Market Summary
Peluang trading EUR/JPY menjadi sorotan pasar pada awal pekan setelah serangkaian data ekonomi Zona Euro menunjukkan hasil yang beragam. Meskipun beberapa indikator masih mencerminkan perlambatan aktivitas ekonomi, ekspektasi kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB) tetap memberikan dukungan terhadap euro. Kondisi tersebut membuat EUR/JPY bertahan di dekat level tinggi dan membuka peluang pergerakan lanjutan dalam jangka pendek.
Pasangan mata uang EUR/JPY diperdagangkan di sekitar 185,80 pada perdagangan Senin dengan kenaikan tipis. Dukungan terhadap euro datang setelah data penjualan ritel Jerman dan aktivitas manufaktur Zona Euro dirilis, sementara pelaku pasar terus memperhitungkan kemungkinan ECB kembali menaikkan suku bunga pada pertemuan bulan Juni.
Peluang Trading EUR/JPY Didukung Ekspektasi ECB
Fokus utama investor saat ini tertuju pada prospek kebijakan moneter ECB. Data inflasi yang dirilis sebelumnya menunjukkan tekanan harga masih bertahan di atas target bank sentral sebesar 2%. Meski inflasi Jerman mulai menunjukkan tanda-tanda perlambatan, inflasi di Prancis, Italia, dan Spanyol justru mengalami percepatan.
Kondisi tersebut memperkuat keyakinan pasar bahwa ECB akan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan 11 Juni mendatang. Ekspektasi pengetatan kebijakan moneter ini terus mendukung permintaan terhadap euro dan menjadi salah satu faktor utama yang menjaga EUR/JPY tetap berada di level tinggi.
Survei ekspektasi konsumen ECB juga menunjukkan bahwa masyarakat masih memperkirakan inflasi tetap tinggi dalam jangka pendek. Ekspektasi inflasi satu tahun bertahan di level 4%, sementara ekspektasi tiga tahun turun tipis menjadi 2,9%. Data tersebut mengindikasikan bahwa tekanan harga masih menjadi perhatian bagi pembuat kebijakan.
Penjualan Ritel Jerman Masih Lemah
Di sisi lain, data ekonomi terbaru dari Jerman menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga masih menghadapi tantangan. Penjualan ritel Jerman turun 0,3% pada April dibandingkan bulan sebelumnya. Meskipun hasil tersebut lebih baik dari perkiraan pasar yang memperkirakan penurunan 0,4%, angka tersebut menandai kontraksi bulanan keempat secara beruntun.
Secara tahunan, penjualan ritel juga turun 0,2%, menunjukkan bahwa permintaan konsumen belum pulih sepenuhnya. Ketidakpastian ekonomi global serta dampak konflik geopolitik masih membebani sentimen konsumen dan aktivitas belanja.
Penurunan penjualan non-makanan sebesar 2,2% dan pelemahan perdagangan online sebesar 4,7% memperlihatkan bahwa masyarakat masih cenderung berhati-hati dalam melakukan pengeluaran. Kenaikan penjualan makanan sebesar 3,2% hanya mampu mengurangi sebagian tekanan yang terjadi pada sektor ritel secara keseluruhan.
Aktivitas Manufaktur Zona Euro Tetap Bertumbuh
Meskipun sektor konsumsi masih lemah, aktivitas manufaktur Zona Euro tetap memberikan sinyal positif. HCOB Manufacturing PMI tercatat sebesar 51,6 pada Mei, turun dari 52,2 pada April yang merupakan level tertinggi dalam hampir empat tahun.
Walaupun terjadi perlambatan, indeks PMI yang berada di atas level 50 menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi. Hasil akhir juga lebih baik dibandingkan estimasi awal sebesar 51,4, menandakan sektor industri masih mampu menopang pertumbuhan ekonomi kawasan.
Perkembangan ini membantu menjaga sentimen positif terhadap euro karena menunjukkan bahwa perlambatan ekonomi belum menyebar secara luas ke seluruh sektor.
Data Pengangguran Berikan Sinyal Beragam
Data ketenagakerjaan terbaru memberikan gambaran yang beragam. Tingkat pengangguran Zona Euro tercatat sebesar 6,3% pada April, sedikit lebih tinggi dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 6,2%.
Meski demikian, jumlah pengangguran sebenarnya berkurang sekitar 84 ribu orang dibandingkan bulan sebelumnya. Selain itu, tingkat pengangguran usia muda turun menjadi 14,7% dari 15,1%, yang menunjukkan adanya perbaikan pada sebagian segmen pasar tenaga kerja.
Data ini mengindikasikan bahwa pasar tenaga kerja masih relatif stabil, meskipun pertumbuhan ekonomi yang lebih lambat berpotensi membatasi perbaikan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang.
Bank of Japan Masih Berhati-Hati
Dari Jepang, data manufaktur masih menunjukkan kinerja yang kuat. PMI manufaktur final Jepang tercatat sebesar 54,5 pada Mei, sedikit lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya namun tetap berada jauh di atas level ekspansi.
Namun, belanja modal perusahaan Jepang tercatat stagnan pada kuartal pertama setelah tumbuh 6,5% pada kuartal sebelumnya. Perlambatan investasi ini menunjukkan bahwa perusahaan masih berhati-hati dalam melakukan ekspansi bisnis.
Sementara itu, sejumlah pejabat Bank of Japan mulai memberikan sinyal dukungan terhadap kenaikan suku bunga lebih lanjut. Meskipun demikian, pasar menilai proses normalisasi kebijakan moneter Jepang masih akan berlangsung secara bertahap sehingga belum mampu memberikan dorongan signifikan bagi yen.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading EUR/JPY masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 185,641. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji area resistance di 186,237, kemudian 186,397, dan selanjutnya 186,557.
Sebaliknya, apabila harga turun dan menembus level pivot 185,641, tekanan jual berpotensi meningkat sehingga EUR/JPY dapat bergerak melemah menuju area support di 185,373, sebelum melanjutkan penurunan ke 185,213.
Resistance 1: 186,237 Resistance 2: 186,397 Resistance 3: 186,557
Support1: 185,641 Support 2: 185,373 Support 3: 185,213
Baca juga: Peluang Trading Emas Usai Redanya Konflik AS-Iran
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
