Market Summary
PMI AS menjadi fokus utama pasar menjelang rilis data ekonomi penting dari Amerika Serikat. Pasangan EUR/USD terlihat melemah ke area 1.1580 pada sesi Eropa, seiring meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven seperti Dolar AS.
Penguatan Dolar AS terjadi karena eskalasi konflik di Timur Tengah yang mendorong investor menghindari risiko. Ketidakpastian ini membuat pelaku pasar lebih memilih Greenback dibandingkan Euro dalam jangka pendek.
Ketegangan Geopolitik Dorong Safe Haven
Presiden AS, Donald Trump, sempat memberikan jeda lima hari kepada Iran untuk membuka peluang negosiasi baru. Namun, pernyataan tersebut dibantah oleh pihak Iran, sehingga menambah ketidakpastian di pasar.
Konflik semakin memanas setelah laporan menyebutkan adanya potensi keterlibatan langsung negara-negara Teluk. Serangan terhadap infrastruktur energi juga meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik di kawasan tersebut.
Kondisi ini memperkuat daya tarik Dolar AS sebagai aset lindung nilai. Akibatnya, tekanan terhadap EUR/USD masih berlanjut dalam jangka pendek.
ECB Tahan Suku Bunga, Outlook Tidak Pasti
Bank Sentral Eropa memilih untuk menahan suku bunga pada pertemuan terakhir. Keputusan ini diambil karena ketidakpastian global yang meningkat akibat konflik Iran.
Beberapa institusi besar seperti Goldman Sachs, J.P. Morgan, dan Barclays memperkirakan ECB masih berpotensi menaikkan suku bunga secara bertahap dalam beberapa bulan ke depan.
Namun, selama risiko geopolitik masih tinggi, Euro cenderung tertahan dan sulit menguat signifikan terhadap Dolar AS.
Data PMI AS dan Fedspeak Jadi Katalis
Rilis data PMI AS versi flash dari S&P Global akan menjadi indikator penting untuk melihat kondisi ekonomi terbaru di Amerika Serikat. Data ini berpotensi memberikan arah baru bagi pergerakan Dolar AS.
Selain itu, pernyataan dari pejabat The Fed juga akan menjadi perhatian pasar. Presiden The Fed San Francisco, Mary Daly, menyatakan bahwa konflik berkepanjangan dan kenaikan harga minyak dapat mempersulit arah kebijakan suku bunga.
Jika tekanan inflasi meningkat akibat lonjakan energi, maka kebijakan moneter bisa menjadi lebih tidak pasti.
Fokus ke Data PMI AS
Secara keseluruhan, PMI AS dan perkembangan geopolitik menjadi faktor utama yang mempengaruhi pergerakan EUR/USD saat ini. Data yang akan dirilis malam ini menunjukkan Flash Manufacturing PMI diperkirakan di level 51,5 dari sebelumnya 51,6, sementara Flash Services PMI diproyeksikan naik ke 52,0 dari 51,7.
Selama Dolar AS tetap didukung oleh sentimen safe haven dan hasil data yang solid, tekanan terhadap pasangan ini masih berlanjut. Namun, jika data PMI menunjukkan pelemahan ekonomi AS, peluang rebound EUR/USD tetap terbuka dalam jangka pendek.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1570. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1615, kemudian 1.1640, hingga 1.1680.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun menembus 1.1570, maka tekanan bearish berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju support di 1.1540 hingga 1.1510.
Resistance 1: 1.1615 Resistance 2: 1.1640 Resistance 3: 1.1680
Support1: 1.1570 Support 2: 1.1540 Support 3: 1.1510
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.380. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 4.098, kemudian 4.000, hingga 3.890.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat setelah harga turun tajam dan bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren turun masih dominan. Saat ini, fokus utama berada pada area support krusial di kisaran 4.503–4.403 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kembali menguat setelah berhasil bertahan di atas area support 92,09–94,71, yang kini berfungsi sebagai zona demand sekaligus penopang tren naik jangka pendek. Harga juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan momentum bullish mulai terbentuk kembali.
Week Ahead: 23–27 Maret 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 96,20. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 91,45, kemudian 90,00, hingga 88,00.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish kuat setelah menembus beberapa level support penting dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Penurunan terbaru berlangsung tajam dan saat ini harga masih berada di atas zona support kuat 4.503–4.403, sehingga area tersebut belum tersentuh dan tetap menjadi potensi demand utama apabila pelemahan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya, dengan harga kini berada di sekitar area support 92,50 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Struktur harga menunjukkan momentum bullish mulai melemah setelah gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 99,99, sementara penurunan terbaru mengindikasikan tekanan jual jangka pendek sedang meningkat.
