Market Summary
Peluang trading XAG/USD kembali menjadi sorotan menjelang rilis data Unemployment Claims Amerika Serikat yang dijadwalkan malam ini. Pasar logam mulia tengah mengalami koreksi signifikan setelah reli besar sepanjang tahun, sehingga data tenaga kerja AS berpotensi menjadi katalis arah harga selanjutnya.
Harga perak turun lebih dari 5% ke area USD 72 per ounce pada Rabu, setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi di USD 86,62. Aksi ambil untung di akhir tahun mendorong koreksi ini, namun tren jangka panjang tetap kuat karena harga perak telah melonjak lebih dari 150% sepanjang 2025.
Koreksi Harga Perak Dinilai Bersifat Teknis
Harga XAG/USD juga kehilangan kenaikan harian sekitar 4,5% dan diperdagangkan di kisaran USD 72,50 pada sesi Asia. Tekanan muncul setelah CME menaikkan margin kontrak berjangka perak, sehingga trader leveraged memilih mengurangi posisi.
Analis menilai pelemahan ini bukan disebabkan penurunan permintaan fundamental. Pasar hanya melakukan penyesuaian posisi setelah harga berada di area jenuh beli.
Faktor Fundamental Masih Mendukung Kenaikan Perak
Meski terkoreksi, perak tetap mencatatkan performa tahunan terbaik sepanjang sejarah. Status perak sebagai critical mineral di AS terus mendukung harga. Keterbatasan pasokan global dan rendahnya inventori juga memperkuat tren ini. Selain itu, permintaan industri dari sektor panel surya, elektronik, dan data center terus meningkat.
Permintaan spekulatif dari China juga naik tajam. Premi di Shanghai Futures Exchange mencapai rekor tertinggi. Kondisi ini memperketat rantai pasokan global. Tekanan stok juga terjadi di bursa London dan New York.
Ketegangan Global dan Safe Haven Jadi Penopang
Permintaan aset safe haven meningkat seiring ketidakpastian geopolitik. Konflik Rusia–Ukraina yang belum menemukan solusi, memanasnya situasi Timur Tengah, serta ketegangan antara AS dan Venezuela mendorong minat terhadap logam mulia, termasuk perak.
Dolar AS dan Kebijakan The Fed Jadi Kunci Arah XAG/USD
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak menguat di sekitar 98,30, meski masih berada dalam tren penurunan tahunan hampir 9,5%. Pelemahan dolar terjadi akibat ekspektasi dua kali pemangkasan suku bunga The Fed pada 2026, defisit fiskal, serta kekhawatiran independensi bank sentral.
Risalah rapat FOMC Desember menunjukkan perbedaan pandangan internal. Mayoritas pejabat mendukung jeda pemangkasan suku bunga apabila inflasi terus melandai, sementara sebagian lainnya memilih menahan suku bunga setelah tiga kali pemotongan di 2025.
Data Jobless Claims AS Jadi Penentu Sentimen Jangka Pendek
Rilis Jobless Claims AS malam ini diperkirakan berada di level 219 ribu, lebih tinggi dibandingkan data sebelumnya di 214 ribu. Kenaikan forecast ini mengindikasikan potensi pelemahan pasar tenaga kerja AS.
Jika data aktual lebih tinggi dari 219K, pasar cenderung menilai kondisi ekonomi AS melemah. Skenario ini bisa menekan dolar AS dan membuka peluang penguatan harga perak. Sebaliknya, jika klaim pengangguran lebih rendah dari 214K, dolar berpotensi menguat dan menekan XAG/USD dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat peluang trading XAG/USD masih berpotensi melanjutkan penurunan pada time frame H4, dengan level pivot di 74,30. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan support terdekat di 70,50. Penembusan support ini dapat membuka peluang penurunan lanjutan menuju area support berikutnya di 68,50 hingga 65,80.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central menilai bahwa jika harga berbalik naik dan menembus ke atas 74,30, maka pergerakan naik berpotensi berlanjut dengan target area resistance di 76,60 hingga 78,00.
Resistance 1: 74,30 Resistance 2: 76,60 Resistance 3: 78,00
Support1: 70,50 Support 2: 68,50 Support 3: 65,80
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam struktur bullish jangka menengah, namun pemulihan belum terlihat solid karena harga masih kesulitan menembus SMA 50. Setelah rebound dari area support 4.322–4.302, harga kembali tertahan di kisaran 4.405 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga tekanan jual masih terasa di area tersebut.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 saat ini sudah bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di area 57,60 yang berfungsi sebagai support dinamis. Kondisi ini menjaga peluang pemulihan jangka pendek selama harga tidak kembali turun ke bawah SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpeluang mengalami rebound dengan level pivot di 4.322. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 4.405. Jika harga mampu menembus area ini, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju kisaran 4.440–4.485.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading USD/CAD pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot di 1.3665. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 1.3705 hingga 1.3745.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam tren naik, terlihat dari harga yang konsisten bergerak di atas SMA 50 dan membentuk struktur higher high. Namun, RSI menunjukkan sinyal bearish divergence, di mana harga mencetak puncak yang lebih tinggi sementara RSI justru melemah dari area overbought, sehingga mengindikasikan berkurangnya momentum kenaikan.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari harga yang tetap bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh garis tren turun jangka menengah. Kenaikan terakhir gagal bertahan di atas area resistance 58.12 hingga 58.74, sehingga memicu tekanan jual lanjutan dan membuka kembali peluang penurunan.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish, terlihat dari harga yang bertahan di atas SMA 50 dan struktur higher high yang tetap terjaga. Setelah reli kuat, harga saat ini mengalami konsolidasi di atas area support 4.448–4.429, yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance, sehingga area tersebut menjadi penopang kenaikan jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan yang lebih solid setelah harga berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 (garis merah) di kisaran 56,83, yang sebelumnya menjadi resistance kunci. Kenaikan berlanjut dengan penembusan resistance 58,12, sehingga area tersebut kini beralih fungsi menjadi support terdekat. Selama harga mampu bertahan di atas 58,12, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 59,02 hingga 59,62, yang juga berdekatan dengan garis downtrend jangka menengah.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan WTI pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 58,10. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 58,95. Jika harga mampu menembus level ini, potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke resistance berikutnya di kisaran 59,40 hingga 60,15.
Pada timeframe H4, harga emas masih bergerak dalam tren naik, namun saat ini terlihat tertahan di area resistance 4.500 yang menjadi hambatan kuat dalam kelanjutan penguatan. Kondisi RSI yang sudah berada di area overbought mengindikasikan momentum bullish mulai jenuh, sehingga selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 4.500, terdapat potensi koreksi jangka pendek menuju area support 4.443–4.450.
Pada timeframe H4, harga US Oil terlihat melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di kisaran 56,83, yang sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini telah beralih fungsi menjadi support. Harga juga mampu menembus resistance 58,12, sehingga area tersebut menjadi support terdekat yang menjaga struktur kenaikan jangka pendek. Dengan kondisi ini, potensi penguatan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 59,02, kemudian resistance pada garis downtrend jangka menengah di sekitar 59,62.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan perak pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 68,60. Selama harga bertahan di atas area ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji zona resistance di kisaran 70,60 hingga 72,00.
Harga emas pada timeframe H4 terlihat melanjutkan tren bullish setelah menembus area pivot point di sekitar 4.412 dan bergerak mendekati resistance R1 di kisaran 4.485, dengan posisi harga yang masih bertahan di atas SMA 50 menandakan momentum kenaikan tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat melanjutkan fase pemulihan setelah berhasil menembus resistance 56,83 yang juga bertepatan dengan area SMA 50 dan kini beralih fungsi menjadi support. Setelah penembusan tersebut, harga melanjutkan kenaikan namun masih tertahan di area resistance 58,12, sehingga pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga menembus level tersebut.
