Market Summary
Reopening Selat Hormus menjadi fokus utama pasar energi global setelah harga minyak dunia turun tajam dalam tiga hari terakhir. Harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran memicu spekulasi bahwa jalur pelayaran strategis tersebut akan kembali dibuka secara bertahap.
Harga minyak Brent turun lebih dari 2% ke sekitar US$99 per barel, sedangkan West Texas Intermediate (WTI) melemah ke area US$93 per barel. Penurunan ini memperpanjang pelemahan lebih dari 7% yang terjadi pada sesi sebelumnya.
Harapan Perdamaian Menekan Harga Minyak
Laporan media Timur Tengah menyebut adanya kesepahaman untuk melonggarkan blokade pelabuhan Iran sebagai bagian dari proses reopening Selat Hormus. Kabar tersebut langsung menekan harga minyak karena pasar melihat potensi pasokan global kembali stabil.
Selat Hormus menjadi jalur penting bagi distribusi energi dunia. Sekitar 20% pasokan minyak global melewati wilayah tersebut. Karena itu, setiap perkembangan terkait reopening Selat Hormus selalu memengaruhi pergerakan harga minyak dunia.
Iran juga mengonfirmasi bahwa mereka sedang meninjau proposal damai terbaru dari Amerika Serikat. Proposal itu mencakup penghentian konflik, pembahasan program nuklir Iran, serta pembukaan kembali jalur pelayaran internasional.
Brent dan WTI Kehilangan Premi Risiko
Pasar minyak selama dua bulan terakhir bergerak di antara sentimen diplomasi dan ancaman gangguan pasokan. Jika kesepakatan damai benar-benar tercapai, harga minyak berpotensi turun lebih dalam karena premi risiko geopolitik dapat menghilang dari pasar.
Meski begitu, pasar tetap waspada terhadap potensi eskalasi baru di Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas energi atau gangguan distribusi masih dapat memicu lonjakan harga minyak secara cepat.
WTI sendiri sudah turun sekitar US$17 dari level tertinggi pekan lalu. Namun, harga minyak masih bertahan hampir 40% di atas level sebelum konflik dimulai.
Trump dan Xi Jinping Bahas Selat Hormus
Menteri Keuangan Amerika Serikat sebelumnya meminta China meningkatkan upaya diplomatik agar Iran membuka kembali Selat Hormus bagi pelayaran internasional.
Presiden Donald Trump dijadwalkan membahas isu reopening Selat Hormus dengan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan pekan depan. Pelaku pasar kini menunggu hasil pembicaraan tersebut untuk melihat arah baru harga minyak.
Trump juga menegaskan bahwa kesepakatan final belum tercapai. Ia memperingatkan kemungkinan tindakan militer baru jika Iran menolak proposal damai Amerika Serikat.
Peluang Trading Minyak Masih Menarik
Volatilitas harga minyak diperkirakan tetap tinggi dalam jangka pendek. Trader masih fokus pada perkembangan negosiasi damai dan peluang reopening Selat Hormus dalam waktu dekat.
Jika proses negosiasi berjalan positif, harga Brent berpotensi turun menuju area US$95 per barel. Sementara itu, WTI dapat menguji support berikutnya di bawah US$90 per barel.
Sebaliknya, munculnya hambatan diplomatik atau peningkatan ketegangan geopolitik dapat memicu rebound kuat pada harga minyak. Kondisi tersebut membuka peluang trading jangka pendek bagi trader yang memanfaatkan volatilitas pasar energi.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 95,80. Selama harga tetap bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka untuk menguji area support di 89,80, kemudian 87,60, hingga 85,40.
Sebagai skenario alternatif, jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas 95,80, maka US Oil berpeluang melanjutkan kenaikan untuk menguji area resistance di 97,30 hingga 99,00.
Resistance 1: 95,80 Resistance 2: 97,30 Resistance 3: 99,00
Support1: 89,80 Support 2: 87,60 Support 3: 85,40
Baca juga: Peluang Trading USD/JPY Menjelang Data ADP Employment AS
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Pergerakan emas pada H4 kini menunjukkan pergeseran bias ke arah bullish setelah harga berhasil breakout dan bertahan di atas SMA 50, yang sebelumnya menjadi resistance dan kini berubah fungsi sebagai support dinamis di area 4.618. Penembusan level 4.660 juga mengonfirmasi kekuatan buyer, dengan level tersebut kini menjadi support terdekat yang menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat kembali berada dalam tekanan bearish setelah gagal mempertahankan posisi di atas area resistance 101,46–104,06, dengan harga juga turun kembali ke bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Penolakan dari area tersebut diperkuat oleh terbentuknya lower high serta garis tren turun yang masih terjaga, mencerminkan dominasi seller dalam jangka pendek.
Pergerakan emas pada H4 masih berada dalam fase downtrend, tercermin dari struktur lower high dan posisi harga yang konsisten di bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Setelah sempat menyentuh area 4.500, harga memang menunjukkan reaksi pantulan, namun kenaikan tersebut masih terlihat sebagai koreksi selama belum mampu menembus area 4.618–4.660 yang menjadi zona supply sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal bertahan di atas 106,56 dan mulai membentuk pola lower high, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai dominan. Harga juga telah menembus ke bawah area 101,46 yang bertepatan dengan SMA 50, sehingga memperkuat sinyal perubahan arah jangka pendek menjadi bearish.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.618–4.660, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan membentuk struktur lower high. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga menembus area 4.560 dan saat ini mengarah ke support 4.482, yang menjadi level kunci dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil rebound dari area support 98,36 dan kembali bergerak di atas MA yang mulai mengarah naik, mencerminkan perubahan momentum ke sisi atas. Saat ini harga sedang menguji resistance 106,56, dan jika mampu ditembus secara konsisten, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 111,20 hingga 113,25 sebagai target berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 101,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka, di mana saat ini harga sedang menguji area resistance terdekat di 106,00. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 108,50 hingga 110,30.
Pergerakan emas masih dalam bias bearish setelah sempat mencoba rebound namun tertahan di resistance 4667, yang kini menjadi level kunci penahan kenaikan. Penolakan di area tersebut memicu koreksi lanjutan dan harga kembali turun menguji support 4586.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga terkoreksi setelah tertahan di resistance 106,56, namun tekanan turun masih terbatas karena harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 98,36. Selama area ini tidak ditembus, bias masih cenderung bullish dengan potensi harga kembali menguat untuk menguji 106,56, dan jika berhasil ditembus maka membuka peluang kenaikan lanjutan menuju 111,20 hingga 113,25. Sebaliknya, penembusan di bawah 98,36 akan mengubah outlook menjadi lebih bearish dengan potensi penurunan ke 94,52 hingga 92,63.
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah harga menembus area support kuat di 4.630 yang kini berubah menjadi resistance. Penurunan berlanjut hingga mendekati area demand di kisaran 4.510–4.483, dengan struktur lower high dan lower low yang masih terjaga, mengindikasikan tren turun belum berakhir.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang solid setelah harga berhasil menembus resistance 101,78 dan 105,56, yang kini beralih fungsi menjadi area support. Struktur higher high dan higher low semakin menguat, dengan harga bergerak stabil di atas moving average, menandakan dominasi buyer masih terjaga. Saat ini harga sedang mendekati resistance kunci di 111,20, sehingga potensi kenaikan masih terbuka selama tidak kembali turun di bawah 105,56.
Pergerakan emas pada time frame H4 mengonfirmasi tren bearish setelah harga menembus support 4.657 yang kini beralih menjadi resistance, sejalan dengan posisi harga yang berada di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan struktur lower high yang terbentuk. Harga saat ini telah membentuk support baru di 4.554 setelah penurunan tajam, dengan RSI yang berada di area oversold sehingga membuka peluang rebound jangka pendek untuk menguji resistance 4.630 hingga 4.657.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pemulihan bullish setelah harga berhasil menembus resistance 98,08 yang kini berpotensi menjadi support, didukung oleh posisi harga yang mulai bergerak di atas moving average serta struktur higher low yang terbentuk. Kenaikan ini mendorong harga mendekati area resistance 101,78, dengan RSI yang berada di kisaran 60–70 mengindikasikan momentum bullish masih terjaga meskipun mendekati area jenuh beli.
Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.743, dengan harga saat ini bergerak di bawah SMA 50 serta tertahan oleh trendline turun yang mengindikasikan dominasi tekanan jual. Selama harga tidak mampu menembus kembali area 4.717, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support di 4.668 hingga 4.644, bahkan berlanjut ke 4.607 jika tekanan semakin kuat.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound yang mulai menguat setelah sebelumnya mengalami tekanan turun, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 dan mendekati area resistance 97,90. Selama harga belum mampu menembus level tersebut, potensi koreksi jangka pendek masih terbuka untuk kembali menguji support di 94,52 hingga 92,26.
