Dolar AS Menguat Jelang Pekan Krusial Data AS
Dolar AS menguat pada awal 2026 setelah sempat tertekan sepanjang tahun lalu terhadap mayoritas mata uang utama. Penguatan ini terjadi ketika pelaku pasar bersiap menghadapi pekan krusial rilis data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah kebijakan moneter Federal Reserve sekaligus memengaruhi pasar global.
Indeks dolar tercatat naik ke area 98,48, sementara euro dan pound sterling melemah. Volume perdagangan cenderung tipis karena pasar Jepang dan China tutup, namun sentimen tetap terfokus pada prospek suku bunga dan stabilitas kebijakan AS.
Fokus Pasar pada Arah Kebijakan The Fed
Pasar menanti serangkaian data ekonomi, termasuk laporan ketenagakerjaan, untuk menilai apakah The Fed akan memangkas suku bunga lebih agresif. Saat ini, pelaku pasar memperkirakan dua kali penurunan suku bunga tahun ini. Perkiraan tersebut lebih dovish dibandingkan proyeksi resmi bank sentral yang masih terbelah.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengumumkan calon Ketua The Fed bulan ini. Pernyataan itu disampaikan menjelang berakhirnya masa jabatan Jerome Powell pada Mei. Trump kembali mengkritik kebijakan suku bunga The Fed yang dinilai terlalu ketat. Kondisi tersebut membuat pasar menilai pergantian kepemimpinan berpotensi mendorong kebijakan yang lebih akomodatif.
Yen Jepang Masih Tertekan
Di pasar Asia, yen Jepang tetap menjadi pengecualian. Mata uang ini melemah mendekati level terendah 10 bulan meski Bank of Japan telah menaikkan suku bunga dua kali tahun lalu. Pasar menilai langkah tersebut belum cukup agresif untuk menopang yen, sementara peluang kenaikan suku bunga lanjutan baru diperhitungkan pada paruh kedua tahun ini.
Wall Street Berfluktuasi, Sektor AI Tertekan
Bursa saham AS menutup sesi pertama tahun ini dengan pergerakan beragam. Indeks Dow Jones menguat didorong sektor ekonomi inti, sementara S&P 500 naik tipis dan Nasdaq bergerak datar. Saham produsen chip menguat seiring sentimen positif sektor semikonduktor, namun saham penyedia perangkat lunak AI justru tertekan karena kekhawatiran belanja modal yang berlebihan. Secara umum, pasar saham masih ditopang ekspektasi pertumbuhan yang solid dan suku bunga lebih rendah.
Emas Bertahan Tinggi Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Harga emas melanjutkan tren kuat setelah mencatat lonjakan signifikan sepanjang 2025. Permintaan aset aman tetap tinggi seiring ketegangan geopolitik dan ekspektasi penurunan suku bunga AS. Pasar menilai pemangkasan suku bunga membuat emas semakin menarik karena tidak memberikan imbal hasil bunga.
Selain faktor suku bunga, konflik geopolitik di Timur Tengah dan ketidakpastian hubungan Rusia–Ukraina turut menopang harga logam mulia, dengan emas fisik kembali diperdagangkan premium di Asia.
Minyak Tertekan Surplus Pasokan Global
Harga minyak mentah WTI melemah ke kisaran USD 56 per barel akibat kekhawatiran surplus pasokan global. OPEC+, yang dipimpin Arab Saudi, diperkirakan mempertahankan kebijakan menahan kenaikan produksi pada kuartal pertama. Badan Energi Internasional memproyeksikan surplus pasokan yang signifikan tahun ini, sehingga membatasi potensi kenaikan harga meski risiko geopolitik meningkat.
Prospek Pasar Global Awal 2026
Ke depan, dolar AS menguat masih berpotensi dipengaruhi hasil data ekonomi dan dinamika politik moneter AS. Perhatian pasar tertuju pada kombinasi arah suku bunga The Fed, stabilitas kebijakan pemerintahan AS, serta perkembangan geopolitik global yang terus membentuk pergerakan mata uang, saham, komoditas, dan energi.
Prospek harga Emas Senin | 05 Januari 2026
Harga emas pada grafik H4 masih bergerak dalam struktur uptrend jangka menengah, terlihat dari posisi harga yang tetap bertahan di atas trendline naik. Namun, dalam jangka pendek pergerakan cenderung konsolidatif setelah koreksi tajam dari area puncak, dengan harga saat ini masih berada di bawah area resistance 4.343–4.377 sekaligus belum mampu menembus area SMA 50.
Adanya gap di sekitar 4.330–4.343 menjadi area kunci yang perlu diperhatikan, karena penutupan gap tersebut berpotensi membuka ruang penguatan lanjutan menuju resistance 4.404 hingga 4.431. Di sisi lain, selama harga tertahan di bawah area tersebut, tekanan koreksi masih dapat membawa harga kembali menguji support 4.310 hingga 4.271. RSI yang berada di bawah level 50 namun mulai membentuk kenaikan mengindikasikan momentum bearish mulai mereda, meski konfirmasi penguatan masih menunggu penembusan resistance terdekat.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.377 R2 4.404 R3 4.431
S1 4.343 S2 4.310 S3 4.271
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.345 |
| Profit Target Level | 4.400 |
| Stop Loss Level | 4.310 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.400 |
| Profit Target Level | 4.370 |
| Stop Loss Level | 4.435 |
Prospek harga US Oil Senin | 05 Januari 2025
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam tekanan bearish. Kondisi ini terlihat dari struktur lower high yang terbentuk di bawah trendline turun jangka menengah. Harga kembali bergerak di bawah area SMA 50 dan gagal bertahan di atas resistance 57,60–58,03. Hal tersebut mencerminkan lemahnya momentum rebound.
Selama harga tertahan di bawah area 58,45, risiko penurunan lanjutan masih terbuka. Harga berpeluang menguji area support 56,64 hingga 56,07, bahkan menuju 55,60. RSI berada di bawah level 50 dan menunjukkan kecenderungan menurun. Kondisi ini menegaskan bahwa tekanan jual masih dominan. Peluang penguatan baru akan lebih valid jika harga mampu menembus dan bertahan di atas resistance terdekat.
US Oil INTRADAY AREA
R1 57,60 R2 58,03 R3 58,45
S1 56,64 S2 56,07 S3 55,60
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 56,70 |
| Profit Target Level | 57,50 |
| Stop Loss Level | 56,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 57,60 |
| Profit Target Level | 56,70 |
| Stop Loss Level | 58,10 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 4.340. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.404. Jika harga berhasil menembus area ini, potensi penguatan selanjutnya mengarah ke resistance 4.438 hingga 4.480.




Harga emas pada grafik H4 terlihat masih berada dalam fase koreksi setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.377–4.404, yang sebelumnya menjadi zona supply kuat. Penurunan membawa harga mendekati area 4.271, sebelum muncul upaya rebound teknikal, namun pergerakan ini masih tertahan di bawah trendline naik dan SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 sempat menguat, namun kenaikan tersebut masih tertahan oleh downtrend line di area resistance 58,03–58,45. Kegagalan menembus zona ini mendorong harga berbalik turun hingga menembus SMA 50 di kisaran 57,60, yang mengindikasikan tekanan bearish kembali mendominasi. Selama harga masih bergerak di bawah SMA 50, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka dengan target mengarah ke area support 56,64 hingga 56,07.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central melihat peluang trading XAG/USD masih berpotensi melanjutkan penurunan pada time frame H4, dengan level pivot di 74,30. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, tekanan jual diperkirakan masih mendominasi, dengan support terdekat di 70,50. Penembusan support ini dapat membuka peluang penurunan lanjutan menuju area support berikutnya di 68,50 hingga 65,80.
Pergerakan emas pada timeframe H4 masih berada dalam struktur bullish jangka menengah, namun pemulihan belum terlihat solid karena harga masih kesulitan menembus SMA 50. Setelah rebound dari area support 4.322–4.302, harga kembali tertahan di kisaran 4.405 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga tekanan jual masih terasa di area tersebut.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 saat ini sudah bergerak dan bertahan di atas SMA 50 di area 57,60 yang berfungsi sebagai support dinamis. Kondisi ini menjaga peluang pemulihan jangka pendek selama harga tidak kembali turun ke bawah SMA 50.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 berpeluang mengalami rebound dengan level pivot di 4.322. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut dengan resistance terdekat di 4.405. Jika harga mampu menembus area ini, potensi kenaikan lanjutan terbuka menuju kisaran 4.440–4.485.

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa peluang trading USD/CAD pada time frame H4 berpotensi mengalami rebound dengan level pivot di 1.3665. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang penguatan diperkirakan berlanjut untuk menguji area resistance di kisaran 1.3705 hingga 1.3745.
