Market Summary
Peluang Trading XAG/USD kembali menarik perhatian pasar setelah harga silver terkoreksi 0,8% ke area $58.00 pada sesi Asia. Harga turun dari rekor tertinggi $59.00, namun momentum bullish tetap kuat karena pelaku pasar yakin The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan minggu depan.
Peluang Trading XAG/USD Didukung Ekspektasi Pemangkasan Suku Bunga
Ekspektasi dovish The Fed mendorong Peluang Trading XAG/USD tetap positif. CME FedWatch menunjukkan probabilitas 89% bahwa bank sentral akan memangkas suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3.50%–3.75%. Suku bunga rendah biasanya mengangkat daya tarik aset tanpa imbal hasil seperti silver.
Dari sisi makro, data ADP menunjukkan pasar tenaga kerja AS melemah. Sebanyak 32 ribu pekerjaan hilang di November, jauh dari proyeksi penambahan 5 ribu. Kondisi ini menekan dolar AS hingga indeks DXY gagal bertahan di atas 99 dan menyentuh level terendah bulanan di 98.80.
Fundamental Silver: Permintaan ETF Naik dan Pasokan Menyusut
Data Bloomberg mencatat ETF berbasis silver menambah 200 ton kepemilikan pada Selasa, mencapai level tertinggi sejak 2022. Arus masuk besar ini terjadi bersamaan dengan pasokan global yang makin ketat. Pengiriman silver ke London mencapai rekor bulan lalu, sementara stok gudang SHFE Tiongkok turun ke titik terendah dalam satu dekade.
Permintaan industri juga terus menguat. Laporan outlook komoditas OCBC menyebut silver akan tetap berada di posisi “sweet spot” karena kebutuhan sektor panel surya, kendaraan listrik, dan elektronik. Harga silver diperkirakan bisa mencapai $64.86/oz pada akhir 2026.
Menanti Rilis Jobless Claims AS Sebagai Pemicu Volatilitas
Pasar kini menunggu laporan Jobless Claims terbaru. Analis memprediksi klaim pengangguran naik tipis ke 219.000 dari 216.000 minggu sebelumnya. Meski angka ini masih rendah, tren pelemahan tenaga kerja terlihat jelas dari berbagai indikator lain.
Sentimen dovish The Fed juga menguat karena minimnya data ketenagakerjaan lengkap akibat shutdown pemerintah AS. Namun, pejabat Fed sebelumnya menyatakan bukti pelemahan pasar tenaga kerja sudah cukup kuat untuk mendukung pelonggaran kebijakan.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan XAG/USD masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 58,35. Selama harga bergerak di bawah area tersebut, peluang penurunan tetap terbuka menuju support terdekat di 56,65. Jika harga menembus level itu, tekanan jual berpotensi berlanjut ke zona support berikutnya di 56,15–55,50.
Sebagai skenario alternatif, Trading Central memproyeksikan peluang kenaikan apabila harga mampu menembus 58,35. Gerak naik di atas level itu dapat membawa XAG/USD menguji resistance 58,90–59,65.
Resistance 1: 58,35 Resistance 2: 58,90 Resistance 3: 59,65
Support1: 56,65 Support 2: 56,15 Support 3: 55,50
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Harga emas pada time frame H4 terlihat membentuk fase konsolidasi sempit di area yang ditandai, namun masih bergerak di atas SMA 50 sehingga tren jangka pendek tetap bullish. Selama harga bertahan di atas support 4.182–4.162 dan tidak menembus 4.140, peluang kenaikan tetap lebih dominan.
Harga US Oil pada time frame H4 masih berada dalam fase bearish karena harga tertahan di bawah downtrend line meskipun telah bergerak di atas SMA 50. Kondisi ini menunjukkan bahwa buyer mulai mencoba mengangkat harga, namun struktur tren turun tetap dominan selama downtrend line belum ditembus. Area 59,37 menjadi resistance kunci yang harus dilampaui untuk membuka jalan menuju 59,95 hingga 60,20.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa emas masih bergerak bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.193. Selama harga bertahan di atas level ini, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance 4.229–4.264.

Harga emas bergerak stabil di atas SMA 50 pada time frame H4, menunjukkan bahwa struktur tren masih cenderung bullish. Penurunan sebelumnya tertahan di area support 4.182–4.162, yang kini menjadi zona penahan koreksi jangka pendek. Selama harga bertahan di atas zona tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance 4.265 terlebih dahulu.
Harga US Oil kembali melemah setelah gagal bertahan di atas SMA 50 pada time frame H4 dan tertahan oleh trendline turun yang masih mendominasi pergerakan sejak Oktober. Area 59,37 kini menjadi resistance terdekat yang menahan kenaikan, sedangkan dua resistance lain berada di 59,95 dan 60,20 hingga 60,54. Selama harga bergerak di bawah trendline turun tersebut, potensi tekanan jual tetap lebih besar dan penurunan menuju support 58,23 dapat berlanjut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa EUR/USD masih berada dalam tekanan bearish pada time frame H4 dengan level pivot di 1.1635. Selama harga bergerak di bawah level ini, peluang penurunan tetap terbuka untuk menguji area support 1.1590–1.1555.

Harga emas pada time frame H4 masih berada dalam tren naik selama tetap bertahan di atas SMA 50, meski saat ini harga mengalami penolakan dari resistance 4.265. Area support terdekat berada di 4.205, dan penembusan level tersebut dapat memicu tekanan jual menuju 4.182 hingga 4.162.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 mulai menunjukkan pemulihan setelah bertahan di atas area support 58,77, yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50 sehingga memperkuat area tersebut sebagai penahan tekanan jual. Harga kini menguji resistance 60,07 dan masih berada di bawah descending trendline, sehingga kenaikan berpotensi tertahan apabila tidak mampu menembus garis tren tersebut.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa USD/JPY masih berpeluang bergerak bearish pada time frame H4, dengan level pivot di 155.70. Selama harga berada di bawah area tersebut, tekanan turun diperkirakan berlanjut menuju support 155.00–154.35.
