Wallstreet Terkoreksi Setelah Rally Sebelumnya, Google Memimpin Koreksi dari Saham-Saham Teknologi

Saham-saham Wallstreet ditutup kurang memuaskan pada sesi Rabu lalu, menghentikan rally kuat saham-saham teknologi pada sesi sebelumnya.

Alphabet Inc (GOOGL) menjadi salah satu batu sandungan bagi S&P 500 dan Nasdaq. Sahamnya terjerembab lebih dari 7% setelah teknologi AI baru milik mereka yang bernama AI chatbot Bard memberikan jawaban yang salah dalam sebuah iklan online.

Kewaspadaan terkait kondisi pasar juga terjadi paska pidato dari para pejabat Federal Reserve Rabu tadi yang mengi syaratkan adanya kenaikan suku bunga sebagai upaya untuk mengendalikan inflasi. Kendati demikian, tidak ada yang mengisyaratkan bahwa laporan pekerjaan yang kuat di bulan Januari dapat mendorong tindakan kebijakan yang lebih agresif. Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan bahwa pada dasarnya inflasi siap untuk terus melambat tahun ini, tetapi perjuangan bank sentral AS untuk mencapai target 2% “mungkin akan menjadi perjuangan yang panjang dengan kebijakan moneter tetap ketat lebih lama dari yang diantisipasi.

Saham menguat pada hari Selasa setelah sesi Ketua Fed Jerome Powell di hadapan Economic Club of Washington, di mana dia mengatakan suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang diharapkan jika ekonomi AS tetap kuat, tetapi dia merasa proses “disinflasi” sedang berlangsung.

Dow Jones Industrial Average (.DJI) turun 207,68 poin, atau 0,61%, menjadi 33.949,01, S&P 500 (.SPX) kehilangan 46,14 poin, atau 1,11%, menjadi 4.117,86 dan Nasdaq Composite (.IXIC) turun 203,27 poin, atau 1,68%, menjadi 11.910,52.

Nasdaq tetap naik sekitar 14% untuk tahun ini hingga saat ini.

US Single Stocks Performance

Best Performance Worst Performance
Tesla (NASDAQ: TSLA)

201.29 +4.48 (+2.28%)

Alphabet (NASDAQ: GOOGL)

99.37 -8.27 (-7.68%)

Netflix (NASDAQ: NFLX)

366.83 +3.88 (+1.07%)

Meta Platform (NASDAQ: META)

183.43 -8.19 (-4.27%)

Pfizer (NYSE: PFE)

43.98 +0.39 (0.89%)

Amazon (NASDAQ: AMZN)

100.05 -2.06 (-2.02%)

image-artikel

Popular Jurnal