Indeks Nikkei naik dipicu aksi beli para investor terhadap saham-saham yang sebelumnya mengalami penurunan tajam.
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 32.755 |
| Profit Target Level | 32.100 |
| Stop Loss Level | 32.850 |
NEWS FLASH
Economic News & analysis
Weekend edition
Market Summary
Laporan penggajian Departemen Tenaga Kerja menunjukkan perekonomian AS menambah lebih banyak lapangan kerja dibandingkan perkiraan bulan lalu, namun meningkatnya tingkat pengangguran dan serta melambatnya pertumbuhan upah rata-rata per jam, memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan membiarkan suku bunga tetap bertahan.
US Non Farm Payroll menambah 187.000 pekerjaan pada Agustus 2023, dibandingkan dengan revisi turun sebanyak 157.000 pada bulan Juli dan di atas ekspektasi pasar sebesar 170.000.
ini merupakan bulan ketiga berturut-turut dengan perolehan lapangan kerja yang turun di bawah ambang batas 200.000, yang mengindikasikan perlambatan bertahap kondisi pasar tenaga kerja, yang sebagian besar disebabkan oleh kenaikan suku bunga secara signifikan oleh Federal Reserve yang bertujuan untuk mengurangi inflasi.
Tingkat pengangguran AS (US Unemployment Rate) naik menjadi 3,8 persen pada Agustus 2023 dari 3,5 persen pada Juli, tertinggi sejak Februari 2022 dan di atas ekspektasi pasar sebesar 3,5 persen. Jumlah pengangguran meningkat 514 ribu menjadi 6,355 juta dan tingkat lapangan kerja meningkat 222 ribu menjadi 161,484 juta.
Penghasilan rata-rata per jam (US Average Hourly Eraning) untuk seluruh karyawan nonfarm payrolls swasta AS naik sebesar 8 sen, atau 0,2%, menjadi $33,82 pada Agustus 2023, setelah kenaikan 0,4% pada bulan sebelumnya dan di bawah perkiraan pasar yang meningkat sebesar 0,3%. Itu merupakan kenaikan terkecil dalam pendapatan rata-rata per jam sejak Februari 2022.
Imbal hasil Treasury AS 10-tahun membalikkan penurunan sebelumnya menyusul laporan ketenagakerjaan,menjadi 4,178% dari 4,091% pada hari Kamis.
Greenback menguat terhadap euro dan yen, menguat terhadap sekeranjang mata uang dunia. Indeks dolar mencatat kenaikan mingguan ketujuh berturut-turut.
Indeks dollar (.DXY) naik 0,65%, dan euro turun 0,62% menjadi $1,0774.
Yen Jepang melemah 0,42% terhadap greenback pada 146,18/doliar, sementara Sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2588, turun 0,67% pada perdagangan hari Jumat
Harga minyak melonjak, menyentuh level tertinggi dalam tujuh bulan terakhir, didorong oleh ekspektasi pengetatan pasokan. Minyak mentah AS melonjak 2,3% menjadi $85,55/ barrel.
Emas memangkas kenaikan awal pada hari Jumat, namun berada di jalur kenaikan mingguan setelah peningkatan tingkat pengangguran AS meningkatkan spekulasi jeda dalam kenaikan suku bunga Federal Reserve. Emas menutup perdagangannya di 1,939.87
AGENDA LAPORAN EKONOMI MINGGU DEPAN
04 – 07 September 2023
1. US Market
Selasa : Factory Order
Rabu : US Trade Deficit, Final US Service, PMI, ISM Service
Kamis : Initial Jobless Claim, US Productivity, Unit Labor Cost (Revision)
Jumat : Wholesale Inventories, San Francisco President Mary Daly Speaks
2. European Market
Senin : CHF GDP q/q, Sentix Investor Confidence
Selasa : EUR Final Service PMI, PPI
Rabu : EUR Retail sales
Kamis : German Industrial Production
Jumat : German Final CPI
3. UK Market
Rabu : Monetary Policy Report Hearing
Kamis : Halifax HPI m/m
4. ASIA – PASIFIC MARKET
Selasa : AUS Cash Rate, RBA Rate Statement
Rabu : AUD GDP q/q,
Kamis : AUD RBA Gov lowe Speaks
JUMAT : JPY Final GDP, Final GDP Price Index, Economy Watch Sentiment
GOLD PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 1,926 | R1 1,957 |
| S2 1,913 | R2 1,972 |
| S3 1,900 | R3 1,987 |
Gold Outlook : Bullish
OIL PRE ANALYSIS
WEEKLY VALUE AREA
| WEEKLY SUPPORT | WEEKLY RESISTANCE |
| S1 82.50 | R1 89.16 |
| S2 79.25 | R2 92.40 |
| S3 75.67 | R3 95.75 |
Oil Outlook : Bullish
Weighted Moving Averages (WMA) merupakan salah satu alat yang penting dalam analisis teknis di dunia keuangan. Dalam perjalanan mencari wawasan tentang tren harga dan pergerakan pasar, WMA memiliki peran sentral dalam membantu trader dan analis memahami perubahan arah pasar. Dengan memberikan bobot lebih tinggi pada harga-harga terbaru, WMA mampu memberikan gambaran yang lebih akurat tentang tren saat ini dan perubahan yang mungkin terjadi. Yuk, simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Weighted Moving Averages (WMA) adalah metode analisis teknis yang digunakan dalam perdagangan saham, forex, dan pasar keuangan lainnya untuk mengidentifikasi tren pasar dan memuluskan fluktuasi harga. Seperti namanya, WMA memberi bobot berbeda pada harga-harga yang lebih baru dan lebih lama, yang memungkinkan reaksi yang lebih cepat terhadap perubahan tren daripada metode rata-rata sederhana seperti Simple Moving Averages (SMA).

1. Penggunaan Bobot:
2. Sensitivitas terhadap Perubahan Harga:

3. Kompleksitas Perhitungan:
4. Keakuratan dan Noise:
Langkah-langkah rinci dalam menghitung Weighted Moving Averages (WMA) melibatkan beberapa tahap yang perlu diikuti dengan cermat. Pertama, tentukan periode waktu yang ingin Anda gunakan untuk perhitungan WMA. Setiap periode waktu akan memiliki bobot yang berbeda, jadi pastikan untuk memilih dengan bijak berdasarkan tujuan analisis Anda. Kemudian, tentukan bobot untuk masing-masing harga dalam periode waktu tersebut. Bobot ini biasanya diatur dalam urutan terbalik, di mana harga terbaru mendapatkan bobot tertinggi dan harga yang lebih lama mendapatkan bobot yang lebih rendah.
Setelah Anda memiliki bobot yang ditentukan, mulailah menghitung WMA dengan mengalikan setiap harga oleh bobot yang sesuai dan kemudian menjumlahkan hasilnya. Ini akan menghasilkan jumlah tertimbang dari harga-harga dalam periode waktu yang Anda pilih. Selanjutnya, bagi jumlah tertimbang ini dengan total bobot dalam periode waktu untuk mendapatkan nilai WMA akhir. Proses ini perlu diulang untuk setiap titik data dalam rangkaian waktu yang ingin Anda analisis.
Baca juga: Wajib Tahu! Strategi Bounce Trading dengan EMA dan Bar Chart Anti Rugi
Penting untuk dicatat bahwa perhitungan WMA dapat menjadi tugas yang memakan waktu jika dilakukan secara manual, terutama jika Anda memiliki banyak data. Namun, banyak platform perdagangan dan perangkat lunak analisis teknis modern menyediakan alat untuk menghitung WMA secara otomatis, membuat proses ini lebih mudah dan lebih efisien. Anda bisa menggunakan MetaTrader5 ataupun TradingView. Dengan mengikuti langkah-langkah ini, Anda dapat menghasilkan nilai-nilai WMA yang mewakili tren pergerakan harga dengan bobot yang relevan, membantu Anda dalam mengambil keputusan investasi yang lebih terinformasi.
Weighted Moving Averages (WMA) memiliki peran yang signifikan dalam analisis tren pasar dan mengidentifikasi perubahan arah tren. Dalam konteks ini, WMA digunakan sebagai alat untuk menghaluskan fluktuasi harga harian yang dapat menjadi bising dan sulit diinterpretasikan. Dengan memberikan bobot lebih tinggi pada harga-harga terbaru, WMA cenderung lebih responsif terhadap perubahan harga yang lebih baru, yang memungkinkannya untuk memberikan sinyal perubahan tren dengan lebih cepat daripada indikator lain seperti Simple Moving Averages (SMA).

Ketika WMA jangka pendek melintasi WMA jangka panjang dari bawah ke atas, ini sering kali dianggap sebagai sinyal bahwa tren harga sedang berubah dari tren turun menjadi tren naik. Fenomena ini dikenal sebagai “Golden Cross.” Sebaliknya, ketika WMA jangka pendek melintasi WMA jangka panjang dari atas ke bawah, ini dapat diartikan sebagai indikasi perubahan tren dari tren naik menjadi tren turun, yang disebut “Death Cross.”
Contoh penggunaan WMA dalam mengidentifikasi tren adalah sebagai berikut: Jika WMA jangka pendek (misalnya 10-periode) melintasi WMA jangka panjang (misalnya 50-periode) dari bawah ke atas, ini dapat diartikan bahwa momentum harga mulai menguat dan tren naik mungkin akan terbentuk. Para trader dan analis akan memperhatikan momen ini sebagai peluang untuk masuk ke pasar dengan posisi beli. Sebaliknya, jika WMA jangka pendek melintasi WMA jangka panjang dari atas ke bawah, ini dapat dianggap sebagai potensi tren turun yang akan datang, sehingga para pelaku pasar mungkin akan mempertimbangkan posisi jual.
Weighted Moving Averages (WMA) membantu mengidentifikasi sinyal beli (buy) dan jual (sell) dengan memanfaatkan persilangan antara dua periode WMA yang berbeda. Dua pola penting yang melibatkan persilangan WMA adalah “Death Cross” dan “Golden Cross.” Death Cross” terjadi ketika Weighted Moving Average jangka pendek (misalnya, 50-periode WMA) melintasi dari atas ke bawah di bawah Weighted Moving Average jangka panjang (misalnya, 200-periode WMA). Ini mengindikasikan bahwa tren harga sedang berubah dari tren naik menjadi tren turun. Perilaku ini mengisyaratkan bahwa tekanan jual mungkin semakin mendominasi dan ada kemungkinan bahwa harga akan terus turun.
Ketika “Death Cross” terjadi, banyak trader dan analis melihat ini sebagai sinyal jual. Mereka bisa mempertimbangkan untuk menjual atau menghindari posisi beli saat ini, mengingat bahwa tren turun mungkin akan berlanjut. Ini adalah momen di mana beberapa pelaku pasar mungkin menilai bahwa harga telah mencapai puncaknya dan sekarang ada potensi penurunan lebih lanjut.
“Golden Cross” terjadi ketika Weighted Moving Average jangka pendek melintasi dari bawah ke atas di atas Weighted Moving Average jangka panjang.
Baca juga: Duo Kombo RSI dan EMA: Strategi Teruji untuk Identifikasi Tren dan Sinyal Entry
Ini menandakan bahwa tren harga sedang berubah dari tren turun menjadi tren naik. “Golden Cross” terjadi ketika Weighted Moving Average jangka pendek melintasi dari bawah ke atas di atas Weighted Moving Average jangka panjang. Ini menandakan bahwa tren harga sedang berubah dari tren turun menjadi tren naik. Perilaku ini menunjukkan bahwa tekanan beli mungkin meningkat dan ada potensi pergerakan harga positif.
“Golden Cross” dianggap sebagai sinyal beli oleh banyak trader dan analis. Mereka dapat melihat ini sebagai kesempatan untuk masuk ke pasar dengan posisi beli atau menambah posisi beli yang ada. Ini dapat mencerminkan optimisme bahwa harga akan terus naik dan ada peluang untuk mendapatkan keuntungan.
Pilihan antara menggunakan WMA atau SMA tergantung pada preferensi individu trader atau analis. Jika tujuan utama adalah untuk mendapatkan sinyal tren yang lebih cepat dan responsif terhadap perubahan harga baru, maka WMA dapat menjadi pilihan yang lebih baik. Namun, jika stabilitas dan ketahanan terhadap noise lebih diutamakan, SMA mungkin lebih cocok. Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
Strategi Gator Oscillator digabungkan dengan prinsip-prinsip Alligator Indicator, membentuk pendekatan yang holistik dalam menganalisis pasar finansial. Dalam artikel ini, kami akan menyelami detil-detil esensial dari strategi Gator Oscillator, merinci cara menggabungkan kedua indikator tersebut, memahami fase-fase pasar yang diungkapkan oleh Gator Oscillator, dan memberikan wawasan tentang pengambilan keputusan trading yang cerdas berdasarkan sinyal yang diberikan. Dengan menggali lebih dalam, kita akan menjelajahi kemampuan strategi ini untuk mengidentifikasi tren dan potensi perubahan harga, serta bagaimana menggunakannya sebagai alat tambahan dalam kotak alat analisis teknikal Anda.
Gator Oscillator adalah indikator teknikal yang menggambarkan dinamika pasar dengan merinci empat fase yang mungkin terjadi dalam tren harga. Gator Oscillator adalah indikator teknikal yang dikembangkan oleh trader dan analis pasar terkenal, Bill Williams. Indikator ini dirancang untuk membantu trader dalam mengidentifikasi kondisi pasar yang sedang berkembang dan potensi perubahan tren. Gator Oscillator digunakan sebagai bagian dari sistem trading yang lebih luas yang dikenal sebagai “Chaos Theory” yang juga mencakup indikator-indikator lain yang diciptakan oleh Bill Williams, seperti Alligator Indicator.
Gator Oscillator didasarkan pada konsep dari indikator Alligator, yang adalah kombinasi dari tiga moving average (garis rahang, bibir, dan gigi) yang mewakili tren, pertengahan tren, dan sinyal tren di pasar. Gator Oscillator menampilkan empat bar histogram yang bergerak di atas dan di bawah garis nol, dan mewakili empat fase dinamika pasar yang berbeda. Berikut adalah penjelasan tentang empat dinamika pasar yang dapat diidentifikasi menggunakan Gator Oscillator:
Baca juga: Kupas Tuntas Trading Menggunakan Donchian Channel!
Gator Oscillator adalah indikator teknikal yang memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu diperhatikan oleh trader sebelum menggunakannya dalam analisis teknikal dan pengambilan keputusan trading.
Alligator Indicator terdiri dari tiga garis moving average yang mewakili tiga aspek tren pasar: rahang (jaw), bibir (lips), dan gigi (teeth) dari Alligator. Masing-masing garis ini memiliki periode waktu yang berbeda dan dipindahkan ke depan dalam beberapa langkah. Ketika garis-garis ini berkumpul, itu menunjukkan bahwa pasar sedang dalam kondisi konsolidasi atau datar. Ketika garis-garis ini bergerak terpisah, itu menunjukkan bahwa pasar sedang dalam tren yang kuat.

Trading menggunakan gator oscillator biasanya digabungkan dengan indikator alligator dengan memanfaatkan tiga garis Simple Moving Averages (SMA) memanfaatkan rentang waktu berbeda, yakni:
Setting ketiga periode SMA di atas (13,9, 5) tergolong klasik dan Anda dapat mengubahnya sesuai keinginan. Namun, pada masa-masa awal seorang trader mengaplikasikan Gator Oscillator, Williams menyarankan agar yang bersangkutan menggunakan setting klasik di atas dan baru beranjak menerapkan periode pilihan masing-masing seiring meningkatnya kemampuan teknis dan jam terbang di pasar.
Baca juga: Kupas Tuntas Strategi Trading dengan Pola Harmonik Shark
Setelah menggunakan setting tersebut, garis alligator akan muncul dan trader harus memperhatikan divergensi dan konvergensi dari interaksi garis Simple Moving Averages yang membentuk indicator tersebut. Sebuah momentum di pasar muncul ketika rahang, gigi, dan bibir “buaya” menyebar pada saat yang bersamaan.Namun, patut diingat bahwa sinyal Gator Oscillator merupakan lagging indicator, yang muncul setelah harga mengalami perubahan.
Ingin belajar trading Komoditi ataupun forex? Yuk, buka Jurnal TPFX sekarang dan temukan ilmu trading yang terpercaya! Jangan lupa daftar menjadi trader di sini! TPFx merupakan perusahaan broker forex terpercaya dan diawasi serta diregulasi oleh BAPPEBTI.
Semangat siang sobat trader TPFx salam sehat selalu. Tidak bosan- bosannya kami ingatkan bahwa perlu di ingat dan diperhatikan oleh sobat trader bahwa sebelum entry posisi di market biasakan selalu untuk membaca infromasi global yang dapat mempengaruhi pergerakan market (Analisa Fundamental) .
Selain itu perlu juga membuat level – level psikologis market untuk pair tertentu dengan menggunakan perhitungan Pivot Poin, Support dan Resistance (Anallisa Tekhnikal) . Dalam kesempatan ini kami akan membantu memberikan informasi agar para sobat trader lebih memahami khususnya untuk Analisa Fundamental yang lebih detail membahas mengenai rilis data ekonomi dan efek nya di market.
Untuk trading dengan analisa tekhnikal tanpa indikator “entry BUY” dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/ilmu-trading-buta-blind-trading-naked-chart-tanpa-indikator-entry-buy),
Untuk trading dengan analisa tekhnikal dengan memahami bentuk dan nama candlestick dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/trading-bahasa-candlestick-anti-mc/),
Untuk trading dengan style “scalping” jangan bilang jago scalping kalau belum tahu rumusnya, cek di article berikut (https://www.tpfx.co.id/jago-scalping-ini-rumusnya/),
untuk info market tiap pagi bisa di follow ((https://vt.tiktok.com/ZSLGka5rD/),
atau di IG
https://instagram.com/nurhakim9501_goldfather?utm_source=qr&igshid=ZDc4ODBmNjlmNQ%3D%3D),
Untuk hari ini Jum’at 01 September 2023 akan rilis data USD : NFP,Unemployment Rate dan Average Hourly Earnings yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB dan ISM Manufacturing PMI pada pukul 21:00 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar).
Data ini sangat berpengaruh besar / high impact dan akan berdampak besar di market serta akan membuat pergerakan harga naik turun dengan cepat (volatile) serta dalam waktu yang sangat cepat juga. Focus para pelaku pasar dari ketiga data tersebut adalah data NFP, karena ini merupakan tolak ukur bagi ketua Bank Sentral AS The Fed dalam menentukan arah kebijakan ekonomi, moneter dan fiscal yang akan di ambil kedepannya, terutama mengenai apakah masih diperlukan wacana kenaikan tingkat suku bunga lanjutan di dalam misinya menurunkan tingkat inflasi ke level normal di 2%.
USD : NFP,Unemployment Rate dan Average Hourly Earnings yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB (https://www.forexfactory.com/calendar) akan kami bahas satu persatu dan effect nya dimarket dari ketiga data tersebut.
NFP : Non-Farm Payroll (Non-Farm Employment Change ) merupakan data ketersediaan lapangan pekerjaan diluar sektor pertanian yang di sediakan oleh pemerintah Amerika, dalam periode bulanan. Korelasi terhadap kondisi ekonomi AS dengan rilis data NFP ini diantaranya adalah : Jika dirilis bagus diatas prediksi dan diatas periode sebelumnya maka kondisi mata uang Dollar AS akan menguat tajam.
Data ini diprediksi akan lebih rendah dari data periode sebelumnya, data ini diperkirakan hanya sebesar 169K (169.000)sedangkan sebelumnya 187K (187.000. Jika dirilis sesuai prediksi maka Dollar AS akan melemah, namun jika dirilis diatas prediksi dan diatas periode sebelumnya Dollar AS akan menguat tajam.
Hal ini karena daya serap tenaga kerja terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan yang disiapkan pemerintah meningkat sehingga berhubungan dengan daya beli dan pendapatan masyarakat sehingga roda ekonomi akan bergerak dan meningkat. Hal itulah yang menyebabkan mata uang Dollar AS menjadi menguat.
Unemployment Rate: merupakan data indeks jumlah pengangguran bulanan di Amerika Serikat, tingkat pengangguran bulanan ini di gambarkan dengan prosentase (%). Sama seperti data ekonomi lainnya, jika di rilis lebih bagus (nominal % nya lebih rendah) dari prediksi dan data periode sebelumnya maka akan membuat mata uang Dollar AS menguat.
Data ini diprediksi akan unchange/tidak berubah seperti data periode sebelumnya, diprediksi pengangguran akan stabil di level 3,5%. Jika di rilis sesuai prediksi maka Dollar AS akan bertahan di level penguatannya, namun jika di rilis diatas prediksi dan diatas periode sebelumnya, maka Dollar AS akan melemah cukup dalam.
Average Hourly Earnings : merupakan indeks data ekonomi yang meggambarkan tingkat upah tenaga kerja per-jam. Seperti kita ketahui bahwa di Amerika untuk upah tenaga kerja di hitung per-jam, tidak seperti di Indonesia yang dihitung perbulan. Untuk tingkat upah per-jam ini juga dirilis dalam bentuk prosentase (%). Jika data ini dirilis diatas prediksi dan periode sebelumnya, maka akan membuat Dollar AS menguat.
Data ini diprediksi akan berkurang dari data sebelumnya. Diprediksi sebesar 0,3% sedangkan data periode sebelumnya di 0,4%. Jika dirilis sesuai perkiraan, maka Dollar AS akan melemah. Jika dirilis diatas prediksi dan diatas data sebelumnya maka Dollar AS akan menguat cukup jauh.
USD : ISM Manufacturing PMI merupakan indeks yang sama seperti yang dirilis oleh Market untuk Manufacturing PMI, namun datanya bersumber dan dibuat oleh Institute for Supply Management (ISM) yang secara khusus dibuat untuk AS.Indikator ini biasanya akan berdampak lebih besar dibanding dengan yang dirilis Market. Just info Indeks ini dibuat berdasarkan survei terhadap sekitar 300 purchasing manager di AS,mengenai kondisi dan situasi bisnis saat ini, termasuk output produksi, ketersediaan produk, aktivitas pengiriman, jumlah pesanan, dan jumlah tenaga kerja atau karyawan. Jika rilis di atas 50.0 maka mencerminkan ekspansi di sektor manufaktur, namun jika di bawah 50.0 menunjukkan kontraksi.
Data ISM Manufacturing PMI AS ini diprediksi sebesar 46,9 sedangkan data periode sebelumnya sebesar 46,4. Jika data ini dirilis sesuai prediksi maka kondisi mata uang Dollar AS akan menguat. Namun jika data ini di rilis diatas prediksi dan di atas periode sebelumnya, maka akan menguatkan mata uang Dollar AS cukup jauh, namun jika di rilis dibawah prediksi dan di bawah periode sebelumnya maka mata uang Dollar AS akan melemah tajam.
Semoga informasi ini dapat membantu sobat trader TPFx dalam melakukan trading, tetap bijak dalam trading dan selalu utamakan Money Management dan Risk Management, agar happy trading dan profit konsisten.
NEWS FLASH
Economic News & Analysis
Tunjangan pengangguran AS (US Unemployment claims) turun sebesar 4.000 dari nilai yang direvisi naik pada minggu sebelumnya menjadi 228.000 pada pekan yang berakhir tanggal 26 Agustus, bertentangan dengan ekspektasi pasar sebesar 235.000 dan mendasari masih ketatnya pasar tenaga kerja AS.
US Personal Spending melonjak sebesar 0,8% pada bulan Juli 2023, terbesar sejak bulan Januari dan melampaui ekspektasi pasar sebesar 0,7% yang mencerminkan ketahanan konsumen AS terhadap perlambatan ekonomi.
Harga PCE Inti di AS, tidak termasuk makanan dan energi, meningkat sebesar 0,2 persen bulan ke bulan pada bulan Juli 2023, mempertahankan laju yang sama seperti pada bulan Juni dan selaras dengan pasar harapan. Tingkat inflasi tahunan, yang dianggap sebagai ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, mengalami sedikit kenaikan sesuai antisipasi, mencapai 4,2 persen dari 4,1 persen pada bulan Juni.
Harga emas sedikit lebih rendah pada perdagangan hari Kamis, di tengah reli yang solid dalam indeks dolar AS. Emas mengakhiri perdagangannya di area 1,939.69. Greenback menguat terhadap sejumlah mata uang dunia setelah rilis data ekonomi AS, sementara euro merosot menyusul komentar hati-hati dari tokoh garis keras Bank Sentral Eropa (ECB).
Indeks dolar naik 0,52%, dan euro turun 0,75% menjadi $1,0842.
Yen Jepang menguat 0,07% terhadap greenback pada 146,15 per dolar, sementara sterling terakhir diperdagangkan pada $1,2652, turun 0,52% hari ini.
Imbal hasil Treasury AS sedikit berubah dalam perdagangan yang berombak setelah data memperkuat ekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga stabil pada bulan September.
Obligasi 10 tahun terakhir naik harganya pada 32/5 menjadi menghasilkan 4,0984%, dari 4,118% pada akhir Rabu.
Harga minyak melonjak, didorong oleh penarikan persediaan AS dan pengurangan produksi oleh kelompok negara penghasil minyak OPEC.Minyak mentah AS naik 1,94% menjadi $83,21/barrel
Dow Jones Industrial Average naik 118,89 poin, atau 0,34%, menjadi 35.009,13, S&P 500 naik 15,7 poin, atau 0,35%, menjadi 4.530,57 dan Nasdaq Composite bertambah 84,47 poin, atau 0,6%, menjadi 14.103,78.
Untuk ulasan dan analisa pasar sehari sebelumnya bisa di pelajari melalui link ini,
Prospek Harga Emas Hari Jumat(1/09/23)
Data Perdagangan pada hari Kamis(31/090)
Open: 1,942.40 High: 1,947.77 Low: 1,9387.98 Close: 1,939.69 Range: 14.91
Untuk area Resistance emas akan menguji level harga 1,958.61 dengan dorongan lebih luas menuju area 1,972.91- 1,983.02
Untuk area support akan menguji level harga1,932.05 dengan tekanan lebih dalam menuju area 1,924.31 – 1914.37
Prospek Harga Minyak Hari Jumat(01/09/23)
Data perdagangan pada hari Kamis(31/08)
Open: 81.68 High: 83.66 Low: 81.47 Close: 83.54 Range: $2.09
Minyak akan menguji area resistance di 84.70 dengan dorongan lebih luas menuju area 85.41 – 86.57
demikian juga untuk area support Minyak tetap akan menguji level harga 83.90 dengan tekanan lebih dalam menuju area 82.40 – 81.18
GOLD INTRADAY AREA
R1 1,944 R2 1,957 R3 1,970
S1 1,931 S2 1,923 S3 1,915
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 1,931 |
| Profit Target Level | 1,942 |
| Stop Loss Level | 1,924 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 1,944 |
| Profit Target Level | 1,936 |
| Stop Loss Level | 1,951 |
OIL INTRADAY AREA
R1 84.70 R2 85.41 R3 86.57
S1 83.90 S2 82.40 R3 81.18
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 83.90 |
| Profit Target Level | 84.95 |
| Stop Loss Level | 83.40 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 84.70 |
| Profit Target Level | 83.65 |
| Stop Loss Level | 85.20 |
Semangat trading sobat trader TPFx dan salam sehat selalu, Kamis 31 Agustus 2023, kami akan memberikan informasi mengenai rilis data high impact yang akan mempengaruhi pergerakan harga di market. Ulasan ini semoga berguna bagi sobat trader sebelum melakukan trading dan diharapkan menjadi tambahan infromasi dan wawasan pengetahuan seputar rilis data ekonomi dimarket.
Di sarankan selain Analisa Fundamental sobat trader perlu juga untuk memperhatikan Analisa Tekhnikal dengan membuat level – level psikologis market untuk pair tertentu dengan menggunakan perhitungan Pivot Poin, Support dan Resistance.
Untuk trading dengan analisa tekhnikal tanpa indikator “entry BUY” dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/ilmu-trading-buta-blind-trading-naked-chart-tanpa-indikator-entry-buy),
Untuk trading dengan analisa tekhnikal dengan memahami bentuk dan nama candlestick dapat dilihat di article berikut (https://www.tpfx.co.id/trading-bahasa-candlestick-anti-mc/),
Untuk trading dengan style “scalping” jangan bilang jago scalping kalau belum tahu rumusnya, cek di article berikut (https://www.tpfx.co.id/jago-scalping-ini-rumusnya/),
Untuk hari ini Kamis 31 Agustus 2023 pukul 19:30 WIB akan rilis data USD : Core PCE Price Index & Unemployment Claims (https://www.forexfactory.com).
PCE = Personal Consumption Expenditures Data high impact ini akan berdampak terhadap mata uang Dollar AS, dan pastinya akan berdampak besar pula di pair forex lainnya serta market Commodity seperti Emas dan Oil juga indeks saham.
USD : Core PCE Price Index merupakan data ekonomi dimana data ini berbeda dari Core CPI karena hanya mengukur barang dan jasa yang ditargetkan dan dikonsumsi oleh individu. Dimana harga didapat berdasarkan total pengeluaran per-item yang memberikan gambaran penting mengenai perilaku belanja di tingkat konsumen.
Hasil indeks data ini digunakan oleh Bank Sentral AS The Fed dalam mengukur tingkat inflasi Amerika. Namun data CPI yang di rilis sekitar 10 hari sebelum data PCE ini di keluarkan.
Data ini di prediksi akan membuat mata uang Dollar AS stabil. Data ini di prediksi akan tetap, diprediksi akan sama seperti data periode sebelumnya sebesar 0,2% sedangkan data periode sebelumnya di 0,2%.
Jika data di rilis sesuai prediksi maka kondisi mata uang Dollar AS akan stabil, namun jika di rilis diatas prediksi dan diatas periode sebelumnya maka mata uang Dollar AS akan sangat menguat.
USD : Unemployment Claim yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB, (https://www.forexfactory.com/calendar) merupakan indeks data ekonomi AS terutama yang memberikan informasi mengenai tingkat pengangguran Mingguan. Data ini berisi berapa banyak masyarakat Amerika yang melakukan claim/lapor diri bahwa mereka tidak bekerja pada waktu tersebut.
Di Amerika Serikat pengangguran atau setiap orang yang tidak mempunyai pekerjaan pada masa tertentu akan mendapatkan tunjangan/santunan dari negara. Di AS akan ada rilis data yang berhubungan dengan pengangguran, baik tingkat pengangguran mingguan (Unemployment Claim) maupun pengangguran bulanan (Unemployment Rate).
USD : Unemployment Claim yang akan dirilis pada pukul 19:30 WIB, hari ini di prediksi negative. Jumlah claim pengangguran mingguan di prediksi sebesar 236K (236.000) sedangkan data minggu lalu sebesar 230K (230.000). Jika data tersebut dirilis sesuai prediksi maka akan membuat mata uang Dollar AS melemah. Namun jika nanti dirilis dibawah prediksi dan dibawah periode sebelumnya maka akan membuat mata uang Dollar AS menguat sangat besar.
Semoga dengan informasi ini sobat trader dapat lebih bijak dalam trading dan lebih tahu akan dampak rilis data ekonomi terhadap pergerakan harga. Tetap bijak dalam trading dengan mengutamakan Money Mangment dan Risk Management, agar happy trading dan profit konsisten.
| AREA | 1 | 2 | 3 |
| SUPPORT | 18375 | 18147 | 17926 |
| PIVOT | 18543 | ||
| RESISTANCE | 18727 | 18930 | 19187 |
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 18624 |
| Profit target level | 18744 |
| Stop Loss Level | 18505 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 18338 |
| Profit Target Level | 18213 |
| Stop Loss Level | 18458 |
| Prev Close | 18.483,5 |
| Average Vol. (3m) | 2.571.280.967 |
| Day’s Range | 18.525,25–18.648 |
| Open | 18.551 |
| 52 WK range | 14.597,31–22.700,85 |

PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Hubungi Kami
Download TPFx Mobile Apps
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Perusahaan tidak menerima setoran tunai, dana nasabah yang diterima oleh perusahaan dalam rangka pembukaan rekening/deposit awal maupun top up margin hanya dapat dilakukan melalui pemindahbukuan antar rekening.
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan call center resmi di nomor (+62) 21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2025 TPFX Support – PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privasi
PT. Trijaya Pratama Futures
Sahid Soedirman Center, Lt. 20A/E,
Jl. Jenderal Sudirman No 86, Kel.
Karet Tengsin, Kec. Tanah Abang,
Kota Adm. Jakarta Pusat, Prov. DKI
Jakarta, Kode Pos 10220
Email: support@tpfx.co.id
Call Center: (+62)21 252 75 77
Senin – Jum’at (09.00 – 17.00)
WASPADA PENIPUAN MENGATASNAMAKAN PT TRIJAYA PRATAMA FUTURES
ATAU TPFX MELALUI WEBSITE XTB668.COM ATAU SEJENISNYA
Segala informasi resmi dimuat pada website resmi TPFx www.tpfx.co.id dan
call center resmi di nomor (+62)21 252 75 77
Trading derivatif yang mengandung sistem margin membawa keuntungan tinggi terhadap dana, tetapi juga dapat memberikan kerugian atas seluruh margin yang diperdagangkan. Pastikan anda benar-benar memahami resiko Trading derivatif dan mintalah nasihat consultant jika diperlukan. PT Trijaya Pratama Futures tidak bertanggung jawab atas segala bentuk kerugian.
Semua produk keuangan yang diperdagangkan menggunakan sistem margin melibatkan risiko tinggi untuk dana Anda. Produk keuangan ini tidak cocok untuk semua investor dan Anda mungkin kehilangan lebih dari deposit awal Anda. Pastikan Anda sepenuhnya memahami risikonya dan mencari nasihat independen jika perlu.
Copyright © 2024 PT Trijaya Pratama Futures. All rights reserved. – Kebijakan Privacy