Market Summary
Peluang trading emas jelang FOMC Minutes menjadi perhatian pelaku pasar setelah harga emas terkoreksi tajam di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dan ekspektasi kebijakan moneter Amerika Serikat. Peluang trading emas jelang FOMC Minutes juga dipengaruhi oleh lonjakan harga minyak, penguatan dolar AS, serta risalah rapat Federal Reserve yang akan dirilis malam ini.
Harga Emas Tertekan Akibat Konflik Timur Tengah
Harga emas turun lebih dari 1% ke sekitar US$4.050 per troy ons pada perdagangan Rabu, sekaligus menyentuh level terendah sejak 2 Juli. Tekanan muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai sementara dengan Iran telah berakhir.
Dalam pernyataannya pada KTT NATO di Ankara, Trump mengatakan bahwa nota kesepahaman yang dicapai pada Juni sudah tidak berlaku lagi. Ia juga menegaskan tidak memiliki rencana untuk kembali melakukan pembicaraan dengan Teheran.
Situasi semakin memanas setelah Garda Revolusi Iran mengumumkan serangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Bahrain dan Kuwait sebagai balasan atas serangan Washington ke Iran serta pencabutan izin penjualan minyak Iran. Ketegangan tersebut mendorong harga minyak melonjak lebih dari 5% dan meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi global.
Ekspektasi Kenaikan Suku Bunga Menguat
Kenaikan harga minyak membuat pelaku pasar kembali memperkirakan peluang kenaikan suku bunga Federal Reserve. Saat ini pasar menilai peluang kenaikan suku bunga pada September mencapai sekitar 66%, meningkat dibandingkan 62% sehari sebelumnya.
Ekspektasi tersebut ikut menopang penguatan dolar AS sehingga mengurangi daya tarik emas yang tidak memberikan imbal hasil. Di sisi lain, Bank Sentral China kembali menambah cadangan emas pada Juni. Penambahan tersebut menjadi kenaikan bulanan terbesar dalam lebih dari dua setengah tahun dan menunjukkan bahwa permintaan emas dari bank sentral masih tetap kuat.
FOMC Minutes Menjadi Fokus Investor
Perhatian investor kini tertuju pada risalah rapat Federal Reserve bulan Juni yang akan dipublikasikan malam ini. Dokumen tersebut diharapkan memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai pandangan para pejabat bank sentral. Fokus utamanya mencakup inflasi, suku bunga, dan kondisi ekonomi Amerika Serikat.
Namun, sebagian pelaku pasar menilai isi risalah tersebut kemungkinan sudah tidak sepenuhnya mencerminkan kondisi terbaru. Sejak rapat FOMC bulan Juni berlangsung, data tenaga kerja Amerika Serikat menunjukkan pelemahan. Di sisi lain, harga energi sempat turun sebelum kembali naik akibat meningkatnya konflik di Timur Tengah.
Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mulai mempertanyakan proyeksi suku bunga yang tercermin dalam dot plot. Investor kini menilai proyeksi tersebut mungkin sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan ekonomi terbaru.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.115. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan jual masih berpotensi berlanjut menuju area support 4.017, kemudian 3.999, hingga 3.982.
Sebagai alternatif skenario, jika harga mampu menembus dan bertahan di atas level 4.115, peluang kenaikan dapat berlanjut dengan target resistance di 4.145, hingga 4.162.
Resistance 1: 4.115 Resistance 2: 4.145 Resistance 3: 4.162
Support1: 4.017 Support 2: 3.999 Support 3: 3.982
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY di Tengah Isu Intervensi
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
