Market Summary
Peluang Trading GBP/USD Menjelang Data JOLTS AS menguat karena pasar menunggu rilis data tenaga kerja Amerika Serikat serta perkembangan kebijakan moneter BoE dan The Fed. Pergerakan GBP/USD terlihat stabil, namun sensitif terhadap perubahan sentimen menjelang rilis indikator ekonomi utama.
Pound Sterling Tertekan Ekspektasi Dovish BoE
Pound Sterling bergerak campuran pada Selasa karena pelaku pasar semakin yakin BoE akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3.75% pada pertemuan pekan depan. Ekspektasi ini muncul akibat melemahnya pasar tenaga kerja Inggris dan meredanya inflasi.
Survei KPMG dan Recruitment and Employment Confederation menunjukkan penempatan kerja permanen tetap lemah menjelang anggaran 26 November oleh Kanselir Rachel Reeves. Kekhawatiran kenaikan pajak menahan aktivitas perekrutan.
Komentar anggota eksternal BoE, Alan Taylor, juga memperkuat pandangan pelonggaran kebijakan. Ia menilai inflasi dapat kembali ke target 2% dalam waktu dekat karena perlambatan inflasi upah dan sektor jasa. Pasar kini menantikan pidato Gubernur BoE Andrew Bailey pada Rabu dan data GDP Inggris Oktober pada Jumat.
GBP/USD Sideways di Atas 1.3300
Peluang Trading GBP/USD Menjelang Data JOLTS AS terlihat saat pair ini bergerak dalam range ketat di atas 1.3300 pada sesi Eropa. Investor menunggu keputusan The Fed minggu ini sebelum mengambil posisi yang lebih agresif.
Indeks Dolar AS bergerak datar di sekitar 99.00. Pasar memperkirakan pemangkasan suku bunga The Fed sebesar 25 bps menuju area 3.50%–3.75% karena permintaan tenaga kerja melemah. Pelaku pasar fokus pada pernyataan kebijakan, dot plot, dan konferensi pers Jerome Powell untuk membaca arah suku bunga ke depan.
The Fed menghadapi tantangan besar. Inflasi masih berada di atas target, sementara pasar kerja mulai melemah. Kondisi ini juga dipicu oleh adopsi AI yang makin luas di berbagai industri.
Data JOLTS Job Openings AS Jadi Sorotan Utama
Peluang Trading GBP/USD Menjelang Data JOLTS AS meningkat menjelang publikasi laporan JOLTS Job Openings Oktober pada pukul 15:00 GMT (22:00 WIB). Pasar memperkirakan 7.2 juta lowongan pekerjaan baru, sedikit turun dari 7.227 juta pada laporan sebelumnya.
Data kali ini mencakup angka September dan Oktober yang sempat tertunda akibat government shutdown. Meskipun rilis ini kemungkinan tidak mengubah keputusan The Fed—yang akan diumumkan 24 jam kemudian—pasar tetap menjadikan JOLTS sebagai indikator penting untuk memproyeksi arah suku bunga 2026.
JOLTS menjadi perhatian karena mencerminkan dinamika suplai dan permintaan tenaga kerja, faktor penting dalam tekanan upah dan inflasi. Pendinginan pasar tenaga kerja AS terlihat semakin nyata, bahkan dinilai terjadi lebih cepat dari yang diharapkan. The Fed kini lebih mewaspadai risiko pelemahan tenaga kerja dibandingkan inflasi yang masih berada di atas target 2%.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan GBP/USD masih cenderung bullish di time frame H4 dengan pivot di 1.3320. Selama harga berada di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka. Resistance terdekat berada di area 1.3360–1.3365. Jika area tersebut ditembus, potensi naik dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 1.3415.
Sebagai skenario alternatif, jika harga turun di bawah 1.3320, tekanan bearish bisa mendorong penurunan ke support 1.3300–1.3275.
Resistance 1: 1.3360 Resistance 2: 1.3365 Resistance 3: 1.3415
Support1: 1.3320 Support 2: 1.3300 Support 3: 1.3275
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Harga emas pada grafik H4 mulai bergerak di bawah SMA 50 setelah gagal mempertahankan posisi di atas area 4.219, yang menunjukkan tekanan jual mulai meningkat. Selama harga bergerak di bawah garis SMA tersebut, peluang penurunan tetap dominan dan dapat mendorong harga menuju support 4.162 kemudian 4.140 bahkan 4.108 jika penurunan berlanjut.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 melemah setelah gagal bertahan di atas area 59,40. Harga kini turun dan menembus SMA 50, sehingga bias berubah menjadi bearish. Selama harga bergerak di bawah 59,40, tekanan jual berpeluang berlanjut menuju support 58,27, lalu 57,65, bahkan 57,09 jika penurunan semakin kuat.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tren bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 1.1680 hingga 1.1720.

Pada timeframe H4, XAUUSD terlihat bergerak dalam tren naik dengan harga tetap bertahan di atas SMA 50, meskipun saat ini sedang mengalami fase konsolidasi setelah reli sebelumnya. Area 4.245–4.265 menjadi resistensi terdekat yang masih menahan kenaikan, sehingga penembusan dan penutupan harga di atas zona tersebut akan membuka peluang kelanjutan bullish menuju area 4.293.
Pada grafik H4 US Oil, harga terlihat mencoba membentuk pemulihan setelah sebelumnya bergerak dalam tren turun, dengan posisi saat ini berada di atas support 59,40–58,86 yang menahan tekanan jual dalam beberapa sesi terakhir. Selama area ini tetap dipertahankan, peluang technical rebound menuju zona resistance 60,80–61,45 masih terbuka, meskipun area tersebut berpotensi menjadi zona supply yang kembali memicu tekanan jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan emas pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 4.194. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka dengan resistance terdekat di 4.241. Jika level ini ditembus, potensi kenaikan dapat berlanjut menuju resistance berikutnya di 4.265–4.295.

XAUUSD pada H4 terlihat bergerak dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan bullish, seiring harga yang masih bertahan di atas SMA 50 dan struktur higher low yang tetap terjaga. Penutupan harga yang meyakinkan di atas area 4.245–4.265 berpotensi membuka peluang penguatan lanjutan menuju resistensi 4.293, sementara kegagalan bertahan di atas support 4.182 dapat memicu koreksi ke area 4.162 hingga 4.140, dengan RSI di kisaran 52 yang mencerminkan momentum netral cenderung positif.
US Oil pada H4 mulai menunjukkan bias bullish setelah rebound dari area 57,63 dan membentuk higher low yang didukung trendline naik, sementara harga juga mulai kembali bergerak di atas SMA. Penutupan harga di atas resistance 59,95–60,33 berpotensi membuka ruang penguatan menuju 60,81, sedangkan kegagalan bertahan di atas support 58,86 masih membuka risiko pelemahan lanjutan ke 58,23 hingga 57,63. Indikator RSI di kisaran 58,54 mencerminkan momentum bullish secara moderat.
