Market Summary
Pada hari Rabu, dollar AS melemah terhadap berbagai mata uang utama, dipengaruhi oleh kekhawatiran terkait rencana pemotongan pajak dan pengeluaran administrasi Trump, serta hasil lelang obligasi Treasury 20 tahun yang kurang memuaskan. Kekhawatiran investor terhadap aset AS semakin meningkat, mendorong pergerakan ini.
Perdebatan Pajak di Kongres AS
Partai Republik masih terpecah dalam menyusun detil legislasi pajak. Presiden AS, Donald Trump, bertemu dengan anggota Partai Republik pada Selasa lalu, tetapi gagal mendapatkan dukungan dari kelompok keras partainya untuk mendukung rancangan undang-undang pajak yang diusulkannya. Ketua DPR Mike Johnson mengungkapkan bahwa para anggota konservatif menganggap rancangan tersebut tidak cukup memangkas pengeluaran negara.
Lelang Obligasi 20 Tahun Memicu Kekhawatiran
Penjualan obligasi 20 tahun senilai $16 miliar menunjukkan permintaan yang lemah, dengan imbal hasil tercatat pada 5,047%, lebih tinggi dari ekspektasi pasar. Hal ini menunjukkan investor meminta premi lebih besar untuk membeli obligasi ini. Sebagai hasilnya, imbal hasil obligasi 20 tahun mencapai 5,127%, level tertinggi sejak November 2023, memicu penurunan lebih lanjut dolar terhadap euro dan yen.
Penurunan Dolar dan Penguatan Yen
Dollar AS turun 0,6% terhadap yen, mencapai 143,62 yen. Penguatan yen sebagian didorong oleh kenaikan imbal hasil obligasi domestik Jepang yang tajam minggu ini, menyempitkan selisih dengan obligasi Treasury AS. Selain itu, laporan bahwa Israel sedang mempersiapkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran juga mendorong permintaan terhadap aset safe-haven seperti yen, franc Swiss, dan emas.
Pasar Optimis Namun Waspada pada Perdagangan Global
Meskipun optimisme terhadap kesepakatan perdagangan global tetap ada, pembicaraan dengan mitra dekat seperti Tokyo dan Seoul menunjukkan kehilangan momentum. Hal ini menghambat pergerakan dolar lebih jauh, terutama di tengah kekhawatiran tentang kebijakan fiskal AS.
Inflasi Inggris Mendorong Penguatan Poundsterling
Poundsterling naik ke level tertinggi sejak Februari 2022 setelah data menunjukkan inflasi konsumen Inggris lebih tinggi dari yang diperkirakan. Hal ini mempersempit ruang bagi Bank of England untuk segera menurunkan suku bunga. Poundsterling terakhir diperdagangkan pada $1,3425, naik 0,3%.
Bitcoin dan Pasar Kripto
Bitcoin mencetak rekor baru di $109.760,08, melampaui rekor sebelumnya pada Januari. Mata uang kripto ini terakhir naik 0,7% ke $107.772, menunjukkan minat pasar yang tetap tinggi terhadap aset digital.
Penurunan Bursa Saham Global
Bursa saham utama di AS turun tajam pada hari Rabu. Indeks Dow Jones turun 1,91% ke 41.860,44, S&P 500 melemah 1,61% ke 5.844,61, dan Nasdaq tergelincir 1,41% ke 18.872,64. Penurunan ini disebabkan oleh kekhawatiran investor terhadap outlook fiskal AS serta kenaikan imbal hasil Treasury.
Minyak dan Emas Menguat
Harga minyak turun setelah menteri luar negeri Oman mengumumkan putaran baru pembicaraan nuklir antara Iran dan AS. Brent turun 0,7% ke $64,91 per barel, sementara minyak mentah WTI juga melemah 0,7% ke $61,57 per barel. Di sisi lain, harga emas spot naik 0,7% ke $3.312,77 per ons, didorong oleh pelemahan dolar.
Kesimpulan: Kekhawatiran Global Menggerakkan Pasar
Investor terus memantau perkembangan pertemuan para menteri keuangan G7 di Kanada serta situasi geopolitik global. Sementara dollar AS menghadapi tekanan dari berbagai sisi, aset safe-haven seperti emas dan yen menunjukkan penguatan, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kondisi fiskal AS dan ketidakpastian global.
Prospek Harga Emas Hari Kamis (22/05)
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sedang mencoba menembus area resistance 3.327-3.347. SMA 50 berada di bawah harga, mengindikasikan tren bullish jangka menengah yang masih valid. RSI 14 berada di level 66, mendekati zona overbought, sehingga peluang koreksi kecil tetap ada. Garis tren menurun (trendline hijau) menjadi level krusial; jika berhasil ditembus, dapat membuka jalan bagi kelanjutan kenaikan menuju resistance berikutnya di 3.370-3.391.
Sebaliknya, kegagalan menembus resistance dapat memicu koreksi menuju support terdekat di 3.278-3.250. Candlestick terakhir menunjukkan adanya tekanan beli dengan harga bertahan di atas SMA 50, sehingga peluang untuk bullish lebih dominan jika area resistance berhasil dilampaui.
Data Perdagangan pada hari Rabu (21/05)
Open: 3.291,20 High: 3.324,94 Low: 3.285,33 Close: 3.317,38 Range: 39,61
GOLD INTRADAY AREA
R1 3.327 R2 3.347 R3 3.370
S1 3.278 S2 3.250 S3 3.204
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.280 |
| Profit Target Level | 3.330 |
| Stop Loss Level | 3.248 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.327 |
| Profit Target Level | 3.290 |
| Stop Loss Level | 3.350 |
Prospek Harga Minyak Hari Kamis (22/05)
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga saat ini mengalami tekanan jual setelah gagal menembus area resistance 62,43-62,82. SMA 50 (garis merah) tampak mulai mendatar, sementara harga bergerak di bawahnya, mengindikasikan potensi peralihan tren menjadi bearish jika tekanan jual berlanjut. RSI 14 berada di level 40, mendekati area oversold, tetapi masih memberikan ruang untuk pelemahan lebih lanjut.
Jika harga terus turun, support terdekat berada di 60,76, diikuti oleh area support kritis di 60,06-59,21. Sebaliknya, jika terjadi rebound, harga perlu kembali menembus SMA 50 dan area resistance di atas 62,18 untuk mengkonfirmasi potensi bullish lanjutan menuju target 63,86. Candlestick terakhir menunjukkan tekanan jual yang kuat dengan bayangan bawah kecil, mengindikasikan dominasi penjual pada saat ini.
Data perdagangan pada hari Rabu (21/05)
Open: 62,20 High: 64,15 Low: 61,27 Close: 61,33 Range: 2,88
OIL INTRADAY AREA
R1 62,18 R2 62,82 R3 63,86
S1 60,76 S2 60,06 S3 59,21
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 60,80 |
| Profit Target Level | 61,80 |
| Stop Loss Level | 60,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 62,15 |
| Profit Target Level | 61,00 |
| Stop Loss Level | 62,90 |
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Dari perspektif teknikal, analisis Trading Central melihat GBP/USD cenderung bullish. Level pivot utama berada di 1.3385. Selama harga bertahan di atas level ini, potensi kenaikan bisa berlanjut. Targetnya adalah area resistance di kisaran 1.3445 hingga 1.3500.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga mengalami rebound kuat dari level support utama di 3.250, dengan support tambahan di 3.204, yang sebelumnya menahan tekanan jual. Harga saat ini bergerak mendekati garis resistance dinamis berupa tren menurun, dengan resistance kunci berada di level 3.350. Jika harga berhasil menembus level ini, target selanjutnya berada di 3.371 hingga 3.397.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan tren bullish setelah harga berhasil menembus resistance di 62,82, yang kini menjadi support terdekat. Support lain berada di 62,33 dan 61,49, yang dapat menjadi area penting jika terjadi koreksi. Tren naik semakin kuat dengan harga berada di atas SMA 50, mencerminkan dominasi pembeli.
Pergerakan harrga emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah penurunan tajam dari area resistance menurun (garis tren hijau atas). Harga sempat memantul dari area support di sekitar 3.152 dan kini bergerak mendekati resistance minor di 3.250, yang juga berdekatan dengan SMA 50). Jika harga mampu menembus level ini, maka potensi kenaikan ke area 3.290 hingga 3.328 terbuka, mengikuti pola pantulan teknikal menuju tren menurun jangka menengah.

Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini sedang mencoba rebound setelah menyentuh support di sekitar 3.152, dengan indikator RSI yang bergerak naik dan mendekati area netral, menunjukkan adanya potensi pemulihan jangka pendek. Namun, tekanan dari SMA 50 (garis merah) yang kini berada di atas harga masih menunjukkan tren menurun secara keseluruhan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini berada di atas SMA 50 yang tengah naik perlahan sekitar area 61, menandakan momentum bullish jangka pendek yang mulai terbangun. Indikator RSI 14 yang bergerak di atas level 50 memperkuat sinyal kenaikan, sehingga jika harga berhasil menembus resistance di 62,82 maka potensi lanjutan menuju 63,86 hingga 64,83 akan terbuka.
Dari sisi teknikal, analisis pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga emas masih berada dalam tekanan bearish. Level pivot berada di kisaran $3.225. Selama harga tetap di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut menuju area support di $3.190 hingga $3.150.
