FOMC Meeting Menjadi Penentu Arah Emas
FOMC Meeting menjadi perhatian utama pasar global karena keputusan suku bunga Federal Reserve berpotensi menentukan arah pergerakan emas dalam jangka pendek. Harga emas (XAU/USD) masih bergerak konsolidasi di sekitar level psikologis $5.000 selama tiga hari berturut-turut karena pelaku pasar memilih menunggu hasil rapat kebijakan tersebut.
Bank sentral AS diperkirakan mempertahankan suku bunga pada kisaran 3,50%–3,75%. Meski keputusan suku bunga penting, pelaku pasar lebih fokus pada pernyataan kebijakan, proyeksi ekonomi terbaru, serta dot plot yang menunjukkan arah kebijakan ke depan. Selain itu, komentar Ketua The Fed Jerome Powell dalam konferensi pers juga berpotensi memicu volatilitas besar pada emas dan dolar AS.
Inflasi dan Perang Menekan Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Konflik militer di Timur Tengah, termasuk serangan AS-Israel terhadap Iran dan penutupan Selat Hormuz yang menyalurkan sekitar 20% pasokan minyak dunia, memicu lonjakan harga energi dan kekhawatiran inflasi. Kondisi ini membuat pasar mengurangi ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed pada tahun 2026.
Saat ini, pasar hanya memperkirakan satu kali penurunan suku bunga pada akhir tahun. Ekspektasi kebijakan yang lebih ketat mendukung penguatan dolar AS dan menjadi faktor penekan bagi emas, yang tidak memberikan imbal hasil.
Ketegangan Geopolitik Menahan Penurunan Emas
Meski dolar AS cenderung kuat, ketidakpastian geopolitik tetap menjaga permintaan aset safe haven. Serangan udara Israel yang menewaskan pejabat tinggi keamanan Iran meningkatkan risiko eskalasi konflik regional. Iran bahkan menyatakan akan memberikan respons yang tegas.
Risiko perang yang meluas berpotensi mendorong investor mencari perlindungan pada emas, sehingga membatasi penurunan harga logam mulia tersebut. Selain itu, operasi militer AS di sekitar Selat Hormuz memperbesar kekhawatiran gangguan pasokan energi global.
Dolar AS Stabil Jelang Keputusan The Fed
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sekitar 99,60 pada sesi Asia karena pelaku pasar menunggu hasil FOMC Meeting. Penguatan dolar juga didukung oleh meningkatnya permintaan safe haven akibat konflik Timur Tengah.
Jika pernyataan The Fed bernada hawkish, dolar berpotensi menguat lebih lanjut dan menekan emas. Sebaliknya, nada dovish dapat memicu pelemahan dolar dan membuka peluang kenaikan harga emas.
Peluang Trading Emas Jangka Pendek
Selain keputusan The Fed, kebijakan bank sentral utama lainnya seperti ECB, BoJ, dan BoE juga berpotensi memicu volatilitas pasar pada paruh akhir pekan. Kombinasi faktor kebijakan moneter dan geopolitik membuat pergerakan emas berpotensi tajam.
Dalam jangka pendek, arah emas sangat bergantung pada hasil FOMC Meeting dan panduan kebijakan ke depan. Selama ketidakpastian global masih tinggi, emas kemungkinan tetap bertahan kuat meskipun dolar AS menunjukkan stabilitas.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 5.025. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih berlanjut dengan support terdekat di 4.981. Jika level ini ditembus, penurunan berikutnya berpotensi menguji area 4.965 hingga 4.945.
Sebagai skenario alternatif, apabila harga mampu bergerak naik dan menembus 5.025, kenaikan lanjutan berpeluang menguji area resistance di 5.045–5.065.
Resistance 1: 5.025 Resistance 2: 5.045 Resistance 3: 5.065
Support1: 4.981 Support 2: 4.965 Support 3: 4.945
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih memiliki kecenderungan bullish, dengan level pivot berada di 0.7040. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 0.7100. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 0.7130 hingga 0.7150.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 1.3680. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka. Target terdekat berada di resistance 1.3740, kemudian 1.3760, dan 1.3780.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 5.125. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 5.055. Jika level ini ditembus, penurunan berikutnya berpotensi menguji area 5.015 hingga 4.995.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 1.1580. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan support terdekat di 1.1530. Jika level ini berhasil ditembus, penurunan diperkirakan berlanjut menuju area support berikutnya di kisaran 1.1505 hingga 1.1480.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD pada time frame H4 masih berada dalam bias bullish dengan level pivot di 0.7055. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan resistance terdekat di 0.7120. Jika level ini berhasil ditembus, kenaikan selanjutnya berpotensi mengarah ke area resistance 0.7145 hingga 0.7170.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil berpotensi melanjutkan koreksi pada time frame H4, dengan level pivot di 112,50. Selama harga masih bertahan di bawah level tersebut, tekanan koreksi diperkirakan berlanjut dengan support terdekat di 97,00. Jika level support ini ditembus, penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji support berikutnya di 91,50 hingga 85,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.055. Selama harga bertahan di atas level tersebut, penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji resistance di 5.165, kemudian 5.195, hingga 5.225.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan silver pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan level pivot di 85,50. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan berpotensi berlanjut untuk menguji area support di 81,65, kemudian 79,50, hingga 78,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada timeframe H4 masih berpotensi bullish dengan level pivot di 5.085. Selama harga bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance di 5.225, kemudian 5.260, hingga 5.335.
