FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,69100 – 0,69800
Penguatan terbatas mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback mulai nampak. Meskipun mulai bangkit, namun Aussie berada di dekat level terendah tiga bulan karena investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut, sementara data perdagangan yang lebih lemah dari perkiraan membebani sentimen. Negara tersebut secara tak terduga mencatatkan defisit perdagangan sebesar AUD 3,02 miliar pada bulan Mei, terbesar sejak Desember 2015, karena ekspor merosot ke level terendah dalam empat bulan, sementara impor melonjak ke rekor tertinggi baru. Pasar juga telah mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga lebih lanjut karena meredanya risiko inflasi global setelah pembukaan kembali Selat Hormuz mendorong harga minyak kembali ke level sebelum perang. Kemungkinan Bank Sentral melakukan langkah serupa pada bulan Agustus kini hanya diperkirakan sebesar 15%, sementara pasar memperkirakan siklus pengetatan kebijakan moneter telah berakhir dengan probabilitas sebesar 50%. Sementara itu, dolar Australia tetap berada di bawah tekanan dari dolar AS yang secara umum menguat, karena investor terus memperkirakan kenaikan suku bunga Fed pada bulan September meskipun Ketua Fed Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi telah mereda selama bulan lalu.
Pivot : 0,69140
R1 : 0,69491 S1 : 0,68853
R2 : 0,69778 S2 : 0,68502
R3 : 0,70129 S3 : 0,68215
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 161,200 – 160,200
Penguatan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak di market. Kebangkitan terbatas Yen ini menguat dan sentuh 160,626, namun tidak bertahan lama dan kembali tertekan. Yen pulih dari level terendah empat dekade karena para pedagang tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi mata uang. Pergerakan ini menyusul laporan Reuters bahwa Jepang mungkin akan berhenti memberi sinyal rencana intervensinya terlebih dahulu, tidak seperti sebelum operasi 30 April, dengan pendekatan baru yang berpotensi terbukti lebih efektif dalam mengejutkan para pedagang dan membatalkan prediksi spekulatif terhadap yen. Yen juga mendapat dukungan setelah Ketua Federal Reserve Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi AS telah mereda selama sebulan terakhir, yang menandakan tidak ada urgensi untuk menaikkan suku bunga. Sementara itu, para investor tetap skeptis bahwa Bank Sentral Jepang akan mempercepat pengetatan kebijakan seiring dengan berlanjutnya jalur normalisasi bertahap, dengan praktik carry trade yang terus berlanjut dan perbedaan suku bunga yang masih lebar antara Jepang dan AS yang terus membebani mata uang tersebut.
Pivot : 161,436
R1 : 162,246 S1 : 160,283
R2 : 163,399 S2 : 159,473
R3 : 164,209 S3 : 158,320
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3422 – 1.3455
Sesuai perkiraan, Poundsterling menguat dengan GBP/USD diperdagangkan di sekitar 1,3350. Meski demikian, potensi kenaikannya masih terbatas karena investor masih menunggu arah kebijakan Bank of England. Risiko inflasi di Inggris yang masih bertahan membuat pelaku pasar terus mencermati data ekonomi berikutnya serta pernyataan para pejabat bank sentral. Indeks Dollar AS (DXY) turun hingga mendekati level 100,90 setelah Nonfarm Payrolls (NFP) hanya bertambah 57.000 pada Juni. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan revisi kenaikan Mei menjadi 129.000 dari sebelumnya 172.000. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru kembali memperketat kebijakan moneternya, sehingga Dollar kehilangan momentum terhadap mayoritas mata uang utama. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang disebabkan oleh turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve.
Open : 1.3345 Pivot 1.3338
R1 : 1.3384 S1 : 1.3309
R2 : 1.3422 S2 : 1.3263
R3 : 1.3455 S3 : 1.3218
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1472 – 1.1507
Euro berhasil menguat pada perdagangan Kamis kemarin. Pasangan EUR/USD menguat sekitar 0,5% ke area 1,1430. Penguatan euro juga mendapat dukungan dari kondisi pasar tenaga kerja kawasan Eropa yang tetap solid. Eurostat melaporkan tingkat pengangguran Zona Euro bertahan di 6,2% pada Mei, tidak berubah dibandingkan April. Sementara itu, tingkat pengangguran Uni Eropa tetap berada di 5,9% dan lebih rendah dibandingkan 6,0% pada periode yang sama tahun lalu. Data tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja Eropa masih cukup tangguh meskipun pertumbuhan ekonomi belum sepenuhnya pulih. Disatu-sisi Dollar AS melemah pada perdagangan Kamis setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat menunjukkan perlambatan perekrutan tenaga kerja selama Juni. Indeks Dollar AS (DXY) turun hingga mendekati level 100,90 setelah Nonfarm Payrolls (NFP) hanya bertambah 57.000 pada Juni. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan revisi kenaikan Mei menjadi 129.000 dari sebelumnya 172.000. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hati ini yang disebabkan oleh ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru kembali memperketat kebijakan moneternya, sehingga Dollar kehilangan momentum terhadap mayoritas mata uang utama.
Open : 1.1431 Pivot : 1.1423
R1 : 1.1449 S1 : 1.1395
R2 : 1.1472 S2 : 1.1361
R3 : 1.1507 S3 : 1.1331
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7980 – 0.7948
Swiss Franc ditutup menguat terhadap U.S Dollar pada perdagangan Kamis kemarin. Penguatan mata-uang Swiss Franc terjadi ditengah turunnya data Inflasi Swiss ke level 0.5% sesuai perkiraan. Penurunan angka Inflasi menunjukan bahwa Bank Sentral Swiss mampu mengendalikan Inflasi di tengah naiknya harga energi sepanjang konflik Timur-tengah. Disatu-sisi Indeks Dollar AS (DXY) turun hingga mendekati level 100,90 setelah Nonfarm Payrolls (NFP) hanya bertambah 57.000 pada Juni. Angka tersebut jauh lebih rendah dibandingkan revisi kenaikan Mei menjadi 129.000 dari sebelumnya 172.000. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru kembali memperketat kebijakan moneternya, sehingga dolar kehilangan momentum terhadap mayoritas mata uang utama. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8024 Pivot : 0.8042
R1 : 0.8062 S1 : 0.8008
R2 : 0.8096 S2 : 0.7980
R3 : 0.8118 S3. : 0.7948
DXY
Opportunity: Bearish Range 100,800 – 100,500
Akhirnya pelemahan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terjadi pada perdagangan market kemarin. Pelemahan tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang merosot ke level terendah hariannya di level 100,558. Tekanan terhadap Dollar AS tersebut terjadi menyusul laporan ketenagakerjaan yang lebih lemah dari perkiraan, yang menyebabkan investor mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve tahun ini. Jumlah pekerjaan di sektor non-pertanian hanya meningkat sebesar 57.000 pada bulan Juni, diperparah oleh revisi penurunan data perekrutan dari bulan April dan Mei. Meskipun tingkat pengangguran secara tak terduga turun menjadi 4,2%, perubahan ini terutama disebabkan oleh penurunan tingkat partisipasi angkatan kerja, yang menyoroti pendinginan pasar kerja secara keseluruhan. Akibatnya, probabilitas kenaikan suku bunga di bulan September yang diperkirakan pasar turun menjadi hampir 50% dari sekitar 64% pada hari sebelumnya. Pandangan hati-hati ini semakin diperkuat oleh Ketua Fed Kevin Warsh di Forum ECB, yang mencatat bahwa ekspektasi inflasi yang moderat telah menghilangkan urgensi langsung untuk memperketat kebijakan moneter, meskipun ia tetap mempertahankan komitmen utama bank sentral untuk mencapai stabilitas harga jangka panjang.
Pivot : 100,945
R1 : 101,332 S1 : 100,460
R2 : 101,817 S2 : 100,073
R3 : 102,204 S3 : 99,588

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 turun 1,5% menjadi di bawah 67.800 pada hari Jumat, memperpanjang kerugian untuk sesi kedua berturut-turut karena saham teknologi tetap berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran bahwa reli yang didorong oleh kecerdasan buatan telah melampaui fundamental yang mendasarinya. Investor mempertanyakan apakah pengeluaran besar dan persaingan yang semakin ketat di sektor AI dapat mendukung valuasi yang tinggi dan menghasilkan keuntungan yang berkelanjutan. Perusahaan-perusahaan Jepang yang terkait dengan pembangunan infrastruktur AI global mencatatkan kerugian besar lainnya, termasuk Kioxia Holdings (-4,6%), Taiyo Yuden (-8,5%), Tokyo Electron (-3,4%), Murata Manufacturing (-5,2%), dan Fujikura (-5%). Saham domestik juga melemah karena yen menguat hampir 1% pada hari Kamis, dipicu oleh spekulasi bahwa otoritas Jepang dapat melakukan intervensi di pasar mata uang kapan saja.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng naik 0,8%, atau 174 poin, dan ditutup pada 23.055 pada hari Kamis, karena kenaikan saham teknologi, keuangan, dan ritel mengangkat pasar secara keseluruhan. Aksi beli didukung oleh aksi beli saham murah setelah kerugian baru-baru ini, meskipun terjadi aksi jual besar-besaran di Wall Street semalam. Sentimen investor terhadap saham teknologi tetap positif di tengah meningkatnya optimisme atas prospek jangka panjang perusahaan internet yang terdaftar di Hong Kong. Selain itu, sentimen semakin didukung oleh meningkatnya antusiasme terhadap AI setelah pengembang Tiongkok Zhipu sempat melampaui nilai pasar HK$1 triliun bulan lalu. Sementara itu, menurut laporan, Kevin Warsh mengatakan ekspektasi inflasi dan risiko inflasi telah mereda dalam beberapa minggu terakhir sambil menegaskan kembali komitmen Federal Reserve untuk memulihkan stabilitas harga. Saham yang mengalami kenaikan signifikan antara lain Tencent (0,1%), Xiaomi (4,2%), Meituan (3,1%), Innovent Biologics (7,0%), dan AIA (1,4%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Indeks ekuitas AS ditutup bervariasi pada hari Kamis, karena volatilitas sektor teknologi mencengkeram perdagangan menjelang liburan, meskipun kekhawatiran tentang kenaikan suku bunga mereda. S&P 500 datar dan Nasdaq 100 turun 0,8%. Saham produsen chip turun untuk hari kedua karena investor mempertanyakan apakah optimisme AI telah mendorong valuasi melampaui tingkat yang wajar. Perkembangan terbaru termasuk laporan bahwa OpenAI sedang dalam pembicaraan untuk menjual 5% sahamnya kepada pemerintah AS, sementara Meta (-4,9%) mengatakan mungkin akan memonetisasi kelebihan kapasitas komputasinya. Micron Technology anjlok 7%, Applied Materials turun 7,4%, dan Advanced Micro Devices turun 4,3%. SanDisk (-14%) dan Marvell (-9,8%) merosot tajam. Tesla turun 7,5% meskipun laporan pengiriman yang kuat. Namun demikian, Dow naik 595 poin ke rekor tertinggi baru di tengah kekuatan di sektor-sektor tradisional, karena laporan pekerjaan Juni yang lebih lemah dari perkiraan menunda ekspektasi kenaikan suku bunga Fed yang akan segera terjadi. Saham Apple naik 4,8%, sementara Visa dan Walmart masing-masing naik sekitar 3%. Untuk minggu ini, indeks tersebut bertambah sekitar 1,8%.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish menguji resistance 4.169
Harga emas bertahan di atas level USD 4.100 per troy ounce pada perdagangan Jumat setelah mencatat kenaikan lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Penguatan logam mulia ini didorong oleh rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang lebih lemah dari ekspektasi, sehingga memicu perubahan ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Perekonomian AS hanya menciptakan 57.000 lapangan kerja pada bulan Juni, menjadi pertumbuhan lapangan kerja terendah dalam empat bulan terakhir dan jauh di bawah proyeksi pasar sebesar 110.000. Sementara itu, tingkat pengangguran tercatat sebesar 4,2%. Data tersebut memperkuat laporan sebelumnya yang menunjukkan bahwa pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta juga berada di bawah perkiraan, sehingga meningkatkan keyakinan bahwa tekanan ekonomi mulai mereda.
Melemahnya data ketenagakerjaan mendorong pelaku pasar mengurangi ekspektasi terhadap kenaikan suku bunga The Fed. Probabilitas kenaikan suku bunga pada pertemuan September, berdasarkan Fed Funds Futures, turun menjadi sekitar 50% dari sebelumnya 67%. Di sisi lain, Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi mulai menunjukkan tren moderasi, sembari menegaskan komitmen bank sentral untuk menjaga stabilitas harga.
Sentimen positif terhadap emas juga diperkuat oleh penurunan harga minyak serta meredanya kekhawatiran inflasi. Kondisi tersebut didukung oleh semakin pulihnya aktivitas pelayaran komersial melalui Selat Hormuz seiring kemajuan dalam pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran, yang turut meredakan risiko gangguan pasokan energi global. Kombinasi faktor-faktor tersebut meningkatkan daya tarik emas sebagai aset lindung nilai di tengah prospek kebijakan moneter yang berpotensi lebih akomodatif.
Pivot : 4.030
R1 4.169 R2 4.221 R3 4.265
S1 4.030 S2 3.942 S3 3.886
Oil
Opportunity : Bearish selama di bawah 69,18, testing support 67,00
Harga minyak mentah bergerak relatif stabil di kisaran USD 68,5 per barel pada perdagangan Jumat, bertahan di dekat level sebelum meningkatnya konflik di Timur Tengah pada akhir Februari. Stabilnya harga mencerminkan meredanya kekhawatiran pasar terhadap risiko gangguan pasokan, seiring membaiknya kondisi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz.
Pemulihan arus pelayaran komersial di jalur strategis tersebut didukung oleh perkembangan positif dalam perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Ekspor minyak mentah Arab Saudi telah pulih hingga sekitar 90% dari tingkat sebelum konflik, didorong oleh semakin banyaknya kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz. Sementara itu, Uni Emirat Arab juga telah mengembalikan volume ekspornya ke level normal melalui kombinasi pengiriman langsung melewati Selat Hormuz dan pemanfaatan jaringan pipa yang menghindari jalur tersebut.
Di sisi geopolitik, optimisme pasar turut meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa proses negosiasi dengan Iran menunjukkan perkembangan yang positif. Pernyataan tersebut muncul setelah mediator dari Qatar dan Pakistan menggelar pertemuan terpisah dengan pejabat Amerika Serikat dan Iran di Doha pada pertengahan pekan. Prospek penyelesaian diplomatik yang semakin membaik memberikan keyakinan bahwa risiko terhadap pasokan minyak global terus berkurang, sehingga menahan kenaikan harga minyak dan menjaga pergerakannya tetap stabil.
Pivot: 69,18
R1 69,18 S1 67,00
R2 71,52 S2 64,82
R3 74,69 S3 61,72
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Jumat, 3 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Mengukur Tren Pasar dengan Moving Average di Akhir Pekan
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 3 Juli 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
