Market Summary
Peluang trading AUD/USD pasca data CPI Australia menjadi perhatian pasar setelah rilis data inflasi Australia yang memberikan sinyal beragam. Meskipun inflasi inti menunjukkan kenaikan, pasangan mata uang AUD/USD justru melanjutkan pelemahan untuk hari ketiga berturut-turut dan menyentuh level terendah sejak awal April. Tekanan utama datang dari penguatan dolar AS yang didukung oleh ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa bulan mendatang.
Pasangan AUD/USD sempat menguat ke area 0,6920 pada sesi Asia, namun gagal mempertahankan momentum kenaikan. Setelah itu, harga kembali bergerak turun menuju area 0,6900. Pelaku pasar kini menunggu apakah level psikologis tersebut dapat ditembus secara meyakinkan untuk membuka peluang pelemahan yang lebih dalam.
Data CPI Australia Berikan Sinyal Campuran
Data terbaru dari Australian Bureau of Statistics menunjukkan bahwa Indeks Harga Konsumen (CPI) Australia turun 0,7% pada Mei. Secara tahunan, inflasi utama melambat dari 4,2% menjadi 4,0%, sekaligus menjadi laju kenaikan harga paling lambat dalam tiga bulan terakhir.
Di sisi lain, inflasi inti yang tercermin dalam trimmed mean CPI justru naik 0,4% pada Mei. Kenaikan tersebut mendorong tingkat inflasi inti tahunan menjadi 3,6%. Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan harga domestik masih cukup kuat meskipun inflasi utama mengalami perlambatan.
Bank Sentral Australia atau Reserve Bank of Australia (RBA) sebelumnya menegaskan bahwa mereka siap kembali memperketat kebijakan moneter apabila inflasi tetap berada di atas target 2%-3%. Bahkan, pasar masih memperkirakan adanya tambahan kenaikan suku bunga sekitar 15 basis poin hingga akhir tahun.
Namun, dukungan dari prospek kebijakan RBA tersebut belum mampu mengangkat nilai tukar dolar Australia secara signifikan.
Dolar AS Menguat Berkat Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Fed
Faktor yang lebih dominan saat ini berasal dari Amerika Serikat. Indeks dolar AS bertahan di sekitar level 101,4 dan mencapai posisi tertinggi dalam lebih dari satu tahun. Penguatan tersebut terjadi setelah sejumlah pejabat Federal Reserve kembali menunjukkan sikap hawkish terhadap prospek kebijakan moneter.
Dalam pertemuan terakhir, The Fed mempertahankan suku bunga acuan, namun memberi sinyal bahwa peluang kenaikan suku bunga tambahan masih terbuka. Dari 19 anggota komite kebijakan, sembilan anggota menilai kenaikan suku bunga masih diperlukan untuk mengendalikan inflasi yang tetap tinggi.
Ketua Fed, Kevin Warsh, juga menegaskan komitmennya untuk mengembalikan stabilitas harga. Pernyataan tersebut mendorong pasar meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga pada September. Probabilitas kenaikan suku bunga pada bulan tersebut kini diperkirakan mencapai sekitar 70%, meningkat tajam dibandingkan 29,1% sepekan sebelumnya.
Selain itu, aksi jual saham sektor teknologi di Wall Street meningkatkan permintaan terhadap aset safe haven, termasuk dolar AS. Kondisi tersebut semakin memperkuat posisi greenback terhadap mayoritas mata uang utama.
Fokus Pasar Beralih ke Data Inflasi PCE AS
Investor kini menantikan rilis data Personal Consumption Expenditures (PCE), yang merupakan indikator inflasi pilihan Federal Reserve. Data tersebut berpotensi memberikan petunjuk baru mengenai arah kebijakan suku bunga AS dalam beberapa bulan ke depan.
Jika inflasi PCE kembali menunjukkan tekanan harga yang kuat, ekspektasi kenaikan suku bunga Fed dapat semakin meningkat. Skenario tersebut berpotensi mendorong dolar AS menguat lebih lanjut dan menambah tekanan terhadap AUD/USD.
Sementara itu, perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran turut menjadi perhatian pasar. Kemajuan pembicaraan tersebut membantu memperlancar aktivitas pelayaran di Selat Hormuz dan mengurangi tekanan pada pasar energi global. Kondisi itu berpotensi membantu menekan inflasi global, meskipun pengaruhnya terhadap pergerakan jangka pendek AUD/USD masih relatif terbatas.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 0.6940. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan target support terdekat di 0.6880. Jika support ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 0.6860 dan 0.6840.
Sebagai skenario alternatif, apabila AUD/USD mampu menembus dan bertahan di atas level 0.6940, momentum kenaikan berpotensi menguat dengan target pengujian area resistance di 0.6960, kemudian 0.6980.
Resistance 1: 0.6940 Resistance 2: 0.6960 Resistance 3: 0.6980
Support1: 0.6880 Support 2: 0.6860 Support 3: 0.6840
Baca juga: Peluang Trading GBP/USD di Tengah Kisruh Politik Inggris
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
