Gencatan Senjata Iran Tekan Harga Minyak dan Dorong Saham
Gencatan senjata Iran tekan harga minyak setelah Presiden Donald Trump mengumumkan penundaan serangan militer terhadap Iran selama dua minggu. Keputusan ini langsung memicu perubahan besar di pasar global, terutama pada komoditas energi dan indeks saham utama.
Trump menyatakan bahwa langkah ini bertujuan membuka peluang perdamaian jangka panjang di Timur Tengah. Ia juga menegaskan bahwa target militer telah tercapai dan negosiasi menuju kesepakatan damai sudah berjalan cukup jauh.
Harga Minyak Anjlok Tajam Usai Penundaan Serangan
Harga minyak dunia langsung terkoreksi tajam merespons perkembangan ini. Kontrak berjangka Brent turun sekitar 16% ke kisaran USD 91 per barel, sementara WTI juga melemah sekitar 16% ke atas USD 94 per barel.
Penurunan ini terjadi karena pasar melihat risiko gangguan pasokan mulai mereda, meskipun ketegangan belum sepenuhnya hilang. Fokus utama masih tertuju pada Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar 20% pasokan minyak global.
Trump menegaskan bahwa pembukaan Selat Hormuz menjadi syarat utama dalam kesepakatan dengan Iran. Ia juga menyebut bahwa proposal dari Iran dapat menjadi dasar negosiasi menuju solusi jangka panjang.
Wall Street Melonjak, Sentimen Risiko Meningkat
Sejalan dengan turunnya harga minyak, pasar saham AS justru menguat signifikan. Kontrak berjangka S&P 500 dan Nasdaq melonjak sekitar 2%, sementara Dow Jones naik lebih dari 900 poin.
Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya selera risiko investor setelah kekhawatiran eskalasi konflik mereda. Pelaku pasar mulai kembali masuk ke aset berisiko seiring harapan stabilitas geopolitik.
Dolar Melemah, Emas Tetap Menguat
Di pasar mata uang, indeks dolar AS melemah sekitar 0,2% ke level 99,86. Pelemahan ini terjadi karena investor masih berhati-hati menunggu kepastian dari negosiasi antara AS dan Iran.
Sementara itu, harga emas justru bergerak naik tipis. Emas spot menguat sekitar 0,6% ke kisaran USD 4.678 per ons, menunjukkan bahwa permintaan aset safe haven masih bertahan di tengah ketidakpastian.
Ancaman Keras dan Negosiasi Masih Membayangi
Meski ada jeda konflik, situasi tetap rapuh. Presiden Donald Trump sempat mengeluarkan pernyataan keras dengan mengatakan bahwa “sebuah peradaban akan mati malam ini dan tidak akan pernah kembali lagi,” dalam unggahannya di Truth Social. Ia juga menegaskan tidak ingin hal itu terjadi, tetapi risiko tersebut tetap ada jika tidak tercapai kesepakatan.
Trump sebelumnya juga memperingatkan bahwa infrastruktur penting Iran seperti jembatan dan pembangkit listrik bisa dihancurkan jika konflik berlanjut. Tekanan ini menunjukkan besarnya risiko eskalasi sebelum akhirnya keputusan penundaan serangan diumumkan.
Di sisi lain, Iran menegaskan tidak akan bernegosiasi di bawah tekanan. Pihaknya bahkan memperingatkan bahwa serangan terhadap infrastruktur energi dapat memicu gangguan besar di kawasan Teluk, termasuk pemadaman luas.
Pakistan melalui Perdana Menteri Shehbaz Sharif turut meminta penundaan serangan dan mendorong semua pihak menjaga gencatan senjata selama dua minggu.
Ketidakpastian Selat Hormuz Jadi Kunci
Pasar kini memantau perkembangan di Selat Hormuz sebagai faktor utama. Selama jalur ini belum sepenuhnya aman, volatilitas harga minyak masih berpotensi tinggi.
Gencatan senjata Iran tekan harga minyak, namun dampaknya bisa berubah cepat jika negosiasi gagal atau konflik kembali memanas. Investor tetap berhati-hati sambil menunggu arah kebijakan selanjutnya.
Prospek Harga Emas Rabu | 08 April 2026
Pergerakan emas pada time frame H4 saat ini menunjukkan struktur bullish yang semakin kuat, di mana harga berhasil menembus resistance 4.700 dan melanjutkan kenaikan dengan momentum yang cukup solid. Selama harga mampu bertahan di atas area 4.700, peluang kenaikan masih terbuka untuk melanjutkan rally menuju resistance berikutnya di kisaran 4.899 hingga 4.967.
Dukungan dari posisi harga yang sudah berada di atas SMA 50 serta RSI yang menguat mendekati area overbought memperkuat indikasi bahwa buyer masih mendominasi, meskipun tetap ada potensi koreksi sehat selama harga tidak kembali turun ke bawah 4.700.
GOLD INTRADAY AREA
R1 4.899 R2 4.967 R3 5.045
S1 4.700 S2 4.654 S3 4.595
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 4.740 |
| Profit Target Level | 4.870 |
| Stop Loss Level | 4.690 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 4.899 |
| Profit Target Level | 4.750 |
| Stop Loss Level | 4.930 |
Prospek Harga US Oil Rabu | 08 April 2025
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan adanya penolakan kuat di area resistance 109,14 hingga 117,51, yang kemudian diikuti penurunan tajam hingga menembus support 103,23. Tekanan jual semakin terlihat setelah harga bergerak di bawah SMA 50, menandakan momentum bullish mulai melemah dan berpotensi berbalik arah dalam jangka pendek.
Selama harga tetap berada di bawah 103,23, potensi penurunan masih terbuka untuk menguji support berikutnya di 89,47 hingga 84,40, bahkan berlanjut ke 76,72 jika tekanan bearish berlanjut. RSI yang turun mendekati level 30 juga mengonfirmasi meningkatnya tekanan jual, meskipun rebound teknikal masih mungkin terjadi jika harga kembali naik dan mampu menembus serta bertahan di atas 103,23.
US Oil INTRADAY AREA
R1 103,23 R2 109,14 R3 117,51
S1 89,47 S2 84,40 S3 76,72
| OPEN POSITION | BUY |
| Price Level | 89,50 |
| Profit Target Level | 102,00 |
| Stop Loss Level | 84,30 |
| OPEN POSITION | SELL |
| Price Level | 103,20 |
| Profit Target Level | 95,00 |
| Stop Loss Level | 109,25 |
Dapatkan update seputar pasar dari instrument lainnya di tpfx.co.id . Buka akun demonya disini GRATISS.
Semoga artikel ini memberikan wawasan yang berguna dan membantu dalam perjalanan trading Anda. Selamat trading dan semoga sukses!
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan AUD/USD masih cenderung bullish pada time frame H4, dengan level pivot di 0.6915. Selama harga bertahan di atas level tersebut, peluang kenaikan tetap terbuka untuk menguji resistance di 0.6960, kemudian 0.6980, hingga 0.7000.





Pergerakan emas pada grafik H4 menunjukkan fase pemulihan setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas SMA 50 yang mulai melandai dan mengindikasikan potensi perubahan arah tren. Harga sempat menguji area resistance 4.742 namun gagal menembusnya, sehingga saat ini bergerak konsolidatif di sekitar 4.700–4.595.
Pergerakan US Oil pada grafik H4 menunjukkan bahwa harga sebelumnya berhasil menembus resistance 101,58 yang juga bertepatan dengan posisi SMA 50, sehingga mengonfirmasi perubahan momentum ke arah bullish. Setelah itu, harga mengalami reli cukup kuat sebelum akhirnya terkoreksi dan membentuk support baru di 108,83. Namun, struktur harga terbaru masih menunjukkan terbentuknya lower high, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual belum sepenuhnya hilang meskipun tren utama masih cenderung naik.

Pergerakan emas pada time frame H4 terlihat mulai membentuk fase rebound setelah sebelumnya mengalami tekanan turun yang cukup dalam, dengan harga kini bergerak di atas area support 4.523 dan mencoba menjaga momentum di atas kisaran 4.589. Posisi harga yang mulai mendekati SMA 50 menunjukkan adanya potensi perubahan arah ke bullish, meskipun masih tertahan di area resistance kuat sekitar 4.700–4.742 yang menjadi kunci kelanjutan tren naik.
Pergerakan US Oil pada time frame H4 menunjukkan kecenderungan bullish setelah harga berhasil menembus area pivot di sekitar 107,63 dan kini bergerak mendekati resistance 117,01. Posisi harga yang berada di atas SMA 50 mengindikasikan bahwa tren naik masih cukup solid, didukung oleh struktur higher high dan higher low yang terus terbentuk dalam beberapa sesi terakhir. Namun, RSI yang sudah berada di area overbought mengisyaratkan potensi koreksi jangka pendek sebelum melanjutkan kenaikan.
Week Ahead: Fokus Pasar pada Konflik Iran dan Arah The Fed
Pergerakan EUR/USD pada time frame H4 masih berada dalam tekanan bearish, terlihat dari struktur lower high serta posisi harga yang bergerak di bawah garis tren turun dan SMA 50. Saat ini harga mencoba rebound ke area resistance di sekitar 1.1575–1.1620, namun belum mampu menembusnya secara konsisten, sehingga potensi penurunan masih terbuka.
Pergerakan USD/JPY pada time frame H4 masih menunjukkan kecenderungan bullish, terlihat dari struktur higher low yang terbentuk serta harga yang masih bergerak di atas garis tren naik. Saat ini harga sedang berkonsolidasi di sekitar area 159,00–159,40 setelah sempat terkoreksi, namun tetap bertahan di atas support penting di 158,20. Selama level ini tidak ditembus, peluang kenaikan masih terbuka untuk kembali menguji resistance di 160,00 hingga 160,45.
Dari sisi teknikal, analisis Trading Central menunjukkan bahwa pergerakan US Oil pada time frame H4 masih berada dalam tren bullish dengan level pivot di 101,50. Selama harga bertahan di atas level tersebut, potensi kenaikan tetap terbuka dengan target resistance terdekat di 109,50. Jika level ini berhasil ditembus, penguatan berpeluang berlanjut menuju 113,00 hingga 117,00.

