Market Summary
Pidato Powell menjadi perhatian utama pasar pada perdagangan hari ini, seiring pergerakan emas (XAU/USD) yang menunjukkan pemulihan setelah sempat tertekan di sesi Asia. Harga turun ke area $4.420 sebelum berbalik naik dan kembali diperdagangkan di atas $4.500.
Rebound ini melanjutkan momentum penguatan kuat yang terjadi pada akhir pekan lalu, di mana emas mencatat kenaikan lebih dari 2,5%. Pelemahan indeks dolar AS yang gagal mempertahankan posisi di atas level psikologis 100 turut memberikan ruang bagi emas untuk bergerak naik, meskipun penguatannya masih terbatas.
Ekspektasi Kebijakan The Fed 2026 Batasi Kenaikan
Perubahan ekspektasi kebijakan moneter menjadi faktor utama yang mempengaruhi arah emas. Pasar kini semakin yakin bahwa Federal Reserve akan mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.
Proyeksi dari Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) menunjukkan inflasi AS berpotensi mencapai 4,2%, jauh di atas target bank sentral. Tekanan ini diperkuat oleh lonjakan harga energi akibat konflik geopolitik yang belum mereda.
Sementara itu, data dari CME Group melalui FedWatch Tool menunjukkan bahwa ekspektasi pemangkasan suku bunga di awal 2026 hampir sepenuhnya menghilang. Pasar bahkan mulai memperhitungkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada akhir 2026 seiring meningkatnya risiko inflasi.
Kondisi ini menopang dolar AS dan membatasi potensi kenaikan emas, karena suku bunga tinggi meningkatkan opportunity cost bagi aset tanpa imbal hasil seperti emas.
Konflik Timur Tengah Dorong Inflasi dan Ketidakpastian
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah terus menjadi pendorong utama volatilitas pasar. Konflik yang melibatkan Iran dan kelompok Houthi meningkatkan risiko gangguan pada jalur distribusi energi global, terutama di kawasan Laut Merah dan Selat Hormuz.
Lonjakan harga minyak akibat potensi gangguan pasokan memperbesar tekanan inflasi global. Situasi ini menciptakan dinamika yang kompleks bagi emas. Di satu sisi, emas mendapat dukungan sebagai aset safe haven, namun di sisi lain, tekanan inflasi justru memperkuat ekspektasi kebijakan moneter yang lebih ketat.
Dolar AS Tetap Kuat di Tengah Permintaan Safe Haven
Indeks dolar AS tetap bertahan kuat setelah mencatat kenaikan dalam beberapa sesi terakhir. Permintaan terhadap aset safe haven meningkat seiring ketidakpastian global yang terus berlanjut.
Selain faktor geopolitik, pasar juga menantikan rilis data tenaga kerja AS seperti JOLTS, ADP, dan Nonfarm Payrolls. Data yang kuat berpotensi memperkuat ekspektasi kebijakan hawkish dari Federal Reserve, yang pada akhirnya dapat kembali menekan harga emas.
Pasar Menanti Sinyal dari Pidato Powell
Fokus utama kini tertuju pada pernyataan dari Jerome Powell. Pidato Powell malam ini diperkirakan akan memberikan petunjuk penting terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Jika Powell menegaskan sikap hawkish, dolar AS berpotensi menguat dan menekan emas kembali ke bawah. Sebaliknya, jika nada yang disampaikan lebih dovish atau menunjukkan kekhawatiran terhadap pertumbuhan ekonomi, emas berpeluang melanjutkan penguatan.
Dalam kondisi pasar yang sensitif terhadap kebijakan moneter, pergerakan emas saat ini cenderung bergantung pada arah yang akan ditegaskan dalam Pidato Powell.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot berada di 4.467. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.555. Jika resistance ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju 4.600 hingga 4.640.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun dan menembus di bawah level 4.467, tekanan bearish dapat meningkat dengan potensi penurunan menuju area support di 4.418 hingga 4.380.
Resistance 1: 4.555 Resistance 2: 4.600 Resistance 3: 4.640
Support1: 4.467 Support 2: 4.418 Support 3: 4.380
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA serta struktur lower high yang terbentuk. Setelah sempat rebound dari area support sekitar 4.230–4.300, kenaikan tertahan di area resistance 4.550–4.600 yang berdekatan dengan SMA 50, menandakan adanya tekanan jual yang masih dominan. RSI yang berada di kisaran netral cenderung naik menunjukkan adanya momentum pemulihan terbatas, namun belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang mulai menguat setelah harga berhasil rebound dan menembus area resistance 98,82 hingga 101,20. Saat ini harga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan adanya perubahan arah tren jangka pendek menjadi lebih positif. RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan kondisi overbought, namun juga menegaskan kuatnya momentum beli dalam waktu dekat.
Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren bearish setelah penurunan tajam yang menembus area support sebelumnya, dengan posisi harga tetap berada di bawah SMA 50. Saat ini terjadi konsolidasi sempit di bawah resistance 4.486 dan trendline turun, menunjukkan potensi pullback terbatas sebelum tekanan jual kembali dominan.
Pergerakan US pada timeframe H4 terlihat saat sedang dalam fase konsolidasi setelah penurunan sebelumnya, dengan kenaikan tertahan di area resistance 95,34 yang juga berdekatan dengan SMA. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, pergerakan naik masih berisiko terbatas dan rentan berbalik melemah. Jika penolakan kembali terjadi di zona ini, harga berpotensi terkoreksi turun untuk menguji support 89,33 sebagai area penopang terdekat.
Pergerakan XAU/USD pada grafik H4 masih berada dalam tren turun setelah serangkaian penembusan support penting. Harga sempat mencetak low di 4.099 lalu rebound, namun kenaikan tersebut tertahan kuat di resistance 4.600, yang menunjukkan area ini sebagai supply utama.
Pergerakan US Oil (WTI) pada grafik H4 menunjukkan tekanan bearish setelah harga jatuh tajam dari area di atas 100 dan menembus SMA serta support penting. Saat ini harga bergerak sideways dalam fase konsolidasi di bawah resistance 92.09–94.71, menandakan pasar sedang menunggu katalis baru setelah penurunan kuat sebelumnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan adanya rebound yang cukup kuat setelah menyentuh area support 4.099 – 4.223, dengan harga kini sudah kembali dan bertahan di atas level 4.351. Kenaikan ini membuka peluang untuk melanjutkan penguatan menuju resistance berikutnya di kisaran 4.600 hingga 4.726. Selama harga mampu bertahan di atas 4.351, momentum bullish jangka pendek masih terjaga, apalagi RSI juga mulai bergerak naik dari area rendah yang menandakan pemulihan momentum.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 saat ini menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam dari area 101,20, di mana harga sempat menyentuh support 84,40 sebelum akhirnya memantul naik. Namun, kenaikan tersebut masih tertahan di area resistance 92,09 hingga 94,71, yang kini menjadi zona kunci penentu arah berikutnya.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat turun tajam hingga membentuk low baru di kisaran 4.099, lalu mengalami rebound dan kini bertahan di atas support 4.351. Bertahannya harga di atas level ini membuka peluang koreksi naik untuk menguji resistance di 4.600 hingga 4.726. Dari sisi indikator, RSI terlihat mulai naik dari area oversold dan kini berada di sekitar level 30–40, mengindikasikan adanya momentum rebound meski belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat bergerak dalam fase sideways di area 92,09 hingga 101,20, namun tekanan jual kembali muncul setelah harga gagal bertahan di atas resistance tersebut. Penurunan tajam terbaru membawa harga turun menembus area SMA 50, yang kini mulai mendatar hingga cenderung berbalik arah, mengindikasikan melemahnya momentum bullish sebelumnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.380. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 4.098, kemudian 4.000, hingga 3.890.
Pergerakan emas pada time frame H4 masih menunjukkan tekanan bearish yang kuat setelah harga turun tajam dan bergerak di bawah SMA 50, menandakan tren turun masih dominan. Saat ini, fokus utama berada pada area support krusial di kisaran 4.503–4.403 yang menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat mulai kembali menguat setelah berhasil bertahan di atas area support 92,09–94,71, yang kini berfungsi sebagai zona demand sekaligus penopang tren naik jangka pendek. Harga juga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan momentum bullish mulai terbentuk kembali.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish kuat setelah menembus beberapa level support penting dan bergerak jauh di bawah SMA 50, yang mengonfirmasi dominasi seller dalam jangka pendek. Penurunan terbaru berlangsung tajam dan saat ini harga masih berada di atas zona support kuat 4.503–4.403, sehingga area tersebut belum tersentuh dan tetap menjadi potensi demand utama apabila pelemahan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada time frame terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah reli kuat sebelumnya, dengan harga kini berada di sekitar area support 92,50 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga zona ini menjadi penentu arah pergerakan selanjutnya. Struktur harga menunjukkan momentum bullish mulai melemah setelah gagal mempertahankan posisi di bawah resistance 99,99, sementara penurunan terbaru mengindikasikan tekanan jual jangka pendek sedang meningkat.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah penembusan kuat di bawah area support 4.961 dan 4.900. Harga saat ini bergerak di bawah SMA yang mulai menurun, mengindikasikan tren turun masih dominan, sementara RSI berada di area oversold namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang signifikan.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 92,50 dan didukung oleh posisi harga yang masih berada di atas SMA yang menanjak. Saat ini harga sedang menguji resistance 99,99, sehingga jika mampu ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 104,73 hingga 108,00.
