Pergerakan Dolar AS Menunggu Katalis Baru
Pergerakan dolar AS masih terbatas pada Kamis, 22 Oktober 2026, setelah gagal membalikkan koreksi mingguan. Pelaku pasar terus mencermati perkembangan geopolitik dan menahan posisi menjelang keputusan kebijakan Federal Reserve (The Fed). Kondisi ini membuat pasar valuta asing bergerak tanpa arah yang jelas.
Indeks dolar AS (DXY) bergerak dalam kisaran 101,60–101,80, bergantian mencatatkan kenaikan dan penurunan. Investor kini menantikan data klaim pengangguran mingguan AS dan CB Leading Index untuk mencari petunjuk baru mengenai kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Pasar Valuta Asing Bergerak Beragam
Pasangan EUR/USD sedikit melemah dan mendekati area 1,1200. Minimnya katalis membuat euro kesulitan menentukan arah. Investor selanjutnya menantikan data awal kepercayaan konsumen zona euro serta pidato anggota Dewan Eksekutif Bank Sentral Eropa (ECB), Fabio Panetta.
Sebaliknya, GBP/USD melanjutkan kenaikan dari Selasa dan sempat menembus level 1,3400. Pasar akan mencermati Indeks Optimisme Bisnis CBI dan data pesanan industri CBI Inggris untuk menilai prospek aktivitas ekonomi.
USD/JPY kembali tertekan dan turun ke bawah level 158,00, melanjutkan pelemahan pada sesi sebelumnya. Data investasi obligasi asing mingguan Jepang menjadi salah satu agenda yang akan diperhatikan pelaku pasar.
Sementara itu, AUD/USD mencatatkan kenaikan selama empat hari berturut-turut dan mempertahankan posisinya di atas 0,7000. Investor menantikan data awal indeks PMI manufaktur dan jasa S&P Global Australia yang dijadwalkan rilis pada 23 Oktober.
Harga Minyak Turun, Emas Kembali Menguat
Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) kembali menghadapi tekanan jual dan bergerak mendekati US$96 per barel. Harapan tercapainya penyelesaian diplomatik atas konflik Amerika Serikat dan Iran masih membayangi pergerakan harga minyak. Prospek meredanya ketegangan berpotensi mengurangi kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.
Di sisi lain, harga emas kembali menguat dan menguji level US$4.150 per troy ounce. Kenaikan ini mengikuti pelemahan tipis dolar AS serta pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS yang bervariasi di berbagai tenor. Kombinasi tersebut memberi ruang bagi emas untuk memulihkan sebagian penurunan sebelumnya.
Wall Street Menguat Berkat Optimisme AI
Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu. Indeks S&P 500 naik 0,6%, Nasdaq menguat 1,1%, sedangkan Dow Jones bertambah 360 poin. Optimisme terhadap permintaan kecerdasan buatan (AI) kembali tumbuh setelah SpaceX dan Super Micro Computer menyampaikan perkembangan bisnis yang positif.
Saham SpaceX melonjak 7,8% setelah Elon Musk menyebut merger dengan Tesla sebagai gagasan yang baik. Perusahaan tersebut juga melaporkan laba pertamanya sejak menjadi perusahaan publik. Saham Tesla ikut naik 3,4%. Saham perusahaan antariksa lainnya juga menguat, termasuk Rocket Lab sebesar 5,4%, Planet Labs 2,3%, dan Intuitive Machines 3,5%.
Super Micro Computer melesat 9,5% setelah menyampaikan proyeksi kinerja kuartalan yang kuat. Sentimen positif tersebut turut mengangkat saham Hewlett Packard Enterprise (HPE) sebesar 3,7% dan Dell sebesar 5,3%. Di sektor semikonduktor, Nvidia naik 2,5%, Intel menguat 1,3%, dan AMD bertambah 3,4%.
Namun, tidak semua saham mencatatkan kenaikan. Netflix turun 5,3% setelah memberikan proyeksi laba kuartal keempat di bawah ekspektasi pasar. Penurunan itu terjadi beberapa hari setelah perusahaan mengumumkan pengurangan tenaga kerja. AT&T juga merosot 6,4% meskipun membukukan hasil yang melampaui estimasi laba, sedangkan Elevance Health turun 1,4% walaupun menaikkan proyeksi laba untuk 2026.
Fokus Pasar Tertuju pada Data Ekonomi AS
Dalam waktu dekat, pelaku pasar akan mencermati klaim pengangguran mingguan dan CB Leading Index untuk memperoleh gambaran lebih jelas mengenai arah ekonomi AS. Data tersebut dapat memengaruhi ekspektasi terhadap kebijakan The Fed dan pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Secara keseluruhan, pergerakan dolar AS masih mencari arah di tengah minimnya katalis dan ketidakpastian geopolitik. Sementara itu, penguatan Wall Street menunjukkan bahwa optimisme terhadap prospek AI masih menopang sejumlah saham teknologi. Pergerakan berikutnya di pasar keuangan akan bergantung pada perkembangan data ekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, dan situasi geopolitik.
Prospek Harga Emas Kamis | 22 Oktober 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih cenderung bearish setelah membentuk tren penurunan sejak akhir Agustus. Saat ini, harga bergerak sideways di area 4.066–4.220, dengan resistance terdekat di 4.155 dan 4.200. Jika mampu menembus 4.200, harga berpeluang naik menuju 4.244. Namun, jika kembali tertahan di area 4.155 dan turun menembus support 4.106, harga berpotensi melemah menuju 4.066.
RSI berada di 46,57, masih di bawah level 50, sehingga momentum bearish belum sepenuhnya hilang meskipun indikator tersebut mulai menunjukkan kecenderungan naik. Selama harga belum menembus resistance 4.155 – 4.200, pergerakan emas masih berisiko melanjutkan konsolidasi dengan bias bearish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.155 R2 4.200 R3 4.244
S1 4.106 S2 4.066 S3 4.020
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.110 |
| Profit Target Level | 4.155 |
| Stop Loss Level | 4.060 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.150 |
| Profit Target Level | 4.110 |
| Stop Loss Level | 4.205 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 22 Oktober 2026
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih menunjukkan tren bullish setelah berhasil menembus resistance 93,82, 95,25, dan 96,72, yang kini menjadi area support. Harga bergerak sideways di kisaran 96,72–99,29 setelah kenaikan sebelumnya, dengan posisi masih di atas SMA 50. Jika mampu bertahan di atas 96,72 dan menembus resistance 99,29, harga berpeluang naik menuju 100,49–101,56, yang juga merupakan area gap.
Namun, jika gagal menembus 99,29 dan turun di bawah 96,72, US Oil berpotensi terkoreksi menuju 95,25. RSI berada di 53,18, menunjukkan momentum bullish masih terjaga meskipun belum terlalu kuat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 99,29 R2 100,49 R3 101,56
S1 96,72 S2 95,25 S3 93,82
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 96,75 |
| Profit Target Level | 99,00 |
| Stop Loss Level | 95,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 99,25 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 100,50 |
Baca analisa sebelumnya: Dolar AS Tertekan, Pasar Pantau Negosiasi AS-Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
