Market Summary
Peluang Trading EUR/USD kembali menjadi perhatian pasar setelah pasangan ini menguat tipis ke area 1,1815, usai sempat menyentuh level terendah harian di sekitar 1,1776. Pergerakan ini mencerminkan upaya pemulihan Euro, meskipun Dolar AS masih memperoleh dukungan kuat dari kombinasi data ekonomi positif, sentimen geopolitik yang mereda, serta ekspektasi kebijakan Federal Reserve.
Data Manufaktur AS Menopang Kekuatan Dolar
Dolar AS mendapatkan dorongan signifikan dari rilis ISM Manufacturing PMI yang melampaui ekspektasi pasar. Data tersebut menunjukkan ekspansi aktivitas pabrik, sekaligus menegaskan bahwa perekonomian Amerika Serikat masih berada dalam kondisi solid.
Kuatnya sektor manufaktur membantu meredam kekhawatiran investor terkait potensi penutupan sebagian pemerintah AS yang berisiko menunda rilis laporan Nonfarm Payrolls (NFP). Selama indikator ekonomi utama tetap menunjukkan ketahanan, Dolar AS cenderung mempertahankan daya tariknya di mata pelaku pasar.
Kesepakatan Dagang AS–India dan Redanya Ketegangan Geopolitik
Sentimen pasar juga membaik setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kesepakatan dagang dengan India yang memangkas tarif produk India menjadi 18% dari sebelumnya 50%. Kesepakatan ini memperkuat optimisme terhadap stabilitas perdagangan global.
Di sisi lain, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan bahwa Teheran akan memulai kembali negosiasi nuklir dengan Amerika Serikat. Pernyataan tersebut membantu meredakan ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sehingga turut menopang sentimen positif terhadap aset berisiko dan Dolar AS.
Menanti Data JOLTS AS yang Masih Bersifat Tentatif
Pasar juga menantikan rilis JOLTS Job Openings Amerika Serikat yang dijadwalkan malam ini, meskipun masih berstatus tentatif akibat dampak potensi penutupan sebagian pemerintah AS sebelumnya. Konsensus memperkirakan jumlah lowongan kerja berada di kisaran 7,23 juta, sedikit lebih tinggi dibandingkan previous 7,15 juta.
Jika realisasi data sejalan atau lebih tinggi dari perkiraan, kondisi ini dapat kembali memperkuat Dolar AS karena mencerminkan pasar tenaga kerja yang tetap solid. Sebaliknya, angka yang lebih lemah berpotensi menekan Greenback dan memberi ruang bagi Euro untuk melanjutkan penguatan.
Fokus Pasar: Survei Kredit ECB dan Pidato Pejabat The Fed
Dari kawasan Eropa, perhatian tertuju pada ECB Lending Survey yang menggambarkan kondisi permintaan dan penyaluran kredit di Zona Euro. Data ini dapat memengaruhi ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan moneter ECB.
Dari Amerika Serikat, pelaku pasar menantikan pidato Gubernur The Fed Michelle Bowman. Pernyataannya berpotensi memberi petunjuk mengenai prospek suku bunga dan inflasi.
Pergerakan DXY dan Implikasinya bagi EUR/USD
Indeks Dolar AS (DXY) bergerak di sekitar area 97,45 setelah gagal melanjutkan kenaikan di atas 97,75. Meski sempat menyentuh level terendah empat tahun di dekat 95,50 pekan lalu, indeks ini perlahan memangkas pelemahan seiring meningkatnya optimisme investor.
Kondisi tersebut membatasi potensi penguatan Euro, sehingga EUR/USD cenderung bergerak dalam fase konsolidasi dengan volatilitas moderat.
Prospek Jangka Pendek EUR/USD
Secara keseluruhan, Peluang Trading EUR/USD masih sangat dipengaruhi oleh kekuatan data ekonomi AS dan ekspektasi kebijakan bank sentral. Selama Dolar AS tetap ditopang data yang solid, ruang kenaikan EUR/USD berpotensi terbatas.
Namun, kejutan negatif dari data AS atau sinyal yang lebih dovish dari The Fed dapat membuka peluang bagi Euro untuk menguat lebih lanjut.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analis Trading Central menilai EUR/USD masih cenderung bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1840. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan tetap terbuka menuju area support 1.1770 hingga 1.1720.
Sebagai skenario alternatif, jika harga mampu naik dan menembus 1.1840, peluang kenaikan lanjutan dapat mengarah ke area resistance 1.1870–1.1900.
Resistance 1: 1.1840 Resistance 2: 1.1870 Resistance 3: 1.1900
Support1: 1.1770 Support 2: 1.1740 Support 3: 1.1720
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai pergerakan GBP/USD masih berpotensi bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3660. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 1.3725. Jika level ini berhasil ditembus, GBP/USD berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area resistance berikutnya di kisaran 1.3760–1.3785.
Dari sisi teknikal, Trading Central menilai pergerakan harga emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 5.370. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun berpeluang berlanjut menuju area support 5.000, kemudian 4.900, hingga 4.810.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 63,30. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 64,90. Jika harga mampu menembus area tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 65,70 hingga 66,30.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish dengan level pivot di 5.220. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.330, kemudian 5.380, hingga 5.430.
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 106,60. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 117,70, kemudian 121,70, hingga 127,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.794. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target terdekat berada di resistance 4.860, lalu berlanjut ke 4.887 hingga 4.925.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bullish, dengan level pivot di 93,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 95,87. Jika harga berhasil menembus area resistance ini, potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke zona 97,50–98,60.
