FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,71600 – 0,72100
Eksistensi mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback berusaha bertahan pada jalur penguatannya, meski sebelumnya Dollar Australia mengalami tekanan. Dimana penurunan baru-baru ini saat para pelaku pasar menanggapi data PDB yang lebih kuat dari perkiraan, yang memperkuat argumen bagi kenaikan suku bunga lanjutan. Perekonomian tumbuh 0,4% secara kuartalan pada kuartal kedua, melampaui perkiraan pertumbuhan sebesar 0,3%, sementara pertumbuhan tahunan meningkat menjadi 2,1%, di atas ekspektasi sebesar 1,8%. Angka yang lebih tinggi menunjukkan aktivitas ekonomi tetap tangguh meskipun Bank Sentral berupaya mendinginkan permintaan dan mengekang inflasi yang terus berlanjut. Pasar meningkatkan probabilitas kenaikan suku bunga keempat pada pertemuan bulan September menjadi 57%—naik dari sebelumnya 48%—setelah rilis data PDB, sementara kenaikan suku bunga pada bulan November kini sudah sepenuhnya diperhitungkan oleh pasar (bahkan melampaui ekspektasi dasar). Peluang kenaikan suku bunga lanjutan pada kuartal pertama tahun 2027 juga meningkat menjadi 82% dari 62%. Sementara itu, kekhawatiran atas potensi gangguan pasokan minyak di tengah meningkatnya konflik AS-Iran telah mendorong harga energi lebih tinggi, menambah tekanan inflasi. Namun, penguatan Dollar AS membatasi pergerakan mata uang Australia (Aussie), karena kenaikan imbal hasil obligasi memicu permintaan terhadap mata uang safe-haven.
Pivot : 0,71546
R1 : 0,71883 S1 : 0,71341
R2 : 0,72088 S2 : 0,71004
R3 : 0,72425 S3 : 0,70799
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 158,700 – 158,000
Tanda penguatan mata uang Yen terhadap mata uang Dollar AS mulai nampak, meski terbatas dan sementara. Bahkan Yen sempat sentuh level terkuatnya di 158,205, namun penguatan tersebut tidak bertahan lama. Sebelumnya Yen Jepang melemah sentuh level 160,385 mencapai titik terlemahnya dalam sebulan dan menghapus sekitar dua pertiga dari kenaikan yang dicapai saat Tokyo dan Washington melakukan intervensi bersama di pasar mata uang sekitar sebulan lalu untuk mendukung Yen. Pasar tetap waspada terhadap kemungkinan intervensi lanjutan oleh otoritas, mengingat dampak negatif Yen yang lemah terhadap inflasi domestik dan perekonomian secara keseluruhan. Yen terus berada di bawah tekanan akibat selisih suku bunga yang lebar, kekhawatiran fiskal yang meningkat di Jepang, serta harga minyak yang tinggi akibat konflik di Timur Tengah. Menteri Keuangan AS Scott Bessent juga bertemu dengan Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama minggu ini; keduanya sepakat untuk terus mengoordinasikan upaya guna memastikan pergerakan yen yang “teratur”. Sementara itu, Gubernur Bank Sentral Jepang Kazuo Ueda mengatakan para pembuat kebijakan perlu lebih memperhatikan risiko kenaikan harga ketika menjalankan kebijakan moneter, yang menandakan bahwa kenaikan suku bunga kemungkinan akan terjadi akhir bulan ini.
Pivot : 159,095
R1 : 159,985 S1 : 157,805
R2 : 161,275 S2 : 156,915
R3 : 162,165 S3 : 155,625
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3448 – 1.3421
Sesuai perkiraan, Pounds melemah tertekan penguatan U.S Dollar. Ketegangan AS-Iran memicu gejolak di pasar keuangan global pada perdagangan Rabu. Indeks Dollar AS (DXY) sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan, sebelum tekanan jual kembali menekan mata uang tersebut ke kisaran 99,50-99,60. Investor mencerna data ketenagakerjaan yang lemah sekaligus memantau eskalasi militer di Timur Tengah yang mengguncang sentimen pasar sepanjang hari. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 47.000 dan menjadi kenaikan terlemah sejak Januari. Data ini mengkonfirmasi pendinginan pasar tenaga kerja AS secara lebih luas. Meski data melemah, Dollar AS tetap bertahan dekat level tertinggi dua pekan karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari gejolak energi. GBP gagal mempertahankan penembusan level 1,3500 dan mundur ke kisaran 1,3470. Fokus pasar Inggris hari ini tertuju pada rilis final S&P Global Services PMI.
Open : 1.3484 Pivot 1.3493
R1 : 1.3512 S1 : 1.3467
R2 : 1.3539 S2 : 1.3448
R3 : 1.3558 S3 : 1.3421
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1545 – 1.1523
Euro kembali ditutup melemah pada perdagangan Rabu kemarin. EUR/USD bergerak melemah tipis namun berhasil memantul dari level terendah dua pekan di sekitar 1,1570. Pelaku pasar kini menanti rilis final S&P Global Services PMI Jerman dan zona euro, serta data Producer Prices kawasan tersebut. Ketegangan AS-Iran memicu gejolak di pasar keuangan global pada perdagangan Rabu. Indeks Dollar AS (DXY) sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan, sebelum tekanan jual kembali menekan mata uang tersebut ke kisaran 99,50-99,60. Investor mencerna data ketenagakerjaan yang lemah sekaligus memantau eskalasi militer di Timur Tengah yang mengguncang sentimen pasar sepanjang hari. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 47.000 dan menjadi kenaikan terlemah sejak Januari. Data ini mengkonfirmasi pendinginan pasar tenaga kerja AS secara lebih luas. Meski data melemah, Dollar AS tetap bertahan dekat level tertinggi dua pekan karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari gejolak energi. EUR masih berpotensi untuk tertekan pada perdagangan hari ini yang akan dibayangi oleh penguatan U.S Dollar.
Open : 1.1588 Pivot : 1.1587
R1 : 1.1609 S1 : 1.1566
R2 : 1.1630 S2 : 1.1545
R3 : 1.1652 S3 : 1.1523
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8176 – 0.8195
Swiss Franc kembali tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Pelemahan mata-uang Swiss terjadi dalam empat hari berturut hingga menyentuh level tertinggi di 0.8156 pada Rabu kemarin. Indeks Dollar AS (DXY) sempat menyentuh level tertinggi dalam tiga pekan, sebelum tekanan jual kembali menekan mata uang tersebut ke kisaran 99,50-99,60. Investor mencerna data ketenagakerjaan yang lemah sekaligus memantau eskalasi militer di Timur Tengah yang mengguncang sentimen pasar sepanjang hari. Laporan ADP menunjukkan sektor swasta AS hanya menambah 38.000 pekerjaan pada Agustus, jauh di bawah ekspektasi 47.000 dan menjadi kenaikan terlemah sejak Januari. Data ini mengkonfirmasi pendinginan pasar tenaga kerja AS secara lebih luas. Meski data melemah, Dollar AS tetap bertahan dekat level tertinggi dua pekan karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran atas dampak ekonomi dari gejolak energi. CHF masih berpotensi untuk melemah yang dibayangi oleh penguatan U.S Dollar pada perdagangan hari ini. Sementara itu pelaku pasar menunggu laporan data Inflasi dan GDP Swiss pada siang nanti yang diperkirakan akan meningkat.
Open : 0.8128 Pivot : 0.8133
R1 : 0.8152 S1 : 0.8109
R2 : 0.8176 S2 : 0.8090
R3 : 0.8195 S3 : 0.8067
DXY
Opportunity: Bearish Range 99,500 – 99,200
Tekanan terbatas mulai melanda pergerakan mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya. Kondisi tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang bergerak tuurn sedikit dan sentuh level terendah pada level 99,436. Pelemahan Dollar AS ini diperdagangkan sedikit lebih rendah saat para pelaku pasar mencerna laporan ketenagakerjaan ADP terbaru. Sektor swasta AS mencatatkan penambahan bersih 38.000 lapangan kerja pada bulan Agustus—peningkatan terendah sejak Januari dan di bawah perkiraan 47.000—yang mengindikasikan perlambatan lebih luas di pasar tenaga kerja. Terlepas dari data ekonomi yang lemah, dolar AS tetap berada di dekat level tertinggi dua minggu karena investor mencari aset aman di tengah kekhawatiran tentang dampak ekonomi dari guncangan sektor energi dan perbedaan kebijakan moneter di berbagai negara ekonomi utama. AS menyatakan telah melancarkan serangan udara semalam terhadap target-target di Iran, yang memicu pembalasan dari Teheran dalam eskalasi paling serius antara kedua negara tersebut dalam beberapa minggu terakhir. Sementara itu, pasar memperkirakan probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September sebesar 66%, jauh lebih tinggi daripada sekitar 40% seminggu yang lalu, menurut CME FedWatch Tool.
Pivot : 99,625
R1 : 99,814 S1 : 99,387
R2 : 100,052 S2 : 99,198
R3 : 100,241 S3 : 98,960

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Sell Limit di area 65.895 – 65,950
Indeks Nikkei 225 turun 0,2% menjadi sekitar 64.200 sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 0,7% menjadi 4.110 dalam perdagangan yang beragam pada hari Kamis, dengan saham Jepang kurang menunjukkan arah yang jelas karena yen tiba-tiba menguat di tengah spekulasi bahwa otoritas telah melakukan pengecekan suku bunga. Yen yang lebih kuat membebani prospek pendapatan untuk industri-industri Jepang yang berorientasi ekspor dan membuat aset domestik lebih mahal bagi investor asing. Sementara itu, ekuitas mendapat dukungan dari penurunan harga minyak setelah Presiden Donald Trump mengatakan serangan terbaru terhadap Iran akan berumur pendek. Imbal hasil obligasi global juga mundur dari level tertinggi baru-baru ini karena investor terus menilai prospek inflasi dan suku bunga. Di antara saham-saham individual, kerugian yang signifikan tercatat pada perusahaan teknologi seperti Advantest (-1,6%), Fujikura (-1,2%) dan Taiyo Yuden (-1,3%), sementara saham-saham keuangan naik, termasuk Mitsubishi UFJ (1,5%), Sumitomo Mitsui (2,1%) dan Mizuho Financial (1,5%).
Pivot : 66,092
R1 : 66,528 S1 : 65,328
R2 : 67,292 S2 : 64,892
R3 : 67,728 S3 : 64,128
HANGSENG
Opportunity: Bearish ke 25,138
Indeks Hang Seng diperdagangkan datar, ditutup pada 25.311 pada hari Rabu, stabil setelah berada di bawah tekanan di awal sesi karena meningkatnya ketegangan AS-Iran memicu pergerakan risk-off yang luas di pasar Asia, sementara aksi beli saham murah membantu mengimbangi kerugian awal. Serangan udara AS yang diperbarui terhadap Iran dan serangan balasan meningkatkan kekhawatiran akan gangguan lebih lanjut di sekitar Selat Hormuz, mendorong harga minyak mentah Brent di atas $95 per barel dan WTI di atas $91. Harga energi yang lebih tinggi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan mendorong imbal hasil obligasi Treasury AS 10 tahun ke 4,798%, sementara pasar meningkatkan kemungkinan kenaikan suku bunga cadangan. Sementara itu, saham Shein turun 0,45% menjadi HK$48,28 pada hari kedua perdagangannya setelah jatuh hingga 10% selama debutnya pada hari Selasa. Dolar AS yang lebih kuat dan meningkatnya biaya pinjaman menambah tekanan pada saham-saham Hong Kong yang sensitif terhadap suku bunga dan didominasi teknologi. Saham-saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Cathay Pacific (-5,0%), Tencent (-1,3%), Z.AI Co. (-6,0%), Lenovo (-1,2%), dan MiniMax (-1,1%).
Pivot : 25,488
R1 : 26,141 S1 : 25,261
R2 : 25,840 S2 : 25,136
R3 : 25,965 S3 : 24,909
NASDAQ
Opportunity: Sell Limit: 29,170| SL: 29,300 | TP: 29,950
Kontrak berjangka saham AS sedikit berubah pada hari Kamis setelah indeks utama naik pada sesi sebelumnya, mengakhiri penurunan selama tiga hari berturut-turut. Dalam perdagangan reguler pada hari Rabu, Dow naik 0,56%, S&P 500 naik 0,46%, dan Nasdaq Composite naik 0,45%. Sepuluh dari 11 sektor S&P berakhir lebih tinggi, dipimpin oleh sektor material, layanan komunikasi, dan perawatan kesehatan. Kenaikan ini terjadi karena reli harga minyak dan imbal hasil obligasi baru-baru ini yang telah menekan ekuitas sepanjang minggu menunjukkan tanda-tanda mereda. Dalam berita perusahaan, Broadcom turun sekitar 1% setelah mengeluarkan perkiraan pendapatan yang lebih rendah dari yang diharapkan untuk kuartal keempat, sementara Hewlett Packard Enterprise anjlok lebih dari 5% meskipun melampaui perkiraan pendapatan dan laba untuk kuartal ketiga. Sebaliknya, Snowflake melonjak 23% setelah perusahaan perangkat lunak tersebut melampaui perkiraan di tengah meningkatnya adopsi produk AI-nya. Investor kini menantikan laporan pendapatan lebih lanjut pada hari Kamis dari Ciena, Zscaler, dan DocuSign, di antara yang lainnya.
Pivot : 29,637.92
R1 : 29,684.83 S1 : 29,606.58
R2 : 29,716.17 S2 : 29,559.67
R3 : 29,763.08 S3 : 29,528.33

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Meski rebound, harga masih berada di bawah SMA 50, sehingga tren masih bearish selama harga bertahan di bawah 4.464.
Harga emas diperdagangkan di sekitar US$4.400 per troy ounce pada Kamis, melanjutkan pemulihan setelah menguat pada sesi sebelumnya. Pergerakan tersebut mendapat dukungan dari pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil Treasury, yang mengurangi tekanan terhadap aset non-yielding seperti emas. Dari sisi fundamental moneter, pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams memberikan sedikit sentimen positif bagi bullion. Williams menilai terdapat bukti bahwa inflasi AS masih berada dalam tren penurunan seiring dampak tarif mulai mereda, sementara kenaikan harga energi sejauh ini belum menunjukkan efek lanjutan yang signifikan terhadap sektor jasa lainnya.
Data ekonomi AS yang dirilis pada Rabu juga menunjukkan bahwa pertumbuhan lapangan kerja sektor swasta melambat pada Agustus. Kondisi tersebut berpotensi memperkuat ekspektasi bahwa tekanan terhadap pasar tenaga kerja mulai meningkat dan dapat memberikan ruang bagi kebijakan moneter yang lebih akomodatif. Namun, sentimen terhadap emas masih menghadapi risiko dari prospek kebijakan Federal Reserve. Pasar saat ini memperkirakan sekitar dua pertiga peluang kenaikan suku bunga The Fed pada bulan ini, terutama setelah pernyataan hawkish Ketua Fed Kevin Warsh pada Jumat sebelumnya. Ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dapat membatasi kenaikan emas karena meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil sekaligus berpotensi menopang dolar AS.
Di sisi lain, perkembangan geopolitik di Timur Tengah kembali menjadi faktor pendukung bagi permintaan aset safe haven. Harga minyak yang sebelumnya melonjak akibat eskalasi konflik mulai tertahan setelah Presiden Donald Trump menyatakan bahwa serangan terbaru terhadap Iran akan berlangsung singkat, meskipun AS tetap membuka kemungkinan melakukan serangan lanjutan. Meredanya sebagian kekhawatiran terhadap inflasi akibat energi memberikan pengaruh campuran bagi emas.
Pivot : 4.396
R1 4.396 R2 4.464 R3 4.508
S1 4.311 S2 4.262 S3 4.223
Oil
Opportunity : Bullish selama support 87,64 bertahan, testing resistance 92,38 – 93,43.
Harga minyak mentah bertahan di atas US$90 per barel pada Kamis setelah mencatat kenaikan selama tiga sesi berturut-turut. Pergerakan pasar masih sangat dipengaruhi oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, khususnya di sekitar Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan minyak paling strategis di dunia. Amerika Serikat melancarkan serangan baru terhadap target-target Iran di sekitar kawasan tersebut setelah periode relatif tenang selama kurang lebih satu bulan. Iran kemudian merespons dengan serangan drone dan rudal yang menyasar pangkalan-pangkalan Amerika di berbagai wilayah Timur Tengah, sehingga risiko gangguan terhadap pasokan energi global kembali meningkat.
Meskipun ketegangan geopolitik meningkat, arus pengiriman minyak melalui Selat Hormuz sejauh ini masih berlangsung. Volume yang melewati jalur strategis tersebut diperkirakan rata-rata sekitar 8 juta barel per hari, sehingga pasar belum menghadapi gangguan pasokan fisik yang besar. Pernyataan Presiden Donald Trump bahwa serangan terhadap Iran akan berlangsung singkat, disertai indikasi bahwa AS masih siap melakukan serangan tambahan, membuat pasar berada dalam kondisi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik berikutnya. Trump juga kembali menyatakan bahwa AS mengendalikan Selat Hormuz, sehingga setiap perubahan dalam situasi keamanan di kawasan tersebut berpotensi segera tercermin dalam volatilitas harga minyak.
Dari sisi fundamental AS, sentimen terhadap minyak mendapat tambahan dukungan setelah data resmi menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 4,5 juta barel pada pekan lalu, sekaligus menjadi penurunan pertama sejak akhir Juli. Penurunan persediaan tersebut mengindikasikan kondisi pasar domestik yang lebih ketat dan membantu mempertahankan harga di atas US$90 per barel. Namun, reli minyak mulai tertahan setelah Trump menyatakan bahwa serangan terbaru terhadap Iran kemungkinan berlangsung singkat. Pernyataan tersebut mengurangi sebagian kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan berkepanjangan dan risiko inflasi energi.
Pivot: 89,30
R1 92,38 S1 89,30
R2 93,43 S2 87,64
R3 95,42 S3 85,07
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Kamis, 3 September 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Moving Average Jadi Acuan Trading Emas Jelang Jobless Claims
Catat jam dan waktunya ya!
| Kamis, 3 September 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
