Market Summary
Dollar AS menguat terhadap mata uang utama seperti yen dan franc Swiss setelah data Departemen Tenaga Kerja menunjukkan peningkatan permintaan pasar tenaga kerja yang lebih baik dari perkiraan. Jumlah lowongan pekerjaan naik sebesar 374.000 menjadi 7,769 juta pada bulan Mei. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa Federal Reserve kemungkinan tidak akan terburu-buru untuk menurunkan suku bunga.
Namun demikian, dollar masih menunjukkan pelemahan terhadap yen sebesar 0,29% ke level 143,58 dan terhadap franc Swiss sebesar 0,16% ke 0,79175, meskipun pelemahan ini lebih kecil dibandingkan sebelum data dirilis. Indeks dollar, yang mengukur kekuatan dollar terhadap sekeranjang mata uang utama, turun 0,08% menjadi 96,682.
Senat AS Meloloskan RUU Anggaran dan Dampaknya terhadap Pasar
Senat AS yang dikuasai Partai Republik menyetujui RUU pajak dan belanja yang diajukan oleh Presiden Trump. RUU ini mencakup pengurangan pajak besar-besaran dan akan menambah $3,3 triliun pada utang nasional. Kebijakan ini memengaruhi pasar, memberikan tekanan pada nilai tukar dollar AS dan memicu kenaikan harga emas sebagai aset safe haven.
Emas spot naik 1,1% ke $3.338,24 per ounce, mencapai level tertinggi sejak 24 Juni, sementara emas berjangka AS ditutup 1,3% lebih tinggi di $3.349,8 per ounce. Kenaikan harga emas didukung oleh kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh peningkatan defisit anggaran AS.
Prospek Kebijakan Federal Reserve dan Dampaknya pada Pasar Keuangan
Ketua Federal Reserve, Jerome Powell, menyatakan bahwa bank sentral masih menunggu data tambahan sebelum memutuskan kebijakan moneter, tetapi tidak mengesampingkan kemungkinan penurunan suku bunga pada bulan Juli. Hal ini memperbesar ekspektasi pasar terhadap potensi pemangkasan suku bunga di bulan September, yang dapat memengaruhi diferensial suku bunga dan menekan dollar lebih lanjut.
Sementara itu, imbal hasil obligasi AS naik setelah data pasar tenaga kerja yang positif. Imbal hasil obligasi 10 tahun AS meningkat 2,3 basis poin menjadi 4,25%, mencerminkan peningkatan optimisme di kalangan investor.
Pasar Saham AS Bergerak Beragam
Di pasar saham, Dow Jones Industrial Average naik hampir 1% menjadi 44.494,94 poin, didukung oleh sentimen positif pasar. Namun, indeks S&P 500 dan Nasdaq terkoreksi setelah mencatat rekor tertinggi pada hari sebelumnya, sebagian disebabkan oleh penurunan 4% saham Tesla setelah ancaman pengurangan subsidi dari pemerintah AS.
Harga Minyak Menguat Jelang Pertemuan OPEC+
Harga minyak naik moderat pada hari Selasa. Brent crude naik 0,6% ke $67,11 per barel, dan WTI crude naik 0,5% ke $65,45 per barel. Kenaikan ini didukung data positif dari survei sektor swasta di China yang menunjukkan ekspansi manufaktur pada Juni. Selain itu, ekspektasi kenaikan harga minyak Arab Saudi untuk pembeli di Asia turut memperkuat penguatan harga.
Namun, potensi kenaikan produksi minyak oleh kelompok OPEC+ dalam pertemuan mereka pada 6 Juli membatasi pergerakan harga. Kelompok ini diperkirakan akan meningkatkan produksi sebesar 411.000 barel per hari untuk bulan Agustus, melanjutkan pola kenaikan produksi pada bulan-bulan sebelumnya.
Pound Sterling dan Euro Berfluktuasi terhadap Dollar AS
Pound sterling berhasil menguat sebesar 0,07% menjadi $1,374 terhadap dollar setelah hasil voting parlemen Inggris mendukung reformasi sistem kesejahteraan. Sementara itu, euro melemah 0,13% menjadi $1,18020 setelah sebelumnya sempat menguat 0,05%.
Prospek harga Emas Rabu | 02 Juli 2025
Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan potensi bullish, terlihat dari breakout garis tren merah ke atas, yang didukung oleh RSI yang keluar dari pola penurunan dan mendekati area overbought. Harga telah berhasil berada di atas SMA 50, yang berfungsi sebagai support dinamis dan memberikan indikasi penguatan lanjutan.
Level resistensi utama yang perlu diperhatikan adalah 3.350 dan 3.372. Jika harga mampu bertahan di atas SMA 50 dan menembus level 3.372, potensi penguatan dapat berlanjut menuju resistensi berikutnya di 3.397. Sebaliknya, jika harga gagal bertahan di atas SMA 50, terdapat risiko koreksi lebih dalam, dengan target support di 3.310 dan 3.295.
GOLD SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 3.327 |
| Profit Target Level | 3.360 |
| Stop Loss Level | 3.307 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 3.372 |
| Profit Target Level | 3.340 |
| Stop Loss Level | 3.398 |
Prospek harga Oil Rabu | 02 Juli 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga masih bergerak dalam fase konsolidasi setelah koreksi tajam dari level puncak. Posisi harga saat ini berada di bawah SMA 50, yang menunjukkan tekanan bearish, meskipun garis tren biru sebagai support masih bertahan. RSI berada di bawah level 50, memberikan indikasi bahwa momentum masih cenderung negatif.
Level resistensi utama yang perlu diperhatikan adalah 66,40, 67,85, dan 69,39. Jika harga berhasil menembus konsolidasi ke atas dan melewati 66,40, potensi penguatan dapat menuju resistensi-resistensi berikutnya. Namun, jika harga gagal bertahan dan menembus garis tren biru serta level support 64,15, potensi penurunan dapat berlanjut hingga ke 62,18 atau bahkan 59,97. Tren lanjutan akan sangat bergantung pada reaksi harga terhadap level-level kunci ini.
OIL SUGGESTION
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 64,20 |
| Profit Target Level | 66,40 |
| Stop Loss Level | 62,10 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 66,40 |
| Profit Target Level | 64,20 |
| Stop Loss Level | 67,90 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disiniGRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Secara teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pasangan USD/JPY masih berada dalam tekanan bearish, dengan level pivot di 144.10. Selama harga bergerak di bawah level ini, tekanan jual diperkirakan berlanjut menuju area support di 142.30 hingga 141.70.




Pergerakan harga emas pada time frame H4 menunjukkan pemantulan dari zona support kuat di sekitar 3.245, mengindikasikan adanya minat beli yang signifikan. Saat ini, fokus akan tertuju pada level resistance di area 3.337-3.350. Jika harga mampu menembus area ini, peluang penguatan menuju target selanjutnya di 3.397 akan semakin besar. Namun, keberadaan garis tren menurun (trendline merah) menjadi tantangan penting yang harus dilewati untuk mengonfirmasi perubahan tren ke arah bullish.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 terlihat harga saat ini bergerak dalam fase konsolidasi di zona 64.15 hingga 66.40, dengan dukungan dari trendline naik (garis biru) yang menahan penurunan lebih lanjut. Posisi harga yang berada di bawah SMA merah menunjukkan bahwa momentum bullish jangka pendek mulai melemah, meskipun tren naik secara keseluruhan masih tetap terjaga selama harga bertahan di atas trendline tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan GBP/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan level pivot berada di 1.3740. Selama harga bergerak di bawah level tersebut, potensi pelemahan masih terbuka dengan target support terdekat di 1.3675. Jika level support ini berhasil ditembus, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya di 1.3650 hingga 1.3635.





Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan tren bearish yang kuat, ditandai dengan harga bergerak di bawah garis moving average dan adanya pola lower highs dan lower lows. Tekanan jual terlihat signifikan setelah breakdown dari support di level 3.295.
Dari sisi teknikal, analisis dari Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas masih cenderung bearish pada time frame H4, dengan level pivot berada di 3.313. Selama harga tetap bertahan di bawah level tersebut, potensi penurunan masih dapat berlanjut, dengan support terdekat berada di 3.278. Jika support ini ditembus, penurunan lebih lanjut menuju 3.262-3.245 menjadi kemungkinan.
Pergerakan harga emas di timeframe H4 menunjukkan bahwa harga saat ini bergerak dalam pola descending channel, yang mengindikasikan tren penurunan. Posisi SMA 50 yang berada di atas harga semakin mengonfirmasi tekanan bearish secara jangka menengah. Indikator RSI juga mengikuti pola descending channel, selaras dengan pergerakan harga, sehingga menegaskan momentum bearish yang konsisten.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan bahwa harga bergerak di atas garis tren naik (ascending trendline) yang bertindak sebagai support dinamis. Posisi SMA 50 berada di atas harga, mengindikasikan tren jangka menengah yang masih bearish, meskipun terdapat indikasi pemantulan dari level support. Indikator RSI 14, yang berada di level oversold mendekati 40, memperlihatkan pelemahan momentum bearish dengan potensi pembalikan.
