Meta Trader (MT4/MT5) adalah platform trading yang paling banyak digunakan trader di seluruh dunia. Namun, di balik tampilannya yang sederhana, ada banyak istilah teknis yang harus dipahami. Tanpa pengetahuan ini, seorang trader bisa bingung membaca angka-angka, bahkan salah langkah dalam mengatur posisi. Dalam artikel kali ini, penulis akan mengupas tuntas Istilah Trading di Meta Trader, sebanyak 3 seri (Part 1 hingga Part 3), mulai dari dasar hingga teknis.
Daftar Isi
- Bab 1. Dasar Posisi Trading (Buy/Sell, Lot, Order, dll)
- Bab 2. Eksekusi Order (Market Order, Pending Order, SL/TP, Trailing Stop)
- Bab 3. Akun & Modal (Balance, Equity, Margin, Margin Level, Free Margin, Leverage)
- Bab 4. Biaya Trading (Spread, Komisi, Swap, Slippage, Requote)
- Bab 5. Risiko & Proteksi (Cut Loss, Margin Call, Stop Out, Drawdown, Floating P/L)
Bab 1 : Dasar Posisi dalam Trading
Trading di MetaTrader berputar pada konsep utama: posisi. Posisi inilah yang menentukan apakah kita sedang mencari keuntungan dari kenaikan atau penurunan harga.
1. Buy (Long Position)
Buy berarti membeli dengan harapan harga akan naik. Jika benar, kita mendapat profit.
Contoh: Beli EUR/USD di 1.1000 dan harga naik ke 1.1050 → profit 50 pips.
2. Sell (Short Position)
Sell berarti menjual dengan harapan harga akan turun. Jika harga benar-benar turun, kita profit.
Contoh: Sell XAU/USD di 2400 dan harga turun ke 2380 → profit 20 dolar per lot.
3. Lot
Lot adalah satuan kontrak dalam trading.
- 1 lot standar = 100.000 unit (misalnya $10 per pip di EUR/USD).
- 0.1 lot (mini lot) = 10.000 unit.
- 0.01 lot (micro lot) = 1.000 unit.
Semakin besar lot, semakin besar pula risiko dan potensi profit.
4. Order
Order adalah instruksi untuk membuka transaksi, baik Buy maupun Sell.
5. Open Position
Saat order sudah aktif dan sedang berjalan.
6. Close Position
Menutup posisi yang sedang berjalan.
7. Pending Order
Instruksi order yang baru aktif bila harga mencapai level tertentu. Ini seperti “pesanan tertunda” ke sistem.
Bab 2 : Eksekusi Order di Meta Trader
Saat trading, kita bisa memilih cara eksekusi order sesuai kebutuhan.
1. Market Order
Eksekusi langsung pada harga pasar saat ini. Cocok untuk trader yang ingin masuk cepat.
2. Pending Order
Ada 4 jenis pending order utama:
- Buy Limit → Membeli di bawah harga sekarang.
- Sell Limit → Menjual di atas harga sekarang.
- Buy Stop → Membeli di atas harga sekarang (antisipasi harga menembus naik).
- Sell Stop → Menjual di bawah harga sekarang (antisipasi harga menembus turun).
3. Stop Loss (SL)
Batas rugi otomatis. Fungsinya melindungi modal dari kerugian yang lebih dalam.
4. Take Profit (TP)
Batas untung otomatis. Posisi tertutup ketika target harga tercapai.
5. Trailing Stop
Fitur yang menggeser Stop Loss otomatis seiring harga bergerak sesuai harapan.
Bab 3 : Akun & Modal di Meta Trader
Di bagian Trade pada terminal atau toolbox MetaTrader (di bagian bawah), terdapat beberapa keterangan dan angka-angka penting yang wajib dipahami.
1. Balance
Saldo akun setelah semua posisi ditutup.
2. Equity
Nilai akun saat ini = Balance + Floating Profit/Loss.
3. Margin
Dana yang dikunci broker sebagai jaminan posisi.
4. Free Margin
Sisa modal yang bisa dipakai membuka posisi baru.
5. Margin Level
Rumus:
MarginLevel = EquityMargin×100%
Jika margin level jatuh di bawah batas tertentu, risiko terkena margin call semakin besar.
6. Leverage
Leverage adalah fasilitas pinjaman dari broker.
Contoh: leverage 1:100 berarti modal $1.000 bisa mengontrol posisi senilai $100.000.
Leverage bisa memperbesar profit sekaligus risiko.
Bab 4: Biaya Trading di Meta Trader
Trading bukan aktivitas gratis. Ada biaya-biaya yang perlu diperhatikan.
1. Spread
Selisih harga bid (jual) dan ask (beli).
Spread kecil = lebih efisien untuk scalping.
2. Commission
Biaya tambahan per transaksi (umumnya di akun ECN).
Swap (Rollover)
Biaya menginap posisi melewati tengah malam server broker.
- Bisa negatif (kena bunga).
- Bisa positif (dapat bunga).
3. Slippage
Perbedaan harga yang dieksekusi dengan harga yang kita minta, biasanya terjadi saat market volatile.
4. Requote
Permintaan konfirmasi ulang dari broker karena harga sudah berubah sebelum order tereksekusi.
Bab 5: Risiko & Proteksi dalam Trading
Trading selalu mengandung risiko. Inilah istilah yang berhubungan dengan proteksi modal.
1. Floating Profit / Floating Loss
Profit atau rugi sementara dari posisi terbuka yang belum ditutup.
2. Cut Loss
Menutup posisi rugi secara manual untuk mencegah kerugian lebih dalam.
3. Margin Call
Peringatan dari broker ketika margin level sudah rendah, biasanya <100%.
4. Stop Out / SM Cut (System Margin Cut)
Eksekusi otomatis dari broker untuk menutup posisi jika margin level jatuh di bawah ambang batas (contoh 50%).
5. Drawdown (DD)
Penurunan nilai akun dari puncak equity ke titik terendah.
- Max Drawdown → penurunan terbesar yang pernah terjadi.
- Semakin kecil DD, semakin sehat akun trading.
Tertarik untuk menambah insight seputar istilah-istilah dalam trading selanjutnya ?
Tunggu rilis artikel Part 2 dan Part 3 pada edisi berikutnya.
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.






Pergerakan emas di time frame H4 terlihat harga emas saat ini berada di bawah garis tren menurun dan juga di bawah SMA 50, menunjukkan tekanan bearish masih dominan. Level support terdekat berada di kisaran 3.323, jika tembus maka berpotensi melanjutkan pelemahan menuju 3.315 hingga 3.301.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak di bawah garis SMA 50 dan menunjukkan tren bearish yang cukup dominan. Saat ini harga mencoba melakukan koreksi naik menuju area resistance di kisaran 63,58 hingga 64,33, namun tekanan jual diperkirakan kembali muncul jika gagal menembus level tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3565. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 1.3520–1.3470.



Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat harga sedang berada di bawah SMA 50, menunjukkan tekanan bearish yang masih dominan. Harga juga membentuk tren menurun dengan lower high yang semakin rendah. Level support terdekat terlihat di area 3.315, dengan support lebih rendah di 3.301 dan 3.281, sementara resistance terdekat berada di 3.350 dan selanjutnya di 3.366 serta 3.380.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak dalam channel turun yang ditandai garis merah, menunjukkan tren bearish yang cukup kuat. Harga juga berada di bawah SMA 50 yang semakin menegaskan dominasi tekanan jual. Support terdekat berada di area 61,24, dengan potensi penurunan lebih lanjut ke 60,32 dan bahkan 59,40 jika tekanan berlanjut.
Pekan depan, sorotan pasar global akan tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang digelar The Federal Reserve. Pidato Ketua Fed Jerome Powell akan menjadi momen penting, di tengah desakan Gedung Putih untuk pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Investor juga akan mencermati isi notulen rapat FOMC terakhir, yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara anggota.
