Harga emas naik kembali pada perdagangan Rabu setelah sempat menyentuh level terendah dua bulan. Penguatan ini terjadi ketika pasar mulai melihat peluang meredanya konflik Timur Tengah dan turunnya tekanan inflasi global. Spot gold naik 1,39% ke level $4.543,55 per ounce setelah sehari sebelumnya jatuh ke area $4.490.
Harga Emas Naik Setelah Yield Obligasi Turun
Kenaikan harga emas terjadi bersamaan dengan pelemahan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat. Yield Treasury tenor 10 tahun turun ke 4,576% dari posisi sebelumnya di 4,669%. Penurunan yield memberikan ruang bagi emas untuk rebound setelah tekanan besar dalam beberapa sesi terakhir.
Pasar mulai mengurangi kekhawatiran terhadap lonjakan inflasi setelah muncul tanda-tanda meredanya ketegangan di Timur Tengah. Presiden AS, Donald Trump, mengatakan bahwa negosiasi dengan Iran telah memasuki tahap akhir. Trump juga memperingatkan bahwa serangan tambahan dapat terjadi jika Iran tidak menyetujui kesepakatan damai.
Selain itu, data pelayaran menunjukkan beberapa supertanker dan kapal tanker minyak China mulai keluar dari Selat Hormuz. Kondisi ini memicu penurunan harga minyak mentah global dan meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi dunia.
Minyak Anjlok dan Dolar AS Melemah
Harga minyak mentah AS turun tajam sebesar $5,89 ke level $98,26 per barel. Sementara itu, Brent melemah $6,26 menjadi $105,02 per barel. Turunnya harga energi membantu meredakan ekspektasi inflasi yang sebelumnya melonjak akibat perang di Timur Tengah.
Indeks dolar AS juga terkoreksi 0,22% ke level 99,09 setelah sebelumnya menyentuh level tertinggi enam pekan. Pelemahan dolar membuat emas lebih menarik bagi investor global karena harga logam mulia menjadi relatif lebih murah.
Harga emas naik juga mendapat dukungan dari ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terlalu agresif menaikkan suku bunga jika tekanan inflasi mulai menurun.
Risalah The Fed Masih Bernada Hawkish
Meski pasar mulai tenang, risalah rapat Federal Open Market Committee (FOMC) April 2026 menunjukkan mayoritas pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini.
The Fed mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Namun keputusan tersebut tidak bulat. Voting 8-4 menjadi perbedaan pendapat terbesar sejak 1992.
Dalam risalah rapat tersebut, mayoritas pejabat menyatakan pengetatan kebijakan moneter kemungkinan masih diperlukan apabila inflasi terus bertahan di atas target 2%. Banyak anggota bahkan ingin menghapus pernyataan yang memberi sinyal bias pelonggaran kebijakan.
Meski demikian, beberapa pejabat The Fed juga menilai pemangkasan suku bunga masih memungkinkan jika disinflasi kembali berjalan konsisten atau pasar tenaga kerja menunjukkan pelemahan signifikan.
Pasar kini memperkirakan peluang sekitar 50% bahwa The Fed dapat menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Kondisi ini menjadi perubahan besar dibanding sebelum perang Iran pecah pada Februari lalu, ketika pasar justru memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga sepanjang tahun.
Wall Street Menguat Dipimpin Saham Teknologi
Turunnya yield obligasi dan harga minyak ikut mendorong penguatan pasar saham global. Indeks Dow Jones naik 1,31% ke 50.009,35. S&P 500 menguat 1,08%, sedangkan Nasdaq melonjak 1,55%.
Sektor teknologi menjadi pendorong utama penguatan Wall Street. Saham NVIDIA naik 1,3% sebelum laporan keuangan dirilis. Indeks semikonduktor bahkan melesat 4,5%. Perusahaan juga mengumumkan program buyback saham senilai $80 miliar serta proyeksi pendapatan kuartal kedua yang melampaui ekspektasi pasar.
Di sisi lain, SpaceX resmi mengajukan dokumen IPO. Langkah ini membuka peluang terciptanya debut pasar saham terbesar dalam sejarah Amerika Serikat.
Prospek Harga Emas Kamis | 21 Mei 2026
Pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish meskipun mulai menunjukkan tanda rebound jangka pendek setelah bertahan di atas support 4.453. Harga masih bergerak di bawah trendline menurun dan di bawah area moving average, sehingga tren turun masih mendominasi. Namun, RSI mulai bergerak naik dari area oversold yang mengindikasikan momentum pelemahan mulai berkurang.
Jika harga mampu menembus resistance 4.589 hingga 4.637, peluang penguatan menuju area 4.773 akan semakin terbuka. Sebaliknya, apabila harga kembali gagal menembus resistance dan turun di bawah 4.511, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 4.453 hingga 4.404.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.589 R2 4.673 R3 4.773
S1 4.511 S2 4.453 S3 4.404
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.515 |
| Profit Target Level | 4.585 |
| Stop Loss Level | 4.450 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.580 |
| Profit Target Level | 4.520 |
| Stop Loss Level | 4.640 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 21 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 kini cenderung bearish setelah harga turun menembus support 100,50 sekaligus bergerak di bawah SMA 50. Breakdown tersebut mengindikasikan momentum bullish sebelumnya mulai melemah, sementara area 100,50 kini berubah fungsi menjadi resistance terdekat.
Selama harga masih bergerak di bawah area tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 95,02 dan 93,21, dengan support lebih kuat berikutnya di 89,76. RSI yang bergerak turun di bawah level 50 juga memperkuat sinyal melemahnya momentum beli dalam jangka pendek. Namun, apabila harga mampu kembali naik dan menembus resistance 100.50, US Oil berpeluang rebound untuk menguji resistance berikutnya di 102,74 hingga 105,15.
US Oil INTRADAY AREA
R1 100,50 R2 102,74 R3 105,15
S1 95,02 S2 93,21 S3 89,76
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 95,10 |
| Profit Target Level | 99,00 |
| Stop Loss Level | 93,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 100,00 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 102,80 |
Baca analisa sebelumnya: Imbal Hasil Obligasi AS Tekan Bursa Global
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas berpotensi rebound pada time frame H4 dengan level pivot berada di 4.452. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.505, kemudian 4.525 hingga 4.546.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga kembali bergerak di bawah area moving average dan gagal bertahan di atas resistance 4.533–4.589. Momentum penurunan juga terlihat dari RSI yang turun mendekati area oversold, menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 102,06 dan terus bergerak di atas moving average. Momentum kenaikan juga terlihat dari RSI yang berada di atas level 60, menandakan minat beli masih cukup dominan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan level pivot berada di 1.3730. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka, dengan resistance terdekat di 1.3770. Jika resistance berhasil ditembus, maka potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke area 1.3790 hingga 1.3805.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.646–4.670 dan kembali turun menembus support minor. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area demand 4.475–4.525, yang juga menjadi support penting dalam beberapa pekan terakhir. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka untuk menguji resistance 4.605, kemudian 4.646.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 102,40. Momentum kenaikan masih cukup terjaga dengan RSI yang bergerak di atas level netral, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas support 100,50. Jika resistance 102,40 berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 105,25, kemudian 107,34.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/JPY masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 158,50. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan diperkirakan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 159,05. Jika level itu berhasil ditembus, pergerakan bullish berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di kisaran 159,40 hingga 159,90.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga turun menembus support 4.605 dan bergerak di bawah SMA 50, yang menandakan tekanan jual masih mendominasi. Indikator RSI juga turun ke area oversold di kisaran 25 sehingga membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bergerak di atas SMA 50 dan menembus resistance 100,50, yang kini berubah fungsi menjadi support. Penguatan ini juga didukung oleh indikator RSI yang naik ke kisaran 65, menandakan momentum beli masih cukup kuat meskipun mulai mendekati area overbought.
