Market Summary
Peluang Trading Emas Jelang Data CPI AS kembali menarik perhatian pasar pada Rabu. Harga emas bertahan di sekitar US$4.400 per troy ounce. Investor kini menunggu data inflasi Amerika Serikat untuk membaca arah kebijakan suku bunga Federal Reserve.
Pada pukul 03.22 ET, XAU/USD naik 0,7% ke US$4.400,02 per ounce. Kontrak emas berjangka juga menguat 0,4% menjadi US$4.459,30. Pergerakan ini menunjukkan investor masih menjaga minat terhadap emas meski pasar menghadapi sejumlah risiko.
Ketidakpastian Selat Hormuz Menopang Emas
Situasi di Selat Hormuz turut memengaruhi sentimen pasar. Investor masih menilai peluang pembukaan kembali jalur pelayaran tersebut. Menteri Pertahanan Pakistan menyebut Washington dan Teheran mendekati kesepakatan. Pembicaraan Oman dan Iran juga memberi sinyal bahwa jalur diplomasi masih berjalan.
Namun, Iran menyatakan Selat Hormuz tetap tertutup sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah tuntutan. Kondisi ini membuat pasar energi tetap volatil.
Serangan terhadap pelayaran di Selat Hormuz dan Bab el-Mandeb juga menambah risiko. Harga energi yang tinggi dapat memperbesar tekanan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi membuat Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Situasi itu menjadi faktor penting bagi emas. Suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil seperti emas.
China Terus Menambah Cadangan Emas
Permintaan dari China turut memberikan dukungan bagi emas. Bank Sentral China (PBOC) meningkatkan cadangan emas selama 21 bulan berturut-turut pada Juli.
PBOC menambah sekitar 640.000 troy ounce sehingga total cadangan emas mencapai 76,08 juta ounce. ETF berbasis emas di China juga terus menarik minat pembeli.
Akumulasi tersebut memperkuat gambaran bahwa permintaan institusional masih menjadi penopang harga emas. Faktor ini dapat membantu emas menghadapi tekanan dari perubahan ekspektasi suku bunga AS.
Data CPI AS Jadi Penentu Arah Harga Emas
Biro Statistik Tenaga Kerja AS (BLS) akan merilis data CPI Juli pada Rabu. Pasar memperkirakan inflasi konsumen akan sedikit melandai setelah penurunan inflasi pada Juni.
CPI bulanan diperkirakan naik 0,1%, setelah turun 0,4% pada Juni. Secara tahunan, CPI diproyeksikan turun menjadi 3,4% dari 3,5%.
Core CPI, yang tidak memasukkan harga pangan dan energi, diperkirakan naik 0,2% secara bulanan. Secara tahunan, core CPI diperkirakan mencapai 2,5%. Jika CPI berada di bawah ekspektasi, tekanan terhadap Federal Reserve dapat berkurang. Kondisi tersebut dapat memperkuat peluang pelonggaran kebijakan dan mendukung harga emas.
Sebaliknya, data inflasi yang lebih tinggi dapat mendorong pasar memperkirakan kebijakan suku bunga lebih ketat. Skenario itu berpotensi membatasi kenaikan emas.
Strategi Trading Emas Menjelang CPI
Peluang Trading Emas Jelang Data CPI AS sangat bergantung pada hasil data dan respons pasar terhadap kebijakan Federal Reserve. Trader sebaiknya tidak hanya melihat angka headline CPI, tetapi juga mencermati core CPI.
CPI yang lebih rendah dari perkiraan dapat memberikan momentum positif bagi emas. Dalam skenario tersebut, trader dapat memantau kemampuan harga menembus US$4.460 dan kemudian US$4.495.
Sebaliknya, CPI yang lebih tinggi dapat memperkuat dolar AS dan menekan emas. Trader dapat memperhatikan apakah harga gagal melewati resistance atau justru mengalami koreksi setelah rilis data.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan harga emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.348. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance di 4.438, 4.462, dan 4.485.
Namun, jika harga menembus ke bawah level 4.348, skenario bullish berpotensi melemah. Kondisi tersebut dapat memicu koreksi lebih lanjut menuju area support 4.309 hingga 4.285.
Resistance 4.438 Resistance 2: 4.462 Resistance 3: 4.485
Support1: 4.348 Support 2: 4.309 Support 3: 4.285
Baca juga: Peluang Trading AUD/USD Pasca RBA Meeting
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
