan berlanjut dengan target penurunan menuju area support di 1.1610 – 1.1570.
Pada time frame H4, pergerakan emas menunjukkan tren naik yang solid setelah berhasil menembus ke atas Simple Moving Average (SMA) 50. Saat ini harga berada di atas level pivot 3.515,38 dan tengah mengarah ke resistance pertama (R1) di 3.560,94. Kuatnya momentum bullish mengindikasikan dominasi buyer, terlebih selama harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang kini berperan sebagai support dinamis.
Pada grafik H4, harga US Oil saat ini sedang menguji resistance penting di 65,80. Level ini menjadi area kunci, karena apabila berhasil ditembus maka peluang kenaikan terbuka menuju resistance berikutnya di 66,37 hingga 66,69. Struktur harga menunjukkan tren yang positif dengan dukungan trenline naik sejak pertengahan Agustus serta posisi harga yang sudah berada di atas SMA 50, menandakan dominasi buyer masih terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi melemah dengan level pivot di 3.489. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun dapat berlanjut untuk menguji area support 3.463–3.436.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tren naik yang kuat setelah berhasil menembus level resistance sebelumnya, meskipun indikator RSI yang berada di area overbought di atas 70 mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tanda pemulihan setelah berhasil menembus ke atas garis SMA 50 dan saat ini bergerak stabil di atas area support 64,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target terdekat di 65,10, kemudian berlanjut ke resistance berikutnya di 65,80 hingga 66,37.
