Reli Pasar Global di Tengah Ketidakpastian
Reli pasar global terjadi pada Selasa, didorong spekulasi meredanya konflik di Timur Tengah. Kenaikan ini muncul setelah pasar sempat tertekan akibat lonjakan harga minyak yang mencatat kenaikan bulanan terbesar sepanjang sejarah.
Sentimen positif datang setelah muncul laporan bahwa Iran membuka peluang mengakhiri konflik. Di saat yang sama, Donald Trump menyampaikan kepada penasihatnya bahwa ia siap menghentikan operasi militer, meski Selat Hormuz masih belum sepenuhnya terbuka.
Namun, Trump juga mengingatkan bahwa Amerika Serikat dapat menghancurkan fasilitas energi Iran jika jalur tersebut tetap ditutup. Pernyataan yang berubah-ubah ini membuat pasar tetap waspada.
Lonjakan Minyak Tekan Pasar Sepanjang Maret
Sepanjang Maret, tekanan besar terlihat di pasar keuangan global. Kenaikan harga minyak akibat gangguan pasokan energi mendorong investor keluar dari aset berisiko.
Indeks STOXX 600 di Eropa turun sekitar 8% dan mencatat penurunan bulanan terdalam dalam hampir empat tahun. Tren ini mengakhiri reli yang sudah berlangsung selama delapan bulan.
Harga minyak Brent sempat melonjak hingga $118 per barel untuk kontrak Mei. Sementara itu, harga bensin di Amerika Serikat menyentuh $4 per galon, memperkuat tekanan inflasi.
Reli Teknikal Dorong Penguatan Saham Global
Reli pasar global juga didorong oleh kondisi teknikal. Pasar yang sudah jenuh jual langsung merespons kabar positif dengan aksi beli. Indeks MSCI global naik sekitar 1,8%. Di Wall Street, Dow Jones menguat 2,49%, S&P 500 naik 2,91%, dan Nasdaq melonjak 3,83%.
Penguatan ini menunjukkan bahwa pasar sangat sensitif terhadap perubahan sentimen, terutama terkait arah kebijakan dan konflik geopolitik.
Risiko Inflasi dan Perlambatan Ekonomi Meningkat
Lonjakan harga energi mulai mendorong inflasi lebih tinggi, terutama di kawasan Eropa yang kembali melampaui target bank sentral.
Pejabat energi dari Uni Eropa meminta pemerintah untuk bersiap menghadapi gangguan energi yang lebih panjang. Hal ini menegaskan bahwa dampak konflik belum selesai.
Di Amerika Serikat, data ekonomi menunjukkan tanda pelemahan. Lowongan kerja turun lebih dalam dari ekspektasi, sementara perekrutan mencapai level terendah dalam hampir enam tahun.
Pergerakan Obligasi, Dolar, dan Emas
Pasar obligasi mulai menarik minat kembali setelah tekanan jual sepanjang bulan. Imbal hasil turun seiring meningkatnya permintaan terhadap aset aman.
Indeks dolar melemah, sedangkan yen Jepang menguat. Pemerintah Jepang menegaskan kesiapan untuk merespons volatilitas nilai tukar.
Harga emas naik lebih dari 3% karena investor kembali masuk ke aset safe haven. Namun secara bulanan, emas tetap mencatat penurunan tajam akibat tekanan dari ekspektasi inflasi yang meningkat.
Ketidakpastian Tetap Tinggi di Pasar Global
Reli pasar global yang terjadi saat ini masih dibayangi ketidakpastian. Risiko dari konflik, gangguan pasokan energi, serta tekanan inflasi masih menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar.
Prospek Harga Emas Rabu | 01 April 2026
Pergerakan emas di time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup tajam. Harga kini berhasil naik dan menembus area resistance 4.600, sekaligus bergerak di atas SMA, yang mengindikasikan adanya perubahan momentum ke arah bullish dalam jangka pendek. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.529–4.600, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 4.726.
Namun, jika harga kembali turun dan menembus ke bawah area tersebut, maka tekanan jual berpotensi muncul kembali dan membatalkan skenario penguatan saat ini.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.726 R2 4.803 R3 4.867
S1 4.636 S2 4.600 S3 4.529
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.650 |
| Profit Target Level | 4.720 |
| Stop Loss Level | 4.600 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.726 |
| Profit Target Level | 4.670 |
| Stop Loss Level | 4.750 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 01 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tren bullish setelah berhasil menembus area resistance sebelumnya dan bergerak di atas SMA 50, meskipun saat ini mulai mengalami koreksi dari area puncak di sekitar 105.10 106,75. Koreksi yang terjadi berpotensi menguji area support terdekat di 99,54 hingga 96,50, yang menjadi zona penting untuk menjaga struktur kenaikan tetap valid.
Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound masih terbuka dengan potensi kenaikan kembali menuju 105,10, kemudian berlanjut ke 108,00 hingga 111,79. Namun, jika tekanan jual berlanjut hingga menembus 96,50, maka harga berisiko melanjutkan penurunan lebih dalam menuju area 93,27.
US Oil INTRADAY AREA
R1 105,10 R2 108,00 R3 111,79
S1 99,54 S2 96,50 S3 93,27
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 100,00 |
| Profit Target Level | 104,00 |
| Stop Loss Level | 96,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 105,00 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 108,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih memiliki potensi bergerak bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 159,50. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 160,00, dilanjutkan ke 160,20 hingga 160,45.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA 50 dan struktur lower high yang terus terbentuk. Setelah sempat rebound, kenaikan tertahan di area resistance 4.600, yang juga berdekatan dengan garis SMA sehingga memperkuat tekanan jual.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan tren bullish yang kuat setelah harga berhasil menembus resistance 103,30 yang kini beralih menjadi support terdekat. Saat ini harga sedang menguji resistance berikutnya di area 108,00, dengan struktur higher high dan higher low yang tetap terjaga serta posisi harga yang konsisten di atas SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot berada di 4.467. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka dengan target resistance terdekat di 4.555. Jika resistance ini berhasil ditembus, kenaikan berpotensi berlanjut menuju 4.600 hingga 4.640.

Pergerakan XAUUSD pada timeframe H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari posisi harga yang bergerak di bawah SMA serta struktur lower high yang terbentuk. Setelah sempat rebound dari area support sekitar 4.230–4.300, kenaikan tertahan di area resistance 4.550–4.600 yang berdekatan dengan SMA 50, menandakan adanya tekanan jual yang masih dominan. RSI yang berada di kisaran netral cenderung naik menunjukkan adanya momentum pemulihan terbatas, namun belum cukup kuat untuk membalikkan tren.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan momentum bullish yang mulai menguat setelah harga berhasil rebound dan menembus area resistance 98,82 hingga 101,20. Saat ini harga bergerak di atas SMA 50, mengindikasikan adanya perubahan arah tren jangka pendek menjadi lebih positif. RSI yang berada di atas level 70 mencerminkan kondisi overbought, namun juga menegaskan kuatnya momentum beli dalam waktu dekat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot di 1.3345. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berlanjut dengan support terdekat di 1.3290. Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 1.3260 hingga 1.3245.

Harga emas pada timeframe H4 masih bergerak dalam tren bearish setelah penurunan tajam yang menembus area support sebelumnya, dengan posisi harga tetap berada di bawah SMA 50. Saat ini terjadi konsolidasi sempit di bawah resistance 4.486 dan trendline turun, menunjukkan potensi pullback terbatas sebelum tekanan jual kembali dominan.
Pergerakan US pada timeframe H4 terlihat saat sedang dalam fase konsolidasi setelah penurunan sebelumnya, dengan kenaikan tertahan di area resistance 95,34 yang juga berdekatan dengan SMA. Selama harga belum mampu menembus dan bertahan di atas level tersebut, pergerakan naik masih berisiko terbatas dan rentan berbalik melemah. Jika penolakan kembali terjadi di zona ini, harga berpotensi terkoreksi turun untuk menguji support 89,33 sebagai area penopang terdekat.
