Market Summary
Peluang Trading Gold kembali menjadi sorotan setelah harga emas melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa di atas USD 5.100 per troy ounce. Kenaikan ini memperpanjang reli historis yang telah berlangsung sejak tahun lalu, seiring meningkatnya minat investor terhadap aset safe haven. Harga emas spot menguat lebih dari 2% dan sempat menyentuh level tertinggi intraday, sementara kontrak berjangka emas AS bergerak searah.
Sepanjang 2025, harga emas mencatat lonjakan tahunan terbesar sejak 1979. Pada awal tahun ini, emas telah mencetak rekor beruntun dan membukukan kenaikan dua digit, mencerminkan kuatnya sentimen beli di pasar global.
Ketidakpastian Geopolitik Perkuat Permintaan Safe Haven
Ketidakpastian geopolitik menjadi pendorong utama reli emas. Pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait ancaman tarif perdagangan memicu kekhawatiran baru di pasar keuangan global. Trump menegaskan rencana penerapan tarif tinggi terhadap Kanada jika negara tersebut melanjutkan kesepakatan dagang dengan China. Ia juga mengancam pengenaan tarif besar terhadap produk Eropa, termasuk Prancis.
Di saat yang sama, ketegangan antara Amerika Serikat dan NATO terkait isu Greenland menimbulkan keraguan terhadap stabilitas aliansi. Upaya diplomasi antara Rusia dan Ukraina yang kembali berakhir tanpa kesepakatan turut memperpanjang ketidakpastian geopolitik, sehingga menjaga permintaan emas tetap kuat.
Pelemahan Dolar AS Topang Kenaikan Harga Emas
Peluang Trading Gold semakin terbuka setelah dolar AS tertekan ke level terendah sejak September 2025. Pelemahan dolar dipicu oleh meningkatnya risiko kebijakan ekonomi Amerika Serikat, kekhawatiran terhadap utang pemerintah, serta spekulasi pelonggaran kebijakan moneter oleh Federal Reserve.
Dolar yang melemah membuat emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lain, sehingga mendorong permintaan global. Selain itu, meningkatnya sentimen “Sell America” di pasar keuangan global turut memperkuat arus dana keluar dari aset berbasis dolar menuju emas.
Peran Bank Sentral dan Arus Dana ETF
Permintaan emas dari bank sentral global tetap solid. Bank sentral China melanjutkan pembelian emas selama 14 bulan berturut-turut, sementara bank sentral dari negara berkembang seperti Polandia, India, dan Brasil juga aktif menambah cadangan emas mereka. Kondisi ini mencerminkan upaya diversifikasi cadangan devisa di tengah tren de-dolarisasi global.
Arus dana ke exchange-traded fund berbasis emas juga meningkat signifikan. Sepanjang 2025, permintaan investasi emas melalui ETF melonjak tajam, dengan total kepemilikan emas global mencapai lebih dari 4.000 ton. Nilai aset kelolaan ETF emas global tercatat terus meningkat, memperkuat fondasi reli harga emas.
Fokus Pasar pada Kebijakan The Fed
Pasar kini menanti hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC). Ketua Federal Reserve Jerome Powell dijadwalkan menyampaikan pandangan terbaru mengenai arah kebijakan suku bunga. Pelaku pasar memperkirakan The Fed masih membuka peluang pelonggaran kebijakan lanjutan, yang berpotensi mempertahankan tekanan pada dolar AS.
Kombinasi ketidakpastian geopolitik, pelemahan dolar, serta permintaan kuat dari bank sentral dan investor global menjaga sentimen positif terhadap emas. Kondisi ini membuat Peluang Trading Gold tetap menjadi perhatian utama pelaku pasar di tengah dinamika ekonomi dan politik global yang belum stabil.
Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan gold pada time frame H4 masih cenderung bullish dengan level pivot di 5.030. Selama harga mampu bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji area resistance di 5.140, kemudian 5.170 hingga 5.220.
Sebagai skenario alternatif, jika harga bergerak turun dan menembus ke bawah level 5.030, tekanan jual berpotensi meningkat dengan target penurunan menuju area support di 5.000 hingga 4.963.
Resistance 1: 5.140 Resistance 2: 5.170 Resistance 3: 5.220
Support1: 5.030 Support 2: 5.000 Support 3: 4.963
Dapatkan update seputar trading di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS. Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda.





Pada grafik H4, tren emas masih bergerak bullish dengan struktur higher high dan higher low yang terjaga, didukung oleh posisi harga yang tetap berada di atas SMA 50. Penembusan area resistance 4.967 membuka ruang lanjutan kenaikan menuju target FE 61,8 di sekitar 5.032, dengan potensi ekstensi ke FE 100,0 di area 5.111 jika momentum tetap kuat.
Pergerakan US Oil di time frame H4, harga menunjukkan struktur pemulihan yang cenderung bullish setelah reli dari area bawah, dengan pergerakan yang kini berada di atas SMA 50 sebagai indikasi awal penguatan tren. Meski demikian, area resistance 61,20 masih menjadi penghalang utama sehingga pergerakan saat ini lebih berpotensi diwarnai konsolidasi atau koreksi terbatas menuju area support 60,00–59,40 yang berdekatan dengan SMA 50.
Week Ahead 26–30 Januari 2026
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menilai USD/JPY pada time frame H4 masih cenderung bearish dengan pivot di 158,50. Selama harga berada di bawah level tersebut, tekanan penurunan diperkirakan berlanjut menuju support terdekat di 157,75. Jika support ini ditembus, USD/JPY berpotensi melanjutkan pelemahan ke area 157,40 hingga 157,00.

Pergerakan emas pada grafik H4 masih berada dalam tren naik yang kuat setelah harga bertahan di atas area pivot 4.875. Kenaikan lanjutan membuka peluang pengujian resistance di kisaran 4.980 hingga 5.030, dengan potensi ekstensi ke area 5.130 apabila momentum bullish tetap terjaga.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah setelah harga gagal bertahan di atas area 60,80–61,80 dan kembali bergerak di bawah SMA 50 yang kini berada di sekitar 60,0. Posisi harga yang masih tertahan di bawah SMA 50 menunjukkan tekanan jual jangka pendek masih dominan, meski RSI bergerak netral dan belum mengindikasikan kondisi jenuh jual.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan XAU/USD masih cenderung bullish pada time frame H4 dengan level pivot di 4.794. Selama harga bertahan di atas area tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka. Target terdekat berada di resistance 4.860, lalu berlanjut ke 4.887 hingga 4.925.

Pergerakan emas pada grafik H4 berada dalam tren naik yang kuat, ditandai dengan rangkaian higher high dan higher low serta posisi harga yang bertahan di atas SMA 50. Kenaikan berlanjut hingga mencetak puncak di area 4.888 sebelum terjadi koreksi wajar, yang kemudian membentuk support baru di 4.753.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan perubahan bias ke arah bullish setelah harga berhasil bangkit dari area low di sekitar 55,00 dan membentuk rangkaian higher low. Harga kini bergerak di atas SMA dan mampu bertahan di atas area support 59,13 hingga 58,45, yang mengindikasikan kekuatan beli masih terjaga.
