Harga Minyak Reli Picu Gejolak Pasar
Harga minyak reli tajam di awal pekan setelah Selat Hormuz kembali ditutup, memicu lonjakan ketegangan geopolitik dan mendorong pergerakan besar di pasar global. Minyak Brent melonjak sekitar 7% ke level $96,85 per barel, sementara kontrak berjangka S&P 500 justru turun sekitar 0,9%.
Penguatan juga terlihat pada dolar AS yang kembali naik setelah sempat melemah di akhir pekan lalu. Di sisi lain, euro turun ke $1,1735 dan yen melemah ke 158,95 per dolar, mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah aset safe haven.
Konflik Iran-AS Kembali Memanas
Harga minyak reli seiring meningkatnya ketegangan antara Donald Trump dan Iran. Iran menolak pembicaraan damai terbaru, hanya beberapa jam setelah Trump mengumumkan rencana pengiriman utusan ke Pakistan serta ancaman serangan baru jika tuntutannya tidak dipenuhi.
Situasi semakin memanas setelah Amerika Serikat menyita kapal kargo Iran yang mencoba menembus blokade. Penutupan kembali Selat Hormuz—jalur vital distribusi minyak dunia—menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan harga energi.
Pasar Berbalik Arah Setelah Euforia
Sebelumnya, pasar sempat reli kuat setelah Iran membuka Selat Hormuz, memicu harapan berakhirnya konflik yang telah berlangsung selama tujuh minggu. Saat itu, saham global naik dan harga minyak turun karena investor melihat peluang de-eskalasi.
Namun, penutupan kembali selat tersebut membuat sebagian besar pergerakan tersebut berbalik arah. Pasar saham mulai terkoreksi dan obligasi berpotensi melepas penguatan sebelumnya, mencerminkan ketidakpastian yang masih tinggi.
Dolar AS Menguat, Sentimen Risk-Off Kembali
Harga minyak reli juga mendorong penguatan dolar AS setelah sebelumnya sempat melemah ke level terendah dalam tujuh minggu. Indeks dolar kembali naik di perdagangan Asia, menandakan meningkatnya permintaan terhadap aset aman.
Komentar pasar menyebutkan bahwa reli sebelumnya terlalu cepat dan pasar kini mulai menyesuaikan ekspektasi. Jika Iran benar-benar menolak negosiasi, reaksi risk-off diperkirakan akan semakin kuat, menekan saham dan mendorong aset safe haven.
Outlook Pasar: Volatilitas Masih Tinggi
Pasar saat ini berada dalam kondisi sangat sensitif terhadap perkembangan geopolitik. Selama konflik Iran-AS belum menunjukkan tanda mereda, pergerakan harga minyak, dolar, dan saham global diperkirakan akan tetap volatil.
Investor kini fokus pada dua faktor utama, yaitu perkembangan negosiasi geopolitik dan rilis kinerja keuangan perusahaan besar, yang akan menjadi penentu arah pasar dalam jangka pendek.
Prospek Harga Emas Senin | 20 April 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai kehilangan momentum bullish setelah gagal bertahan di atas area resistance 4.858–4.899, dengan munculnya gap dan harga kini bergerak di bawah resistance terdekat di 4.805 serta mulai menembus ke bawah garis tren naik dan SMA 50, yang mengindikasikan potensi perubahan arah ke bearish.
Selama harga bertahan di bawah 4.805, tekanan jual berpeluang berlanjut menguji support 4.750, kemudian 4.700 hingga 4.644, sementara RSI yang turun ke kisaran 45 turut mengonfirmasi melemahnya momentum. Namun, jika harga mampu kembali naik dan menutup gap dengan break di atas 4.858, maka peluang rebound ke 4.899 masih terbuka.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.858 R2 4.899 R3 4.966
S1 4.750 S2 4.700 S3 4.644
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 4.805 |
| Profit Target Level | 4.850 |
| Stop Loss Level | 4.770 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | Breakout 4.750 |
| Profit Target Level | 4.700 |
| Stop Loss Level | 4.780 |
Prospek Harga US Oil Senin | 20 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bearish, namun rebound terbaru menjadi lebih valid setelah harga membentuk support di 78,97 dan membuka gap up hingga kini bertahan di atas 87,21, dengan harga bergerak di kisaran 88.30. Selama harga mampu bertahan di atas 87,21, momentum kenaikan berpeluang berlanjut untuk menguji resistance terdekat di 91,06, dengan potensi ekstensi ke 95,27 jika tekanan beli menguat.
Meski demikian, struktur tren yang masih bearish dan keberadaan gap di bawah membuat kenaikan ini cenderung bersifat korektif, sehingga jika harga gagal menembus 91,06 dan kembali turun di bawah 87,21, maka tekanan jual berpotensi kembali mendominasi untuk menguji area 84,40 hingga 81,69 sebagai upaya menutup gap tersebut.
US Oil INTRADAY AREA
R1 91,06 R2 95,27 R3 97,90
S1 87,21 S2 84,40 S3 81,69
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | Breakout 91,10 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 87,00 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 95,25 |
| Profit Target Level | 92,00 |
| Stop Loss Level | 98,00 |
Baca analisa sebelumnya: Gencatan Senjata Dorong Saham Global, Minyak Naik
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di TPFX. Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
