FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bearish Range 0,70000 – 0,69500
Tekanan yang terjadi pada mata uang Aussie oleh mata uang Dollar AS terus berlangsung. Bahkan Aussie saat ini mendekati level terendah sepuluh minggu dan menuju pelemahan mingguan yang moderat karena penguatan Dollar AS dan memudarnya spekulasi kenaikan suku bunga tambahan dari RBA menekan mata uang tersebut. Pasar semakin mencurigai bahwa Reserve Bank of Australia telah mengakhiri pengetatan kebijakan moneter setelah mempertahankan suku bunga acuan tidak berubah minggu lalu, dengan kemungkinan kenaikan suku bunga lagi tahun ini berkurang menjadi sekitar 50%. Meskipun Gubernur Michele Bullock menegaskan bahwa pengetatan lebih lanjut masih mungkin dilakukan jika inflasi terus berlanjut, pasar memperkirakan bahwa dibutuhkan angka inflasi kuartal kedua yang jauh lebih tinggi untuk memicu langkah selanjutnya. Sementara itu, indeks Dollar AS naik ke level tertinggi dalam satu tahun setelah kebijakan hawkish The Fed Reserve mendorong para pedagang untuk meningkatkan espektasi pada kenaikan suku bunga lebih lanjut. Hampir separuh pembuat kebijakan memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga tahun ini di tengah meningkatnya kekhawatiran inflasi. Di tempat lain, kesepakatan sementara AS-Iran dan dimulainya kembali aliran energi melalui Selat Hormuz memberikan dukungan bagi AUD yang sensitif terhadap risiko.
Pivot : 0,70071
R1 : 0,70255 S1 : 0,69906
R2 : 0,70420 S2 : 0,69722
R3 : 0,70604 S3 : 0,69557
USDJPY
Opportunity: Bullish Range 161,300 – 161,700
Kondisi mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Greenback semakin tak berdaya. Bahkan Yen sudah sentuh level terlemahnya di 161.452, mendekati kembali level terendah sejak 1986 meskipun ada intervensi verbal baru dari otoritas Jepang. Sekretaris Kabinet Utama Minoru Kihara mengatakan pada hari Kamis bahwa pemerintah tetap siap untuk menanggapi pergerakan mata uang yang berlebihan jika diperlukan. Yen kini telah menghapus semua keuntungan yang tercatat pada 30 April, ketika otoritas melakukan intervensi dalam jumlah rekor untuk mendukung mata uang tersebut. Penurunan terbaru ini terjadi meskipun Bank Sentral Jepang secara bertahap melakukan pengetatan kebijakan moneter, termasuk kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1% pada awal pekan lalu yang bertujuan untuk mengatasi guncangan inflasi akibat sektor energi yang terkait dengan konflik di Timur Tengah. Dollar AS juga menguat menyusul keputusan Federal Reserve untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah sambil memberi sinyal peningkatan dukungan untuk kenaikan suku bunga tambahan di akhir tahun ini. Perbedaan kebijakan yang semakin lebar antara Jepang dan AS terus membebani mata uang Jepang.
Pivot : 161,244
R1 : 161,510 S1 : 161,036
R2 : 161,718 S2 : 160,770
R3 : 161,984 S3 : 160,562
GBPUSD
Opportunity : Bearish menuju : 1.3162 – 1.3125
Pounds ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Pounds sempat tertekan di sesi sebelumnya akibat respon market atas sifat Hawkish the Fed pada pertemuan kamis kemarin. Namun Poundsterling kembali menguat dan ditutup lebih tinggi dari harga pembukaan di akhir pekan kemarin. Berita terkini yang menjadi kekhawatiran para investor adalah adanya penutupan kembali selat Hormuz yang sempat dibuka pada pekan lalu. Pounds berpotensi untuk kembali tertekan dengan kondisi tersebut. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik pada awal pekan, sementara dolar AS tetap kuat setelah Federal Reserve mengirimkan sinyal kebijakan moneter yang lebih hawkish. Disisi lain di Inggris, Poundsterling juga berada di bawah tekanan setelah muncul laporan bahwa Perdana Menteri Sir Keir Starmer diperkirakan akan mengumumkan jadwal pengunduran dirinya dalam waktu dekat. Ketidakpastian politik tersebut menambah tekanan terhadap GBP/USD yang sudah terbebani oleh penguatan dolar AS.
Open : 1.3183 Pivot 1.3210
R1 : 1.3240 S1 : 1.3192
R2 : 1.3262 S2 : 1.3162
R3 : 1.3298 S3 : 1.3125
EURUSD
Opportunity : Bearish menuju 1.1414 – 1.1374
Sesuai perkiraan, Euro ditutup menguat pada perdagangan Jumat kemarin. Kesepakatan damai dan pembukaan jalur pelayaran selat Hormuz membuat mata-uang Euro kembali menguat di akhir pekan kemarin. Namun berita terbaru mangabarkan bahwa Iran menutup kembali selat Hormuz pada akhir pekan kemarin yang memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan global. Perkembangan tersebut mendorong harga minyak naik pada awal pekan, sementara Dollar AS tetap kuat setelah Federal Reserve mengirimkan sinyal kebijakan moneter yang lebih hawkish. Indeks dolar AS naik ke kisaran 101 dan menyentuh level tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan tersebut terjadi setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya sesuai ekspektasi pasar, tetapi memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini. EUR berpotensi melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 1.1462 Pivot : 1.1456
R1 : 1.1480 S1 : 1.1441
R2 : 1.1510 S2 : 1.1414
R3 : 1.1541 S3 : 1.1374
USDCHF
Opportunity : Bullish menuju : 0.8124 – 0.8148
Swiss Franc masih tertekan oleh penguatan U.S Dollar. Dolar AS melonjak setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan namun memberikan sinyal kebijakan yang lebih hawkish dibandingkan ekspektasi sebelumnya. Penguatan dolar terjadi di tengah meningkatnya keyakinan pasar bahwa bank sentral Amerika Serikat masih berpeluang menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun. Indeks dolar AS naik ke kisaran 101 dan menyentuh level tertinggi sejak Mei 2025. Penguatan Dollar juga disebabkan kembali meningkatnya ketegangan konflik Timur-tengah membuat Iran kembali menutup selat Hormuz. CHF masih berpotensi untuk melemah pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8063 Pivot : 0.8069
R1 : 0.8090 S1 : 0.8056
R2 : 0.8124 S2 : 0.8034
R3 : 0.8148 S3. : 0.7999
DXY
Opportunity: Bullish Range 100,700 – 101,100
Kondisi mata uang Greenback terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya berusaha mempertahankan penguatannya. Hal tersebut tergambar pada Indeks Dollar AS (DXY) yang tetap berada di level 100,768. Level tersebut nampaknya upaya Dollar AS bertahan di dekat level tertinggi satu tahun karena prospek suku bunga yang lebih tinggi mendukung mata uang tersebut setelah sinyal hawkish dari Federal Reserve. The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah seperti yang diperkirakan, tetapi mencatat meningkatnya dukungan untuk kebijakan yang lebih ketat di akhir tahun ini. Sekitar setengah dari anggota FOMC sekarang memproyeksikan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun 2026. Ketua Fed yang baru, Kevin Warsh, menolak memberikan panduan tentang langkah kebijakan selanjutnya tetapi menekankan bahwa inflasi tetap di atas target 2% selama beberapa tahun, menegaskan kembali komitmen The Fed untuk memulihkan stabilitas harga. Pasar saat ini memperkirakan sekitar 50% kemungkinan kenaikan suku bunga 25bp pada bulan September. Kekhawatiran geopolitik juga muncul kembali setelah pembicaraan AS-Iran yang dijadwalkan pada Jumat di Jenewa dibatalkan. Laporan juga menunjukkan lalu lintas yang lebih tipis melalui Selat Hormuz, yang berkontribusi pada harga minyak yang lebih tinggi. Dollar AS menguat sekitar 1,1% selama pekan kemarin.
Pivot : 100,861
R1 : 101,025 S1 : 100,595
R2 : 101,291 S2 : 100,431
R3 : 101,455 S3 : 100,165

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bearish ke area 60,115
Indeks Nikkei 225 melonjak 1,4% menjadi di atas 72.200, sementara Indeks Topix yang lebih luas naik 1% menjadi 4.085 pada hari Senin, dengan kedua indeks acuan mencapai rekor tertinggi baru karena perusahaan-perusahaan Jepang yang terkait dengan booming infrastruktur kecerdasan buatan global terus memimpin pasar lebih tinggi. Saham domestik menguat meskipun terjadi kenaikan harga minyak setelah ketegangan meningkat selama hari pertama pembicaraan antara AS dan Iran. Investor juga menunggu data PMI Jepang terbaru untuk mendapatkan petunjuk tentang kondisi ekonomi, bersama dengan Ringkasan Opini Bank Sentral Jepang dari pertemuan Juni, di mana para pembuat kebijakan menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 1%. Di antara saham-saham yang mengalami kenaikan signifikan, Furukawa Electric melonjak 8,7%, Murata Manufacturing naik 6,7%, JX Advanced Metals naik 8%, Ibiden naik 5,1%, dan SoftBank Group naik 1,1%.
Pivot : 62,026
R1 : 63,068 S1 : 60,773
R2 : 64,321 S2 : 59,731
R3 : 66,616 S3 : 57,436
HANGSENG
Opportunity: Menguji support ke area: 25,434
Indeks Hang Seng anjlok 460 poin, atau 1,9%, menjadi 23.468 pada hari Senin, memperpanjang tren penurunan untuk sesi keempat berturut-turut dan menandai titik terendah sejak Juni 2025, karena ketegangan yang kembali meningkat di Timur Tengah meredam selera risiko. Sentimen investor memburuk setelah Presiden AS Donald Trump mengancam serangan baru terhadap Iran, menimbulkan keraguan pada negosiasi perdamaian dan meningkatkan kekhawatiran tentang potensi gangguan pengiriman melalui Selat Hormuz. Ketidakpastian geopolitik mendorong harga minyak naik tajam, menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi dan membebani ekuitas global. Investor juga berhati-hati di tengah ekspektasi bahwa suku bunga AS akan tetap tinggi untuk waktu yang lebih lama menyusul sikap hawkish Federal Reserve, yang menekan saham teknologi dan saham pertumbuhan. Kerugian terjadi secara luas, dipimpin oleh saham keuangan, manufaktur produsen, dan konsumen. Saham yang mengalami penurunan signifikan antara lain Tencent (-1,4%), Xiaomi (-3,5%), Meituan (-2,0%), Lenovo (-0,8%), dan AIA (-1,4%).
Pivot : 25,870
R1 : 26,094 S1 : 25,448
R2 : 26,516 S2 : 25,224
R3 : 27,162 S3 : 24,578
NASDAQ
Opportunity:Sell Limit: 29,737| SL: 29,840 | TP: 28,500
Kontrak berjangka saham AS bergerak turun pada hari Senin karena ketegangan meningkat selama hari pertama pembicaraan antara AS dan Iran, mendorong harga minyak naik. Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan serangan baru jika Hizbullah melanjutkan serangannya terhadap Israel dan memperingatkan Teheran agar tidak menutup Selat Hormuz lagi. Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa Teheran telah menangguhkan negosiasi sebagai tanggapan atas pernyataan Trump, meskipun sumber yang mengetahui diskusi tersebut mengatakan pembicaraan masih berlangsung. Investor juga mengalihkan perhatian mereka ke rilis indeks harga PCE AS minggu ini, ukuran inflasi pilihan Federal Reserve. Pekan lalu, Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah tetapi memberi sinyal sikap yang lebih agresif, dengan hampir setengah dari anggota FOMC sekarang mengharapkan setidaknya satu kenaikan suku bunga sebelum akhir tahun. Terlepas dari itu, ekuitas AS mencatatkan kenaikan pekan lalu, dipimpin oleh Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi, yang naik 2,43%, sementara S&P 500 dan Dow masing-masing naik 0,93% dan 0,71%.
Pivot : 29,057.92
R1 : 29,889.08 S1 : 28,291.17
R2 : 30,676.17 S2 : 27,439.67
R3 : 32,294.42 S3 : 25,821.42

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Bearish selama di bawah 4.218, testing kembali support 4.118.
Harga emas melemah pada perdagangan Senin dan turun di bawah level USD 4.150 per ons troi, melanjutkan tren penurunan yang telah berlangsung dalam beberapa sesi terakhir. Tekanan terhadap logam mulia terutama berasal dari meningkatnya ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat di Amerika Serikat setelah Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuannya pada pertemuan pekan lalu namun menyampaikan pandangan yang lebih hawkish. Dari total 19 pejabat The Fed, sembilan di antaranya kini memperkirakan setidaknya satu kali kenaikan suku bunga hingga akhir tahun, sementara pelaku pasar mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada September mendatang. Prospek suku bunga yang lebih tinggi cenderung mengurangi daya tarik emas karena aset tersebut tidak memberikan imbal hasil.
Di sisi lain, meningkatnya harga minyak dunia turut memperkuat kekhawatiran pasar terhadap tekanan inflasi yang berpotensi bertahan lebih lama. Sentimen ini berkembang di tengah kembali memanasnya ketegangan geopolitik seputar pembukaan kembali perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden Donald Trump mengancam akan melakukan tindakan militer baru apabila Hezbollah terus melancarkan serangan terhadap Israel serta memperingatkan Iran agar tidak kembali menutup Selat Hormuz. Sementara itu, media Iran melaporkan bahwa Teheran sempat menangguhkan perundingan sebagai respons atas pernyataan Trump, meskipun sejumlah sumber yang dekat dengan proses negosiasi menyebutkan bahwa pembicaraan masih berlangsung. Kombinasi antara ekspektasi suku bunga yang lebih tinggi dan meningkatnya kekhawatiran inflasi akibat kenaikan harga energi menjadi faktor utama yang membebani pergerakan emas pada awal pekan ini.
Pivot : 4.278
R1 4.218 R2 4.278 4.330
S1 4.118 S2 4.027 S3 4.024
Oil
Opportunity : Bearish selama tertahan di resistance 78,49, testing support 72,80.
Harga minyak mentah mengawali pekan dengan penguatan signifikan, naik lebih dari 1,5% hingga menembus level USD 78 per barel. Kenaikan ini didorong oleh ketidakpastian yang masih tinggi terkait operasional Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi salah satu rute utama perdagangan energi dunia. Meskipun Amerika Serikat dan Iran kembali melanjutkan perundingan di Swiss, perkembangan diplomatik belum mampu meredakan kekhawatiran pasar karena sejumlah pernyataan dari kedua belah pihak justru menunjukkan masih besarnya perbedaan posisi.
Media pemerintah Iran melaporkan bahwa negosiator Teheran menuntut penghentian perang di Lebanon sebagai syarat untuk melanjutkan pembahasan lebih lanjut. Pada saat yang sama, Presiden Donald Trump kembali melontarkan ancaman terhadap Iran meskipun Wakil Presiden JD Vance menyampaikan optimisme terhadap kemajuan perundingan. Iran juga menuduh Amerika Serikat gagal mendorong terciptanya gencatan senjata di Lebanon dan mengumumkan bahwa lalu lintas melalui Selat Hormuz kembali dihentikan. Selain itu, Teheran menyatakan bahwa putaran pembicaraan hari Minggu tidak akan membahas isu-isu substantif seperti program nuklirnya, sehingga mengurangi harapan pasar terhadap tercapainya kesepakatan dalam waktu dekat.
Pivot: 78,49
R1 78,49 S1 72,80
R2 81,63 S2 70,40
R3 83,60 S3 67,78
DAILY ECONOMIC DATA

WEBINAR HARI INI (Senin, 22 Juni 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Level Support dan Resistance USD/CAD Jadi Sorotan Jelang Inflasi Kanada
Catat jam dan waktunya ya!
| Senin, 22 Juni 2026 | |
| 13.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
