Market Summary
Peluang trading GBP/USD jelang rilis data PPI AS menguat pada Kamis, dengan sterling menembus level $1.36 — tertinggi lima minggu. Kenaikan ini didukung data ekonomi Inggris yang lebih baik dari perkiraan serta melemahnya dolar AS akibat meningkatnya ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve pada September.
Data GDP Inggris Dorong Optimisme Pasar
Produk domestik bruto (PDB) Inggris tumbuh 0.3% secara kuartalan (qoq) pada kuartal kedua 2025, melampaui proyeksi 0.1% meskipun melambat dari pertumbuhan 0.7% di kuartal pertama. Pertumbuhan ini ditopang oleh sektor jasa yang naik 0.4%, khususnya layanan pemrograman komputer dan konsultasi yang melonjak 4.1%. Sektor konstruksi juga mencatat kenaikan 1.2%, sementara produksi turun 0.3% akibat pelemahan di utilitas dan pertambangan.
Secara tahunan, ekonomi Inggris tumbuh 1.2%. Data bulan Juni juga mengejutkan dengan pertumbuhan 0.4% — di atas ekspektasi — sehingga menurunkan peluang pemangkasan suku bunga tambahan oleh Bank of England dalam waktu dekat.
Pasar Tenaga Kerja Inggris Tetap Solid
Data ketenagakerjaan menunjukkan penurunan payroll hanya 8.000 pada Juli, lebih baik dibanding perkiraan penurunan 20.000. Tingkat pengangguran stabil di 4.7%, sementara pertumbuhan upah sektor swasta sedikit melambat ke 4.8%. Kondisi ini menambah alasan bagi BoE untuk mempertahankan sikap kebijakan yang lebih hati-hati setelah keputusan tipis 5-4 pekan lalu untuk memangkas suku bunga 25 bps.
Dollar AS di Tekanan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Dollar AS sempat menguat tipis terhadap mayoritas mata uang utama, namun tetap berada dekat posisi terendah beberapa minggu terakhir. Tekanan terhadap greenback terutama berasal dari meningkatnya keyakinan pasar bahwa The Fed akan memulai siklus pemangkasan suku bunga pada pertemuan 17 September.
Pasar obligasi AS sudah memperhitungkan kemungkinan serangkaian pemangkasan suku bunga hingga akhir tahun, seiring tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja AS. Dukungan terhadap langkah pelonggaran juga datang dari komentar pejabat tinggi pemerintah yang menyarankan agar The Fed memulai pemangkasan lebih agresif, meski sebagian pelaku pasar masih menilai skenario pemangkasan 50 bps sebagai opsi yang kecil kemungkinannya.
Fokus Pasar ke Data PPI dan Jobless Claims AS
Pergerakan GBP/USD selanjutnya akan sangat dipengaruhi oleh rilis data inflasi produsen (PPI) AS untuk Juli. Data klaim pengangguran mingguan (Jobless Claims) juga akan menjadi fokus dalam sesi perdagangan berikutnya. Jika PPI lebih lemah dari perkiraan dan klaim pengangguran meningkat, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dapat menguat. Kondisi ini berpotensi menekan dolar AS dan memberi peluang bagi GBP/USD untuk melanjutkan tren bullish.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD berpotensi bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.3590. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan terbuka untuk menguji area support di 1.3550 hingga 1.3490.
Sebaliknya, jika harga menembus ke atas 1.3590, maka potensi pergerakan naik dapat terjadi menuju area resistance di 1.3610 hingga 1.3635.
Resistance 1: 1.1.3590 Resistance 2: 1.3610 Resistance 3: 1.3635
Support1: 1.3555 Support 2: 1.3520 Support 3: 1.1.3490
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas terlihat harga saat ini bergerak sideways , menandakan fase konsolidasi setelah tekanan jual sebelumnya. Posisi harga masih berada di bawah SMA 50, sehingga bias jangka menengah cenderung lemah. Area supply terdekat berada di kisaran 3.370 –3.380, dan selama zona ini belum berhasil ditembus, potensi kenaikan masih terbatas. Jika breakout ke atas 3,380, target berikutnya mengarah ke 3.405.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak di bawah SMA 50 dengan kecenderungan tren menurun. RSI berada di kisaran 39.22, menunjukkan momentum bearish yang masih dominan meskipun ada peluang teknikal rebound jangka pendek. Area resistance terdekat berada di 64,56, diikuti 65,44 dan 66,69.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berpeluang melanjutkan tren bullish, dengan level pivot di 1.1685. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka, dengan target awal di resistance 1.1730. Jika resistance ini berhasil ditembus, penguatan dapat berlanjut menuju area 1.1760–1.1785.
Pergerakan emas di time frame H4 saat ini terlihat harga bergerak mendekati area resistance 3.358 yang berdekatan dengan SMA50, setelah mengalami rebound dari area 3.337–3.330. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 3.358, risiko pembalikan turun menuju kembali area support 3.337–3.330 tetap ada, bahkan bisa berlanjut ke 3.315 jika tekanan jual menguat.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terus menurun. Saat ini harga berada di dekat support 62,18 setelah gagal bertahan di atas 64,56. Kenaikan sebelumnya juga tertahan oleh SMA 50 yang melandai ke bawah.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa harga emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 3.365. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target awal di support 3.340. Jika support ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 3.322 hingga 3.302.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga telah menembus tren naik jangka pendek dan kini bergerak di bawah SMA 50, menandakan tekanan bearish yang dominan. Area resistance terdekat berada di sekitar 3.358 (bertepatan dengan area SMA 50), sementara support penting berada di 3.333 dengan potensi penurunan lebih lanjut menuju zona 3.313–3.300 yang merupakan area demand sebelumnya. Indikator RSI berada di kisaran 37, mengindikasikan momentum bearish yang masih kuat meski mendekati area oversold, sehingga peluang penurunan berlanjut tetap terbuka apabila harga gagal menembus kembali ke atas SMA 50.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga masih berada dalam tren turun di dalam channel bearish. Saat ini, harga mulai membentuk pantulan dari area support 62,18–63,05. Jika harga mampu menembus batas atas channel dan level 64,72, potensi penguatan dapat berlanjut menuju resistance di 65,99 hingga 67,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan harga emas di time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di US$3.380. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di US$3.350. Penembusan di bawah support ini dapat membuka ruang penurunan lebih dalam menuju area US$3.340–US$3.322.
Pergerakan emas di time frame H4 saat berada di atas garis SMA 50, menunjukkan tren jangka menengah yang cenderung bullish. Area support utama berada di 3.374, 3.358, dan 3.344, sementara resistance kunci berada di 3.408, 3.434, dan 3.450. Indikator RSI berada di sekitar level 60, menandakan masih ada ruang kenaikan sebelum memasuki area overbought.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini berada dalam tren turun yang jelas, terlihat dari formasi Channel down dan posisi harga yang berada di bawah SMA 50. Level support penting terletak di 63,05, 62,18, dan 6,.95, dengan area demand yang cukup lebar di sekitar zona 63,05–62,18 yang berpotensi menahan pelemahan harga sementara.
Pekan depan, investor akan terus memantau perkembangan ketegangan perdagangan, khususnya menjelang tenggat 12 Agustus untuk kesepakatan AS–China. Jika tidak ada kemajuan, tarif lebih dari 100% berpotensi diberlakukan. Isu geopolitik juga akan menjadi sorotan, dengan rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencari solusi konflik di Ukraina.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3765. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang pelemahan berlanjut untuk menguji support terdekat di 1.3720. Jika support ini berhasil ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju area 1.3700–1.3680.
