Download TPFx Mobile Available On

Market Highlights (22/10/2026)

by Annan Firsta

FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH

AUDUSD

Opportunity: Bullish  Range        0,70200 – 0,70700

Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Dollar AS masih berusaha bertahan di level tertingginya. Saat ini Dollar Australia memperpanjang reli ke level tertinggi lebih dari tiga minggu karena komentar yang agresif dari seorang pejabat tinggi bank sentral meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga lainnya. Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser mengatakan kebijakan moneter yang lebih ketat membuahkan hasil, tetapi memperingatkan bahwa prospek inflasi tetap “jauh lebih buruk” sebagian karena harga minyak yang tinggi. Hauser menekankan perlunya menstabilkan ekspektasi inflasi menjelang pertemuan kebijakan RBA pada 3 November, di mana para pembuat kebijakan akan mempertimbangkan apakah akan menaikkan suku bunga untuk kelima kalinya tahun ini. Saat ini, pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada bulan November sebesar 44%, naik dari 30% pada awal pekan, sementara probabilitas kenaikan pada bulan Desember telah meningkat menjadi 64%. Fokus sekarang beralih ke data inflasi kuartal ketiga yang akan dirilis minggu depan, dengan inflasi inti diperkirakan naik 1,0% secara kuartalan, naik dari 0,9% sebelumnya. Inflasi inti tahunan juga diproyeksikan tetap di 3,5%, jauh di atas kisaran target RBA sebesar 2%-3%.

Pivot : 0,70201

R1 : 0,70429      S1 : 0,70049

R2 : 0,70581      S2 : 0,69821

R3 : 0,70809      S3 : 0,69669


USDJPY

Opportunity: Bullish  Range       158,100 – 158,600

Bias pergerakan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS masih bertahan pada range terbatas, bahkan cenderung melemah. Kondisi Yen saat ini tetap dalam kisaran sempit karena para pelaku pasar menilai data yang menunjukkan bahwa ekspor meningkat kurang dari yang diharapkan pada bulan September dan mencatatkan pertumbuhan paling lambat sejak April. Meskipun demikian, ekspor memperpanjang pertumbuhan mereka hingga 13 bulan berturut-turut, didukung oleh permintaan yang kuat untuk semikonduktor dan produk terkait AI. Dari sisi kebijakan moneter, Bank Sentral Jepang secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu depan sebelum menerapkan kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Awal pekan ini, Gubernur Kazuo Ueda mencatat bahwa inflasi inti mendekati target bank sentral sebesar 2%, memperkuat ekspektasi akan sikap kebijakan yang lebih ketat. Namun, yen tetap berada di bawah tekanan dari perdagangan carry trade yang terus-menerus, karena suku bunga Jepang yang relatif rendah terus membebani daya tariknya. Pendekatan bertahap BOJ terhadap pengetatan moneter juga dianggap tidak cukup untuk menutup kesenjangan suku bunga dengan ekonomi utama lainnya.

Pivot : 158,115

R1 : 158,398     S1 : 157,847   

R2 : 158,666     S2 : 157,564

R3 : 158,949      S3 : 157,296


GBPUSD

Opportunity  : Bullish menuju  :  1.325 –  1.3448

Pounds kembali menguat, bergerak reli di kisaran tertinggi  dalam satu bulan pada perdagangan mata-uang hari Rabu kemarin setelah data inflasi Inggris terbaru lebih tinggi dari perkiraan. Inflasi Inggris naik menjadi 3,5% pada bulan September, level tertinggi sejak Oktober 2025 yang melampaui prakiraan sebesar 3,4%, yang terutama didorong oleh harga bahan bakar kendaraan. Inflasi inti dan inflasi sektor jasa juga tercatat di atas ekspektasi. Sementara itu, pinjaman bersih sektor publik mencapai £24,5 miliar, lebih tinggi dari perkiraan, menjelang pengumuman anggaran pekan depan. Data-data ini muncul di tengah tanda-tanda ekonomi yang tangguh, termasuk penurunan tingkat pengangguran yang tidak terduga, pertumbuhan PDB sebesar 0,1% pada bulan Agustus, serta defisit perdagangan yang menyempit. Data ini memperkuat ekspektasi bahwa Bank of England akan menaikkan suku bunga bulan depan. Disisi lain pergerakan U.S Dollar masih terbatas pada Rabu kemarin, setelah gagal membalikkan koreksi mingguan. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan menahan posisi menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pasar valuta asing bergerak tanpa arah yang jelas. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini didukung data ekonomi Inggris yang solid.

Open  : 1.3389         Pivot  1.3387

R1  : 1.3409              S1  : 1.3370

R2  : 1.3425              S2  : 1.3248

R3  : 1.3448              S3  : 1.3332


EURUSD

Opportunity  : Bullish menuju  1.1255 – 1.1270

Euro sedikit melemah dan mendekati area 1,1200 pada perdagangan Rabu kemarin. Minimnya katalis membuat Euro kesulitan menentukan arah. Disisi lain pergerakan US Dollar masih terbatas pada perdagangan Rabu kemarin, setelah gagal membalikkan koreksi mingguan. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan menahan posisi menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pasar valuta asing bergerak tanpa arah yang jelas. Indeks Dollar AS (DXY) bergerak dalam kisaran 101,60–101,80, bergantian mencatatkan kenaikan dan penurunan. Investor kini menantikan data klaim pengangguran mingguan AS dan CB Leading Index untuk mencari petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat. Investor selanjutnya menantikan data awal kepercayaan konsumen zona euro serta pidato anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), Fabio Panetta. Pergerakan mata-uang Euro masih dibatasi oleh adanya konflik politik Perancis yang belum kondusif. Euro masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini namun terbatas.

Open  : 1.1230 Pivot  : 1.1228

R1  : 1.1244      S1  : 1.1217

R2  : 1.1255     S2  : 1.1202

R3  : 1.1270     S3  : 1.1190


USDCHF

Opportunity  : Bearish menuju  :  0.8220  –  0.8204

Swiss Franc bergerak sideway pada perdagangan Rabu kemarin. Pasangan mata-uang USD/CHF bergerak datar dan ditutup sedikit lebih tinggi. Swiss Franc yang bergantung dari pergerakan mata-uang U.S Dollar tidak mampu melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya. Pergerakan U.S Dollar masih terbatas pada Rabu, 21 Oktober 2026, setelah gagal membalikkan koreksi mingguan. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan menahan posisi menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pasar valuta asing bergerak tanpa arah yang jelas. Indeks Dollar AS (DXY) bergerak dalam kisaran 101,60–101,80, bergantian mencatatkan kenaikan dan penurunan. Investor kini menantikan data klaim pengangguran mingguan AS dan CB Leading Index untuk mencari petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat. CHF berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini apabila data Klaim pengangguran AS kembali meningkat, dan berlaku sebaliknya.

Open  : 0.8235      Pivot  : 0.8247

R1  : 0.8260          S1  : 0.8232

R2  : 0.8275          S2  : 0.8220

R3  : 0.8287          S3  : 0.8204


DXY

Opportunity: Bearish  Range    101,600 –  101,300

Nasib mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya masih berada pada pergerakan yang stabil dan di range terbatas. Kondisi Dollar AS tersebut terlihat pada Indeks Dollar (DXY) yang tetap berada di level 101,6xx. Namun demikian Dollar AS tetap berusaha bangkit setelah mencapai level terendah tiga minggu pada sesi sebelumnya, menemukan dukungan karena kenaikan harga minyak meningkatkan kekhawatiran inflasi dan memperkuat permintaan aset aman (safe-haven) untuk dolar AS. Harga minyak kembali melanjutkan tren kenaikannya setelah seorang diplomat membantah laporan bahwa kesepakatan untuk mengakhiri konflik AS-Iran sudah dekat, sambil menegaskan bahwa negosiasi masih berlangsung. Sementara itu, Bank Sentral AS (Federal Reserve) secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah minggu depan, dengan pasar mengantisipasi potensi kenaikan suku bunga pada bulan Desember. Di tempat lain, yen diperdagangkan dalam kisaran sempit karena Bank Sentral Jepang diperkirakan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya minggu depan sebelum menaikkannya pada bulan Desember. Euro juga stabil setelah melemah di awal pekan menyusul protes kekerasan di Prancis dan negara-negara Eropa lainnya, meskipun kerusuhan yang meluas telah mereda.

Pivot : 101,722

R1 :   101,807     S1 :  101,606 

R2 :   101,923     S2 :  101,521

R3 :   102,008     S3 :  101,405


INDICES ZONE BY FEDI

NIKKEI

Opportunity: Bullish ke area 67,031

Indeks Nikkei 225 turun 0,4% menjadi sekitar 64.350 pada hari Kamis, mengembalikan sebagian keuntungan sesi sebelumnya karena reli teknologi baru-baru ini, yang didukung oleh pendapatan yang kuat dan optimisme baru seputar kecerdasan buatan, mulai kehilangan momentum. Saham Jepang juga mengikuti penurunan indeks berjangka saham AS setelah perusahaan-perusahaan besar Wall Street memberikan hasil yang beragam. Investor terus menilai apakah investasi AI yang substansial pada akhirnya akan menghasilkan pendapatan yang cukup. Sementara itu, kenaikan harga minyak menyusul serangan mematikan di ladang minyak Saudi menambah kekhawatiran tentang gangguan pasokan dan inflasi. Jepang tetap sangat rentan terhadap ketidakstabilan di Timur Tengah karena ketergantungannya yang besar pada impor minyak dari kawasan tersebut. Saham teknologi sebagian besar diperdagangkan lebih rendah, dengan kerugian yang signifikan dari Kioxia Holdings (-0,9%), Tokyo Electron (-3,7%), SoftBank Group (-0,7%), Ibiden Co (-2,6%), dan Fujikura (-2,8%).

Pivot : 65,887

R1 : 66,893      S1 : 65,303

R2 : 67,477      S2 : 64,297

R3 : 68,483     S3 : 63,713


HANGSENG

Opportunity: Bearish ke 25,217

Indeks Hang Seng turun 0,9%, atau 216 poin, dan ditutup pada 23.652 pada hari Rabu, menandai level terendahnya sejak Juli 2026 karena pelemahan saham teknologi dan baterai mengimbangi membaiknya sentimen global. Tekanan jual meningkat setelah CATL anjlok sekitar 10% menyusul pertumbuhan laba kuartal ketiga yang lebih lambat di tengah persaingan ketat dan penjualan mobil China yang lebih lemah. Saham teknologi tetap berada di bawah tekanan di tengah kekhawatiran atas pengembalian investasi AI yang besar dan biaya pembiayaan yang tinggi, meskipun optimisme baru muncul atas permintaan server AI setelah prospek pendapatan Super Micro Computer yang membaik. Sementara itu, investor mempertimbangkan prospek ekonomi China dan prospek dukungan kebijakan lebih lanjut, sementara pendapatan perusahaan dan ekspektasi suku bunga AS tetap menjadi fokus. Penurunan signifikan lainnya termasuk Pop Mart (-5,7%), Semiconductor Manufacturing International Corporation (-2,3%), dan Tencent (-3,8%), sementara Lenovo (+2,9%) dan Z.AI Co. (+2,0%) memberikan dukungan.

Pivot : 24,408

R1 : 24,558    S1 : 24,120

R2 : 24,846    S2 : 23,970

R3 : 24,996    S3 : 23,682


NASDAQ

Opportunity: Buy Limit: 30,560| SL: 30,400 | TP: 30,720

Kontrak berjangka saham AS sedikit turun pada hari Kamis karena investor menilai laporan pendapatan terbaru dari perusahaan teknologi besar Tesla dan Meta Platforms. Reli yang didorong oleh sektor teknologi pada hari Rabu, yang dipicu oleh hasil perusahaan yang kuat yang memperkuat optimisme seputar kecerdasan buatan, juga kehilangan momentum. Kontrak berjangka Nasdaq 100 dan S&P 500 masing-masing turun 0,6% dan 0,4%, sementara kontrak berjangka Dow turun 0,3%. Dalam perdagangan setelah jam kerja, saham Tesla turun lebih dari 3% meskipun melampaui ekspektasi pendapatan dan laba, sementara Meta naik lebih dari 2% setelah melaporkan pendapatan kuartal ketiga yang lebih kuat dari perkiraan dan mengeluarkan prospek positif untuk kuartal saat ini. Selama sesi reguler hari Rabu, Nasdaq Composite naik 1,05%, didukung oleh hasil yang menggembirakan dari SpaceX dan Super Micro Computer yang memperbarui kepercayaan pada permintaan AI. Investor sekarang mengalihkan perhatian mereka ke rilis pendapatan hari Kamis dari perusahaan termasuk P&G, Western Digital, dan Lockheed Martin.

Pivot : 30,917.92

R1 : 31,166.33      S1 : 30,771.33

R2 : 31,312.92      S2 : 30,522.92 

R3 : 31,561.33      S3 : 30,376.33



COMMODITY ZONE BY NITRA

Gold

Opportunity: Cenderung netral dengan tekanan bearish selama tertahan di bawah kisaran 4.155–4.170.

Pergerakan emas (XAUUSD) pada perdagangan 21 Oktober 2026 berhasil rebound tipis ke level 4.133,54 atau menguat 0,30%, sekaligus memutus tren pelemahan tiga hari beruntun dari area 4.170. Meski pembeli sukses menahan harga di atas zona psikologis 4.100, laju kenaikan masih relatif terbatas di bawah resistensi 4.150. Indikator teknikal seperti SMA20, SMA10, RSI14 di angka 43,1, serta indikator MACD dan kurva EMA menunjukkan bahwa tekanan turun masih cukup dominan. Dalam lanskap yang lebih luas, emas praktis mengindikasikan fase konsolidasi pada rentang 4.070 hingga 4.220 selama sepuluh hari terakhir.

Fokus utama pasar pada perdagangan 22 Oktober 2026 tertuju pada arah kebijakan moneter Bank Sentral AS. Berdasarkan CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 bps pada rapat FOMC mendatang berada di kisaran 16%. Sinyal jeda pengetatan dari Ketua The Fed Kevin Warsh dinilai belum sepenuhnya menutup peluang kenaikan suku bunga lanjutan mengingat angka inflasi yang masih tinggi. Situasi ini diperkuat oleh harga minyak Brent yang bertahan tinggi di sekitar level 109 serta rilis data inflasi Inggris yang lebih panas dari perkiraan. Kondisi imbal hasil riil yang terangkat tersebut pada akhirnya menekan daya tarik emas, mengungguli imbas permintaan aset aman (safe haven) akibat eskalasi konflik di Selat Hormuz. Untuk agenda hari ini, pergerakan emas diprediksi cenderung terbatas menanti rilis data klaim pengangguran AS menjelang keputusan FOMC.

Pivot : 4.126,77

R1 4.148,70   R2 4.163,87    R3 4.185,80

S1 4.111,60   S2 4.089,677   S3  4.074,50


Oil

Opportunity : Cenderung  bullish selama harga mampu bertahan di atas level pivot 98,10 

Minyak mentah WTI (CLSK) ditutup melemah tipis 0,36% ke level 97,65 setelah sempat menyentuh rekor tertinggi harian di 100,36. Pembentukan bayangan atas yang panjang pada grafik harian mengindikasikan tingginya tekanan jual di atas level psikologis 100. Meski demikian, tren jangka pendek minyak masih berada dalam jalur bullish karena harganya bertahan di atas garis SMA5, SMA10, SMA20, dan SMA50. Tingkat volatilitas diperkirakan tetap tinggi dengan area 100–102 sebagai resistensi terdekat sebelum menuju puncaknya di area 106,67.

Dari sisi fundamental, dinamika pasar minyak masih sepenuhnya disetir oleh ketegangan geopolitik AS-Iran di Selat Hormuz serta gangguan fasilitas energi di Laut Merah. Penegasan penutupan jalur logistik vital tersebut mengabaikan rumor kesepakatan damai yang sempat beredar di pasar. Di saat yang sama, rilis data persediaan minyak mentah AS dari EIA mencatatkan penurunan sebesar 3,1 juta barel atau 3% di bawah rata-rata lima tahunan, yang mencerminkan ketatnya pasokan fisik di pasar. Namun, mengingat posisi pasar yang sudah berada di titik long maksimal, harga minyak menjadi sangat rentan terhadap aksi profit taking secara mendadak.

Pivot: 98,10

R1 99,91     S1 95,85

R2 102,16    S2 94,04

R3  103,97    S3 91,79


DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 22 Oktober 2026)

Halo, Sobat Trader…

Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:

Menganalisis Pergerakan Emas Melalui Order Block saat Rilis US Jobless Claims

Catat jam dan waktunya ya!

  Kamis, 22 Oktober 2026 
  13.00 WIB
  Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia

Silakan klik link di sini untuk join:

YouTube & Zoom

You may also like

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures

Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id

Call Center: 
(+62) 21 252 75 77

Pengaduan

Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA

 

Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.

 

Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi

Alamat

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220

Hubungi Kami

Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)

WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77

Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.

Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.

Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy