Market Summary
Pergerakan USD/CHF terhadap franc Swiss mencatat penguatan pada awal pekan ini, didorong oleh sentimen negatif terhadap mata uang Swiss. Tarif baru dari AS serta data inflasi dan manufaktur yang lemah mendorong ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Bank Nasional Swiss (SNB).
Dollar AS mengalami pemulihan pada hari Senin setelah sebelumnya melemah tajam pada Jumat menyusul laporan tenaga kerja AS yang mengecewakan dan gejolak politik di Washington. Data ketenagakerjaan AS untuk bulan Juli menunjukkan pertumbuhan lapangan kerja yang jauh di bawah ekspektasi, dengan revisi turun signifikan sebesar 258.000 pekerjaan untuk dua bulan sebelumnya. Kondisi ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve akan menurunkan suku bunga dalam waktu dekat, kemungkinan besar pada pertemuan bulan September.
Ketidakstabilan Politik Tekan Dollar Lebih Lanjut
Gejolak politik juga menambah tekanan terhadap dollar. Pemecatan kepala Biro Statistik Tenaga Kerja AS oleh Presiden Trump dan pengunduran diri mendadak salah satu gubernur The Fed memicu ketidakpastian lebih lanjut mengenai arah kebijakan moneter ke depan. Meskipun dollar AS sempat anjlok lebih dari 2% terhadap yen dan 1,5% terhadap euro pada Jumat, mata uang tersebut mencatat pemulihan tipis pada Senin, naik 0,3% terhadap yen dan 0,2% terhadap sekeranjang mata uang utama.
USD Menguat terhadap Franc Swiss Setelah Tarif Baru
Dollar AS menguat lebih dari 0,5% terhadap franc Swiss setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif baru yang tinggi terhadap ekspor dari Swiss. Tarif sebesar 39% diumumkan pada 1 Agustus, naik dari 31% yang diberlakukan sebelumnya, dan dijadwalkan mulai berlaku pada 7 Agustus. Keputusan ini memicu kekhawatiran akan dampak negatif pada ekonomi Swiss, mengingat Swiss sangat bergantung pada perdagangan internasional.
Franc Melemah di Tengah Tekanan Eksternal dan Inflasi Rendah
Akibat pengumuman tarif tersebut, franc Swiss melemah hingga mendekati 0,81 per dolar AS. Meskipun inflasi (CPI) Swiss pada Juli naik tipis menjadi 0,2% secara tahunan—di atas ekspektasi 0,1%—angka tersebut masih berada di kisaran rendah. Kondisi ini tetap mencerminkan tekanan disinflasi. Kenaikan tersebut belum cukup kuat untuk mengubah pandangan pasar bahwa tekanan harga di Swiss masih lemah.
Sementara itu, indikator lain seperti PMI manufaktur juga menunjukkan pelemahan. Angka PMI turun ke level 48,8 pada Juli dari 49,6 di bulan sebelumnya. Ini menandakan kontraksi yang semakin dalam di sektor industri. Situasi ini meningkatkan kemungkinan Bank Nasional Swiss (SNB) akan melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Bahkan, tidak menutup kemungkinan suku bunga diturunkan lebih dalam ke wilayah negatif.
Implikasi Kebijakan Moneter AS dan Swiss
Pasar kini memperkirakan hampir 90% kemungkinan The Fed akan memangkas suku bunga pada bulan September, dengan dua kali pemangkasan masing-masing 25 basis poin hingga akhir tahun. Di sisi lain, tekanan deflasi yang meningkat dan perlambatan ekonomi di Swiss bisa mendorong langkah serupa dari otoritas moneter negara tersebut.
Prospek USD/CHF ke Depan
Tekanan terhadap USD/CHF datang dari dua arah. Di satu sisi, prospek suku bunga AS yang menurun. Di sisi lain, tantangan eksternal terhadap ekonomi Swiss. Kondisi ini membuat pasangan USD/CHF menunjukkan volatilitas yang tinggi. Keputusan kebijakan dari kedua bank sentral dalam beberapa minggu ke depan akan menjadi penentu arah pergerakan berikutnya. Terutama jika ketegangan dagang antara AS dan Swiss terus meningkat.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/CHF masih cenderung bergerak bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 0.8045. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan diperkirakan berlanjut. Target berikutnya berada di area resistance 0.8120–0.8170.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun menembus di bawah 0.8045, maka arah pergerakan diperkirakan berubah menjadi bearish. Zona support berikutnya berada di kisaran 0.8020–0.7995.
Resistance 1: 0.8120 Resistance 2: 0.8150 Resistance 3: 0.8170
Support1: 0.8045 Support 2: 0.8020 Support 3: 0.7995
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish setelah menembus garis tren turun dan bergerak di atas SMA 50, dengan RSI yang mendekati wilayah overbought, menandakan kekuatan beli yang dominan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tekanan jual setelah gagal menembus resistance 69,57 dan kini bergerak turun, meskipun masih bertahan di atas support minor 66,56 dan belum mengonfirmasi breakdown. Harga juga telah menembus ke bawah SMA 50, menandakan perubahan momentum ke arah bearish. Namun, secara keseluruhan tren besar masih flat, tercermin dari pergerakan harga yang terus berosilasi dalam zona konsolidasi lebar antara 64,72 hingga 69,57 yang ditandai area kuning. Selama harga tetap berada dalam zona ini, arah selanjutnya masih akan sangat bergantung pada reaksi harga terhadap batas-batas support dan resistance zona tersebut. RSI yang berada di kisaran 36,42 mendekati wilayah jenuh jual, mendukung potensi pelemahan lebih lanjut jika support 66,56, dengan target di 65,75-64,72.
Memasuki minggu kedua bulan Agustus, pelaku pasar akan dihadapkan pada kombinasi faktor yang bisa mengguncang sentimen investasi global. Ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan The Fed terus menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar. Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gelombang tarif baru pada 1 Agustus lalu. Di tengah kondisi ini, musim laporan keuangan perusahaan besar terus berlanjut, dan sejumlah keputusan penting dari bank sentral dunia akan menjadi sorotan utama. Berikut rangkuman agenda ekonomi dan pasar utama yang akan mempengaruhi pergerakan global, dibagi berdasarkan kawasan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas masih berada dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 3.304. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan turun diperkirakan berlanjut dengan target penurunan menuju area support di kisaran 3.281 hingga 3.255.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga menembus garis tren naik minor, menandakan pelemahan momentum beli. Saat ini harga masih bertahan di atas support terdekat di 3.285. Jika support ini ditembus, tekanan jual berpotensi mendorong harga turun lebih lanjut menuju area support berikutnya di 3.268 dan 3.247.
Pergerakan US OIL pada time frame H4 menunjukkan tren bullish jangka pendek. Harga telah menembus resistance penting dan bergerak di atas SMA 50. Saat ini, harga terkoreksi dari area sekitar 70 namun tetap berada di atas support terdekat di 68,40. Selama harga bertahan di atas level ini, koreksi dapat dianggap sebagai pullback sehat dalam tren naik. Potensi rebound mengarah ke resistance berikutnya di 70,47, 71,32, dan 71,64.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berada dalam tren bullish. Level pivot utama berada di area 149.00. Saat ini, pair tersebut tengah menguji resistance terdekat di sekitar 149.85. Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas level ini, kenaikan berpotensi berlanjut. Target berikutnya berada di kisaran 150.20 hingga 151.00.
Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan konfirmasi pola bearish flag setelah menembus support kunci di 3.316, yang memicu tekanan jual lanjutan. Saat ini, harga bergerak turun tajam dan mendekati support terdekat di 3.288.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah menembus resistance di 69,63 dan kini menguji area resistance selanjutnya di 70,47. Kenaikan ini didukung oleh posisi harga yang jauh di atas SMA 50 serta RSI yang telah menembus ke zona overbought di atas level 70, yang mengindikasikan potensi jenuh beli.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga US Oil masih dalam tekanan bearish pada time frame H4. Level pivot berada di kisaran 69,75. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan akan berlanjut. Target penurunan berada di area support 68,00 hingga 66,50.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga mengalami penurunan setelah menembus trendline naik dan saat ini sedang melakukan pullback ke area resistance yang berdekatan dengan SMA 50. RSI berada di bawah level 50, mengindikasikan momentum bearish masih dominan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kenaikan kuat. Harga berhasil menembus beberapa level resistance. Namun, saat ini mulai memasuki zona jenuh beli karena RSI sudah berada di atas 70.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4. Level pivot berada di 1.1600. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut. Target selanjutnya berada di area support 1.1520 hingga 1.1455.
