FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,69800 – 0,69200
Tanda penguatan terbatas sedikit mewarnai pergerakan mata uang Dollar Australia terhadap mata uang Greenback. Sebelumnya Aussie menguat sejenak namun akhirnya kembali mengalami pelemahan. Geliat Aussie mencapai level tertinggi dalam lebih dari empat minggu karena konflik AS-Iran yang sedang berlangsung meningkatkan risiko inflasi yang dipicu oleh sektor energi, sehingga memicu ekspektasi bahwa Reserve Bank of Australia dapat menaikkan suku bunga lagi. Serangan AS terhadap Iran memasuki hari kesepuluh berturut-turut, sementara militan Houthi yang didukung Iran mengumumkan embargo maritim terhadap Arab Saudi, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan yang lebih luas terhadap pasokan energi global. Lonjakan harga minyak yang terjadi kemudian memperkuat spekulasi bahwa Bank Sentral dapat memperketat kebijakan lebih lanjut setelah menaikkan suku bunga acuan tiga kali menjadi 4,35%, dengan pasar memperkirakan peluang 80% untuk kenaikan lagi pada bulan Desember. Investor kini menantikan laporan ketenagakerjaan Australia bulan Juni pada hari Kamis, dengan perkiraan menunjukkan peningkatan lapangan kerja sebanyak 15.000 dan tingkat pengangguran yang tidak berubah di angka 4,4%. Data inflasi kuartal kedua juga akan dirilis minggu depan, dengan inflasi inti diperkirakan akan meningkat menjadi 3,7% per tahun dari 3,5%, jauh di atas kisaran target RBA.
Pivot : 0,69956
R1 : 0,70116 S1 : 0,69795
R2 : 0,70277 S2 : 0,69635
R3 : 0,70437 S3 : 0,69474
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 163,100 – 163,500
Geliat pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS sempat berusaha menguat, meski terbatas dan sementara. Hingga saat ini Yen mencoba pulih dari level terendah 40 tahun pada sesi sebelumnya, menyusul laporan bahwa pejabat Bank Sentral Jepang terbuka untuk menaikkan suku bunga dengan laju yang lebih cepat daripada yang diperkirakan pasar saat ini dan di tengah spekulasi baru tentang kemungkinan intervensi mata uang dari Tokyo. Yen telah menghadapi tekanan terus-menerus dalam beberapa pekan terakhir karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah mendorong harga minyak lebih tinggi, yang membebani perekonomian Jepang yang bergantung pada impor. Investor juga telah menyesuaikan diri dengan perubahan kebijakan di bawah Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang pemerintahannya berjuang untuk menghilangkan kekhawatiran bahwa hal itu dapat mendorong BOJ untuk menunda kenaikan suku bunga lebih lanjut. Menteri Keuangan Satsuki Katayama menegaskan kembali bahwa pihak berwenang akan mengambil tindakan tegas jika pelemahan mata uang yang berlebihan terus berlanjut. Tokyo melakukan intervensi pada bulan April dan Mei ketika yen jatuh di bawah 160, tetapi dampaknya terbatas di tengah penguatan dolar secara luas dan suku bunga Jepang yang masih rendah.
Pivot : 163,001
R1 : 163,349 S1 : 162,786
R2 : 163,564 S2 : 162,438
R3 : 163,912 S3 : 162,223
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3414 – 1.3433
Pounds melemah tipis pada perdagangan Rabu kemarin. Pounds ditutup sedikit lebih rendah di level 1.3371 setelah rilis laporan data Inflasi Inggris yang turun 0.1% di bulan Juni, Inflasi tahunan juga mengalami tekanan turun sebesar 2.8% versus 3.0% angka sebelumnya. Turunnya angka Inflasi di Inggris memungkingkan Bank Sentral Inggris (BOE) dapat mempertahankan tingkat suku-bunga acuan saat ini di level 3.75%. Disisi lain Dolar AS melemah tipis pada perdagangan Rabu di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang terus mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 101,10 setelah investor mengurangi eksposur menjelang rilis data Initial Jobless Claims Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis. Klaim pengangguran diperkirakan naik menjadi 212 ribu dari sebelumnya 208 ribu, meski angka tersebut masih menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif kuat. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini dengan adanya laporan Klaim Pengangguran AS yang diperkiraan akan mengalami kenaikan.
Open : 1.3371 Pivot 1.3373
R1 : 1.3393 S1 : 1.3353
R2 : 1.3414 S2 : 1.3333
R3 : 1.3433 S3 : 1.3312
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1435 – 1.1449
Euro berhasil menguat menuju area 1,1410 seiring Dolar AS melemah tipis. Pelaku pasar kini menantikan keputusan suku bunga Bank Sentral Eropa (ECB). ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga refinancing di 2,40% dan suku bunga deposit di 2,25%. Investor juga akan mencermati konferensi pers Presiden ECB Christine Lagarde untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya. Disisi lain Dolar AS melemah tipis pada perdagangan Rabu di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang terus mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 101,10 setelah investor mengurangi eksposur menjelang rilis data Initial Jobless Claims Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis. Klaim pengangguran diperkirakan naik menjadi 212 ribu dari sebelumnya 208 ribu, meski angka tersebut masih menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif kuat. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang menunggu dukungan pernyataan dari Gubernur Bank Sentral Eropa Christine Legard.
Open : 1.1410 Pivot : 1.1408
R1 : 1.1422 S1 : 1.1395
R2 : 1.1435 S2 : 1.1380
R3 : 1.1449 S3 : 1.1368
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.8099 – 0.8086
Swiss Franc ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi di tengah meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah. Presiden Donald Trump yang menyatakan bahwa Amerika Serikat dapat menyerang infrastruktur Iran apabila Teheran kembali menyerang kapal di Selat Hormuz. Pernyataan tersebut meningkatkan kekhawatiran akan meluasnya konflik yang berpotensi mengganggu pasokan energi global. Di saat yang sama, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) melonjak lebih dari 2% dan diperdagangkan di atas US$86,40 per barel karena kekhawatiran terhadap keamanan jalur pengiriman minyak melalui Selat Hormuz. Dolar AS melemah tipis pada perdagangan Rabu di tengah sikap hati-hati pelaku pasar yang terus mencermati meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Indeks Dolar AS (DXY) turun ke kisaran 101,10 setelah investor mengurangi eksposur menjelang rilis data Initial Jobless Claims Amerika Serikat yang dijadwalkan pada Kamis. Klaim pengangguran diperkirakan naik menjadi 212 ribu dari sebelumnya 208 ribu, meski angka tersebut masih menunjukkan kondisi pasar tenaga kerja yang relatif kuat. CHF berpotensi untuk menguat pada perdagangan selanjutnya.
Open : 0.8155 Pivot : 0.8134
R1 : 0.8155 S1 : 0.8020
R2 : 0.8168 S2 : 0.8099
R3 : 0.8189 S3. : 0.8086
DXY
Opportunity: Bearish Range 101,100 – 100,800
Terbatasnya pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya mulai mewarnai perdagangan di market. Meski terus dibayangi dengan pelemahan Greenback cenderung stabil. Hal tersebut terlihat pada Indeks Dollar AS (DXY) yang tetap bertahan di range level 101,100. Kondisi mata uang Greenback ini imbas situasi di Timur Tengah terus mendominasi berita utama. Harga minyak melanjutkan kenaikannya ke level tertinggi enam minggu karena baik AS maupun Iran mengisyaratkan bahwa dimulainya kembali pembicaraan perdamaian tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat meskipun upaya mediasi sedang berlangsung. Kenaikan harga minyak membuat kekhawatiran akan tekanan inflasi yang kembali meningkat tetap tinggi. Sementara itu, para investor menantikan pertemuan kebijakan Federal Reserve minggu depan, dengan para pembuat kebijakan kini berada dalam periode larangan berbicara sebelum pertemuan seperti biasanya. Secara luas diperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah. Namun, pasar terus memperhitungkan kemungkinan pengetatan kebijakan di akhir tahun ini, dengan para pedagang memberikan probabilitas sekitar 61% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan September. Dollar AS sebagian besar tidak berubah pada level tertinggi 40 tahun terhadap Yen dan mendekati level tertinggi satu minggu terhadap Poundsterling, sementara sedikit melemah terhadap Euro.
Pivot : 101,119
R1 : 101,218 S1 : 101,040
R2 : 101,297 S2 : 100,941
R3 : 101,396 S3 : 100,862

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 naik 1% menjadi sekitar 66.760, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,3% menjadi 4.040 pada hari Kamis, dengan saham-saham teknologi memimpin kenaikan. Saham-saham semikonduktor regional menguat di tengah ekspektasi bahwa pengeluaran yang kuat untuk infrastruktur AI akan terus mendukung sektor ini. Sementara itu, investor terus memantau harga minyak setelah militan Houthi yang didukung Iran mengatakan mereka telah menargetkan dua kapal tanker Arab Saudi di Laut Merah. Perhatian juga tertuju pada laporan inflasi konsumen negara tersebut untuk bulan Juni, yang akan dirilis pada hari Jumat, untuk mendapatkan petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan Bank Sentral Jepang. Saham-saham berkinerja terbaik termasuk Tokyo Electron (2,9%), Advantest (2,8%), Renesas Electronics (3,5%), Murata Manufacturing (4,0%), dan Keyence (0,6%). Di luar sektor teknologi, Mizuho Financial naik 1,3%, sementara Mitsubishi Electric bertambah 1,7%.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng turun 1,0%, atau 239 poin, dan ditutup pada 24.893 pada hari Rabu, mundur setelah berakhir datar pada sesi sebelumnya karena ketegangan geopolitik yang kembali meningkat meredam sentimen investor, mengimbangi dukungan dari kenaikan saham semikonduktor yang mengikuti reli kuat di Wall Street. Harga minyak sedikit naik setelah pasukan AS melanjutkan serangan terhadap target militer Iran untuk malam ke-11 berturut-turut. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent (-3,6%), Z.Ai Co (-3,0%), Xiaomi (-3,9%), Meituan (-3,5%), dan AIA (-1,2%). Investor juga memantau rencana IPO Zhongji Innolight di Hong Kong, yang bertujuan untuk mengumpulkan hingga HK$55,05 miliar yang berpotensi menjadi pencatatan saham terbesar di kota tersebut tahun ini, sementara laporan mengatakan Moonshot AI berencana untuk memulai pembicaraan pada bulan Agustus mengenai putaran pendanaan terakhir menjelang pencatatan saham di Hong Kong, menargetkan valuasi hingga $50 miliar di tengah permintaan yang kuat untuk model AI terbarunya.
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS merosot pada hari Kamis karena investor mempertimbangkan pendapatan dari perusahaan teknologi besar untuk mencari tanda-tanda bahwa pengeluaran besar untuk AI mulai menghasilkan pertumbuhan yang lebih kuat. Alphabet turun hampir 5% dalam perdagangan setelah jam kerja reguler setelah menaikkan perkiraan belanja modal setahun penuh meskipun pendapatan cloud lebih baik dari perkiraan, sementara Tesla gagal memenuhi perkiraan pendapatan dan IBM menurunkan prospek penjualan tahunannya. Kenaikan harga minyak juga menjadi fokus, karena meningkatnya ketegangan di Timur Tengah dan memudarnya harapan untuk pembicaraan perdamaian AS-Iran memicu kekhawatiran pasokan. Selama sesi reguler hari Rabu, S&P 500 turun 0,1%, Nasdaq 100 kehilangan 0,5%, dan Dow Jones sedikit turun. Saham perangkat lunak memimpin penurunan, sementara sebagian besar produsen chip pulih dan saham keuangan diperdagangkan beragam. Pasar sekarang menunggu pendapatan dari Microsoft, Meta, dan Amazon untuk bukti lebih lanjut bahwa investasi AI besar-besaran mulai memberikan hasil.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bullish selama bertahan di atas 4.084, testing resistance 4.180
Harga emas bergerak stabil di kisaran US$4.130 per troy ounce pada perdagangan Kamis, bertahan di dekat level tertinggi dalam dua pekan. Pergerakan ini didukung oleh meningkatnya aksi beli saat harga terkoreksi (dip-buying) serta kembali menguatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen risiko meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengklaim telah menyerang dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah, jalur pelayaran strategis bagi ekspor minyak Saudi, sehingga memicu kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan energi global.
Situasi semakin memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, memperingatkan bahwa Washington akan melancarkan serangan terhadap infrastruktur Iran apabila pelayaran melalui Selat Hormuz menjadi sasaran serangan. Ancaman tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan eskalasi konflik yang lebih luas, sehingga mendorong investor mempertahankan eksposur pada emas sebagai aset lindung nilai.
Meski demikian, penguatan harga emas masih terbatas dan tetap berada di bawah rekor tertinggi yang dicapai pada Januari lalu. Kenaikan harga minyak yang terus berlanjut memperkuat ekspektasi bahwa tekanan inflasi dapat bertahan lebih lama, sehingga membuka peluang bagi Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga pada level tinggi dalam periode yang lebih panjang. Saat ini, pelaku pasar masih memperkirakan adanya dua kali kenaikan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin hingga Maret 2027, dengan probabilitas sekitar 70% bahwa kenaikan pertama dapat terjadi pada September. Prospek suku bunga yang lebih tinggi tersebut menjadi faktor penahan bagi kenaikan harga emas.
Pivot : 4.084
R1 4.180 R2 4.203 R3 4.235
S1 4.084 S2 4.042 S3 4.019
Oil
Opportunity : Bullish menguji resistance 88,61
Harga minyak mentah melanjutkan tren penguatannya pada perdagangan Kamis dengan naik ke sekitar US$88 per barel, sekaligus mencatat level tertinggi dalam enam pekan dan memperpanjang reli selama lima sesi berturut-turut. Kenaikan ini terutama dipicu oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali memunculkan kekhawatiran terhadap potensi gangguan pasokan minyak global.
Sentimen pasar memburuk setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa Amerika Serikat akan menyerang infrastruktur Iran apabila Teheran melakukan serangan terhadap kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz. Di sisi lain, Iran mengancam akan melakukan pembalasan dengan menargetkan aset-aset energi yang memiliki keterkaitan dengan Amerika Serikat di kawasan tersebut. Ancaman saling balas ini meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan salah satu jalur distribusi minyak paling penting di dunia.
Risiko terhadap pasokan energi semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran melancarkan serangan menggunakan rudal dan drone terhadap dua kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah. Insiden ini merupakan serangan langsung pertama terhadap kapal tanker di jalur pelayaran tersebut dan memunculkan kekhawatiran bahwa tidak hanya Selat Hormuz, tetapi juga Laut Merah sebagai jalur alternatif ekspor minyak Arab Saudi, berpotensi mengalami gangguan. Kondisi tersebut memperbesar risiko terganggunya arus distribusi minyak dunia dan mendorong harga minyak terus menguat.
Di saat yang sama, operasi militer Amerika Serikat terhadap target-target Iran telah memasuki hari ke-12 secara berturut-turut, sementara Washington maupun Teheran masih memberikan sinyal minim mengenai peluang tercapainya perundingan damai dalam waktu dekat. Berlanjutnya ketidakpastian geopolitik tersebut membuat premi risiko di pasar energi tetap tinggi, sehingga menopang penguatan harga minyak di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keseimbangan pasokan global.
Pivot: 84,53
R1 88,61 S1 84,53
R2 91,43 S2 83,09
R3 93,58 S3 81,22
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Rabu, 22 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah Emas dengan Price Action Jelang Data Jobless Claims AS
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 23 Juli 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
