Wall Street Menguat di Tengah Harapan Akhir Shutdown AS
Wall Street menguat di tengah harapan akhir shutdown AS pada perdagangan Senin, seiring meningkatnya optimisme bahwa penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang telah berlangsung selama 41 hari akan segera berakhir. Keyakinan bahwa aktivitas pemerintah akan kembali normal mendorong investor untuk beralih ke aset berisiko, memicu reli di pasar saham global serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah.
MSCI’s global equities gauge naik 1,4%, mencatat kenaikan harian terbesar sejak akhir Juni. Indeks S&P 500 melonjak 1,54%, Nasdaq naik 2,27%, dan Dow Jones menambah 0,81%. Penguatan ini menjadi sinyal kuat bahwa pelaku pasar mulai menaruh kepercayaan terhadap pemulihan aktivitas ekonomi setelah stagnasi panjang akibat shutdown.
Optimisme Pasar terhadap Akhir Shutdown Pemerintah
Sentimen positif di pasar saham mencerminkan keyakinan bahwa kesepakatan di Senat AS akan segera mengakhiri shutdown. RUU yang tengah dibahas akan mendanai pemerintahan hingga 30 Januari dan mencakup tiga paket anggaran tahunan. Jika lolos di Senat, rancangan tersebut akan diteruskan ke DPR dan kemudian ke Presiden Donald Trump untuk disahkan.
Seorang manajer investasi mengatakan, reli pasar ini merupakan bentuk kelegaan karena ada peluang pemerintah kembali beroperasi. Investor menunggu data ekonomi resmi yang tertunda akibat penutupan, setelah sebelumnya hanya mengandalkan laporan non-resmi yang menimbulkan kekhawatiran akan pelemahan konsumsi masyarakat.
Sikap The Fed Masih Berhati-hati terhadap Pemangkasan Suku Bunga
Sementara itu, pernyataan beberapa pejabat Federal Reserve menunjukkan kehati-hatian dalam mengambil langkah lanjutan terkait pemangkasan suku bunga. Presiden The Fed St. Louis, Alberto Musalem, menegaskan bahwa dengan inflasi mendekati 3% dan ekonomi masih tangguh, bank sentral perlu “melangkah dengan hati-hati”.
Namun, Gubernur The Fed Stephen Miran menilai pemangkasan suku bunga sebesar 50 basis poin layak dipertimbangkan pada Desember. Ia mengatakan bahwa inflasi kini menunjukkan tren penurunan, sementara tingkat pengangguran perlahan meningkat, sehingga ruang pelonggaran kebijakan semakin terbuka.
Imbal Hasil Obligasi dan Pergerakan Mata Uang Global
Imbal hasil obligasi AS naik seiring meningkatnya minat terhadap aset berisiko. Yield obligasi 10 tahun naik menjadi 4,12%, sementara yield 2 tahun mencapai 3,59%.
Di pasar valuta asing, mata uang yang sensitif terhadap risiko seperti dolar Australia dan dolar Selandia Baru menguat terhadap greenback. Dolar Australia naik 0,71% menjadi $0,6537, sedangkan kiwi naik 0,32% menjadi $0,5644. Dolar AS juga menguat terhadap yen Jepang, sementara euro sedikit melemah di $1,1559.
Harga Emas dan Minyak Naik di Tengah Sentimen Positif
Harga emas turut menguat karena ekspektasi pemangkasan suku bunga dan pelemahan dolar AS. Spot gold naik 2,82% menjadi $4.111,58 per ons, menandai level tertinggi dalam dua minggu terakhir.
Harga minyak juga ditutup lebih tinggi. WTI naik 0,64% ke $60,13 per barel, sedangkan Brent menguat 0,68% menjadi $64,06 per barel. Meski ada kekhawatiran surplus pasokan, pasar menyoroti potensi gangguan suplai akibat sanksi baru AS dan serangan drone Ukraina terhadap kilang Rusia.
Prospek harga Emas Selasa | 11 November 2025
Pergerakan harga emas pada grafik H4 menunjukkan momentum bullish yang kuat setelah berhasil menembus area konsolidasi dan garis SMA 50. Harga terus bergerak naik dan saat ini mendekati area resistance minor di 4.156. Jika mampu menembus level tersebut, peluang kenaikan selanjutnya terbuka menuju target 4.185 hingga 4.221.
Di sisi lain, level 4.069 menjadi support terdekat yang perlu dijaga untuk mempertahankan tren naik ini, sementara area 4.000 berfungsi sebagai support kunci. Indikator RSI (14) berada di kisaran 74,48 yang mengindikasikan kondisi overbought, sehingga potensi koreksi jangka pendek bisa terjadi sebelum melanjutkan kenaikan. Selama harga tetap bertahan di atas SMA 50, bias teknikal jangka menengah tetap positif.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.156 R2 4.185 R3 4.221
S1 4.069 S2 4.037 S3 4.000
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.070 |
| Profit Target Level | 4.140 |
| Stop Loss Level | 4.035 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.156 |
| Profit Target Level | 4.110 |
| Stop Loss Level | 4.185 |
Prospek harga US Oil Selasa | 11 November 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 terlihat masih berada dalam tekanan jual setelah gagal menembus garis tren menurun (downtrend line). Harga saat ini masih berada di bawah SMA 50, menandakan dominasi tren bearish jangka menengah belum sepenuhnya berakhir.
Selama harga tetap tertahan di bawah area resistance 60,32–60,66, tekanan jual berpotensi berlanjut menuju support 59,27, bahkan ke area 58,91 hingga 58,57. Indikator RSI (14) berada di kisaran 49,29 yang menunjukkan momentum netral, sehingga peluang koreksi turun masih terbuka jika tidak terjadi penembusan valid di atas garis tren dan SMA 50.
US Oil INTRADAY AREA
R1 60,32 R2 60,66 R3 61,06
S1 59,27 S2 58,91 S3 58,57
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 59,30 |
| Profit Target Level | 59,90 |
| Stop Loss Level | 58,90 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 60,30 |
| Profit Target Level | 59,50 |
| Stop Loss Level | 60,70 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan potensi penguatan setelah bergerak stabil di sekitar level 4.006. Pergerakan harga yang mulai berada di atas SMA 50 mengindikasikan peluang pembalikan arah dari tren turun menjadi tren naik jangka pendek. Indikator RSI yang berada di kisaran 54 mendukung momentum positif tanpa tanda jenuh beli, memberi ruang bagi harga untuk melanjutkan kenaikan.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih menunjukkan tekanan jual setelah gagal menembus garis tren menurun (downtrend line). Harga yang tetap berada di bawah SMA 50 mengonfirmasi bahwa tren jangka menengah masih didominasi oleh sentimen bearish.
Pergerakan emas di time frame H4 terlihat bahwa harga emas gagal menembus area resistance 4.020 dan kembali bergerak di bawah level psikologis 4.000. Struktur harga masih menunjukkan kecenderungan bearish karena harga tetap berada di bawah SMA 50, sementara RSI bergerak di sekitar level netral 48, menandakan momentum yang belum kuat untuk pembalikan naik.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga tertahan di bawah area resistance 60,32–60,66 setelah gagal menembus garis tren menurun. Struktur harga masih menunjukkan kecenderungan bearish dengan posisi harga berada di bawah garis SMA 50 yang mulai melengkung ke bawah. RSI saat ini berada di level 44,25 dan bergerak mengikuti garis tren turun, menandakan momentum jual masih mendominasi.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame harian masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 60,75. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan diperkirakan masih terbuka untuk menguji area resistance 61,95–62,40.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan tren menurun setelah gagal bertahan di atas area resistance di sekitar 4.027, dengan harga saat ini bergerak di bawah garis SMA 50 yang berfungsi sebagai resistance dinamis. Struktur harga membentuk lower high, mengindikasikan tekanan jual masih dominan.
Grafik WTI Crude Oil H4 menunjukkan potensi pergerakan bullish setelah harga berhasil menembus dan bertahan di atas garis MA biru yang kini berfungsi sebagai support dinamis. Struktur harga membentuk pola higher low, menandakan tekanan beli yang meningkat. Jika harga mampu menembus resistance di 61,38, maka potensi kenaikan dapat berlanjut menuju area 62,02 hingga 62,58.
Grafik XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini berada dalam fase pemulihan setelah tren turun yang cukup tajam. Harga bergerak di bawah SMA 50 yang menurun, menandakan tren jangka menengah masih bearish. Namun, terdapat potensi perubahan arah jika harga mampu menembus area resistance kunci di sekitar 4.060 yang bertepatan dengan SMA 50. Selama harga masih tertahan di bawah area ini, kenaikan yang terjadi cenderung bersifat pullback sebelum melanjutkan penurunan menuju support di 4.007, 3.982, dan 3.960.
Grafik WTI Crude Oil pada timeframe H4 memperlihatkan harga sedang bergerak mendatar setelah sebelumnya mengalami penurunan tajam. Saat ini, harga berada tepat di sekitar garis SMA 50 (biru), yang menjadi area keseimbangan antara buyer dan seller. Selama harga mampu bertahan di atas SMA 50 dan menembus resistance terdekat di 60,66, maka ada peluang penguatan lanjutan menuju 61,38 dan 62,02. Skenario bullish ini akan semakin kuat jika RSI berhasil naik melewati level 50, menandakan peningkatan momentum beli.
Pergerakan emas di timeframe H4 menunjukkan tren menurun setelah gagal mempertahankan level di atas area resistance 4.008–4.056 yang kini berubah menjadi zona supply. Harga saat ini bergerak di bawah garis SMA 50, menandakan momentum bearish masih dominan.
Pergeraan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan tren naik jangka menengah yang masih terjaga, terlihat dari posisi harga yang masih bergerak di atas garis SMA 50. Saat ini harga mengalami koreksi ringan setelah gagal menembus resistance di area 61,64–62,02. Selama harga bertahan di atas area support 59,27 dan garis SMA 50, tekanan beli masih berpotensi mendominasi dengan peluang rebound menuju 60,66 hingga 61,64.
Grafik XAU/USD H4 menunjukkan tren bearish yang masih kuat dengan harga bergerak di bawah garis SMA 50, menandakan tekanan jual tetap dominan. Level 4.010 yang sebelumnya menjadi area support kini berubah fungsi menjadi resistance, dan harga terlihat gagal menembus level tersebut. Saat ini, emas bergerak menurun dan mencoba menguji support berikutnya di area 3.946. Jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus di bawah level ini, penurunan dapat berlanjut menuju 3.921 hingga 3.895.
Grafik WTI Crude Oil H4 menunjukkan bias bullish karena harga berada di atas SMA 50 dan RSI di level 59,90 menandakan momentum beli masih kuat. Skenario naik berlaku selama harga bertahan di atas 60,72–60,16, dengan target ke 62,58 lalu 63,48 hingga 64,05.
Grafik XAU/USD pada timeframe H4 menunjukkan pola double top di area sekitar 4.379 yang menandakan potensi pembalikan arah dari tren naik sebelumnya. Setelah gagal menembus level tersebut dua kali, harga mengalami penurunan tajam dan kini bergerak di bawah garis SMA 50 yang juga mulai melengkung ke bawah, menandakan momentum bearish yang meningkat.
Grafik WTI Crude Oil pada timeframe H4 menunjukkan adanya penguatan harga yang menembus garis tren turun, menandakan potensi perubahan arah dari tren bearish menjadi koreksi bullish sementara. Namun, harga kini mendekati area resistance penting di sekitar 62,90 hingga 63,48, yang berpotensi menahan kenaikan lebih lanjut. RSI berada di level overbought sekitar 71,62, menunjukkan potensi tekanan jual jangka pendek.
Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan pola double top di area resistance 4.379, yang menjadi sinyal potensi pembalikan arah. Setelah gagal menembus level tersebut, harga mengalami penurunan tajam dan saat ini sedang melakukan retracement ke area 4.160–4.185, yang berdekatan dengan SMA 50 yang berfungsi sebagai resistance dinamis.
Pergerakan Oil pada timeframe H4 menunjukkan bullish kuat setelah menembus garis tren turun, dengan harga saat ini berada di sekitar level 61,69. Namun, RSI berada di area overbought sekitar 77,21 yang mengindikasikan potensi koreksi jangka pendek.
