FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70100 – 0,69500
Keperkasaan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS nampaknya akan tertahan, terlebih setelah pertemuan AS, Iran di Pakistan gagal mencapai kesepakatan. Kondisi Aussie ini tetap berada di level tertinggi tiga minggu dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan terkuatnya sejak pertengahan Januari karena gencatan senjata selama dua minggu dalam konflik Timur Tengah meningkatkan sentimen risiko global dan menekan Dollar AS. Saat ini, pasar terfokus pada pembicaraan diplomatik yang akan datang di mana Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan memimpin diskusi di Islamabad akhir pekan ini. Namun, ketidakpastian tetap ada karena serangan Israel terhadap Lebanon terus berlanjut ditengah gagalnya pertemuan di Pakistan akhir pekan kemarin. sementara gangguan di Selat Hormuz menambah kekhawatiran terhadap arus energi global. Presiden Trump juga memperingatkan kemungkinan eskalasi jika ketentuan gencatan senjata tidak ditegakkan, termasuk kekhawatiran atas upaya Iran untuk mengenakan biaya pada kapal yang melewati Selat tersebut. Di Australia, Bank Sentral telah menaikkan suku bunga dua kali tahun ini menjadi 4,10%, namun inflasi masih berada di atas kisaran target mereka. Pasar memperkirakan peluang 60% untuk kenaikan suku bunga lagi pada bulan Mei dan melihat suku bunga mendekati 4,65% pada akhir tahun.
Pivot : 0,70739
R1 : 0,70949 S1 : 0,70546
R2 : 0,71142 S2 : 0,70336
R3 : 0,71352 S3 : 0,70143
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,700 – 160,500
Kondisi mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback nampaknya masih berada di jalur pelemahannya. Kondisi Yen ini mendapatkan dukungan karena gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu memicu penurunan tajam harga minyak dan meredakan kekhawatiran akan stagflasi. Para investor kini memfokuskan perhatian pada pembicaraan diplomatik di Islamabad akhir pekan ini, di mana Wakil Presiden JD Vance akan memimpin delegasi AS dalam pertemuan dengan para pejabat Iran. Namun, pertemuan tersebut gagal mencapai kesepakatan sehingga situasi di Timur Tengah semakin memanas. Para pelaku pasar tetap waspada di tengah serangan kembali Israel di Lebanon dan gangguan yang terus berlanjut di Selat Hormuz. Yen tetap melemah sekitar 2% sejak awal konflik, mencerminkan kekhawatiran bahwa melonjaknya biaya energi akibat perang Iran dapat memicu inflasi sekaligus membebani prospek pertumbuhan Jepang. Pasar kini mengamati sinyal dari Gubernur Bank Sentral Jepang, Kazuo Ueda, menjelang keputusan kebijakan pada 28 April, menyusul pendekatan komunikasi bergaya panduan yang terlihat menjelang kenaikan suku bunga terakhir pada bulan Desember.
Pivot : 159,184
R1 : 159,478 S1 : 159,004
R2 : 159,658 S2 : 158,710
R3 : 159,952 S3 : 158,530
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3390 – 1.3381
Pounds ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Pounds menguat hingga menyentuh ke level 1.3478 Dollar sedangkan Indeks dolar AS melemah 0,2% dan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Januari. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya selera risiko investor pekan kemarin. Pelemahan mata-uang U.S Dollar juga dipicu oleh rilisnya data tingkat Inflasi konsumen Amerika Serikat mencatat kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun pada bulan Maret. Lonjakan ini disebabkan oleh kenaikan harga energi dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini para pelaku pasar sangat sensitif terhadap isu geopolitik Timur-tengah, berita terakhir mengenai upaya negosiasi gencatan senjata berakhir tanpa kesepakatan. Kegagalan ini langsung memicu reaksi pasar. Pelaku pasar melihat langkah tersebut sebagai eskalasi besar yang berpotensi mengganggu stabilitas energi global. GBP berpotensi untuk kembali melemah akibat ketegangan konflik Timur-tengah kembali meningkat.
Open : 1.3385 Pivot 1.3444
R1 : 1.3462 S1 : 1.3410
R2 : 1.3479 S2 : 1.3390
R3 : 1.3506 S3 : 1.3381
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1644 – 1.1626
Euro kembali menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Euro menguat ke $1,1728, sementara Indeks dolar AS melemah 0,2% dan mencatat penurunan mingguan terbesar sejak Januari. Pelemahan ini terjadi di tengah meningkatnya selera risiko investor. Pelemahan nilai mata-uang U.S Dollar juga dipicu oleh rilisnya data tingkat Inflasi konsumen Amerika Serikat mencatat kenaikan terbesar dalam hampir empat tahun pada bulan Maret. Lonjakan ini disebabkan oleh kenaikan harga energi dalam beberapa pekan terakhir. Ketegangan konflik Timur-tengah kembali terjadi setelah hasil negosiasi AS-Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden JD Vance termasuk dalam delegasi yang meninggalkan perundingan tanpa hasil. Kegagalan ini langsung memicu reaksi pasar. Pelaku pasar melihat langkah tersebut sebagai eskalasi besar yang berpotensi mengganggu stabilitas energi global. EUR berpotensi kembali tertekan pada perdagangan hari ini.
Open : 1.1669 Pivot : 1.1708
R1 : 1.1724 S1 : 1.1677
R2 : 1.1739 S2 : 1.1644
R3 : 1.1794 S3 : 1.1626
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7933 – 0.7960
Swiss Franc masih dapat menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Optimisme akan gencatan senjata mendorong penguatan mata-uang Swiss Franc. Namun harapan negosiasi antara AS-Iran pupus setelah perundingan di Islamabad tanpa menghasilkan kesepakatan. Kegagalan ini langsung memicu reaksi pasar. Pelaku pasar melihat langkah tersebut sebagai eskalasi besar yang berpotensi mengganggu stabilitas energi global. CHF berpotensi kembali tertekan pada perdagangan hari ini.
Open : 0.7903 Pivot : 0.7883
R1 : 0.7913 S1 : 0.7868
R2 : 0.7933 S2 : 0.7853
R3 : 0.7960 S3. : 0.7821
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,100 – 99,500
Tekanan yang dialami mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya nampaknya mulai sirna. Sebelumnya pelemahan Dollar AS terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus merosot dan sentuh level terendah hariannya 98,541. Kondisi tersebut terjadi karena investor terus memantau perkembangan di Timur Tengah dan menilai laporan CPI AS terbaru. Delegasi AS dan Iran dijadwalkan bertemu di Pakistan pada Sabtu, sementara Israel telah setuju untuk mengadakan pembicaraan dengan pemerintah Lebanon, meningkatkan harapan de-eskalasi di kawasan tersebut. Namun, kabar terbaru menyatakan bahwa pertemuan tersebut gagal mencapai kesepakatan. Kondisi Selat Hormuz semakin memanas, sehingga harga minyak tetap tinggi. Dampak perang dengan Iran sudah tercermin dalam data inflasi AS. Harga konsumen naik 0,9% pada bulan Maret, kenaikan bulanan terbesar sejak Juni 2022, mendorong tingkat tahunan menjadi 3,3%, tertinggi sejak Mei 2024 dan sesuai dengan ekspektasi. Namun, CPI inti naik lebih moderat menjadi 2,6% dari 2,5%, menunjukkan bahwa dampak penuh dari guncangan minyak belum sepenuhnya memengaruhi inflasi inti. Saat ini, para investor melihat sedikit peluang bagi The Fed untuk melakukan pemotongan suku bunga lagi pada tahun 2026, dan banyak ekonom mempertahankan perkiraan akan adanya satu atau lebih pengurangan suku bunga di akhir tahun ini
Pivot : 98,748
R1 : 98,955 S1 : 98,489
R2 : 99,214 S2 : 98,282
R3 : 99,421 S3 : 98,023

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke area 54,610
Indeks Nikkei 225 naik 1,84% dan ditutup pada 56.924 pada hari Jumat, serta mencatatkan kenaikan mingguan yang kuat sebesar 7,15%, karena gencatan senjata AS-Iran selama dua minggu meningkatkan selera risiko. Investor kini menantikan pembicaraan diplomatik di Islamabad akhir pekan ini, di mana Wakil Presiden JD Vance akan memimpin delegasi AS dalam diskusi dengan para pejabat Iran. Namun, sentimen tetap waspada di tengah serangan Israel yang terus berlanjut di Lebanon dan gangguan yang berkelanjutan di Selat Hormuz, yang dapat mempersulit negosiasi. Sementara itu, saham teknologi global dan kecerdasan buatan melonjak setelah CoreWeave mengamankan kesepakatan yang jauh lebih besar senilai $21 miliar untuk menyediakan kapasitas komputasi kepada Meta Platforms. Di Jepang, saham teknologi memimpin kenaikan, dengan Kioxia Holdings, Fujikura, dan Lasertec naik antara 7,4% hingga 12%. Fast Retailing juga melonjak 12% setelah menaikkan perkiraan laba operasi setahun penuhnya, didukung oleh permintaan yang kuat dari AS dan Eropa, sementara Jepang terus berfungsi sebagai jangkar domestik yang stabil.
Pivot : 53,355
R1 : 54,490 S1 : 52,260
R2 : 55,585 S2 : 51,125
R3 : 57,815 S3 : 48,895
HANGSENG
Opportunity: Koreksi ke area: 27,000
Indeks Hang Seng naik 117 poin, atau 0,6%, dan ditutup pada 25.893 pada hari Jumat, pulih dari penurunan singkat pada sesi sebelumnya karena saham Hong Kong menguat menyusul tanda-tanda bahwa deflasi industri yang terus-menerus di China mungkin mereda. Sentimen membaik setelah data menunjukkan pembalikan tekanan harga di tingkat pabrik, dengan investor melihat pergeseran tersebut sebagai titik balik potensial untuk pendapatan perusahaan dan pertumbuhan ekonomi yang lebih luas. Namun, gencatan senjata AS-Iran yang rapuh kembali tertekan karena kedua pihak saling tuding atas pelanggaran komitmen, termasuk masalah di sekitar Selat Hormuz, sementara serangan Israel di Lebanon semakin meningkatkan ketegangan geopolitik menjelang pembicaraan mendatang di Pakistan. Sebagian besar sektor mengalami kenaikan, dipimpin oleh saham keuangan dan teknologi. Saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Semiconductor Manufacturing (4,6%), Guotai Junan International (27,7%), Deepexi Technology (48,8%), Shenzhen Xunce Technology (7,6%), dan Geely Automobile Holdings (2,5%).
Pivot : 27,272
R1 : 27,428 S1 : 27,125
R2 : 27,575 S2 : 26,969
R3 : 27,878 S3 : 26,666
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 24,182| SL: 24,082 | TP: 24,500
Kontrak berjangka saham AS turun pada hari Senin setelah Presiden Donald Trump mengumumkan blokade Selat Hormuz, menyusul kegagalan negosiasi akhir pekan antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan. Kontrak berjangka yang terkait dengan Dow, S&P 500, dan Nasdaq 100 semuanya turun lebih dari 1%. Wakil Presiden JD Vance meninggalkan Islamabad tanpa kesepakatan dengan pejabat Iran, dengan alasan keengganan mereka untuk menghentikan ambisi nuklir, sementara Teheran dilaporkan berupaya menguasai selat tersebut, mendapatkan ganti rugi perang, dan akses ke aset yang dibekukan. Penutupan efektif jalur pelayaran utama ini telah mendorong harga energi naik tajam dan meningkatkan risiko inflasi, memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral dapat menunda pemotongan suku bunga atau bahkan memperketat kebijakan lebih lanjut. Di sisi korporasi, musim pendapatan kuartal pertama dimulai minggu ini, dengan hasil yang akan dirilis dari bank-bank besar termasuk Goldman Sachs, Citigroup, Wells Fargo, JPMorgan Chase, Morgan Stanley, dan Bank of America.
Pivot : 24,046.17
R1 : 24,426.08 S1 : 23,831.83
R2 : 24.640.42 S2 : 23,451.92
R3 : 25,234.67 S3 : 22,857.67

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama belum mampu menutup gap di kisaran 4.700 – 4.746, testing support 4.595
Harga emas mengalami tekanan signifikan pada awal pekan, turun sekitar 2% hingga berada di bawah level $4.700 per ounce. Penurunan ini membalikkan penguatan yang sempat terjadi pada pekan sebelumnya, seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap dampak ekonomi dari eskalasi geopolitik terbaru.
Sentimen negatif terhadap emas terutama dipicu oleh rencana Amerika Serikat untuk melakukan blokade terhadap Selat Hormuz setelah kegagalan negosiasi dengan Iran. Langkah ini memperburuk prospek krisis energi global karena jalur tersebut merupakan salah satu rute distribusi minyak paling vital di dunia. Akibatnya, harga energi melonjak tajam dan meningkatkan risiko inflasi global.
Kenaikan ekspektasi inflasi ini justru menekan daya tarik emas. Dalam kondisi saat ini, pasar mulai memperkirakan bahwa bank sentral, khususnya The Fed, kemungkinan akan menunda pemangkasan suku bunga atau bahkan mempertimbangkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Lingkungan suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi minat terhadap emas karena aset ini tidak memberikan imbal hasil.
Secara keseluruhan, sejak konflik dimulai, harga emas telah terkoreksi lebih dari 10%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun emas sering dianggap sebagai aset safe haven, dinamika kebijakan moneter dan lonjakan imbal hasil masih menjadi faktor dominan yang mempengaruhi pergerakannya dalam jangka pendek.
Pivot : 4.700
R1 4.700 R2 4.746 R3 4.801
S1 4.595 S2 4.550 S3 4.483
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss di bawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bullish selama bertahan di atas 102,58-100,29, testing resistance 108,83
Harga minyak mentah mengalami lonjakan tajam pada awal pekan, dengan WTI crude futures naik hingga 9,3% dan menembus level $105 per barel. Kenaikan ini mencerminkan reaksi pasar terhadap meningkatnya risiko gangguan pasokan global akibat eskalasi konflik di Timur Tengah.
Pemicu utama penguatan harga minyak adalah keputusan Amerika Serikat untuk memblokade Selat Hormuz setelah kegagalan perundingan dengan Iran. Kebijakan ini membatasi kapal yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran, dan secara efektif memperketat arus distribusi minyak melalui salah satu jalur terpenting dunia. Sejak konflik berlangsung, jalur ini praktis sudah mengalami gangguan, sehingga memperburuk kekhawatiran terhadap pasokan energi global.
Ketegangan geopolitik tersebut langsung mendorong lonjakan harga minyak dan gas, sekaligus meningkatkan risiko inflasi global serta potensi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Pasar melihat bahwa gangguan berkepanjangan pada rantai pasok energi dapat menciptakan tekanan struktural pada harga.
Di sisi lain, terdapat sedikit faktor penyeimbang dari Arab Saudi yang mengumumkan telah memulihkan kapasitas produksi penuh melalui pipa East-West menuju Laut Merah serta meningkatkan output dari ladang Manifa. Namun, langkah ini belum cukup untuk sepenuhnya meredam kekhawatiran pasar terhadap potensi kekurangan pasokan.
Secara keseluruhan, pergerakan harga minyak saat ini sangat didominasi oleh faktor geopolitik dan risiko pasokan, dengan volatilitas yang diperkirakan tetap tinggi selama ketidakpastian di kawasan tersebut masih berlanjut.
Pivot: 102,58
R1 108,83 S1 102,58
R2 113,55 S2 100,29
R3 117,51 S3 95,27
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 13 April 2026

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Pasar Menanti Perkembangan Geopolitik, S&R Jadi Penentu Arah
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 13 April 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
