Pengertian & Efek Data Penting Hari Ini, ADP Non-Farm Employment Change, ISM Manufacturing PMI, JOLTS Job Openings & FOMC Funds Rate, FOMC Statement & FOMC Press Conference

Semangat siang sobat trader TPFx hari ini Rabu 01 Februari 2023, kami akan memberikan informasi mengenai rilis data high impact di market serta efek/pengaruhnya. Pembahasan ini semoga berguna bagi sobat trader sebelum melakukan trading dan diharapkan menjadi tambahan wawasan pengetahuan seputar rilis data ekonomi dimarket.

Selain Analisa Fundamental sobat trader perlu juga untuk membuat level – level psikologis market untuk pair tertentu dengan menggunakan perhitungan Pivot Poin, Support dan Resistance.

Untuk hari ini Rabu  01 Februari 2023 banyak sekali akan rilis data USD : ADP Non-Farm Employment Change  yang akan dirilis pada pukul 20:15 WIB, lalu ISM Manufacturing dan JOLTS Job Openings pada pukul 22:00 WIB dan agenda FOMC pada dinihari nanti pukul 02:00 WIB  (https://www.forexfactory.com/calendar)kesemua Rilis data high impact  ini akan memberikan efek yang cukup besar terhadap pergerakan market, karena ini merupakan data ekonomi AS. Akan berdampak terhadap kondisi mata uang Dollar AS dan pastinya akan berdampak juga terhadap semua pair Forex di market, bahkan terhadap Commodity seperti Gold dan Oil serta Indeks saham. Kita bahas satu persatu pengertian data tersebut.

USD : ADP Non-Farm Employment Change yang akan dirilis pada pukul 20:15 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar)  data ADP merupakan data yang akan menganalisis data penggajian  lebih dari 23 juta pekerja untuk mendapatkan estimasi pertumbuhan lapangan kerja. Pertumbuhah lapangan kerja ini merupakan perkiraan perubahan jumlah orang yang bekerja selama bulan sebelumnya, tidak termasuk industri pertanian dan sektor pemerintahan.

Data ini memberikan gambaran awal tentang pertumbuhan lapangan kerja, biasanya 2 hari lebih awal dari data ketenagakerjaan yang dirilis pemerintah yang dirancang untuk dijadikan acuan.  Dengan kata lain data ADP ini merupakan cerminan dari rilis data NFP pada Jum’at lusa.

Data ini di prediksi menurun menjadi sebesar 176.000 sedangkan periode sebelumnya  235.000. Jika nanti saat dirilis sesuai prediksi maka mata uang Dollar AS akan melemah. Namun bila diatas prediksi dan diatas data periode sebelumnya , maka di pastikan kondisi Dollar AS akan sangat menguat. Namun jika dirilis dibawah prediksi dan dibawah periode sebelumnya, maka di pastikan kondisi mata uang Dollar AS akan melemah tajam.

USD : ISM Manufacturing PMI & JOLTS Job Openings yang akan dirilis pada pukul 22:00 WIB dan dilanjutkan pada dinihari nanti FOMC Statement,Federal Funds Rate dan  FOMC Press Conference pukul 02:00 WIB ( www.forexfactory.com ). Efek rilis kedua data ini akan memberikan dampak  yang cukup besar terhadap pergerakan pair Dollar Amerika (USD),  pastinya  juga akan  berdampak besar terhadap pair lainnya dimarket dan semua pair forex  dan juga terhadap indeks, commodity  seperti Gold dan Oil atau semua yang berhubungan dengan Dollar AS.

USD : ISM Manufacturing PMI  merupakan indeks yang sama seperti yang  dirilis oleh Market untuk Manufacturing PMI, namun datanya bersumber dan dibuat oleh Institute for Supply Management (ISM) yang secara khusus dibuat untuk AS.Indikator ini biasanya akan berdampak lebih besar dibanding dengan yang dirilis Market. Just info Indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap sekitar 300 purchasing manager di AS,mengenai kondisi dan situasi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja atau karyawan. Jika rilis di atas 50.0 maka mencerminkan ekspansi di sektor manufaktur, namun jika di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.

Data ISM Manufacturing PMI AS ini diprediksi menurun menjadi sebesar 48,0 sedangkan data periode sebelumnya sebesar 48,4. Jika data ini dirilis sesuai prediksi maka kondisi mata uang Dollar AS akan melemah. Namun  jika data ini di rilis diatas prediksi dan di atas periode sebelumnya, maka akan menguatkan mata uang Dollar AS, namun jika di rilis dibawah prediksi dan di bawah periode sebelumnya maka mata uang Dollar AS akan melemah tajam.

USD : JOLTS Job Openings yang akan dirilis pada pukul 22:00 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar),

JOLTS Job Openings  merupakan JOLTS (Job Openings and Labor Turnover Survey)  merupakan data ketersediaan lapangan pekerjaan yang disiapkan pemerintah di luar sektor industri dan peternakan. Data ketersediaan lapangan perkerjaan ini di rilis tiap bulannya sekitar 35 hari setelah akhir bulan.

Data ini akan berdampak di pergerakan market, karena ketersedian lapangan pekerjaan ini merupakan barometer bagi tingkat penyerapan jumlah tenaga kerja serta prosentase pendapatan masyarakat. akan menjadi tolak ukur bagi Bank Sentral dan pemerintah guna mengambil keputusan kebijakan apa yang akan diambil.

data ini di prediksi akan turun dan di prediksi akan melemahkan mata uang Dollar AS. Untuk prediksi JOLTS Job Openings berada di level 10,28M, sedangkan pada periode sebelumnya sebesar 10,46M.

Jika data ini dirilis sesuai prediksi maka akan melemahkan mata uang Dollar AS, namun jika di rilis diatas prediksi atau bahkan diatas data periode sebelumnya maka kondisi mata uang Dollar AS akan menguat.

USD : FOMC Statement (Federal Open Market Committee) merupakan pertemuan dari kepala bank central negara bagian Amerika Serikat yang di kepalai oleh The Fed. Mereka bersidang akan menyepakati mengenai kebijakan yang akan di ambil. Dalam 1 tahun mereka akan mengadakan pertemuan sebanyak 8 kali dan ini adalah catatan rinci dari pertemuan terbaru FOMC, setelah mereka bersidang biasanya akan voting tentang penetapan suku bunga. Pertemuan di awal tahun 2023 ini merupakan pertemuan penting dan berbeda karena akan membahas mengenai wacana kenaikan suku bunga yang kurang agresif atau lebih rendah dari pertemuan di tahun sebelumnya, diprediksi hanya akan menaikan 25 basis poin, serta pernyataan arah kebijakan moneter atau fiscal yang akan diambil kedepannya baik rencana masih akan ada beberapa kali lagi kenaikan suku bunga dan berapa basis poin atau mempertahankan suku bunga yang ada hingga akhir tahun 2023 ini.

USD : Federal Funds Rate  adalah keputusan bank central suatu negara untuk mempertahankan, menaikkan ataupun menurunkan tingkat suku bunga. Suku bunga jangka pendek adalah faktor terpenting dalam menentukan nilai mata uang suatu negara. Pelaku pasar pasti akan mencermati mengenai rilis data ini. Setelah data ini di rilis biasanya akan diikuti oleh pernyataan dan menginformasikan ke pada media massa yang akan di ikuti juga dengan tanya jawab, dimana sesi tanya jawab ini yang akan menggerakkan market secara volatile. Diprediksi tingkat suku bunga akan dinaikan lebih rendah dari pertemuan sebelumnya, diprediksi hanya 25 basis poin.  Namun jika masih ada peluang 50 basis poin atau lebih  maka akan sangat menguntungkan mata uang Dollar AS, namun peluangnya sangat kecil mengingat tingkat inflasi AS sudah menurun.

USD : FOMC Press Conference Data ini mengenai konferensi pers yang memiliki 2 bagian – pertama pernyataan yang telah disiapkan dibacakan, kemudian konferensi terbuka untuk pertanyaan pers. Pertanyaan tersebut sering kali mengarah pada jawaban tanpa naskah yang menciptakan volatilitas pasar yang besar. Ini adalah salah satu metode utama yang digunakan Dewan Komisaris untuk memberikan informasi kepada investor mengenai kebijakan moneter. Ini mencakup secara rinci faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan suku bunga terbaru, seperti prospek ekonomi dan inflasi secara keseluruhan. Yang terpenting, ini memberikan petunjuk tentang kebijakan moneter yang akan di ambil di masa depan.

Jika pada statement nanti Bank Sentral Amerika (The Fed) memberikan statement mengenai kebijakannya yang “hawkish” maka di pastikan mata uang Dollar Amerika /USD akan menguat. Begitupun jika pernyataan dari ketua Bank Sentral Amerika nanti bersikap “dovish” maka akan membebani mata uang Dollar AS,  USD akan melemah.

Semoga penjelasan mengenai arti data ekonomi yang akan di rilis nanti serta efeknya terhadap pergerakan market, dapat menjadi bahan pertimbangan para sobat trader didalam melakukan trading. Tetap bijak dalam trading dan selalu utamakan Money Management dan Risk Management.

image-artikel

Popular Jurnal