FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,71400 – 0,70700
Pelemahan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback terus berlanjut. Bahkan Aussie sudah turun dari level tertinggi satu minggu terakhir karena data inflasi yang lebih rendah dari perkiraan mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut. Data dari Biro Statistik Australia menunjukkan CPI bulanan April turun menjadi 0,4% dari level tertinggi tujuh bulan sebesar 1,1%, sementara tingkat tahunan melambat menjadi 4,2% dari 4,6%, di bawah perkiraan 4,4%, sebagian karena pemotongan pajak bahan bakar oleh pemerintah. Namun, inflasi inti tetap stabil, dengan ukuran inflasi inti rata-rata yang disesuaikan naik 0,3% secara bulanan, sesuai dengan perkiraan, dan 3,4% secara tahunan, menandai angka tertinggi sejak akhir tahun 2024 dan lebih tinggi dari kisaran target Bank Sentral sebesar 2–3%, karena harga minyak yang lebih tinggi terkait dengan konflik di Timur Tengah berdampak pada perekonomian secara lebih luas. Meskipun demikian, pasar mengurangi ekspektasi pengetatan kebijakan moneter, dengan harga swap menunjukkan peluang 96% bank sentral mempertahankan suku bunga acuan di 4,35% pada bulan Juni, naik dari 84% sebelum data tersebut dirilis. Perkiraan kenaikan suku bunga pada bulan Agustus juga dikurangi menjadi 24% dari 45% sebelumnya.
Pivot : 0,71463
R1 : 0,71693 S1 : 0,71136
R2 : 0,72020 S2 : 0,70906
R3 : 0,72250 S3 : 0,70579
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 159,400 – 159,800
Keterpurukan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS terus berlanjut. Bahkan Yen kini sudah melemah hampir sentuh level 160, bertahan di dekat level terendah satu bulan setelah Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda memperingatkan tentang meningkatnya risiko inflasi tetapi tidak memberikan petunjuk tentang kemungkinan kenaikan suku bunga pada pertemuan kebijakan bank sentral berikutnya. Ueda menekankan perlunya memantau secara cermat dampak kenaikan harga minyak terhadap tren inflasi mendasar Jepang, meskipun ia memberikan sedikit petunjuk tentang bagaimana tekanan tersebut dapat membentuk keputusan kebijakan bulan depan. Sementara itu, Wakil Gubernur BOJ Ryozo Himino menegaskan kembali bahwa bank sentral tetap berkomitmen untuk menaikkan suku bunga lebih lanjut, sambil menekankan bahwa waktu dan kecepatannya akan bergantung pada bagaimana konflik Timur Tengah memengaruhi perekonomian dan prospek inflasi Jepang. Investor juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah, karena tanda-tanda kemajuan menuju kesepakatan AS-Iran dibayangi oleh permusuhan yang kembali muncul dan terus mengaburkan prospek yang lebih luas.
Pivot : 159,412
R1 : 159,655 S1 : 159,254
R2 : 159,813 S2 : 159,011
R3 : 160,056 S3 : 158,853
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3390 – 1.3362
Pounds kembali tertekan turun di tengah ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 38,1%. Sebulan lalu, pasar bahkan belum memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Indeks Dollar AS naik tipis 0,1% ke level 99,20. Pounds bergerak turun di sekitar US$1,3423 pada Rabu kemarin. Penguatan dolar masih ditopang ekspektasi bahwa suku bunga The Fed akan bertahan tinggi lebih lama dibanding kebijakan moneter negara maju lainnya. kini menunggu arah kebijakan suku bunga The Fed dan perkembangan negosiasi AS-Iran sebagai faktor utama yang akan menentukan pergerakan aset keuangan dalam jangka pendek. GBP masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini selain isu geopolitik, investor juga fokus pada sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan dirilis Kamis. Data tersebut meliputi revisi produk domestik bruto kuartal pertama dan laporan Personal Consumption Expenditures (PCE).
Open : 1.3423 Pivot 1.3432
R1 : 1.3442 S1 : 1.3416
R2 : 1.3458 S2 : 1.3390
R3 : 1.3489 S3 : 1.3362
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1603 – 1.1588
Euro ditutup sedikit lebih rendah pada perdagangan Rabu kemarin. Euro sempat menguat di awal sesi perdagangan Asia hingga sesi perdagangan Eropa, namun kembali tertekan oleh ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 38,1%. Sebulan lalu, pasar bahkan belum memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Indeks Dollar AS naik tipis 0,1% ke level 99,20, sedangkan Euro ditutup lebih rendah di harga $1.1625. Penguatan dolar masih ditopang ekspektasi bahwa suku bunga The Fed akan bertahan tinggi lebih lama dibanding kebijakan moneter negara maju lainnya. Selain isu geopolitik, investor juga fokus pada sejumlah data ekonomi penting Amerika Serikat yang akan dirilis Kamis. Data tersebut meliputi revisi produk domestik bruto kuartal pertama dan laporan Personal Consumption Expenditures (PCE). EUR masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini yang disebabkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed juga meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Open : 1.1623 Pivot : 1.1636
R1 : 1.1646 S1 : 1.1622
R2 : 1.1661 S2 : 1.1603
R3 : 1.1695 S3 : 1.1588
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.7903 – 0.7924
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Pelemahan mata-uang Swiss Franc disebabkan oleh ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Data CME FedWatch menunjukkan peluang kenaikan suku bunga pada Desember mencapai 38,1%. Sebulan lalu, pasar bahkan belum memperkirakan adanya peluang kenaikan suku bunga tambahan tahun ini. Investor terus mencermati perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penurunan tajam harga minyak serta mempengaruhi ekspektasi kebijakan moneter Federal Reserve. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini, adanya laporan PCE AS hari ini menjadi perhatian utama karena indikator tersebut merupakan acuan inflasi favorit Federal Reserve dalam menentukan arah suku bunga The Fed. Pasar memperkirakan inflasi utama tahunan Amerika Serikat mencapai 3,8%, sedangkan inflasi inti diprediksi berada di level 3,3%. Angka tersebut masih jauh di atas target inflasi Federal Reserve sebesar 2%.
Open : 0.7863 Pivot : 0.7862
R1 : 0.7874 S1 : 0.7854
R2 : 0.7903 S2 : 0.7841
R3 : 0.7924 S3. : 0.7821
USDCAD
Opportunity : Sell limit di 1.39025 dengan target 1.38794 dan stop loss di atas 1.39488
Secara struktur, USDCAD masih berada dalam uptrend yang valid, ditandai dengan pola higher high dan higher low yang konsisten sejak pertengahan Maret. Namun, pergerakan terakhir menunjukkan fase retracement setelah harga gagal melanjutkan kenaikan di area 1.39400 dan saat ini terkoreksi menuju area keseimbangan di sekitar pivot 1.38871. Secara teknikal, posisi harga di area pivot ini menjadi titik krusial karena menentukan apakah tren bullish akan berlanjut atau justru terjadi koreksi lebih dalam.
Open price :1.38722 Pivot :1.38871
R1: 1.39025 S1: 1.38562
R2: 1.39334 S2: 1.38408
R3: 1.39488 S3: 1.38099
DXY
Opportunity: Bullish Range 99,200 – 99,500
Penguatan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia kembali mewarnai pergerakan market. Kondisi tersebut dapat terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) kembali naik dan sentuh level tertinggi hariannya di 99,260. Saat ini Greenback berada di dekat level tertinggi April, karena investor terus fokus pada perkembangan di Timur Tengah. Harapan bahwa AS dan Iran mungkin lebih dekat dari sebelumnya untuk mencapai kesepakatan guna mengakhiri konflik dan membuka kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak turun, membantu meredakan kekhawatiran akan potensi lonjakan inflasi lainnya. Optimisme itu muncul meskipun ada sinyal yang beragam dari Washington dan Teheran, serta serangan baru yang terjadi awal pekan ini. Televisi pemerintah Iran melaporkan rincian draf memorandum tidak resmi antara Teheran dan Washington, di mana kedua negara akan memulihkan arus lalu lintas melalui Selat Hormuz, sementara Iran dan Oman akan membentuk mekanisme untuk mengatur lalu lintas melalui jalur air tersebut. Namun, Gedung Putih kemudian membantah laporan tersebut. Sementara itu, dari sisi kebijakan moneter, pasar saat ini memperkirakan sekitar 50% kemungkinan Federal Reserve akan menaikkan suku bunga pada bulan Desember.
Pivot : 99,148
R1 : 99,327 S1 : 99,036
R2 : 99,439 S2 : 98,857
R3 : 99,618 S3 : 98,745

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 naik tipis 0,2% menjadi di atas 65.100, sementara Indeks Topix yang lebih luas turun 0,4% menjadi 3.902 pada hari Kamis, karena saham-saham Jepang kesulitan mempertahankan momentum di tengah pelemahan saham teknologi. Investor juga terus memantau perkembangan di Timur Tengah menyusul laporan serangan baru AS terhadap Iran, sementara negosiasi perdamaian yang terhenti membuat kekhawatiran tentang inflasi dan kenaikan suku bunga tetap menjadi fokus. Di dalam negeri, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda memperingatkan awal pekan ini tentang meningkatnya tekanan inflasi yang didorong oleh harga minyak yang lebih tinggi, meskipun ia tidak mengindikasikan apakah bank sentral dapat menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan berikutnya. Saham teknologi memimpin penurunan, dengan kerugian dari SoftBank Group (-3,7%), Fujikura (-1,8%), Tokyo Electron (-1,5%), Advantest (-1,4%), dan Lasertec (-2,1%).
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 265 poin, atau 1,0%, dan ditutup pada 25.386 pada hari Kamis, membalikkan kenaikan sebelumnya karena sentimen investor melemah dan aksi ambil untung muncul di pasar yang lebih luas, dengan kerugian pada saham sektor keuangan dan jasa teknologi membebani indeks acuan. Suasana hati-hati ini muncul di tengah melemahnya selera risiko regional setelah kenaikan pasar baru-baru ini. Di Hong Kong, Sany Heavy Equipment International turun 9,3%, menandai level terendahnya sejak 16 Januari. Saham-saham lain yang mengalami penurunan signifikan termasuk Tencent Holdings (-3,5%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (-2,0%), dan Meituan Class (-0,6%). Terlepas dari penurunan yang lebih luas, saham teknologi elektronik berkinerja lebih baik, naik 9,9%, dengan Sunny Optical Technology naik sekitar 9,2%. Sementara itu, investor juga menunggu data inflasi yang akan dirilis hari ini untuk mendapatkan sinyal tentang suku bunga dan arah kebijakan moneter global.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Buy Limit: 29,254| SL: 29,150 | TP: 29,500
Kontrak berjangka saham AS diperdagangkan sedikit berubah pada hari Kamis karena investor menunggu laporan indeks harga PCE terbaru, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, untuk petunjuk lebih lanjut tentang bagaimana konflik Timur Tengah memengaruhi tekanan harga. Pasar juga mengamati data baru tentang klaim pengangguran mingguan, penjualan rumah baru, dan pendapatan pribadi. Di sisi korporasi, investor bersiap untuk rilis pendapatan dari Dell Technologies, Autodesk, Dollar Tree, MongoDB, dan Gap, di antara lainnya. Dalam perdagangan setelah jam kerja, Snowflake melonjak 37,5% setelah perusahaan data cloud tersebut mengumumkan rencana untuk menghabiskan $6 miliar untuk Amazon Web Services selama lima tahun ke depan sekaligus membukukan pendapatan dan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan. Selama sesi reguler hari Rabu, Dow naik 0,36%, sementara S&P 500 dan Nasdaq Composite masing-masing naik tipis 0,02% dan 0,07%.
Pivot : 29,373.83
R1 : 29,634.42 S1 : 29,195.92
R2 : 29,812.33 S2 : 28,935.33
R3 : 30,250.83 S3 : 28,935.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish, testing support 4.400.
Harga emas diperdagangkan di kisaran USD4.450 per troy ounce pada perdagangan Kamis setelah mencatat penurunan selama dua sesi berturut-turut. Pergerakan ini dipengaruhi oleh meningkatnya kehati-hatian pelaku pasar terhadap perkembangan negosiasi damai antara Amerika Serikat dan Iran yang hingga kini masih menghadapi berbagai hambatan penting.
Fokus utama pasar tertuju pada belum terselesaikannya sejumlah isu strategis, termasuk tuntutan Iran untuk tetap mempertahankan kendali atas Selat Hormuz serta mempertahankan program nuklirnya. Di sisi lain, Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan menyetujui kesepakatan yang dianggap merugikan dan menolak pelonggaran sanksi terhadap Iran meskipun Teheran meminta keringanan ekonomi dan penghentian serangan.
Pivot : 4.481
R1 4.481 R2 4.537 R3 4.580
S1 4.400 S2 4.4350 S3 4.305
Silver
Opportunity : Buy stop di 76.423 dengan target 77.609 dan stop loss dibawah 73.900
Pada XAGUSD, struktur besar masih menunjukkan downtrend, namun pergerakan terbaru memperlihatkan fase pullback bullish yang cukup kuat dari area bawah sekitar 68–70 hingga saat ini mendekati resistance penting. Kenaikan ini lebih bersifat korektif daripada pembalikan tren, karena belum ada perubahan struktur menjadi higher high yang signifikan pada timeframe H4. Saat ini harga bergerak di sekitar pivot 75.041 dan mendekati resistance 76.273, yang menjadi area kunci untuk menentukan arah selanjutnya.
Open price :75.003 Pivot :75.041
R1: 76.273 S1: 73.900
R2: 77.374 S2: 72.628
R3: 78.646 S3: 71.527
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah 91,48, testing support 87,58.
Harga minyak mentah WTI bergerak naik mendekati USD90 per barel pada perdagangan Kamis, memulihkan sebagian pelemahan pada sesi sebelumnya di tengah berlanjutnya kebuntuan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran terkait upaya penghentian konflik.
Pasar energi masih mencermati sejumlah isu utama yang menjadi penghambat tercapainya kesepakatan, termasuk tuntutan Iran untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan melanjutkan program nuklirnya. Presiden Donald Trump kembali menegaskan bahwa Washington tidak akan menerima kesepakatan yang dinilai buruk, sekaligus menolak pemberian pelonggaran sanksi kepada Iran meskipun Teheran meminta penghentian serangan dan konsesi ekonomi.
Pivot: 91,48
R1 91,48 S1 87,58
R2 93,18 S2 85,41
R3 94,56 S3 83,60
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Kamis, 28 Mei 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Waspadai Volatilitas Harga Emas Jelang Data Core PCE dan GDP AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 28 Mei 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
