Reli Saham Global Ditopang Laba dan AI
Reli saham global kembali menguat pada perdagangan Selasa, didorong oleh kinerja laba perusahaan yang solid serta optimisme pada sektor kecerdasan buatan. Di S&P 500 dan Nasdaq Composite, indeks utama mencetak rekor penutupan tertinggi. Kenaikan ini dipimpin oleh saham teknologi, termasuk Intel, yang mendapat dorongan dari belanja AI yang terus meningkat.
Sebagian besar perusahaan dalam indeks acuan mencatat hasil di atas ekspektasi. Data menunjukkan 83% emiten melampaui perkiraan laba, sementara lebih dari 78% mengalahkan estimasi pendapatan. Proyeksi pertumbuhan laba bahkan naik tajam hingga sekitar 18% pada kuartal pertama. Hal ini memperkuat keyakinan bahwa sektor teknologi masih menjadi motor utama reli saham global.
Bursa Eropa dan Global Ikuti Penguatan
Di kawasan Eropa, indeks STOXX 600 juga mencatat kenaikan sekitar 0,7%. Sementara itu, indeks saham global MSCI World Index naik lebih dari 0,5%, mencerminkan sentimen positif yang meluas.
Optimisme investor tetap tinggi meski berbagai risiko masih membayangi. Fokus pasar saat ini lebih tertuju pada fundamental perusahaan dibandingkan ketegangan geopolitik yang belum mereda.
Konflik AS-Iran Tekan Harga Minyak
Di sisi lain, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat di sekitar Selat Hormuz. Kedua negara saling melancarkan aksi militer dan blokade maritim untuk menguasai jalur energi vital tersebut.
Presiden Donald Trump menyatakan upaya sedang dilakukan untuk memastikan kapal tanker dapat melintas, meskipun situasi gencatan senjata masih rapuh. Meski konflik memanas, harga minyak justru terkoreksi. Minyak Brent turun sekitar 4% ke level $109,87 per barel setelah sebelumnya melonjak tajam.
Investor Tetap Risk-On di Tengah Ketidakpastian
Reli saham global tetap berlanjut karena investor cenderung mengabaikan risiko jangka pendek. Fokus utama pasar masih pada pertumbuhan laba dan ekspansi belanja modal, terutama di sektor teknologi berbasis AI.
Komentar dari Wells Fargo menyebutkan bahwa pelaku pasar menunjukkan sikap “risk-on” meskipun terdapat banyak potensi masalah. Hal ini mencerminkan kepercayaan tinggi terhadap ketahanan ekonomi dan kinerja korporasi.
Yen dan Imbal Hasil AS Jadi Perhatian
Di pasar mata uang, yen Jepang sempat menguat tajam, memicu spekulasi intervensi dari otoritas Tokyo. Namun, penguatan tersebut tidak bertahan lama dan dolar kembali menguat terhadap yen.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun tipis ke sekitar 4,42%, mencerminkan permintaan yang stabil terhadap aset aman. Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar tetap berhati-hati meski sentimen risiko membaik.
Emas dan Bitcoin Ikut Menguat
Harga emas spot naik mendekati $4.554 per ons, pulih dari level terendah sejak akhir Maret. Sementara itu, Bitcoin melanjutkan tren penguatannya dan diperdagangkan di kisaran $81.652.
Kenaikan aset lindung nilai dan kripto menunjukkan bahwa sebagian investor tetap melakukan diversifikasi, meski reli saham global masih mendominasi sentimen pasar saat ini.
Prospek Harga Emas Rabu| 06 Mei 2026
Pergerakan emas pada H4 masih berada dalam fase downtrend, tercermin dari struktur lower high dan posisi harga yang konsisten di bawah SMA 50 yang kini berfungsi sebagai resistance dinamis. Setelah sempat menyentuh area 4.500, harga memang menunjukkan reaksi pantulan, namun kenaikan tersebut masih terlihat sebagai koreksi selama belum mampu menembus area 4.618–4.660 yang menjadi zona supply sekaligus berdekatan dengan SMA 50.
Selama harga tertahan di bawah area tersebut, peluang penurunan masih terbuka untuk kembali menguji 4.500, bahkan berpotensi melanjutkan pelemahan ke 4.418 hingga 4.350. Sementara itu, skenario bullish baru akan lebih valid jika harga mampu breakout dan bertahan di atas 4.660, yang dapat mengubah struktur jangka pendek menjadi lebih netral hingga bullish.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.618 R2 4.660 R3 4.701
S1 4.482 S2 4.418 S3 4.350
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.550 |
| Profit Target Level | 4.610 |
| Stop Loss Level | 4.500 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.615 |
| Profit Target Level | 4.560 |
| Stop Loss Level | 4.665 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 06 Mei 2025
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan pelemahan setelah gagal bertahan di atas 106,56 dan mulai membentuk pola lower high, yang mengindikasikan tekanan bearish mulai dominan. Harga juga telah menembus ke bawah area 101,46 yang bertepatan dengan SMA 50, sehingga memperkuat sinyal perubahan arah jangka pendek menjadi bearish.
Selama harga masih bergerak di bawah zona 101,46–104,06, potensi penurunan tetap terbuka untuk menguji support 94,52, kemudian 92,70 hingga 90,40, seiring RSI yang cenderung melemah di bawah level netral. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menembus 104,06, maka ada peluang untuk menguji ulang 106,56 sekaligus meredam tekanan bearish yang sedang berlangsung.
US Oil INTRADAY AREA
R1 101,46 R2 104,06 R3 106,56
S1 94,52 S2 92,70 S3 90,40
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 95,00 |
| Profit Target Level | 100,00 |
| Stop Loss Level | 92,50 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 101,40 |
| Profit Target Level | 97,00 |
| Stop Loss Level | 104,10 |
Baca analisa sebelumnya: Harga Minyak Melonjak di Tengah Konflik Iran
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan AUD/USD pada time frame H4 masih cenderung bearish, dengan pivot di 0.7185. Harga yang bertahan di bawah level ini membuka peluang turun ke 0.7130. Penurunan dapat berlanjut ke 0.7110 hingga 0.7100.





Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat masih berada dalam tekanan bearish setelah gagal menembus area resistance 4.618–4.660, dengan harga bergerak di bawah SMA 50 yang mulai menurun dan membentuk struktur lower high. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga menembus area 4.560 dan saat ini mengarah ke support 4.482, yang menjadi level kunci dalam jangka pendek.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil rebound dari area support 98,36 dan kembali bergerak di atas MA yang mulai mengarah naik, mencerminkan perubahan momentum ke sisi atas. Saat ini harga sedang menguji resistance 106,56, dan jika mampu ditembus secara konsisten, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju 111,20 hingga 113,25 sebagai target berikutnya.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil masih berada dalam tren bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 101,00. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka, di mana saat ini harga sedang menguji area resistance terdekat di 106,00. Jika berhasil menembus dan bertahan di atas level tersebut, kenaikan berpotensi berlanjut menuju resistance berikutnya di 108,50 hingga 110,30.

Pergerakan emas masih dalam bias bearish setelah sempat mencoba rebound namun tertahan di resistance 4667, yang kini menjadi level kunci penahan kenaikan. Penolakan di area tersebut memicu koreksi lanjutan dan harga kembali turun menguji support 4586.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan harga terkoreksi setelah tertahan di resistance 106,56, namun tekanan turun masih terbatas karena harga tetap bertahan di atas SMA 50 yang bertepatan dengan support 98,36. Selama area ini tidak ditembus, bias masih cenderung bullish dengan potensi harga kembali menguat untuk menguji 106,56, dan jika berhasil ditembus maka membuka peluang kenaikan lanjutan menuju 111,20 hingga 113,25. Sebaliknya, penembusan di bawah 98,36 akan mengubah outlook menjadi lebih bearish dengan potensi penurunan ke 94,52 hingga 92,63.
Outlook Pekan Ini: Geopolitik dan Minyak Tetap Dominan

Pergerakan emas pada time frame H4 menunjukkan harga sempat membentuk low baru di area 4.510 sebelum akhirnya mengalami rebound dan menembus area 4.580–4.605 yang kini beralih menjadi support. Meskipun demikian, kenaikan tersebut belum mampu mengubah struktur tren secara keseluruhan karena harga masih tertahan di bawah resistance 4.667 yang berdekatan dengan SMA 50, sehingga bias pergerakan masih cenderung bearish dengan pola lower high yang tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sebelumnya menunjukkan kenaikan tajam hingga menguji area resistance 111,20, namun penguatan tersebut tertahan di level tersebut sehingga memicu koreksi. Setelah itu, harga membentuk support baru di kisaran 103,28, yang kini menjadi area kunci dalam menjaga momentum bullish jangka pendek. Meskipun terjadi tekanan turun, harga masih bergerak di atas SMA 50 yang berdekatan dengan support berikutnya di 98,36, sehingga struktur bullish belum sepenuhnya patah.
