Harga Minyak Terkoreksi Setelah Reli Tajam
Harga minyak terkoreksi setelah sempat menyentuh level tertinggi dalam empat tahun terakhir. Minyak Brent sempat mencapai $126,41 per barel, namun gagal bertahan dan ditutup turun $4,02 atau 3,4% di $114,01. Sementara itu, minyak mentah AS juga melemah $1,81 ke level $105,07 per barel.
Penurunan ini menunjukkan aksi ambil untung setelah reli kuat dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan sebelumnya didorong oleh kekhawatiran pasokan, namun pasar mulai mencerna ulang risiko yang ada.
Konflik Timur Tengah Picu Volatilitas Energi
Harga minyak terkoreksi di tengah ketegangan geopolitik yang masih tinggi. Konflik antara AS, Israel, dan Iran telah mengganggu distribusi energi global, khususnya di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital pengiriman minyak dunia.
Iran memperingatkan akan melakukan pembalasan jika gencatan senjata dilanggar. Presiden AS, Donald Trump, juga dilaporkan menerima pengarahan terkait kemungkinan aksi militer lanjutan. Meski risiko masih tinggi, tidak adanya perkembangan baru membuat pasar mulai melakukan koreksi harga.
Pasar Saham Global Menguat Signifikan
Saat harga minyak terkoreksi, pasar saham justru menguat tajam. Indeks Dow Jones melonjak 790,33 poin atau 1,62% ke 49.652,14. S&P 500 naik 73,06 poin atau 1,02% ke 7.209,01, sementara Nasdaq bertambah 219,07 poin atau 0,89% ke 24.892,31.
Secara global, indeks MSCI naik 0,89% ke 1.077,10 dan mencatat kenaikan bulanan terbesar sejak 2020. Indeks STOXX 600 Eropa juga menguat 1,38%. Kinerja positif sektor teknologi menjadi pendorong utama penguatan ini.
Kebijakan Bank Sentral Dan Obligasi
Bank Sentral Eropa (ECB) dan Bank of England (BOE) mempertahankan suku bunga. Federal Reserve juga menahan suku bunga, namun menunjukkan sikap yang lebih hawkish. Ketua The Fed, Jerome Powell, menegaskan akan tetap menjaga independensi bank sentral.
Di pasar obligasi, yield US Treasury tenor 2 tahun turun 4,9 basis poin ke 3,883%. Sementara yield 10 tahun melemah 2,8 basis poin ke 4,388%. Penurunan yield ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset aman.
Yen Melonjak, Dolar Tertekan
Pergerakan mata uang juga cukup tajam. Yen Jepang menguat signifikan setelah adanya indikasi intervensi pemerintah. Dolar AS sempat anjlok hingga 3% terhadap yen ke level 155,5, sebelum akhirnya berada di kisaran 156,3.
Ini menjadi penurunan harian terbesar dolar terhadap yen sejak akhir 2024. Intervensi ini menunjukkan upaya serius Jepang dalam menstabilkan mata uangnya.
Emas Ikut Naik Saat Dolar Melemah
Di sisi lain, harga emas naik 1,7% ke $4.618,67 per ons. Kenaikan ini didorong oleh pelemahan dolar serta ketidakpastian arah kebijakan moneter global.
Secara keseluruhan, harga minyak terkoreksi mencerminkan fase konsolidasi setelah lonjakan tajam. Namun, volatilitas pasar masih tinggi dan sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik serta kebijakan bank sentral global.
Prospek Harga Emas Jumat| 01 Mei 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
RSI yang mulai bergerak naik dari area mendekati oversold mengindikasikan adanya potensi rebound lanjutan dalam jangka pendek, dengan peluang kenaikan menguji kembali area 4.630 hingga 4.667. Namun selama harga belum mampu menembus area tersebut secara konsisten, setiap kenaikan masih berpotensi menjadi peluang sell, dengan risiko harga kembali melemah dan menguji area support 4.580 hingga 4.510.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.667 R2 4.701 R3 4.726
S1 4.605 S2 4.580 S3 4.542
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.610 |
| Profit Target Level | 4.660 |
| Stop Loss Level | 4.570 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.665 |
| Profit Target Level | 4.620 |
| Stop Loss Level | 4.705 |
Prospek Harga US Oil Jumat | 01 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
Selama harga mampu bertahan di atas area 103,28 hingga 98,36, potensi rebound masih terbuka dengan peluang kembali menguji resistance 111,20. Namun jika support tersebut ditembus, tekanan jual berpotensi meningkat dan membuka ruang pelemahan lebih lanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 111,20 R2 113,25 R3 117,51
S1 105,56 S2 101,78 S3 98,36
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 102,50 |
| Profit Target Level | 109,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 110,80 |
| Profit Target Level | 107,00 |
| Stop Loss Level | 113,50 |
Baca analisa sebelumnya: Pasar Global Wait and See, Minyak Menguat
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support kuat di 4.630 yang kini berubah menjadi resistance. Penurunan berlanjut hingga mendekati area demand di kisaran 4.510–4.483, dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga, mengindikasikan tren turun belum berakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang solid setelah harga berhasil menembus resistance 101,78 dan 105,56, yang kini beralih fungsi menjadi area support. Struktur higher high dan higher low semakin menguat, dengan harga bergerak stabil di atas moving average, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga sedang mendekati resistance kunci di 111,20, sehingga potensi kenaikan masih terbuka selama tidak kembali turun di bawah 105,56.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 4.610. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka. Saat ini, harga sedang menguji support terdekat di 4.555. Jika level ini berhasil ditembus, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support berikutnya di area 4.530 hingga 4.480.
Pergerakan emas pada time frame H4 mengonfirmasi tren bearish setelah harga menembus support 4.657 yang kini beralih menjadi resistance, sejalan dengan posisi harga yang berada di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan struktur lower high yang terbentuk. Harga saat ini telah membentuk support baru di 4.554 setelah penurunan tajam, dengan RSI yang berada di area oversold sehingga membuka peluang rebound jangka pendek untuk menguji resistance 4.630 hingga 4.657.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan bullish setelah harga berhasil menembus resistance 98,08 yang kini berpotensi menjadi support, didukung oleh posisi harga yang mulai bergerak di atas moving average serta struktur higher low yang terbentuk. Kenaikan ini mendorong harga mendekati area resistance 101,78, dengan RSI yang berada di kisaran 60–70 mengindikasikan momentum bullish masih terjaga meskipun mendekati area jenuh beli.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.743, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh trendline turun yang mengindikasikan dominasi tekanan jual. Selama harga tidak mampu menembus kembali area 4.717, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 4.668 hingga 4.644, bahkan berlanjut ke 4.607 jika tekanan semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound yang mulai menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan turun, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 dan mendekati area resistance 97,90. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka untuk kembali menguji support di 94,52 hingga 92,26.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat sedang dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.743, dengan harga kini bergerak di bawah SMA 50 dan menembus trendline naik, yang mengindikasikan melemahnya momentum bullish. Selama harga masih tertahan di bawah area 4743, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji zona support kuat di 4.668–4.644, bahkan bisa melebar ke 4607 jika tekanan jual meningkat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat sedang mencoba rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun cukup tajam, dengan harga kini mendekati area resistance 97.90. Selama harga belum mampu menembus area tersebut, potensi koreksi masih terbuka untuk kembali menguji support di 92.26 hingga 89.57. Namun, jika resistance 97.90 berhasil ditembus secara valid, maka kenaikan berpotensi berlanjut menuju 99.92 hingga 102.58.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.771 yang juga berdekatan dengan SMA 50, dan kini bergerak di bawah garis tren naik, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Harga juga sudah berada di bawah SMA 50, memperkuat tekanan turun, sementara RSI melemah di bawah level tengah. Setelah penurunan tersebut, harga sempat mencoba rebound dari area support 4.668–4.644, namun kenaikan ini masih terbatas dan belum mampu mengubah struktur tren yang tetap cenderung bearish.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan adanya pemulihan yang cukup kuat setelah fase bearish, dengan harga kini sudah bergerak di atas SMA 50 yang mengindikasikan pergeseran momentum ke arah bullish. Kenaikan ini juga didukung oleh RSI yang menguat dan mendekati area overbought, mencerminkan tekanan beli yang masih dominan.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah harga turun menembus garis trendline naik dan bergerak di bawah SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah menjadi bearish. Saat ini harga juga gagal bertahan di atas area resistance 4.771 dan cenderung bergerak melemah, sementara RSI berada di sekitar level 40 yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat namun belum masuk kondisi oversold.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan penguatan setelah sebelumnya mengalami tekanan bearish, dengan harga kini berhasil menembus SMA 50 dan bertahan di atas area support 89,57, yang mengindikasikan adanya pergeseran momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 95,17 sebagai target terdekat.
Pergerakan XAUUSD pada time frame H4 kini menunjukkan perubahan struktur yang lebih bearish setelah harga turun di bawah SMA 50 sekaligus mematahkan garis tren naik, menandakan momentum bullish sebelumnya telah berakhir. Penembusan support 4.737 memperkuat tekanan jual, sehingga area tersebut kini berpotensi menjadi resistance terdekat jika terjadi pullback.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish meskipun sempat mengalami rebound dari area gap di sekitar 81,69–83,60, dengan harga saat ini bergerak mendekati resistance dinamis SMA 50 serta area resistance 92,94. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas 92,94, maka rebound cenderung terbatas dan berpotensi kembali melemah. Jika terjadi penolakan di area tersebut, harga berpeluang turun kembali untuk menguji support 85,41 hingga area gap 83,60, bahkan membuka ruang penurunan lebih lanjut ke 81,69.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot berada di 4.808. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, peluang penurunan masih terbuka dengan support terdekat di area 4.767. Jika harga menembus level ini, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 4.735 hingga 4.700.
