Market Summary
Trading silver kembali menjadi perhatian pasar pada perdagangan Jumat setelah harga perak (XAG/USD) bergerak melemah di sekitar level US$76,00 per ounce. Tekanan terhadap logam mulia ini muncul di tengah ketidakpastian terkait negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, yang masih menyisakan sejumlah hambatan penting.
Harapan Perdamaian AS-Iran Tekan Harga Silver
Pemerintah Iran menyatakan bahwa rancangan akhir proposal perdamaian dengan Amerika Serikat telah tercapai. Namun, pasar masih meragukan kemungkinan tercapainya kesepakatan penuh dalam waktu dekat. Sikap keras Iran terkait cadangan uranium dan sistem tarif di Selat Hormuz masih menjadi penghalang utama.
Kondisi tersebut membuat investor tetap berhati-hati terhadap risiko geopolitik dan dampaknya terhadap inflasi global. Sentimen ini turut membebani pergerakan harga silver yang dalam beberapa bulan terakhir tertinggal dibandingkan aset lainnya.
Harga Minyak Tinggi Dorong Ekspektasi Suku Bunga The Fed
Penutupan jalur Selat Hormuz membuat harga minyak dunia bertahan tinggi. Lonjakan harga energi memicu tekanan inflasi di Amerika Serikat dan mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve tahun ini.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini melihat peluang sebesar 50,8% bahwa suku bunga akan tetap bertahan di level saat ini. Selain itu, terdapat peluang sekitar 48,1% untuk kenaikan suku bunga tambahan.
Ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat biasanya mengurangi daya tarik aset non-yielding seperti silver. Karena itu, sentimen suku bunga menjadi faktor utama yang menekan pergerakan logam mulia tersebut.
Dolar AS Menguat, Silver Kehilangan Momentum
Indeks dolar AS naik ke area 99,3 dan berada dekat level tertinggi dalam enam minggu terakhir. Penguatan dolar dipicu oleh meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap inflasi dan kemungkinan kebijakan hawkish dari Federal Reserve.
Risalah rapat FOMC terbaru juga menunjukkan bahwa sebagian besar pejabat The Fed masih membuka peluang kenaikan suku bunga tambahan apabila inflasi tetap berada di atas target 2%.
Penguatan dolar AS membuat harga silver menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain. Situasi ini ikut membatasi potensi kenaikan harga silver dalam jangka pendek.
Peluang Trading Silver Masih Dipengaruhi Sentimen Global
Trading silver dalam waktu dekat masih sangat dipengaruhi perkembangan negosiasi AS-Iran, pergerakan dolar AS, serta arah kebijakan suku bunga Federal Reserve. Jika tensi geopolitik kembali meningkat dan inflasi bertahan tinggi, tekanan terhadap silver berpotensi berlanjut.
Sebaliknya, apabila muncul kemajuan nyata dalam kesepakatan damai dan ekspektasi kenaikan suku bunga mulai mereda, harga silver berpeluang kembali stabil. Oleh karena itu, pelaku trading silver perlu mencermati perkembangan geopolitik dan data ekonomi AS sebagai penentu arah pasar berikutnya.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 berpeluang rebound dengan level pivot berada di 75,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 77,10, kemudian 77,70, hingga 78,90.
Sebaliknya, jika harga turun dan menembus ke bawah level 75,60, tekanan bearish berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju area support 75,00 hingga 74,40.
Resistance 1: 77,10 Resistance 2: 77,70 Resistance 3: 78,90
Support1: 75,60 Support 2: 75,00 Support 3: 74,40
Baca juga: Peluang Trading Emas Menjelang FOMC Meeting Minutes
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
