Dolar AS Menguat Didukung Data Tenaga Kerja AS
Dolar AS menguat untuk pekan kedua berturut-turut setelah data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan perlambatan penciptaan lapangan kerja. Kondisi ini memberi ruang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga acuannya dalam waktu dekat. Data Departemen Tenaga Kerja AS mencatat penambahan 50.000 pekerjaan pada Desember, lebih rendah dari perkiraan pasar. Meski begitu, tingkat pengangguran justru turun menjadi 4,4%, menandakan pasar tenaga kerja tetap stabil meski pertumbuhannya melambat.
Ketua Federal Reserve Jerome Powell sebelumnya menyampaikan bahwa bank sentral cenderung menahan kebijakan suku bunga dalam waktu dekat. Pasar pun semakin yakin terhadap skenario tersebut, tercermin dari meningkatnya probabilitas penahanan suku bunga pada pertemuan Januari mendatang.
Pergerakan Dolar terhadap Mata Uang Utama
Indeks dolar naik ke area 99,13 dan mengarah pada penguatan mingguan kedua berturut-turut. Terhadap franc Swiss, dolar naik ke level 0,801. Dolar AS menguat signifikan terhadap yen Jepang hingga menyentuh level tertinggi satu tahun di kisaran 158, seiring meningkatnya ketidakpastian politik di Jepang.
Pelemahan yen terjadi setelah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mempertimbangkan untuk menggelar pemilu cepat pada Februari. Di sisi lain, data belanja rumah tangga Jepang yang lebih kuat membuka peluang pengetatan lanjutan oleh Bank of Japan, meski dengan tempo yang tetap hati-hati.
Di Eropa, euro tertekan ke area USD1,1635 setelah data ekspor Jerman melemah pada November, meski produksi industrinya justru meningkat. Pound sterling, dolar Kanada, dan dolar Australia juga bergerak melemah terhadap dolar AS.
Pasar Saham AS Cetak Rekor Baru
Bursa saham AS ditutup di rekor tertinggi setelah pelaku pasar merespons data ketenagakerjaan Desember. Indeks S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq mencatat kenaikan solid, didorong oleh saham teknologi dan semikonduktor yang mendapat sentimen positif dari prospek pertumbuhan AI. Kebijakan Presiden AS Donald Trump yang mengarahkan pembelian obligasi hipotek turut menopang saham sektor perumahan.
Emas Menguat di Tengah Ketidakpastian Global
Harga emas mencatat kenaikan mingguan yang kuat seiring melemahnya data tenaga kerja AS dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan global. Dolar AS menguat tidak sepenuhnya menekan emas karena pasar tetap memperhitungkan peluang pemangkasan suku bunga The Fed tahun ini. Selain itu, ketegangan geopolitik di Iran, Ukraina, serta langkah Amerika Serikat terhadap Presiden Venezuela Nicolas Maduro meningkatkan minat terhadap aset lindung nilai.
Emas spot bergerak mendekati rekor tertingginya, sementara kontrak berjangka AS ditutup lebih tinggi, mencerminkan minat beli yang tetap kuat.
Harga Minyak Naik Dipicu Risiko Gangguan Pasokan
Harga minyak melonjak sekitar 2% pada Jumat dan membukukan kenaikan mingguan. Pasar mencemaskan potensi gangguan pasokan akibat meningkatnya aksi protes di Iran dan eskalasi konflik Rusia-Ukraina. Laporan pemadaman internet nasional di Iran memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas produksi minyak negara tersebut.
Brent dan WTI sama-sama mencatat penguatan signifikan, seiring meningkatnya premi risiko geopolitik di pasar energi global.
Prospek harga Emas Senin| 12 Januari 2026
Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren naik setelah sebelumnya mengalami koreksi tajam dari area puncak. Rebound dari area support di kisaran 4.422–4.450 membentuk higher low dan diikuti pergerakan harga yang kembali bertahan di atas SMA 50, menandakan momentum bullish mulai pulih.
Selama harga mampu mempertahankan pergerakan di atas area support tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target terdekat menuju resistance 4.550, kemudian berlanjut ke area 4.630 hingga 4.760 yang bertepatan dengan level Fibonacci extension. Indikator RSI berada di area mendekati overbought, sehingga potensi pullback jangka pendek masih perlu diwaspadai, namun selama tidak terjadi penembusan kembali ke bawah SMA 50, struktur tren naik masih terjaga.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.550 R2 4.630 R3 4.760
S1 4.500 S2 4.453 S3 4.422
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.510 |
| Profit Target Level | 4.550 |
| Stop Loss Level | 4.490 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.620 |
| Profit Target Level | 4.570 |
| Stop Loss Level | 4.650 |
Prospek harga US Oil Senin | 12 Januari 2025
Harga US Oil pada timeframe H4 menunjukkan sinyal pembalikan yang lebih jelas setelah berhasil menembus garis downtrend sekaligus bertahan di atas area kunci. Kenaikan sebelumnya membawa harga keluar dari tekanan bearish dan menempatkan SMA 50 di kisaran 57,60 sebagai support dinamis terdekat. Selain itu, area 58,84 yang sebelumnya menjadi resistance dari downtrend line kini beralih fungsi menjadi support baru, memperkuat struktur bullish jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas 58,84 dan tidak kembali turun di bawah SMA 50, peluang penguatan lanjutan tetap terbuka dengan potensi kenaikan menuju area resistance 60,01 hingga 60,48. RSI yang bergerak di atas level 60 turut mengonfirmasi momentum beli yang masih terjaga.
US Oil INTRADAY AREA
R1 60,01 R2 60,48 R3 61,26
S1 58,84 S2 58,17 S3 57,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,00 |
| Profit Target Level | 60,00 |
| Stop Loss Level | 58,70 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 60,00 |
| Profit Target Level | 59,20 |
| Stop Loss Level | 60,50 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Gambaran Umum Pekan Depan
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di area 4.445. Selama harga mampu bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 4.483. Jika level resistance tersebut berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penguatan untuk menguji area resistance berikutnya di kisaran 4.500–4.525.





Pada grafik H4, harga emas telah menembus descending channel dan berhasil melewati area 4.465. Level tersebut sebelumnya berperan sebagai resistance dan kini berubah fungsi menjadi support. Harga juga mampu bertahan di atas SMA 50 yang berada tidak jauh di bawahnya. Kondisi ini menegaskan bahwa struktur bullish kembali menguat setelah fase koreksi.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat rebound tajam dari area low di sekitar 56,00, lalu berhasil menembus dan bertahan di atas SMA 50 yang kini berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 57,90–58,00. Pergerakan ini menandakan perbaikan momentum jangka pendek setelah fase tekanan sebelumnya. Meski demikian, kenaikan harga masih tertahan oleh garis downtrend yang menjadi resistance utama di area 58,84.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CHF pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 0,7955. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka untuk menguji level 0,7990, kemudian 0,8005, hingga 0,8080.

Harga emas pada grafik H4 bergerak menguat dan saat ini bertahan di atas area SMA 50 yang berfungsi sebagai support dinamis di kisaran 4.426. Selama harga mampu mempertahankan pergerakan di atas area ini, peluang kelanjutan kenaikan masih terbuka dengan target terdekat mengarah ke resistance 4.500, kemudian 4.520 hingga 4.550.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 kembali berada dalam tekanan setelah menembus area support 57,14, yang kini beralih fungsi menjadi resistance terdekat. Kenaikan harga sebelumnya hanya bersifat korektif dan masih tertahan di bawah garis downtrend, sehingga struktur bearish secara keseluruhan tetap terjaga.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga perak pada time frame H4 masih berada dalam tren menurun dengan level pivot di 81,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut untuk menguji area support di kisaran 78,20-76,00.

