Notulen FOMC pekan ini gagal menahan pelemahan dolar AS. Indeks Dolar AS (DXY) merosot tajam ke bawah level 99,00 pada Rabu dan bertahan jauh di bawah 100,00. Pelemahan ini muncul setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan rencana melipatgandakan operasi buyback obligasi jangka panjang mulai 9 September.
Isi Notulen FOMC dan Sikap The Fed
Notulen FOMC edisi Juli menunjukkan bahwa sebagian pembuat kebijakan masih memandang inflasi berada di level tinggi. Tiga pejabat The Fed bahkan memilih menaikkan suku bunga pada pertemuan tersebut. Namun pelaku pasar menilai dokumen ini sudah usang, sebab data inflasi dan tenaga kerja yang lebih lemah muncul setelah pertemuan itu berlangsung.
The Fed mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50%-3,75% untuk pertemuan kelima berturut-turut pada Juli 2026. Keputusan ini sesuai ekspektasi pasar, meski peluang kenaikan suku bunga sempat mencapai satu dari tiga kemungkinan. Bank sentral menyebut aktivitas ekonomi tumbuh solid meski ketidakpastian meningkat akibat konflik di Timur Tengah. Pertumbuhan produktivitas dan investasi modal tetap kuat. Penambahan lapangan kerja sejalan dengan pertumbuhan angkatan kerja, sementara tingkat pengangguran nyaris tidak berubah. The Fed menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga di tengah inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Alberto Musalem dari The Fed akan berbicara hari ini. Ia bakal memberikan pandangan terbaru soal arah kebijakan moneter setelah notulen ini beredar luas di pasar.
Dolar AS Melemah, Mata Uang Utama Menguat
Pelemahan dolar AS membuka ruang penguatan bagi sejumlah mata uang utama. EUR/USD melesat melewati 1,1675, level tertinggi sejak akhir Mei. GBP/USD menembus 1,3600 dan mencapai puncak tiga bulan, dengan inflasi Inggris yang kuat turut menekan performa dolar. USD/JPY tergelincir ke kisaran 158,00 seiring penurunan imbal hasil obligasi AS. AUD/USD naik ke kisaran 0,7100 jelang rilis data ketenagakerjaan Australia pada Kamis.
Emas Meroket ke Level Tertinggi Sejak Mei
Harga emas melesat ke atas $4.500 per ons pada Rabu, level tertinggi sejak awal Juni. Kejatuhan imbal hasil obligasi dan pelemahan dolar mendorong lonjakan ini. Notulen FOMC turut menjadi perhatian pelaku pasar karena menunjukkan banyak pembuat kebijakan melihat peluang kenaikan suku bunga jika inflasi tidak kunjung turun.
Pada pukul 15:34 ET, harga emas spot naik 4% ke $4.508,28 per ons. Kontrak berjangka emas menguat 3,3% ke $4.567,94 per ons. Harga perak juga melonjak tajam mengikuti pergerakan emas.
Minyak Bertahan di Tengah Ketegangan Geopolitik
Harga minyak West Texas Intermediate (WTI) bertahan mendekati $84,00 per barel. Minyak menyentuh level tertinggi dalam empat minggu terakhir. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran soal Selat Hormuz masih berlanjut, sementara ketegangan antara Uni Emirat Arab dan Iran turut membuat pelaku pasar waspada. Data pemerintah AS mencatat persediaan minyak mentah komersial naik selama tiga minggu berturut-turut. Brent crude untuk kontrak Oktober naik 0,6% ke $91,54 per barel. WTI untuk kontrak Oktober naik 0,3% ke $84,27 per barel.
Wall Street Bergerak Variatif
Bursa saham AS bergerak variatif pada Rabu. Saham sektor infrastruktur AI dan perbankan melemah, sementara sektor lain menguat. Indeks S&P 500 naik 0,2% dan Dow Jones bertambah 120 poin, namun Nasdaq justru turun 0,2%. Langkah Treasury melipatgandakan batas buyback obligasi jangka panjang turut mendukung penguatan saham.
Saham ritel mayoritas menguat setelah TJX turun 4,2%, Target naik 4,3%, dan Lowe’s naik 2%. Sektor farmasi melesat setelah Merck naik 12,6% dan Moderna melonjak 177% berkat hasil uji vaksin kanker kulit. Sebaliknya, hasil kinerja OpenAI yang kurang memuaskan menekan saham produsen chip. AMD turun 3,7% dan Intel turun 4%.
Agenda Pasar Hari Ini
People’s Bank of China (PBoC) akan mengumumkan keputusan suku bunga tanpa perubahan signifikan. Data ketenagakerjaan Australia untuk Juli menjadi sorotan utama, dengan proyeksi penambahan 15 ribu lapangan kerja dan tingkat pengangguran bertahan di 4,4%. Jerman merilis data Producer Price Index (PPI) Juli, lalu menyusul laporan bulanan Bundesbank.
Di sesi AS, pasar akan memantau klaim pengangguran mingguan dan survei manufaktur Philadelphia Fed untuk Agustus, yang diperkirakan melambat tajam dari bulan sebelumnya. Alberto Musalem dari The Fed turut berbicara, memberi pandangan segar usai rilis notulen FOMC. Inggris merilis data GfK Consumer Confidence Agustus menjelang pembukaan pasar Asia dan data inflasi Jepang.
Prospek Harga Emas Kamis | 20 Agustus 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish dengan harga berada di atas SMA 50 yang menanjak di sekitar 4.363. Penguatan masih didukung momentum positif, meski RSI 70,68 sudah berada di area overbought sehingga risiko koreksi tetap perlu diperhatikan.
Jika harga bertahan di atas 4.472, peluang kenaikan masih terbuka menuju 4.541, 4.569 hingga 4.595, sementara koreksi awal berpotensi menguji 4.472, kemudian 4.444 sebagai support hasil breakout, dan 4.407 sebagai support berikutnya.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.541 R2 4.569 R3 4.595
S1 4.572 S2 4.444 S3 4.407
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.480 |
| Profit Target Level | 4.530 |
| Stop Loss Level | 4.440 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.540 |
| Profit Target Level | 4.490 |
| Stop Loss Level | 4.570 |
Prospek Harga US Oil Kamis | 20 Agustus 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bullish setelah harga bergerak di atas SMA 50 dan membentuk tren kenaikan, meski saat ini mulai terkoreksi setelah tertahan di area resistance 86,14. Jika koreksi bertahan di atas support 82,68, peluang harga untuk kembali menguat masih terbuka menuju 86,14, kemudian 87,63 hingga 89,19 untuk menutup area gap, sementara RSI 14 di level 56,96 masih menunjukkan momentum bullish yang belum berada di zona overbought.
Sebaliknya, jika harga menembus 82,68, koreksi berpotensi berlanjut menuju support 81,24 hingga 79,88.
US Oil INTRADAY AREA
R1 86,14 R2 87,63 R3 89,19
S1 82,68 S2 81,24 S3 79,98
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 82,70 |
| Profit Target Level | 85,50 |
| Stop Loss Level | 81,20 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 86,00 |
| Profit Target Level | 84,00 |
| Stop Loss Level | 87,65 |
Baca analisa sebelumnya: Indeks Dolar AS Menguat di Tengah Krisis Hormuz
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
