Permintaan safe haven mendorong Dolar AS menguat pada Senin (5/10). Indeks Dolar AS (DXY) naik ke kisaran 102,50. Level itu menjadi yang tertinggi sejak April 2025. Imbal hasil obligasi AS ikut naik di seluruh tenor. Sementara itu, kekhawatiran fiskal di Eropa menekan aset berisiko.
Euro dan Pound Sterling Melemah
EUR/USD membuka pekan kelima berturut-turut dengan kerugian. Penguatan Dolar AS yang terus berlanjut menekan euro. Selain itu, kekhawatiran fiskal baru di kawasan euro memperburuk tekanan tersebut.
Hari ini Jerman merilis data pesanan pabrik. Jerman dan zona euro juga melaporkan PMI Konstruksi S&P Global, lalu disusul data penjualan ritel kawasan euro. Pejabat ECB Donnery, Buch, Cipollone, dan Elderson akan berbicara.
GBP/USD ikut tertekan dan sempat turun di bawah level kunci 1,3200. Dari Inggris, hanya PMI Konstruksi S&P Global yang akan rilis.
Yen dan Dolar Australia Bergerak Terbatas
USD/JPY bergerak tipis di atas level 158,00. Pasangan ini naik sedikit pada hari ini. Pasar juga menanti lelang obligasi pemerintah Jepang (JGB) tenor 10 tahun. Gubernur BoJ Kazuo Ueda akan berbicara hari ini.
Di sisi lain, AUD/USD melanjutkan rebound Jumat dan mendekati level psikologis 0,7000. Dolar Australia bertahan meski Dolar AS terus menguat. Westpac akan merilis indeks kepercayaan konsumen Australia.
Data Ekonomi AS yang Menjadi Sorotan
Investor menanti sederet data AS hari ini. Data tersebut meliputi ADP Employment Change mingguan, neraca perdagangan, dan Indeks Optimisme Ekonomi RCM/TIPP. Laporan mingguan API soal stok minyak mentah AS juga ikut rilis. Selain itu, pejabat The Fed Williams dan Bowman akan berbicara. Pelaku pasar akan menakar arah permintaan safe haven dari pernyataan mereka.
Minyak dan Emas Tertekan
Harga minyak WTI melanjutkan penurunan Jumat dan sempat menyentuh level 90 dolar AS per barel. Ekspor minyak mentah dari Timur Tengah yang meningkat menekan harga. Pengumuman G7 untuk melepas cadangan diesel dan minyak mentah menambah tekanan.
Emas juga melemah dan bertahan sedikit di atas 4.100 dolar AS per ons troi. Penguatan Dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi AS menjadi penyebabnya.
Wall Street Mengakhiri Hari di Zona Hijau
Bursa saham AS menutup perdagangan Senin lebih tinggi. Reli saham teknologi besar mengimbangi kekhawatiran soal harga minyak dan imbal hasil obligasi. S&P 500 naik 0,7%, sedangkan Nasdaq 100 menguat 0,9% ke rekor 31.076. Dow Jones bertambah 91 poin.
Pasar menyerap kenaikan biaya pinjaman, harga energi tinggi, dan kekhawatiran inflasi. Laba perusahaan yang solid, belanja konsumen, dan investasi kecerdasan buatan (AI) menopang saham. Alphabet naik 0,9%, Meta 1,9%, dan Microsoft 1,5%.
Saham produsen chip bergerak beragam. Nvidia dan Broadcom masing-masing naik 2,1%. Namun, Micron turun 1%, AMD turun 0,3%, dan Intel turun 2,6%. Tesla naik 2,2%. SpaceX melonjak 7,6% setelah muncul kabar kerja sama antara TSMC dan inisiatif Terafab milik Elon Musk.
Prospek Dolar AS
Dolar AS masih berada di jalur penguatan. Pasar akan memantau data tenaga kerja, imbal hasil obligasi, dan pernyataan pejabat bank sentral. Selama permintaan safe haven bertahan, Dolar AS berpeluang tetap kuat.
Prospek Harga Emas Selasa | 06 Oktober 2026
Pergerakan emas masih berada dalam tren bearish setelah gagal merebut kembali resistance 4.188–4.219 dan tetap bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 yang berada di 45,56 juga menunjukkan momentum masih cenderung bearish, meski belum memasuki area oversold. Harga saat ini mulai mendekati area support 4.100–4.081. Jika mampu bertahan di area tersebut, peluang rebound menuju resistance 4.188 tetap terbuka, meski kenaikan masih berpotensi menjadi rebound korektif selama harga belum menembus resistance tersebut.
Namun, jika support 4.100–4.081 ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju 4.019. Sebaliknya, penembusan 4.188–4.219 dapat menjadi sinyal positif bagi berakhirnya tren bearish jangka pendek dan membuka peluang pemulihan lebih lanjut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.188 R2 4.219 R3 4.243
S1 4.110 S2 4.081 S3 4.019
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.120 |
| Profit Target Level | 4.180 |
| Stop Loss Level | 4.070 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.185 |
| Profit Target Level | 4.120 |
| Stop Loss Level | 4.230 |
Prospek Harga US Oil Senin | 05 Oktober 2025
Pergerakan US oil pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga tertahan di area support 88,66–87,46, yang menjadi zona penting untuk menentukan arah pergerakan berikutnya. Jika support tersebut mampu dipertahankan, harga berpeluang mengalami rebound untuk menguji resistance 91,94.
Namun, selama harga belum kembali menembus resistance tersebut, tekanan bearish masih tetap terlihat. Sebaliknya, penurunan di bawah 87,46 berpotensi membuka ruang pelemahan menuju support berikutnya di 86,19.
US Oil INTRADAY AREA
R1 91,94 R2 93,59 R3 96,72
S1 88,66 S2 87,46 S3 86,19
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 88,70 |
| Profit Target Level | 91,00 |
| Stop Loss Level | 87,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 91,90 |
| Profit Target Level | 89,00 |
| Stop Loss Level | 94,00 |
Baca analisa sebelumnya: Data Tenaga Kerja AS Lemah, Dolar Tertekan dan Emas Turun
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Disclaimer
Informasi dalam artikel ini disusun berdasarkan sumber yang dianggap terpercaya dan bertujuan untuk memberikan informasi serta edukasi mengenai perkembangan pasar keuangan. Seluruh data, opini, dan proyeksi yang disampaikan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi pasar dan perkembangan ekonomi global. Artikel ini bukan merupakan ajakan, rekomendasi, atau saran investasi maupun trading. Setiap keputusan investasi dan transaksi yang diambil berdasarkan informasi dalam artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab masing-masing pembaca. Selalu lakukan analisis dan pertimbangan risiko secara mandiri sebelum mengambil keputusan investasi atau trading.
Pergerakan XAUUSD pada grafik H4 masih menunjukkan kecenderungan bearish, meski sempat terjadi rebound dari area support 4.110–4.139. Setelah rebound, harga kembali tertahan di area 4.219 – 4.228 dan belum mampu bertahan di atas SMA 50, sehingga tekanan jual masih terlihat dominan.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.202. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual berpotensi berlanjut dengan target support di 4.100, kemudian 4.075, dan 4.050.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.280 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga terlihat berkonsolidasi di area 4.142–4.219, dengan posisi terakhir sekitar 4.176.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah sebelumnya mengalami tekanan jual. Harga kini bergerak di sekitar 91,86 dan mulai kembali berada di atas SMA 50, sementara RSI 14 berada di 55,29, menunjukkan momentum mulai menguat.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga sebelumnya sempat rebound dari area support 4.110–4.142, tetapi penguatan tersebut belum mampu membawa harga bertahan di atas SMA 50. Setelah kembali tertahan, harga turun lagi dan kini sedang menguji support 4.142. RSI(14) berada di 38,89, menunjukkan momentum masih cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish. Harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai mengarah turun, sementara RSI(14) berada di 41,40, menandakan momentum masih cenderung bearish meski belum memasuki area oversold. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area support 88,68.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support 4.235 dan bergerak di bawah SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound dari area 4.110–4.142, sementara RSI 42,55 mulai naik dari wilayah oversold, menunjukkan adanya peluang pemulihan jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas resistance 94,67 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. Tekanan jual membawa harga turun hingga menguji support 88,68, sementara RSI 36,63 menunjukkan momentum bearish masih dominan.
Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang semakin kuat. Harga saat ini berada di bawah SMA 50 dan juga masih tertahan oleh garis tren menurun, sehingga tekanan jual masih dominan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan konsolidasi dengan tekanan bearish, setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 96,04 dan kembali bergerak di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 48,71, menunjukkan momentum yang relatif netral.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish setelah harga bergerak di bawah SMA 50 dan garis tren turun. RSI 14 berada di level 40,21, menandakan momentum jual masih dominan, meski belum memasuki area oversold.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih cenderung bearish setelah harga berada di bawah SMA 50. RSI 14 berada di level 51,70, menunjukkan momentum mulai netral dan masih membuka peluang rebound. Selama harga tertahan di bawah SMA 50, tekanan turun berpotensi kembali menguji support 91,20 dan 88,68.
Pergerakan emas pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan bearish, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 dan membentuk pola lower high di bawah garis tren menurun. RSI 14 berada di level 39,23, menunjukkan momentum jual masih dominan meskipun mulai mendekati area oversold.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan upaya pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kembali bergerak di sekitar SMA 50. RSI 14 berada di level 52,78, menunjukkan momentum mulai kembali positif dan memberikan ruang bagi US Oil untuk melanjutkan kenaikan.
Pergerakan emas pada grafik H4 kembali melemah setelah gagal bertahan di area 4.342 dan kini bergerak di bawah SMA 50. RSI 38,48 juga menunjukkan tekanan bearish masih dominan, sehingga harga berpotensi menguji support 4.251 dan 4.223.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal bertahan di atas SMA 50 dan kini bergerak di bawah area 93,81. RSI 46,60 menunjukkan momentum masih cenderung lemah, meski harga sedang mengalami rebound.
