Market Summary
Peluang Trading EUR/USD Menjelang Data Inflasi Zona Euro kembali mendapatkan perhatian pasar setelah komentar bank sentral Jepang memicu perubahan sentimen global. EUR/USD bergerak terbatas sambil menunggu rilis inflasi zona euro yang dianggap sebagai pemicu volatilitas berikutnya.
Komentar BoJ Mengguncang Pasar dan Menggerakkan Dolar
Pasar global sempat bergejolak setelah Gubernur Bank of Japan, Kazuo Ueda, menyatakan bahwa bank sentral mungkin perlu menaikkan suku bunga pada Desember. Komentar ini mengejutkan pasar karena Jepang selama bertahun-tahun mempertahankan kebijakan ultra-longgar.
Pernyataan tersebut memicu sell-off besar di pasar obligasi global. Yield obligasi AS langsung naik tajam, memberi dorongan sementara bagi Dolar AS. Situasi ini membuat EUR/USD gagal mempertahankan momentum kenaikannya, meski sempat menyentuh level di atas 1.1650.
Aksi pasar akhirnya mereda setelah lelang obligasi pemerintah Jepang berjalan baik. Namun, sentimen kehati-hatian belum hilang dan tetap menahan volatilitas sebelum rilis data inflasi.
Data AS dan Sentimen yang Menahan Pergerakan EUR/USD
Data AS yang mulai dirilis kembali menunjukkan tekanan baru. PMI Manufaktur ISM mencatat kontraksi untuk bulan kesembilan, disertai penurunan pesanan baru dan melemahnya tenaga kerja. Meski begitu, tekanan harga justru meningkat.
Kondisi ini menciptakan situasi campuran bagi dolar. EUR/USD kemudian bergerak datar di sekitar 1.1610 karena pasar menunggu laporan HICP zona euro dan tingkat pengangguran.
Outlook ECB: Minim Risiko Kejutan Inflasi
ECB diprediksi tidak akan mengubah suku bunga hingga April tahun depan. Mayoritas data negara besar zona euro juga telah dirilis sehingga peluang kejutan pada rilis CPI sangat rendah.
Jika inflasi naik tipis pada November, analis menilai kenaikan itu hanya efek basis. ECB memperkirakan inflasi akan kembali turun dalam beberapa bulan. Kondisi ini membuat arah kebijakan tetap stabil tanpa kebutuhan perubahan proyeksi.
Peluang Pergerakan EUR/USD Pekan Ini
Dengan volatilitas rendah, analis memperkirakan pergerakan sideways masih mendominasi EUR/USD. Namun dolar berpotensi melemah bertahap jika data AS tidak cukup kuat.
Peluang Trading EUR/USD menjelang data inflasi Zona Euro muncul saat pasar menunggu pemicu baru. Jika inflasi zona euro lebih tinggi dari prediksi, euro berpeluang menguji kembali resistance dekat 1.1650.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bergerak di bawah level ini, peluang penurunan tetap terbuka untuk menguji area support 1.1590–1.1555.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus 1.1635, momentum kenaikan berpotensi berlanjut menuju area resistance 1.1650–1.1665.
Resistance 1: 1.1635 Resistance 2: 1.1650 Resistance 3: 1.1665
Support1: 1.1590 Support 2: 1.1575 Support 3: 1.1555
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpeluang bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 155.70. Selama harga berada di bawah area tersebut, tekanan turun diperkirakan berlanjut menuju support 155.00–154.35.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai USD/CAD berpeluang rebound pada time frame H4 dengan level pivot di 1,4020. Selama harga bergerak di atas level tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance terdekat di 1,4045. Jika level ini berhasil ditembus, peluang kenaikan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1,4060 hingga 1,4080.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat bahwa USD/JPY pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish dengan level pivot di 156.46. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi penurunan dapat berlanjut menuju support 155.60, kemudian 155.40, hingga 155.20.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa GBP/USD masih berpotensi melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3140. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.3240, kemudian 1.3260, dan selanjutnya 1.3280.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4. Level pivot berada di 4.107. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target resistance berada di 4.155, lalu 4.185, dan selanjutnya 4.210.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat emas di time frame H4 masih bergerak dalam bias bullish dengan level pivot di 4.036. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance terdekat di 4.085. Jika resistance ini ditembus, penguatan berpotensi berlanjut menuju area 4.110–4.130.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki peluang bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 157.25. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan turun berpotensi berlanjut untuk menguji support terdekat di 156.25. Jika area ini ditembus, penurunan lanjutan dapat mengarah menuju 155.70–155.20.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan gold di time frame H4 masih berada dalam tren bearish dengan level pivot di 4.110. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka dengan support terdekat di 4.030. Jika level itu ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju 3.997–3.970.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih memiliki peluang bullish dengan level pivot di 60,10. Selama harga bergerak dan bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut untuk menguji area resistance 60,85–61,50.
