Dolar AS Menguat Didukung Data Inflasi
Dolar AS menguat setelah rilis data inflasi produsen yang lebih tinggi dari perkiraan. Indeks harga produsen (PPI) naik 0,5% pada Januari, melampaui ekspektasi 0,3%. Kondisi ini memperkuat kekhawatiran bahwa tekanan inflasi masih bertahan di awal tahun 2026.
Pergerakan dolar sempat menguat tajam setelah data tersebut dirilis, namun kemudian melemah tipis menjelang akhir sesi karena pelaku pasar melakukan penyesuaian posisi menjelang akhir bulan. Meski demikian, Dolar AS menguat dan mencatat kenaikan bulanan pertamanya sejak Oktober.
Di balik kenaikan utama, terdapat sinyal moderasi harga pada beberapa komponen. Tekanan terbesar berasal dari sektor jasa perdagangan, yang dinilai kurang mencerminkan perubahan harga secara real-time.
Kebijakan Federal Reserve Jadi Fokus Pasar
Pelaku pasar terus mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Bank sentral diperkirakan menahan suku bunga hingga setidaknya Juni karena inflasi masih berada di level tinggi.
Di sisi lain, ekspektasi pemangkasan suku bunga mulai terbentuk, dengan pasar memperkirakan penurunan sekitar 62 basis poin hingga akhir tahun. Proyeksi ini muncul seiring meningkatnya kekhawatiran terhadap pelemahan pasar tenaga kerja.
Kondisi tersebut membuat pergerakan dolar cenderung terbatas dalam jangka pendek, sambil menunggu katalis baru dari data ekonomi berikutnya.
Ketegangan Geopolitik Dorong Permintaan Safe Haven
Dolar AS menguat juga didorong oleh meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Meskipun sempat ada kemajuan dalam negosiasi, belum ada kesepakatan yang mampu meredakan konflik.
Situasi memanas setelah aksi militer yang memicu respons dari Iran. Negara tersebut membatasi aktivitas di Selat Hormuz, jalur penting bagi distribusi minyak global. Kondisi ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi dan mendorong aliran dana ke aset aman.
Pasar Saham Tertekan oleh Inflasi dan Sektor Teknologi
Indeks saham utama di Amerika Serikat ditutup melemah. S&P 500 dan Nasdaq masing-masing turun 0,4%, sementara Dow Jones turun 1,1%.
Tekanan datang dari sektor teknologi, terutama setelah pelemahan saham Nvidia yang berlanjut. Kekhawatiran terhadap keberlanjutan belanja AI membebani sentimen investor.
Selain itu, laporan pemutusan hubungan kerja dan kekhawatiran di sektor kredit swasta turut menekan pasar secara keseluruhan.
Emas dan Minyak Melonjak Akibat Risiko Geopolitik
Harga emas diperkirakan melanjutkan kenaikan saat pasar dibuka, didorong oleh permintaan safe haven. Logam mulia telah mencapai level tertinggi satu bulan di sekitar $5.278 dan mendekati rekor tertinggi sebelumnya.
Harga minyak juga melonjak tajam. Minyak Brent naik hingga mendekati $80 per barel setelah meningkatnya risiko gangguan pasokan global. Blokade di Selat Hormuz menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga energi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.
Prospek Harga Emas Senin | 02 Maret 2026
Pergerakan emas pada timeframe H4 kini mengonfirmasi breakout dari area konsolidasi setelah berhasil menembus resistance 5.250, bahkan disertai pembentukan gap yang memperkuat momentum bullish. Harga saat ini berada di kisaran 5.346 dan masih bergerak di atas SMA 50, sehingga bias kenaikan tetap dominan.
Dengan kondisi ini, emas berpotensi melanjutkan kenaikan untuk menguji area 5.404 sebagai resistance sekaligus target dari pola rectangle. Area 5.250 kini beralih fungsi menjadi support kunci yang perlu dijaga, selama harga tetap bertahan di atas level tersebut maka struktur bullish masih valid. Meski demikian, adanya gap dan posisi RSI yang sudah overbought tetap membuka peluang pullback terbatas sebelum tren naik berlanjut.
GOLD INTRADAY AREA
R1 5.404 R2 5.470 R3 5.600
S1 5.250 S2 5.168 S3 5.100
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 5.280 |
| Profit Target Level | 5.400 |
| Stop Loss Level | 5.240 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 5.404 |
| Profit Target Level | 5.350 |
| Stop Loss Level | 5.480 |
Prospek Harga US Oil Senin | 02 Maret 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan breakout kuat dari area resistance 67,77 yang sebelumnya menjadi batas atas konsolidasi, dengan dorongan momentum yang diperkuat oleh pembentukan gap. Harga saat ini bergerak di atas SMA yang menanjak, mengindikasikan tren bullish yang semakin solid dalam jangka pendek.
Selama harga mampu bertahan di atas area 67,77 yang kini beralih fungsi menjadi support, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di 74,27 hingga 75,72. Namun, posisi RSI yang sudah overbought, serta adanya gap yang belum tertutup tetap membuka peluang koreksi atau pullback terbatas sebelum kenaikan berlanjut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 74,27 R2 75,72 R3 77,89
S1 67,77 S2 66,09 S3 64,92
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 68,00 |
| Profit Target Level | 74,00 |
| Stop Loss Level | 66,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 74,20 |
| Profit Target Level | 72,00 |
| Stop Loss Level | 75,80 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, Trading Central melihat pergerakan emas masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 5.160. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 5.215, kemudian 5.225, hingga 5.250.





Pergerakan emas pada timeframe H4 terlihat berada dalam fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya, dengan harga bergerak sideways di area 5.100–5.217 yang menjadi zona kunci jangka pendek. Selama harga tetap bertahan di atas support 5.100 dan masih bergerak di atas SMA 50, bias bullish masih terjaga meskipun momentum cenderung melemah, tercermin dari RSI yang bergerak datar di sekitar level 50–60.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 67,05–67,73, dengan harga saat ini kembali mendekati area SMA 50 di sekitar 64,61. Selama harga masih bergerak di bawah resistance tersebut, tekanan koreksi cenderung meningkat, terutama jika terjadi penembusan di bawah 64,61 yang dapat membuka ruang penurunan lebih lanjut menuju 63,61 hingga 62,41.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Minyak WTI (US Oil) masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 65,95. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan penurunan masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 65,15. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 64,80 hingga 64,40.

Pergerakan emas pada timeframe H4 masih menunjukkan bias bullish setelah harga mampu bertahan di atas SMA 50 serta area support 5.100–5.046. Selama harga tetap berada di atas zona tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance berikutnya di kisaran 5.250 hingga 5.312.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli sebelumnya, dengan harga bergerak di dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai area kunci jangka pendek. Harga sempat turun menembus 65.43, namun kembali bertahan di atas level tersebut, sehingga struktur konsolidasi masih tetap valid.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih berada dalam bias bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.7075. Selama harga mampu bertahan di atas area tersebut, potensi kenaikan masih terbuka untuk menguji resistance di 0.7135, kemudian 0.7155, hingga 0.7175.

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya sempat naik hingga membentuk high di area 5.250, sebelum akhirnya mengalami koreksi yang masih tergolong sehat. Tekanan turun tertahan di area 5.100 sebagai support terdekat, sementara posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50 di sekitar 5.046 menandakan struktur bullish masih terjaga. Saat ini harga cenderung bergerak konsolidatif di bawah resistance 5.192, dan selama bertahan di atas 5.100, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji 5.192 hingga 5.250.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan fase konsolidasi setelah kenaikan sebelumnya. Harga bergerak sideways dalam range 65.43 hingga 67.05 sebagai zona kunci jangka pendek. Harga juga masih bertahan di atas SMA 50 di sekitar 64.61, sehingga bias bullish tetap terjaga selama tidak ditembus ke bawah.
