Pasar global dan prospek ekonomi Jackson Hole menjadi sorotan utama pekan ini. Pasar saham dunia ditutup mendatar pada akhir pekan, namun masih bertahan dekat rekor tertinggi. Investor menunggu hasil pertemuan penting antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Alaska terkait konflik Ukraina.
Di Wall Street, indeks Dow Jones sempat menyentuh rekor intraday baru, sekaligus menjadi indeks utama terakhir yang mencatatkan puncak baru minggu ini. Namun, S&P 500 dan Nasdaq melemah, tertekan oleh sektor teknologi, keuangan, industri, dan utilitas. Dow Jones ditutup naik tipis 0,08%, sementara S&P 500 turun 0,29% dan Nasdaq melemah 0,40%.
Seorang analis menyebut, pasar masih didorong oleh prospek laba perusahaan dan margin keuntungan. Inflasi yang sebagian besar berasal dari sektor jasa dianggap positif bagi margin dalam ekonomi berbasis jasa seperti AS.
Data Ekonomi AS dan Prospek Kebijakan The Fed
Data terbaru menunjukkan penjualan ritel AS naik solid sebesar 0,5% pada Juli. Namun, laporan produsen harga yang melonjak tajam sehari sebelumnya memicu kekhawatiran inflasi baru. Kondisi ini memperkecil ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga agresif oleh Federal Reserve tahun ini.
Imbal hasil obligasi AS bergerak naik, dengan yield obligasi 10 tahun bertambah 2,7 basis poin menjadi 4,32%, sedangkan obligasi 2 tahun naik 1,1 basis poin ke 3,751%. Pasar kini memperkirakan pemangkasan suku bunga sebesar 25 basis poin bulan depan, bukan 50 basis poin. Investor juga menunggu arahan baru dari Ketua Fed Jerome Powell di simposium ekonomi Jackson Hole pekan depan.
Perkembangan Saham Eropa dan Pasar Global
Saham Eropa sempat menyentuh level tertinggi lima bulan, didorong laporan keuangan positif, namun kemudian terkoreksi. Indeks pan-Eropa STOXX 600 ditutup datar di 0,06%.
Indeks MSCI All Country World Index juga bergerak flat di level 951,70, hanya sedikit di bawah rekor 954,21 yang tercatat pada Rabu lalu. Investor masih menahan diri sambil menunggu hasil pertemuan antara Trump dan Putin.
Geopolitik: Harapan Rapat Damai Ukraina
Pertemuan antara Trump dan Putin menjadi sorotan pasar. Jika pertemuan menghasilkan kesepakatan gencatan senjata, pasar berpotensi merespons positif, terutama pada aset berisiko. Namun, investor tetap berhati-hati karena Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy dan pihak Eropa belum dilibatkan dalam diskusi.
Obligasi pemerintah Ukraina masih stagnan di sekitar 55 sen per dollar, mencerminkan skeptisisme pasar terhadap prospek kesepakatan jangka panjang.
Pergerakan Pasar Valuta Asing
Dollar AS melemah terhadap mayoritas mata uang utama. Greenback turun 0,38% terhadap yen menjadi 146,72, melemah 0,15% terhadap franc Swiss di 0,806, sementara euro naik 0,48% menjadi $1,1702. Indeks dollar turun 0,34% ke 97,85.
Dari Jepang, data PDB kuartal II menunjukkan pertumbuhan tahunan sebesar 1,0%, lebih tinggi dari perkiraan analis, memberikan dukungan tambahan bagi yen.
Harga Emas Melemah, Fokus ke Inflasi dan Pertemuan Trump–Putin
Harga emas dunia bergerak stabil di $3.336,66 per ons pada Jumat, tetapi secara mingguan turun 1,8%, penurunan terburuk sejak akhir Juni. Inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan memperkecil peluang pemangkasan suku bunga yang agresif, sehingga menekan logam mulia.
Meski demikian, pelemahan dollar AS membantu membatasi penurunan harga emas. Investor kini mengalihkan perhatian ke simposium Jackson Hole serta hasil pembicaraan Trump–Putin.
Harga Minyak Dunia Turun Akibat Prospek Pasokan dan Data China
Harga minyak mentah WTI turun 1,8% ke $62,8 per barel pada akhir pekan, mencatat pelemahan sekitar 1% dalam sepekan. Ekspektasi kemungkinan gencatan senjata di Ukraina menimbulkan spekulasi bahwa produksi minyak Rusia dapat meningkat.
Tekanan tambahan datang dari data ekonomi China yang lebih lemah, dengan pertumbuhan output pabrik mencapai level terendah delapan bulan dan penjualan ritel tumbuh paling lambat sejak Desember. Ekspor produk minyak China juga meningkat, menandakan permintaan domestik yang melemah.
Dengan meningkatnya suplai dari OPEC+ serta potensi suku bunga AS yang lebih tinggi, prospek pasar minyak diperkirakan tetap menghadapi surplus hingga pertengahan 2026, sehingga menekan harga lebih lanjut.
WEEK AHEAD
(18 – 22 Agustus 2025)
Pekan depan, sorotan pasar global akan tertuju pada Simposium Kebijakan Ekonomi Jackson Hole yang digelar The Federal Reserve. Pidato Ketua Fed Jerome Powell akan menjadi momen penting, di tengah desakan Gedung Putih untuk pemangkasan suku bunga yang lebih agresif. Investor juga akan mencermati isi notulen rapat FOMC terakhir, yang menunjukkan adanya perbedaan pandangan di antara anggota.
Selain Powell, anggota FOMC Christopher Waller dan Michelle Bowman—yang sebelumnya menyampaikan dissenting opinion—dijadwalkan memberikan pidato. Hal ini akan memberi gambaran tambahan mengenai arah kebijakan moneter AS.
Data Ekonomi Amerika Serikat
Dari sisi data, pasar akan menunggu laporan sektor properti, mulai dari NAHB Housing Market Index, izin bangunan, housing starts, hingga existing home sales. Data perumahan diperkirakan stabil, meski pasar masih sensitif terhadap tren suku bunga.
Selain itu, S&P Global PMI flash Agustus akan menjadi sorotan setelah hasil bulan lalu melampaui ekspektasi. Indeks manufaktur Philadelphia Fed juga akan dirilis. Dari sisi korporasi, investor akan menantikan laporan laba dari perusahaan ritel besar seperti Walmart, Target, Lowe’s, Home Depot, dan TJX Companies, serta dari sektor teknologi termasuk Salesforce dan Analog Devices.
Sementara itu, di Kanada fokus akan tertuju pada data inflasi, yang diperkirakan tetap dekat target Bank of Canada. Data tambahan meliputi PPI, penjualan ritel, penjualan grosir, housing starts, dan harga rumah baru.
Eropa: PMI, Inflasi Inggris, dan Keputusan Riksbank
Di Eropa, sejumlah data penting akan dirilis, termasuk flash PMI dari Eurozone, Jerman, Prancis, dan Inggris. Sektor jasa di kawasan Euro diperkirakan melambat, sementara kontraksi manufaktur makin dalam. Sebaliknya, sektor jasa Inggris diperkirakan menguat dengan kontraksi manufaktur yang mulai mereda.
Inggris juga akan merilis serangkaian data kunci: inflasi (CPI), penjualan ritel, GfK consumer confidence, dan CBI industrial orders. Inflasi tahunan Inggris diperkirakan naik ke 3,7%, level tertinggi sejak Januari 2024. Retail sales diperkirakan tumbuh 0,6%, menandai kenaikan dua bulan berturut-turut.
Jerman dijadwalkan merilis data producer price index (PPI) yang diprediksi naik untuk bulan kedua, sedangkan Prancis mungkin mencatat iklim bisnis manufaktur terendah dalam 10 bulan. Di sisi kebijakan moneter, Sweden’s Riksbank akan mengumumkan keputusan suku bunga setelah sebelumnya memangkas 25 bps pada Juni.
Asia Pasifik: Fokus pada China, Jepang, dan RBNZ
Dari Asia, People’s Bank of China (PBoC) diperkirakan mempertahankan loan prime rate 1 tahun di 3% dan 5 tahun di 5%, sejalan dengan kebijakan likuiditas bulan ini.
Di Jepang, inflasi Juli diperkirakan melandai, sementara data perdagangan berpotensi menunjukkan surplus barang meskipun dampak tarif AS mulai terasa. Data lain termasuk pesanan mesin (machinery orders) yang diperkirakan turun tiga bulan berturut-turut, serta PMI flash.
Sementara itu. di Australia fokus pada indeks kepercayaan konsumen Westpac, ekspektasi inflasi, dan PMI. Dari sisi kebijakan moneter, Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) diproyeksikan memangkas suku bunga 25 bps.
Data Mingguan Perdagangan Emas (11 – 15 Agustus 2025)
Open : 3.404,38 High : 3405,02 Low : 3.329,89 Close : 3.336,89 Range : 75,22
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 3.309 | R1 3.385 |
| S2 3.282 | R2 3.432 |
| S3 3.234 | R3 3.460 |
Gold Outlook : Bearish
Data Mingguan Perdagangan US Crude Oil (11 – 15 Agustus 2025)
Open : 63,16 High : 64,42 Low : 61,85 Close : 62,29 Range : 2,57 OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 61,29 | R1 63,86 |
| S2 50,28 | R2 65,42 |
| S3 58,72 | R3 66,43 |
Oil Outlook : Bearish
Dapatkan update seputar Pasar saham global trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.
Selamat trading dan semoga sukses!
Pekan depan, investor akan terus memantau perkembangan ketegangan perdagangan, khususnya menjelang tenggat 12 Agustus untuk kesepakatan AS–China. Jika tidak ada kemajuan, tarif lebih dari 100% berpotensi diberlakukan. Isu geopolitik juga akan menjadi sorotan, dengan rencana pertemuan Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk mencari solusi konflik di Ukraina.
Memasuki minggu kedua bulan Agustus, pelaku pasar akan dihadapkan pada kombinasi faktor yang bisa mengguncang sentimen investasi global. Ketidakpastian ekonomi global dan kebijakan The Fed terus menjadi faktor utama yang memengaruhi arah pasar. Ketegangan geopolitik kembali meningkat setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan gelombang tarif baru pada 1 Agustus lalu. Di tengah kondisi ini, musim laporan keuangan perusahaan besar terus berlanjut, dan sejumlah keputusan penting dari bank sentral dunia akan menjadi sorotan utama. Berikut rangkuman agenda ekonomi dan pasar utama yang akan mempengaruhi pergerakan global, dibagi berdasarkan kawasan.
Minggu depan, pasar global akan diwarnai oleh kombinasi antara perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat, dimulainya musim laporan keuangan secara penuh, serta sederet rilis data ekonomi utama dari berbagai negara. Presiden AS Donald Trump diperkirakan akan terus mengirimkan pemberitahuan tarif baru ke sejumlah negara, termasuk Uni Eropa, memperluas tensi dagang yang telah mengguncang pasar keuangan.
Pada pekan mendatang, perhatian investor global akan tertuju pada perkembangan kebijakan perdagangan Amerika Serikat, seiring mendekatnya tenggat waktu 9 Juli. Tanggal tersebut menandai berakhirnya masa penangguhan tarif impor yang diumumkan pada bulan April lalu. Pemerintahan AS telah mulai mengirimkan surat resmi kepada mitra dagangnya, berisi rincian tarif yang akan diberlakukan jika tidak tercapai kesepakatan baru.
Pekan depan, perhatian investor akan terpusat pada sejumlah agenda penting di tingkat global, termasuk negosiasi perdagangan, forum bank sentral, dan data ekonomi utama dari berbagai kawasan. Tenggat waktu 9 Juli menjadi momen kunci bagi kebijakan perdagangan, sementara Forum Bank Sentral ECB akan menjadi platform penting untuk memahami prospek ekonomi global dan kebijakan moneter.
Ketegangan geopolitik di Timur Tengah akan menjadi perhatian utama pasar minggu depan setelah serangan Israel terhadap fasilitas nuklir Iran, yang meningkatkan kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas. Selain itu, perhatian investor juga akan tertuju pada perkembangan negosiasi perdagangan antara AS dan mitra dagang utamanya, serta pertemuan G7 di Kanada, di mana para pemimpin ekonomi terbesar dunia akan membahas tantangan global utama.
Memasuki pekan yang dimulai pada 9 Juni, pasar global akan menghadapi agenda ekonomi yang relatif tenang, meskipun beberapa data penting dan peristiwa geopolitik tetap menjadi perhatian utama. Isu terkait negosiasi tarif, khususnya ketidakpastian seputar kebijakan perdagangan Amerika Serikat, akan menjadi topik yang diawasi ketat oleh pelaku pasar. Berikut adalah rangkuman sorotan utama dari berbagai kawasan:
