Market Summary
Inflasi CPI Inggris menjadi perhatian utama pasar setelah data terbaru menunjukkan kenaikan ke 3,3% YoY pada Maret, sesuai ekspektasi dan lebih tinggi dari 3% sebelumnya. Secara bulanan, inflasi meningkat 0,7%, melampaui perkiraan 0,6%, didorong oleh kenaikan harga energi di tengah konflik Timur Tengah.
Namun, tekanan terhadap Pound Sterling muncul karena inflasi inti hanya tumbuh 3,1%, di bawah ekspektasi 3,2%. Selain itu, inflasi sektor jasa melandai ke 4,3% dari 4,4%. Kombinasi data ini membuat GBP/USD turun ke kisaran 1.3518 meski tidak kehilangan seluruh penguatannya.
Ekspektasi Kebijakan BoE Cenderung Netral
Data inflasi CPI Inggris yang menunjukkan perlambatan pada komponen inti memberi ruang bagi Bank of England untuk mempertahankan suku bunga di level 3,75% pada pertemuan 30 April. Pelaku pasar melihat tekanan inflasi mulai terkendali, sehingga urgensi pengetatan kebijakan menjadi berkurang.
Ekspektasi ini menahan pergerakan bullish Pound karena investor tidak lagi agresif memperkirakan kenaikan suku bunga lanjutan. GBP pun berpotensi bergerak dalam rentang terbatas dalam jangka pendek.
Dolar AS Stabil di Tengah Ketidakpastian Global
Dari sisi eksternal, dolar AS bergerak cenderung sideways dengan indeks dolar di bawah 98,3. Presiden Donald Trump memperpanjang gencatan senjata dengan Iran tanpa batas waktu, memberikan sentimen positif sementara bagi pasar.
Meski begitu, ketidakpastian tetap tinggi setelah laporan menunjukkan aktivitas militer di Selat Hormuz masih terjadi. Di sisi lain, pernyataan hawkish dari kandidat Federal Reserve, Kevin Warsh, menjaga ekspektasi kebijakan moneter AS tetap ketat. The Fed diperkirakan belum akan mengubah suku bunga dalam waktu dekat.
Fokus Pasar ke Data Lanjutan Inggris
Setelah rilis inflasi CPI Inggris, perhatian pasar beralih ke data PMI awal April dan Retail Sales Maret. Kedua data ini berpotensi menjadi katalis utama bagi pergerakan GBP/USD dalam sisa pekan ini.
Jika data menunjukkan perlambatan ekonomi, tekanan terhadap Pound bisa berlanjut. Sebaliknya, hasil yang lebih kuat dari perkiraan dapat membantu GBP rebound, terutama jika dolar AS melemah akibat faktor eksternal.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan kenaikan dengan level pivot di 1.3500. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi penguatan dapat menguji resistance terdekat di 1.3545, kemudian 1.3560, hingga 1.3585.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun di bawah 1.3500, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan ke area support di 1.3470 hingga 1.3445.
Resistance 1: 1.3545 Resistance 2: 1.3560 Resistance 3: 1.3585
Support1: 1.3490 Support 2: 1.3470 Support 3: 1.3445
Baca juga: Peluang Trading Emas Jelang Pidato Kevin Warsh
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
