FOREX ZONE BY HAKIM DAN TEGUH
AUDUSD
Opportunity: Bullish Range 0,70200 – 0,71000
Penguatan mata uang Aussie terhadap mata uang Greenback kembali mewarnai pergerakan market, pasca Dollar AS megalami pelemahan. Bahkan Aussie sebelumnya mencapai level terlemahnya dalam dua minggu karena data inflasi yang lebih lemah meredam ekspektasi kenaikan suku bunga tambahan. Inflasi utama secara tak terduga turun ke level terendah empat bulan sebesar 3,8% pada Juni dari angka Mei dan perkiraan 4,0%, sementara harga konsumen bulanan secara tak terduga turun 0,1% untuk bulan kedua berturut-turut. Sementara itu, tingkat inflasi rata-rata yang dipantau ketat naik 3,6% per tahun, di bawah ekspektasi 3,7%, sedangkan inflasi inti triwulanan meningkat 0,8%, juga di bawah perkiraan. Meskipun inflasi tetap di atas kisaran target Bank Sentral Australia (RBA) sebesar 2%–3%, pasar secara tajam mengurangi taruhan pada kenaikan suku bunga lain tahun ini menjadi sekitar 50% dari lebih dari 90% sebelum rilis data. Angka-angka yang lebih lemah juga memperkuat pandangan bahwa bank sentral kemungkinan tidak akan melanjutkan pengetatan kebijakan pada pertemuan 11 Agustus. Namun, gubernur RBA baru-baru ini memperingatkan bahwa kenaikan suku bunga lain mungkin masih diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target.
Pivot : 0,70006
R1 : 0,70558 S1 : 0,69686
R2 : 0,70878 S2 : 0,69134
R3 : 0,71430 S3 : 0,68814
USDJPY
Opportunity: Bearish Range 159,600 – 158,600
Kebangkitan mata uang Yen Jepang terhadap mata uang Dollar AS telah terjadi. Yen bangun dari tidur panjangnya, dimana menguat dari level terendah 40 tahun di angka 163,900-an pada sesi sebelumnya di tengah kemungkinan intervensi oleh Kementerian Keuangan. Pergerakan yang mungkin terjadi ini menyusul penjualan sebesar $74,2 miliar oleh Kementerian Keuangan pada 27 Mei. Hal ini meredakan tekanan baru-baru ini dari harga energi yang tinggi, kekhawatiran fiskal, dan perbedaan suku bunga yang lebar. Melonjaknya harga LNG dan bensin akibat perang di Iran meningkatkan permintaan dolar di Jepang oleh importir energi dan menekan pertumbuhan karena margin yang lebih rendah, sehingga menekan mata uang domestik. Sementara itu, kekhawatiran fiskal diperbesar oleh panel pajak domestik yang mengulangi proposal untuk memotong pajak makanan menjadi 1% dari 8% saat ini, menambah pasokan yen melalui utang baru. Terakhir, Bank Sentral Jepang (BoJ) dijadwalkan untuk mempertahankan suku bunga tidak berubah besok setelah kenaikan mereka pada bulan Juni. BoJ diperkirakan masih akan melakukan kenaikan suku bunga tahun ini, tetapi ekspektasi kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve AS membatasi penyempitan perbedaan suku bunga.
Pivot : 160,392
R1 : 162,821 S1 : 157,053
R2 : 166,160 S2 : 154,624
R3 : 168,589 S3 : 151,285
GBPUSD
Opportunity : Bullish menuju : 1.3557 – 1.3609
Pounds kembali menguat cukup signifikan pada perdagangan Kamis kemarin. GBP/USD naik sekitar 0,8% dan bergerak mendekati 1,3470 setelah Bank of England mempertahankan suku bunga dengan nada hawkish. BoE menahan Bank Rate di 3,75%, namun tiga anggota komite memilih menaikkan suku bunga 25 basis point, melebihi perkiraan dua suara. Hasil voting 6-3 ini menunjukkan bahwa kekhawatiran soal inflasi yang persisten masih membayangi Komite Kebijakan Moneter. Disatu-sisi Dolar AS anjlok usai data PDB AS mengecewakan pasar dan inflasi inti melandai pada perdagangan Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,8% dan bergerak mendekati level 100,00, tergelincir di bawah level psikologis tersebut. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 1,5% secara tahunan pada kuartal kedua. Angka ini berada di bawah perkiraan pasar sebesar 2,1%. Inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) hanya naik 0,1% secara bulanan pada Juni, padahal ekonom memperkirakan kenaikan 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti melandai ke 3,3% dari 3,4% sebelumnya. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke 197 ribu, lebih rendah dari perkiraan 200 ribu. Namun Indeks Harga PDB melonjak 6,3%, jauh di atas perkiraan 3,6%. Angka ini menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi meski pertumbuhan ekonomi melambat. GBP masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan di akhir pekan ini akibat pelemahan U.S Dollar.
Open : 1.3465 Pivot 1.3424
R1 : 1.3515 S1 : 1.3372
R2 : 1.3557 S2 : 1.3332
R3 : 1.3609 S3 : 1.3283
EURUSD
Opportunity : Bullish menuju 1.1601 – 1.1665
Euro menguat cukup signifikan pada perdagangan Kamis kemarin. EUR/USD naik sekitar 0,5% dan bergerak mendekati 1,1530, level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. Ekonomi zona Euro tumbuh 0,4% secara kuartalan pada kuartal kedua, dua kali lipat dari perkiraan 0,2%. Pertumbuhan tahunan zona Euro naik menjadi 1,0%. Spanyol memimpin pertumbuhan kawasan dengan kenaikan kuartalan 0,7%, sedangkan Jerman, Prancis, dan Italia masing-masing tumbuh 0,2%. Inflasi tahunan Jerman juga naik menjadi 2,8% dan memperkuat ekspektasi bahwa Bank Sentral Eropa akan tetap berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter lebih lanjut. Disisi lain Dollar AS anjlok usai data PDB AS mengecewakan pasar dan inflasi inti melandai pada perdagangan Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,8% dan bergerak mendekati level 100,00, tergelincir di bawah level psikologis tersebut. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 1,5% secara tahunan pada kuartal kedua. Angka ini berada di bawah perkiraan pasar sebesar 2,1%. Inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) hanya naik 0,1% secara bulanan pada Juni, padahal ekonom memperkirakan kenaikan 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti melandai ke 3,3% dari 3,4% sebelumnya. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke 197 ribu, lebih rendah dari perkiraan 200 ribu. Namun Indeks Harga PDB melonjak 6,3%, jauh di atas perkiraan 3,6%. Angka ini menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi meski pertumbuhan ekonomi melambat. EUR masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini yang akan didukung oleh rilis data inflasi awal zona Euro yang diperkirakan menunjukkan inflasi inti tetap di 2,4% (yoy), sementara inflasi utama naik menjadi 2,9%. Jerman juga akan merilis data pengangguran, sedangkan Prancis dan Italia mengumumkan data inflasi awal.
Open : 1.1526 Pivot : 1.1498
R1 : 1.1563 S1 : 1.1460
R2 : 1.1601 S2 : 1.1396
R3 : 1.1665 S3 : 1.1358
USDCHF
Opportunity : Bearish menuju : 0.7951 – 0.7910
Swiss Franc menguat cukup signifikan memanfaatkan pelemahan U.S Dollar. Dolar AS anjlok usai data PDB AS mengecewakan pasar dan inflasi inti melandai pada perdagangan Kamis. Indeks Dolar AS (DXY) turun sekitar 0,8% dan bergerak mendekati level 100,00, tergelincir di bawah level psikologis tersebut. Produk Domestik Bruto (PDB) AS tumbuh 1,5% secara tahunan pada kuartal kedua. Angka ini berada di bawah perkiraan pasar sebesar 2,1%. Inflasi inti Personal Consumption Expenditures (PCE) hanya naik 0,1% secara bulanan pada Juni, padahal ekonom memperkirakan kenaikan 0,2%. Secara tahunan, inflasi inti melandai ke 3,3% dari 3,4% sebelumnya. Klaim tunjangan pengangguran mingguan turun ke 197 ribu, lebih rendah dari perkiraan 200 ribu. Namun Indeks Harga PDB melonjak 6,3%, jauh di atas perkiraan 3,6%. Angka ini menunjukkan tekanan inflasi masih tinggi meski pertumbuhan ekonomi melambat. Disisi lain penguatan mata-uang Swiss didukung oleh data ekonomi yang solid dengan KOF Leading Indicator Swiss naik sebesar 103.5 di bulan Juli versus 102.1 di bulan sebelumnya. CHF masih berpotensi untuk menguat pada perdagangan hari ini.
Open : 0.8050 Pivot : 0.8087
R1 : 0.8135 S1 : 0.8010
R2 : 0.8206 S2 : 0.7951
R3 : 0.8249 S3. : 0.7910
DXY
Opportunity: Bearish Range 99,900 – 99,300
Mata uang Dollar AS terhadap beberapa mata uang utama dunia lainnya terus mengalami pelemahan. Tergambar jelas pada Indeks Dollar AS (DXY) yang terus anjlok dan sentuh level terendah hariannya di level 99,857. Hal tersebut menjadi level terendahnya dalam sekitar enam minggu, setelah turun 0,6% pada sesi sebelumnya. Investor terus menilai keputusan FOMC terbaru dan konferensi pers Ketua Fed Warsh. Seperti yang diharapkan, Fed mempertahankan suku bunga dana federal tidak berubah, meskipun tiga anggota FOMC memberikan suara mendukung kenaikan suku bunga. Meskipun Ketua Warsh menegaskan kembali komitmen Fed untuk mengendalikan inflasi dan menekankan bahwa para pembuat kebijakan tidak akan ragu untuk bertindak jika perlu, ia bukan termasuk di antara mereka yang menganjurkan kenaikan segera dan menahan diri untuk tidak memberikan panduan ke depan yang jelas. Akibatnya, investor semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga yang akan segera terjadi dan semakin memandang bank sentral hanya menunda apa yang mereka anggap sebagai peningkatan biaya pinjaman yang tak terhindarkan. Probabilitas tersirat kenaikan 25 basis poin pada bulan September telah turun menjadi sekitar 55%, turun dari hampir 80% sebelum keputusan Fed.
Pivot : 100,298
R1 : 100,739 S1 : 99,524
R2 : 101,513 S2 : 99,083
R3 : 101,954 S3 : 98,309

INDICES ZONE BY FEDI
NIKKEI
Opportunity: Bullish ke 64,700
Indeks Nikkei 225 melonjak 5% menjadi sekitar 65.000 pada hari Jumat, memperpanjang kenaikan sesi sebelumnya dan mengikuti pergerakan Wall Street yang lebih tinggi di tengah reli global saham semikonduktor dan optimisme baru seputar sektor kecerdasan buatan. Sentimen investor meningkat berkat pendapatan yang kuat dari Microsoft dan Amazon, yang sahamnya melonjak setelah memperkuat kepercayaan pada investasi hyperscaler dan permintaan yang berkelanjutan yang didorong oleh AI. Di Jepang, Advantest melonjak lagi 17% setelah menaikkan perkiraan laba operasi tahunannya sebesar 35%, didorong oleh permintaan yang kuat untuk peralatan pengujian chip terkait AI. Saham teknologi utama lainnya yang mengalami kenaikan termasuk Tokyo Electron (8,4%), Kokusai Electric (6,2%), SoftBank Group (14,5%), Fujikura (12,4%), dan Lasertec (11,8%). Sementara itu, investor tetap fokus pada keputusan kebijakan Bank Sentral Jepang hari ini, dengan bank sentral secara luas diperkirakan akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Pivot : 62,930
R1 : 64,550 S1 : 62,085
R2 : 65,395 S2 : 60,465
R3 : 67,015 S3 : 59,620
HANGSENG
Opportunity: Bullish ke 26,270
Kontrak berjangka saham AS bergerak naik pada hari Jumat karena investor mengevaluasi laporan pendapatan terbaru dari perusahaan teknologi besar. Dalam perdagangan setelah jam kerja, Amazon melonjak lebih dari 9% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melebihi perkiraan, didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam bisnis komputasi awan dan memperkuat optimisme atas pengeluaran terkait AI. Sementara itu, Apple merosot lebih dari 6% setelah pendapatan layanannya tidak mencapai ekspektasi, meskipun perusahaan tersebut masih melampaui perkiraan pendapatan kuartal ketiga berkat lonjakan penjualan iPhone sebesar 22%. Produsen chip juga melanjutkan reli kuat hari Kamis dalam perdagangan lanjutan, dengan Micron (3%), Sandisk (5,4%), AMD (3%), Intel (4,3%), dan Nvidia (0,7%) semuanya mengalami kenaikan. Selama sesi reguler hari Kamis, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 2,78%, sementara Dow dan S&P 500 masing-masing bertambah 1,19% dan 1,66%. Saham teknologi, barang konsumsi non-esensial, dan industri memimpin pemulihan pasar yang lebih luas.
Pivot : 25,894
R1 : 26,141 S1 : 25,762
R2 : 26,273 S2 : 25,515
R3 : 26,520 S3 : 25,383
NASDAQ
Opportunity: Buy Limit: 28,261| SL: 28,150 | TP: 28,600
Kontrak berjangka saham AS bergerak naik pada hari Jumat karena investor mengevaluasi laporan pendapatan terbaru dari perusahaan teknologi besar. Dalam perdagangan setelah jam kerja, Amazon melonjak lebih dari 9% setelah melaporkan pendapatan kuartal kedua yang melebihi perkiraan, didukung oleh pertumbuhan yang kuat dalam bisnis komputasi awan dan memperkuat optimisme atas pengeluaran terkait AI. Sementara itu, Apple merosot lebih dari 6% setelah pendapatan layanannya tidak mencapai ekspektasi, meskipun perusahaan tersebut masih melampaui perkiraan pendapatan kuartal ketiga berkat lonjakan penjualan iPhone sebesar 22%. Produsen chip juga melanjutkan reli kuat hari Kamis dalam perdagangan lanjutan, dengan Micron (3%), Sandisk (5,4%), AMD (3%), Intel (4,3%), dan Nvidia (0,7%) semuanya mengalami kenaikan. Selama sesi reguler hari Kamis, Nasdaq Composite yang didominasi saham teknologi naik 2,78%, sementara Dow dan S&P 500 masing-masing bertambah 1,19% dan 1,66%. Saham teknologi, barang konsumsi non-esensial, dan industri memimpin pemulihan pasar yang lebih luas.
Pivot : 27,969.50
R1 : 28,707.00 S1 : 27,586.25
R2 : 29,090.25 S2 : 26,848.75
R3 : 29,827.75 S3 : 26,465.50

COMMODITY ZONE BY ALWI ASSEGAF
Gold
Opportunity: Level 4.116 masih menjadi area resistance, sementara 4.060 berperan sebagai support. Selama harga bertahan di atas level support tersebut, tren jangka pendek diperkirakan tetap bullish.
Harga emas diperdagangkan di kisaran $4.100 per ons pada hari Jumat, melanjutkan penguatan selama dua sesi berturut-turut. Pelemahan tajam dolar AS menjadi pendorong utama kenaikan ini, seiring dugaan bahwa Jepang kembali melakukan intervensi di pasar mata uang untuk memperkuat yen. Selain itu, emas juga mendapat dukungan sepanjang pekan setelah Federal Reserve memutuskan mempertahankan suku bunga meski tekanan inflasi kian meningkat akibat memanasnya kembali konflik di Timur Tengah. Meski begitu, ekspektasi pengetatan kebijakan moneter tetap membatasi ruang penguatan lebih lanjut, dengan pelaku pasar saat ini memperkirakan sekitar 63% peluang The Fed akan menaikkan suku bunga pada bulan September.
Situasi geopolitik turut memanas setelah militer AS melancarkan serangan baru ke sejumlah target Iran sebagai balasan atas serangan Teheran terhadap aset-aset AS di kawasan tersebut, sebuah perkembangan yang semakin mengecilkan peluang tercapainya kesepakatan diplomatik dalam waktu dekat. Secara keseluruhan, emas berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan lebih dari 2% pada bulan ini, yang akan menjadi kenaikan bulanan pertamanya dalam lima bulan terakhir.
Pivot : 4.060
R1 4.116 R2 4.4.166 R3 4.203
S1 4.060 S2 4.027 S3 3.995
Oil
Opportunity : Pergerakan harga masih berada dalam fase konsolidasi. Selama belum mampu menembus level 85,89, tren jangka pendek cenderung bearish dengan potensi menguji support di 81,22.
Harga minyak mentah diperdagangkan mendekati level $84 per barel pada hari Jumat dan berada di jalur untuk mencatatkan kenaikan bulanan lebih dari 20%, seiring kekhawatiran bahwa memanasnya kembali konflik antara AS dan Iran akan mengganggu pasokan energi di kawasan Timur Tengah. Militer AS melancarkan serangan baru terhadap target-target Iran sebagai respons atas serangan Teheran terhadap aset-aset AS di kawasan tersebut, sebuah langkah yang semakin meredupkan harapan akan terobosan diplomatik dalam waktu dekat. Meski demikian, lalu lintas kapal tanker melalui Selat Hormuz justru meningkat setelah sebelumnya sempat melambat, sehingga memungkinkan jutaan barel minyak tetap dapat melewati jalur tersebut.
Sementara itu, di kawasan Laut Merah, Arab Saudi menggelar pembicaraan dengan perwakilan dari 43 negara untuk membahas pembentukan koalisi maritim guna mengamankan jalur pelayaran, menyusul blokade yang diberlakukan oleh milisi Houthi yang didukung Iran pekan lalu. Di sisi lain, para pelaku pasar juga tetap mewaspadai potensi gangguan pasokan di kawasan Laut Hitam, setelah kegiatan pemuatan di terminal ekspor yang menjadi jalur vital bagi pengiriman minyak mentah Kazakhstan kembali dihentikan pekan ini menyusul serangan baru terhadap kapal tanker minyak.
Pivot: 85,89
R1 85,89 S1 81,22
R2 87,27 S2 79,54
R3 90,49 S3 77,88
DAILY ECONOMIC DATA


WEBINAR HARI INI (Jumat, 31 Juli 2026)

Halo, Sobat Trader…
Mau tingkatkan potensi profit trading Dollar AS & Emas bersama analyst profesional TPFx Indonesia? Mari bergabung di program unggulan seru dari TPFx Indonesia dengan tema:
Membaca Arah GBP/USD dengan Price Action Pasca BoJ Meeting
Catat jam dan waktunya ya!
| Jumat, 31 Juli 2026 | |
| 14.00 WIB | |
| Online Event : Zoom & YouTube TPFX Indonesia |
Silakan klik link di sini untuk join:
