Market Summary
FOMC Meeting Minutes menjadi perhatian utama pasar menjelang rilis risalah rapat Federal Reserve yang diperkirakan memberi petunjuk baru terkait arah suku bunga Amerika Serikat. Harga emas bergerak stabil di dekat level terendah satu setengah bulan pada perdagangan Rabu, setelah tekanan dari penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi membatasi minat beli logam mulia.
Harga spot emas tercatat berada di sekitar $4.481 per ounce, sementara kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Juni turun tipis ke area $4.483. Tekanan terhadap emas muncul karena indeks dolar AS bertahan di dekat level tertinggi enam minggu, membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain.
Yield Obligasi dan Dolar AS Tekan Harga Emas
Kenaikan imbal hasil obligasi Treasury AS tenor 10 tahun turut menjadi faktor utama yang menahan penguatan emas. Kondisi tersebut meningkatkan opportunity cost untuk memegang aset non-yielding seperti emas.
Pasar juga melihat perubahan ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Investor mulai memperkirakan bank sentral AS tidak akan memangkas suku bunga sepanjang tahun ini. Sebagian besar ekonom bahkan memundurkan proyeksi pemangkasan suku bunga ke tahun 2027 karena inflasi masih bertahan tinggi.
Komentar dari pejabat Federal Reserve turut memperkuat sentimen hawkish. Presiden Federal Reserve Bank Philadelphia, Anna Paulson, mengatakan level suku bunga saat ini masih sesuai untuk menekan inflasi. Ia juga menyebut pasar mulai mempertimbangkan kemungkinan suku bunga kembali naik jika tekanan harga tidak mereda.
Ketegangan Iran dan Lonjakan Harga Energi Dorong Safe Haven Dollar
Selain faktor suku bunga, pasar juga mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah. Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan negosiasi dengan Iran menunjukkan kemajuan dan kedua pihak ingin menghindari konflik lebih lanjut. Namun Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa Washington masih dapat melakukan serangan terhadap Teheran jika diperlukan.
Ketidakpastian tersebut membuat dolar AS tetap diminati sebagai aset safe haven. Indeks dolar AS (DXY) bergerak di sekitar level 99,44 setelah sebelumnya menyentuh area resistance penting.
Pasar energi juga ikut bergejolak setelah Selat Hormuz masih mengalami gangguan distribusi. Jalur tersebut merupakan rute penting pengiriman minyak, gas, dan komoditas global lainnya. Lonjakan harga energi memicu kekhawatiran inflasi global dan meningkatkan tekanan terhadap bank sentral untuk mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama.
Fokus Pasar Tertuju pada FOMC Meeting Minutes
Pelaku pasar kini menunggu hasil rilis FOMC Meeting Minutes dari pertemuan Federal Reserve bulan April. Risalah rapat tersebut diperkirakan memperlihatkan perbedaan pandangan di internal bank sentral AS.
Dalam pertemuan sebelumnya, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga tetap. Namun terdapat anggota yang mendukung pemangkasan suku bunga, sementara beberapa pejabat lain justru ingin menghapus bias pelonggaran kebijakan dari pernyataan resmi bank sentral.
Jika risalah rapat menunjukkan sikap yang lebih hawkish, dolar AS berpotensi kembali menguat dan menekan harga emas lebih dalam. Sebaliknya, jika Federal Reserve memberi sinyal pelonggaran di masa depan, emas berpeluang rebound setelah tekanan tajam dalam beberapa sesi terakhir.
Analisa Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat pergerakan emas berpotensi rebound pada time frame H4 dengan level pivot berada di 4.452. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance 4.505, kemudian 4.525 hingga 4.546.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun menembus level 4.452, tekanan bearish berpotensi membawa harga melemah menuju area support 4.435 hingga 4.418.
Resistance 1: 4.505 Resistance 2: 4.525 Resistance 3: 4.546
Support1: 4.452 Support 2: 4.435 Support 3: 4.418
Baca juga: Peluang Trading USD/CAD Menjelang Data Inflasi Kanada
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga kembali bergerak di bawah area moving average dan gagal bertahan di atas resistance 4.533–4.589. Momentum penurunan juga terlihat dari RSI yang turun mendekati area oversold, menunjukkan dominasi seller masih cukup kuat dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas area support 102,06 dan terus bergerak di atas moving average. Momentum kenaikan juga terlihat dari RSI yang berada di atas level 60, menandakan minat beli masih cukup dominan.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan USD/CAD pada time frame H4 masih berpotensi melanjutkan penguatan dengan level pivot berada di 1.3730. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan masih terbuka, dengan resistance terdekat di 1.3770. Jika resistance berhasil ditembus, maka potensi penguatan lanjutan dapat mengarah ke area 1.3790 hingga 1.3805.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish setelah harga gagal bertahan di atas area resistance 4.646–4.670 dan kembali turun menembus support minor. Saat ini harga sedang mencoba rebound dari area demand 4.475–4.525, yang juga menjadi support penting dalam beberapa pekan terakhir. Selama harga masih mampu bertahan di atas area tersebut, peluang rebound jangka pendek masih terbuka untuk menguji resistance 4.605, kemudian 4.646.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bertahan di atas SMA 50 dan kembali bergerak naik mendekati area resistance 102,40. Momentum kenaikan masih cukup terjaga dengan RSI yang bergerak di atas level netral, sehingga peluang penguatan lanjutan masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas support 100,50. Jika resistance 102,40 berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju 105,25, kemudian 107,34.
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat USD/JPY masih memiliki peluang melanjutkan tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot berada di 158,50. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan diperkirakan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 159,05. Jika level itu berhasil ditembus, pergerakan bullish berpotensi berlanjut menuju area resistance berikutnya di kisaran 159,40 hingga 159,90.

Pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish setelah harga turun menembus support 4.605 dan bergerak di bawah SMA 50, yang menandakan tekanan jual masih mendominasi. Indikator RSI juga turun ke area oversold di kisaran 25 sehingga membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil bergerak di atas SMA 50 dan menembus resistance 100,50, yang kini berubah fungsi menjadi support. Penguatan ini juga didukung oleh indikator RSI yang naik ke kisaran 65, menandakan momentum beli masih cukup kuat meskipun mulai mendekati area overbought.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan pergerakan GBP/USD masih berada dalam tren bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.3410. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun diperkirakan masih berlanjut. Saat ini, GBP/USD sedang menguji area support terdekat di 1.3335. Jika level itu berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju support berikutnya di 1.3300 hingga 1.3265.
