Blokade Hormuz Tekan Sentimen Pasar Global
Blokade Hormuz langsung menekan sentimen pasar global pada awal pekan. Futures saham AS melemah tajam setelah Presiden Donald Trump mengumumkan langkah agresif untuk memblokir lalu lintas maritim di Selat Hormuz.
Trump menyatakan bahwa Angkatan Laut AS akan mulai memblokir semua kapal yang masuk dan keluar dari jalur vital tersebut. Ia menegaskan langkah ini berlaku segera sebagai respons atas kegagalan negosiasi dengan Iran.
Kontrak futures Dow Jones turun sekitar 1,2% atau lebih dari 580 poin. Sementara itu, futures S&P 500 dan Nasdaq masing-masing melemah 1,3% dan 1,4%. Penurunan ini menghapus sebagian optimisme pasar dari pekan sebelumnya.
Negosiasi Gagal Picu Eskalasi Ketegangan
Blokade Hormuz terjadi setelah pembicaraan antara AS dan Iran di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan. Wakil Presiden JD Vance termasuk dalam delegasi yang meninggalkan perundingan tanpa hasil.
Perselisihan tidak hanya terkait Iran. Negosiasi juga mencakup isu kontrol Selat Hormuz, kompensasi finansial, dan penghentian serangan Israel di Lebanon.
Kegagalan ini langsung memicu reaksi pasar. Pelaku pasar melihat langkah tersebut sebagai eskalasi besar yang berpotensi mengganggu stabilitas energi global.
Minyak Melonjak Tajam Picu Risiko Inflasi
Harga minyak melonjak tajam setelah pengumuman tersebut. Minyak West Texas Intermediate naik lebih dari 8% ke atas USD 104 per barel. Sementara itu, Brent menguat sekitar 7,5%.
Lonjakan ini meningkatkan kekhawatiran inflasi global. Kenaikan harga energi berpotensi menekan pertumbuhan ekonomi, terutama jika konflik berlangsung lebih lama.
Komentar dari institusi seperti JP Morgan dan Morgan Stanley sebelumnya juga menyoroti bahwa gangguan di Selat Hormuz bisa menjadi pemicu utama lonjakan harga energi global.
Saham Berbalik Arah Setelah Reli Pekan Lalu
Sebelumnya, pasar sempat mencatat kinerja kuat. Indeks S&P 500 naik sekitar 3,6%, Nasdaq melonjak hampir 4,7%, dan Dow Jones bertambah 3%.
Reli tersebut didorong oleh harapan gencatan senjata sementara di Timur Tengah. Namun, Blokade Hormuz membalikkan sentimen menjadi risk-off dalam waktu singkat.
Investor kini lebih berhati-hati terhadap aset berisiko. Perubahan arah ini menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap perkembangan geopolitik.
Fokus Pasar Beralih ke Laporan Keuangan
Selain isu geopolitik, pasar juga menantikan musim laporan keuangan kuartal pertama. Bank-bank besar AS akan memulai rilis kinerja pekan ini.
Goldman Sachs dijadwalkan membuka musim laporan, diikuti oleh Bank of America, Wells Fargo, Citigroup, JPMorgan Chase, dan Morgan Stanley.
Kinerja sektor perbankan akan menjadi indikator penting untuk melihat dampak kondisi makro terhadap profitabilitas.
Emas Melemah di Tengah Tekanan Energi
Harga emas justru melemah sekitar 2% ke bawah USD 4.700 per ounce. Penurunan ini membalikkan kenaikan yang terjadi pekan sebelumnya.
Meskipun ketegangan meningkat, tekanan dari lonjakan dolar dan ekspektasi inflasi membuat emas kehilangan daya tarik sementara.
Pergerakan ini menunjukkan bahwa pasar saat ini lebih fokus pada risiko energi dibandingkan aset safe haven.
Prospek Harga Emas Senin | 13 April 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 sebelumnya berada dalam tren bullish, ditopang oleh support kuat di kisaran 4.700 yang berkonfluensi dengan SMA 50 dan garis uptrend. Namun, pada awal pekan harga mengalami gap down dan turun menembus area tersebut, sehingga melemahkan struktur bullish.
Dengan penembusan ini, area 4.700–4.746 kini menjadi resistance potensial, didukung oleh posisi SMA 50 dan zona gap yang berperan sebagai supply. Selama harga bertahan di bawah area tersebut, tekanan bearish berpotensi berlanjut menuju 4.595 hingga 4.550, dan 4.483.
Sebaliknya, jika harga mampu menutup gap dan kembali bertahan di atas 4.746–4.801, maka peluang bullish dapat kembali terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.700 R2 4.746 R3 4.801
S1 4.595 S2 4.550 S3 4.483
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.600 |
| Profit Target Level | 4.680 |
| Stop Loss Level | 4.540 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.700 |
| Profit Target Level | 4.610 |
| Stop Loss Level | 4.750 |
Prospek Harga US Oil Senin | 13 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 sempat mengalami tekanan turun hingga menembus SMA 50, namun harga berhasil rebound dan kembali bergerak di atasnya.
Saat ini, harga juga telah menembus resistance di kisaran 100,29–102,58 disertai pembentukan gap, yang mengindikasikan momentum bullish. Area tersebut kini menjadi support krusial untuk menjaga kelanjutan kenaikan.
Selama harga bertahan di atas 100,29–102,58, potensi penguatan masih terbuka menuju 108,83 hingga 113,55–117,51. Sebaliknya, jika harga turun kembali dan menutup gap, tekanan bearish berpotensi muncul dengan target ke 95,27.
US Oil INTRADAY AREA
R1 117,51 R2 113,55 R3 108,83
S1 102,58 S2 100,29 S3 95,27
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 103,00 |
| Profit Target Level | 107,00 |
| Stop Loss Level | 100,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 108,83 |
| Profit Target Level | 106,00 |
| Stop Loss Level | 112,00 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!

Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish, dengan level pivot di 4.730. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 4.780, kemudian 4.800, hingga 4.835.





Pergerakan emas pada timeframe H4 menunjukkan rebound yang cukup solid setelah harga berhasil bertahan di atas support 4.700, yang kini berfungsi sebagai area pijakan kuat setelah sebelumnya terjadi penolakan dari resistance 4.843. Koreksi dari area 4.843 tersebut membawa harga turun, namun tidak mampu menembus 4.700 sehingga memicu minat beli kembali dan mendorong harga naik.
Pergerakan US Oil pada timeframe H4 menunjukkan fase rebound setelah penurunan tajam yang sempat membawa harga turun hingga membentuk support baru di area 91,06. Dari level tersebut, harga memantul naik cukup signifikan, namun kenaikan masih tertahan di area resistance 103,23 yang kini menjadi penghalang utama.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan Silver pada time frame H4 masih berada dalam kecenderungan bearish, dengan level pivot di 72,80. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut dengan target support terdekat di 72,80. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 71,30 hingga 69,80.

Pergerakan emas di time frame H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 4.700 dan melanjutkan kenaikan hingga membentuk high di kisaran 4.858, yang kini menjadi resistance terdekat. Setelah mencapai level tersebut, harga mengalami koreksi, namun penurunan masih tertahan di area 4.700 yang kini beralih fungsi sebagai support kunci.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan harga sempat berada dalam tren bullish sebelum mengalami penurunan tajam dari resistance 109,14 hingga mendekati support 89,47.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, dengan level pivot di 103,00. Selama harga bertahan di bawah level tersebut, tekanan turun masih berpotensi berlanjut untuk menguji support terdekat di 91,00. Jika level ini ditembus, penurunan dapat berlanjut menuju area support berikutnya di 84,40 hingga 75,70.

