Market Summary
Data Ekonomi AS kembali menjadi perhatian utama pelaku pasar menjelang serangkaian rilis penting malam ini. Pergerakan harga emas saat ini cenderung terbatas setelah sebelumnya sempat menguat mendekati level $4.700 per ounce, seiring meredanya tensi geopolitik di Timur Tengah. Kondisi ini mengurangi permintaan safe haven, sehingga kenaikan emas tertahan meski ketidakpastian global belum sepenuhnya hilang.
Di sisi lain, dolar AS yang masih relatif kuat serta imbal hasil obligasi yang tinggi terus menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding. Hal ini membuat pelaku pasar lebih selektif dalam mengambil posisi, sambil menunggu katalis baru dari data ekonomi yang akan dirilis.
Tekanan dari Dolar dan Yield Masih Membayangi
Penurunan indeks dolar ke area 99,5 memberikan sedikit ruang bagi emas untuk bergerak naik, namun tekanan belum sepenuhnya hilang. Sebelumnya, dolar sempat menguat sepanjang Maret didorong oleh meningkatnya permintaan safe haven serta ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan terburu-buru memangkas suku bunga.
Kondisi ini diperkuat oleh lonjakan harga minyak yang sempat memicu kekhawatiran inflasi. Meskipun Ketua The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang tetap terjaga, pasar masih menilai bahwa kebijakan moneter akan tetap ketat dalam waktu dekat.
ISM PMI dan Sinyal Kesehatan Ekonomi
Salah satu Data Ekonomi AS yang paling dinanti adalah rilis ISM Manufacturing PMI. Konsensus pasar memperkirakan angka ini sedikit melemah ke 52,3 dari sebelumnya 52,4, namun masih berada di atas level 50 yang menandakan ekspansi sektor manufaktur.
Selain angka utama, pelaku pasar juga mencermati sub-indeks seperti harga dan ketenagakerjaan. Kenaikan Prices Index sebelumnya menunjukkan tekanan inflasi yang masih tinggi, sementara Employment Index akan memberi petunjuk tambahan menjelang rilis data Nonfarm Payrolls.
Jika data menunjukkan hasil lebih kuat dari ekspektasi, dolar berpotensi menguat dan emas bisa kembali tertekan. Sebaliknya, data yang mengecewakan dapat membuka peluang rebound bagi emas karena meningkatkan harapan pelonggaran kebijakan moneter.
Fokus Data Ekonomi Malam Ini
Fokus utama pasar kini tertuju pada rangkaian Data Ekonomi AS yang akan dirilis malam ini, antara lain ADP Non-Farm Employment Change, Core Retail Sales, Retail Sales, serta ISM Manufacturing PMI.
ADP diperkirakan turun ke 41K dari sebelumnya 63K, sementara Core Retail Sales diproyeksikan naik 0,3% dari 0,0% dan Retail Sales naik 0,5% dari -0,2%. Di sisi lain, ISM Manufacturing PMI diperkirakan sedikit melemah ke 52,3.
Kombinasi data ini akan menjadi penentu arah pergerakan dolar dan emas dalam jangka pendek. Jika mayoritas data menunjukkan penguatan ekonomi, tekanan terhadap emas berpotensi berlanjut. Namun jika hasilnya di bawah ekspektasi, emas bisa mendapatkan momentum untuk kembali menguat.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan emas di time frame H4 masih cenderung bullish dengan pivot di 4.665. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Saat ini, harga mencoba bertahan di atas resistance 4.735. Jika level tersebut ditembus dengan kuat, kenaikan bisa berlanjut ke area 4.800 hingga 4.860.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun di bawah 4.665, tekanan jual berpotensi meningkat. Penurunan selanjutnya dapat menguji support di kisaran 4.600 hingga 4.565.
Resistance 1: 4.735 Resistance 2: 4.800 Resistance 3: 4.860
Support1: 4.665 Support 2: 4.600 Support 3: 4.565
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot berada di 4.467. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.555. Jika resistance ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju 4.600 hingga 4.640.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 1.3345. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berlanjut dengan support terdekat di 1.3290. Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3260 hingga 1.3245.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver masih cenderung melemah pada time frame H4, dengan level pivot di 70,30. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 66,10, kemudian 64,74 hingga 62,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 1.3435. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support 1.3330, kemudian 1.3300, hingga 1.3260.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.1570. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 1.1615, kemudian 1.1640, hingga 1.1680.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 4.380. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji area support di 4.098, kemudian 4.000, hingga 3.890.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 96,20. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 91,45, kemudian 90,00, hingga 88,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD masih berpotensi bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 1.3300. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan target support terdekat di 1.3240. Jika level ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3215 hingga 1.3190.
