Emas dan Dolar AS Bergerak Berlawanan
Emas dan dolar AS menunjukkan pergerakan yang kontras pada perdagangan awal pekan. Harga emas melonjak tajam dan mencetak rekor tertinggi baru, sementara dolar AS melemah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik global.
Spot emas naik 1,42% dan sempat menyentuh level tertinggi sepanjang sejarah di USD 5.110,50 per troy ounce, sebelum bertahan di kisaran USD 5.053,37. Sepanjang bulan ini, harga emas telah menguat lebih dari 17%, mencerminkan kuatnya permintaan terhadap aset lindung nilai.
Pelemahan Dolar Tekan Pasar Valuta
Tekanan terhadap dolar AS terlihat dari penurunan indeks dolar sebesar 0,22% ke level 97,01. Di saat yang sama, euro menguat 0,48% ke USD 1,1883, sementara pound sterling naik 0,29% ke USD 1,368.
Terhadap yen Jepang, dolar melemah 1,05% ke level 154,09, setelah sebelumnya sempat menyentuh 153,30, level terendah sejak pertengahan November. Pergerakan ini muncul di tengah spekulasi intervensi di pasar valuta asing.
Otoritas Jepang dan Tekanan Yen
Pemerintah Jepang menyatakan telah melakukan koordinasi erat dengan Amerika Serikat terkait pergerakan nilai tukar. Langkah ini memicu spekulasi pasar mengenai potensi intervensi bersama, yang akan menjadi yang pertama dalam 15 tahun terakhir.
Perdana Menteri Jepang, Sanae Takaichi, menyampaikan kekhawatiran pasar terhadap tingginya rasio utang pemerintah Jepang, yang telah melampaui dua kali lipat output ekonominya. Ia menegaskan rencana pemangkasan pajak menjelang pemilihan cepat pada Februari mendatang.
Pasar Menanti Pernyataan Jerome Powell
Perhatian pelaku pasar tertuju pada pernyataan kebijakan Federal Reserve yang akan dirilis pekan ini. The Fed diperkirakan mempertahankan suku bunga, namun komentar Ketua The Fed, Jerome Powell, akan menjadi acuan utama arah kebijakan moneter selanjutnya.
Pasar juga mencermati dinamika politik di Amerika Serikat yang berpotensi membayangi pertemuan bank sentral tersebut dan memengaruhi pergerakan dolar AS.
Harga Minyak Melemah Setelah Reli Sebelumnya
Di pasar energi, harga minyak global bergerak melemah setelah mencatat kenaikan lebih dari 2% pada sesi sebelumnya. Minyak mentah AS (WTI) ditutup turun 0,72% di level USD 60,63 per barel.
Sementara itu, minyak mentah Brent berakhir melemah 0,44% ke level USD 65,59 per barel. Pelemahan ini terjadi ketika pelaku pasar menilai dampak badai musim dingin terhadap produksi minyak di wilayah penghasil minyak Amerika Serikat.
Prospek Harga Emas Selasa | 27 Januari 2026
Pergerakan harga emas pada timeframe H4 masih dalam tren naik yang solid setelah berhasil menembus area psikologis 5.000 dan melanjutkan reli hingga mencetak high di sekitar 5.110. Struktur harga menunjukkan pullback sehat yang bertahan di atas area 5.000, yang kini berperan sebagai support terdekat sekaligus area retest setelah breakout.
Selama harga mampu bertahan di atas zona 5.000–4.980, bias bullish tetap terjaga dengan potensi kelanjutan kenaikan menuju area Fibonacci Extension 61,8% di sekitar 5.138, lalu target berikutnya di FE 100% dekat 5.219. Indikator RSI berada di kisaran 65, yang menandakan momentum bullish masih dominan meski ruang konsolidasi jangka pendek terbuka sebelum kenaikan lanjutan. Selama tidak terjadi penutupan di bawah 4.980, koreksi diperkirakan hanya bersifat sementara dalam struktur uptrend yang lebih besar.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.111 R2 5.138 R3 5.219
S1 5.000 S2 4.958 S3 4.900
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.005 |
| Profit Target Level | 5.080 |
| Stop Loss Level | 4.970 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.110 |
| Profit Target Level | 5.060 |
| Stop Loss Level | 5.140 |
Prospek Harga US Oil Selasa | 27 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih dalam fase konsolidasi bullish setelah reli dari area 56,00 dan kini bertahan di atas zona support psikologis 60,00. Struktur harga menunjukkan pullback terbatas yang tertahan di area 60,00–59,40, sejalan dengan posisi harga yang masih berada di atas SMA 50, sehingga bias naik tetap terjaga.
Selama area 60,00 mampu dipertahankan, harga berpeluang melanjutkan penguatan menuju resistance 61,20, kemudian menguji area 62,18 hingga 62,85. Indikator RSI berada di kisaran 56, mencerminkan momentum bullish moderat dengan ruang kenaikan yang masih terbuka tanpa kondisi jenuh beli. Sebaliknya, penurunan dan penutupan di bawah 59,40 akan membuka risiko koreksi lebih dalam menuju support berikutnya di area 58,45.
US Oil INTRADAY AREA
R1 61,20 R2 62,18 R3 62,85
S1 60,00 S2 59,40 S3 58,45
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 60,00 |
| Profit Target Level | 61,00 |
| Stop Loss Level | 59,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 61,20 |
| Profit Target Level | 60,10 |
| Stop Loss Level | 61,70 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.





Pada grafik H4, tren emas masih bergerak bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga, didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50. Penembusan area resistance 4.967 membuka ruang lanjutan kenaikan menuju target FE 61,8 di sekitar 5.032, dengan potensi ekstensi ke FE 100,0 di area 5.111 jika momentum tetap kuat.
Pergerakan US Oil di time frame H4, harga menunjukkan struktur pemulihan yang cenderung bullish setelah reli dari area bawah, dengan pergerakan yang kini berada di atas SMA 50 sebagai indikasi awal penguatan tren. Meski demikian, area resistance 61,20 masih menjadi penghalang utama sehingga pergerakan saat ini lebih berpotensi diwarnai konsolidasi atau koreksi terbatas menuju area support 60,00–59,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren naik yang kuat setelah harga bertahan di atas area pivot 4.875. Kenaikan lanjutan membuka peluang pengujian resistance di kisaran 4.980 hingga 5.030, dengan potensi ekstensi ke area 5.130 apabila momentum bullish tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah setelah harga gagal bertahan di atas area 60,80–61,80 dan kembali bergerak di bawah SMA 50 yang kini berada di sekitar 60,0. Posisi harga yang masih tertahan di bawah SMA 50 menunjukkan tekanan jual jangka pendek masih dominan, meski RSI bergerak netral dan belum mengindikasikan kondisi jenuh jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.794. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target terdekat berada di resistance 4.860, lalu berlanjut ke 4.887 hingga 4.925.

Pergerakan emas pada grafik H4 berada dalam tren naik yang kuat, ditandai dengan rangkaian higher high dan higher low serta posisi harga yang bertahan di atas SMA 50. Kenaikan berlanjut hingga mencetak puncak di area 4.888 sebelum terjadi koreksi wajar, yang kemudian membentuk support baru di 4.753.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan bias ke arah bullish setelah harga berhasil bangkit dari area low di sekitar 55,00 dan membentuk rangkaian higher low. Harga kini bergerak di atas SMA dan mampu bertahan di atas area support 59,13 hingga 58,45, yang mengindikasikan kekuatan beli masih terjaga.
